Rachmat Prijadi
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

REDESAIN GELORA AMBANG DI KOTA KOTAMOBAGU, Architecture High Tech Putri S. N. Potabuga; Jefrey I. Kindangen; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i2.39072

Abstract

Keberadaan Gelanggang Olahraga di Indonesia sangat di butuhkan demi menunjang kegiatan olahraga masyarakat maupun sebagai sarana penunjang perlombaan atau pertandingan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah setempat. Redesain kembali gelanggang olahraga Gelora Ambang di Kota Kotamobagu ini adalah salah satu cara untuk menunjang sarana dan prasarana dalam hal meningkatkan sarana dan prasarana dalam bidang olahraga dan pertumbuhan ekonomi. Perancangan ini juga bertujuan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan baik dalam segi arsitekturnya sehingga memberikan wajah baru bagi wilayah Kota Kotamobagu. Selain sebagai fasilitas utama dan pendukung yang diharapkan mampu menunjang aktivitas yang ada, perancangan kembali gelanggang olahraga Gelora Ambang ini akan mengangkat tema Hi-Tech Architecture yang berfokus pada penggunaan teknologi untuk menunjang fasilitas yang ada. Dalam perancangan Redesain Gelora Ambang di Kota Kotamobagu ini menggunakan pendekatan rancangan terhadap 3 poin utama yaitu terhadap tipologi objek, tema peracangan serta kajian tapak dan lingkungan yang ada. Hasil perancangan Redesain Gelora Ambang di Kota Kotamobagu ini akan menampilkan suatu bentukan fasade dan suasana Bangunan Olahraga yang diperbarui serta mampu memberikan peran yang besar dalam hal ini mengangkat sektor olahraga yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.Kata Kunci : Kota Kotamobagu, Redesain Gelora Ambang, Architecture High Tech
PESANTREN NEO MODERN DI MANADO, Implementasi Konsep Both-And Dalam Arsitektur Wisnu J. Surya; Rachmat Prijadi; Surijadi Supardjo
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i2.40951

Abstract

Pesantren adalah sebuah program sekolah dan fasilitas asrama yang memiliki tujuan membina akhlak para murid (santri) dan menjadi wadah tempat membentuk kepribadian muslim yang berbudi luhur, shaleh dan shaleha. Pesantren merupakan saksi utama dan sarana penting bagi kegiatan Islamia. Perkembangan dengan kemajuan masyarakat Islam Nusantara tidak dapat dipisahkan dari peranan dalam perjalanan pesantren ini oleh karena adaya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi suatu tantangan yang membuat banyak pihak untuk meragukan akan eksistensi Lembaga Pendidikan Pesantren ini. Lingkungan Pesantren merasa bahwa sesuatu yang bersifat modern yang selalu mereka anggap dating dari dunia barat, berkaitan dengan penyimpangan terhadap agama. Oleh karena itu mereka melakukan isolasi diri terhadap sentuhan perkembangan modern sehingga membuat pesantren dinilai sebagai penganut Islam tradisional. Pesantren haruslah ditingkatkan, sebab tuntutan kemajuan teknologi tidak dapat dihindari lagi. Maka salah satu langkah bijak agar tidak kalah dalam persaingan adalah mempersiapkan pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman. Dalam hal ini dibuatkan suatu terobosan baru dalam dunia pesantren atau apa yang disebut sebagai Neo Modern mengusung  Konsep Both-And dalam Arsitektur, Pesantren Neo Modern di Manado yang berari Double Function atau pemamfaatan kedua-duanya yang berwujud penerapan perpaduan bentukan lama dan baru, awal dan akhir. Lewat peran Pesantren Neo Modern di Manado ini diharapkan mampu berperan untuk menciptakan satu wadah yang baru yang menghasilkan santri-santri yang berkualitas baik dari segi pengetahuan religi, pengetahuan umum serta dilengkapi penguasaan teknologi modern.Kata Kunci : Pesantren, Neo Modern, Both-And
PUSAT PENELITIAN PERIKANAN DI KOTA BITUNG, Arsitektur Biomimetik Putri S. Kuada; Pingkan P. Egam; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i2.40957

Abstract

Kota Bitung merupakan kota penghasil ikan terbesar di Sulawesi Utara sekaligus pemasok pemenuhan konsumsi ikan di provinsi Sulawesi Utara. Sehubungan dengan itu, untuk mewadahi aktivitas perikanan yang ada di kota Bitung maka dihadirkan perancangan Pusat Penelitian Perikanan yang bisa menjadi prospek yang sangat baik untuk menunjang aktivitas perikanan yang ada di kota Bitung. Adapun penerapan prinsip desain dan tema Arsitektur Biomimetik adalah untuk mengatasi permasalahan yang timbul dengan keterkaitan antara objek Pusat Penelitian Perikanan dengan lokasi yang akan dibangun objek tersebut. Arsitektur biomimetik menggunakan alam sebagai model, acuan dan pedoman untuk memecahkan masalah dalam perancangan objek Pusat Penelitian Perikanan. Dengan adanya Pusat Penelitian Perikanan diharapkan dapat menunjang aktivitas perikanan yang ada di Sulawesi Utara khusunya kota Bitung dan juga dapat meningkatkan ekonomi kemasyarakatan dalam sektor perikanan.Kata kunci :Penelitian, Perikanan, Arsitektur Biomimetik, Kota Bitung, Sulawesi Utara
BOULEVARD MIX USE BUILDING, Arsitektur High Tech Mayzar M. H. Nendey; Rachmat Prijadi; Surijadi Supardjo
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43268

Abstract

AbstrakKota Manado merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dengan jumlah penduduk sekitar 432.300 jiwa berdasarkan bps. Manado memiliki prospek dan perkembangan kota yang dinamis, sebagai ibu kota provinsi terbesar kedua di kawasan Indonesia Timus yag memiliki potensi untuk mendukung perkembangan kota disegala bidang. Letak geografis kota Manado yang cenderung terbuka terhadap dunia luar, sehingga berdampak bagi lintas perdagangan pasifik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka perlu adanya ruang untuk mewadahi bebrapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Bangunan multifungsi atau mixed-use building mengacu pada kombinasi beberapa fungsi yang berbeda dalam satu bangunan, misalnya fungsi hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan dan rekreasi yang dibangun dalam satu tapak. Lokasi bangunan yang direncanakan berlokasi di daerah Boulevard II yang merupakan daerah pesisir pantai dengan mayoritas pemukiman nelayan. Lokasi proyek tugas akhir ini disesuaikan dengan menggunakan pendekatan konsep tema “Arsitektur High Tech” yang penerapannya dalam bidang Arsitektur adalah dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, lalu diarapkan bisa memenuhi kebutuhan manusia akan teknologi terkini dan kemudahan fasilitas.Kata Kunci : Kota Manado, Boulevard Mix Use Building, Arsitektur High Tech
MARINE ECO-PARK DI LIKUPANG: Arsitektur Ekologis Eunike Waani; Rieneke L. E. Sela; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi Utara merupakan provinsi yang terkenal dengan wisata baharinya, memiliki luas laut sebesar 351.540 km2 dan memiliki 287 pulau yang tersebar di wilayah ini menjadikan lebih banyak lokasi dan objek bahari yang dapat dikembangkan. Upaya yang dapat dilakukan agar perkembangan sektor pariwisata bahari di Sulawesi Utara dapat berkembang dengan merata adalah dengan mengeksplor daerah-daerah yang memiliki potensi alam bawah laut dan dapat dijadikan objek wisata. Daerah sektor pariwisata bahari yang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut adalah Likupang timur, merupakan destinasi wisata yang sangat potensial untuk pengembangan wisata bahari karena dikenal dengan keindahan pantai pasir putihnya yang menjadikan nilai tambah dari daerah tersebut. Tujuan perancangan Marine eco-park adalah dengan menjadikan destinasi wisata yang dapat beradaptasi langsung dengan lingkungan laut yang menyediakan sarana rekreasi dan edukasi tanpa merusak habitat laut disekitarnya, sarana-sarana tersebut diharapkan dapat menampung dan menjadikan Marine eco-park sebagai pusat konservasi budidaya dan pelestarian biota laut sekaligus menjadi pusat rekreasi di daerah Likupang Timur yang menyediakan fasilitas lengkap dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat untuk wisatawan yang hobi dalam olahraga laut. Proses perancangan yang digunakan adalah metode glass box menurut J.C Jones. Metode glass box dilakukan dengan tahapan analisa, sintesa dan evaluasi sehingga dapat diperoleh pemecahan masalah yang optimal dan mungkin dilakukan dan melalui pendekatan kajian tipologi objek rancangan, lingkungan dan tematik. Penerapan tema arsitektur ekologis, menjadikan Marine eco-park sebagai objek wisata yang menghadirkan wawasan eko-wisata agar memudahkan wisatawan menikmati keindahan biota laut tanpa kekhawatiran adanya indikasi kerusakan terumbu karang atau biota laut lainnya pada kawasan tersebut. Hasil akhir dari rancangan Marine eco-park sebagai destinasi wisata atau pusat rekreasi yang dapat mewadahi aktivitas wisatawan yang berkunjung sesuai dengan sarana-sarana yang dibutuhkan yang penempatan ruangnya sudah disesuaikan dengan masing-masing zona, sehingga dengan sirkulasi dan zona ruang yang teratur dapat memudahkan pengujung bertransisi dari ruang ke ruang untuk dapat mengakses sesuai kebutuhan ruang masing-masing sambil menikmati keindahan laut dan pasir putih yang disediakan langsung oleh objek rancangan ini. Kata Kunci : Likupang Timur, Marine Eco-Park, Wisata Bahari, Arsitektur ekologis
ISLAMIC CENTER DI KOTA MANADO. Arsitektur Metafora Rafiq Adam; Rachmat Prijadi; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25055

Abstract

Islamic Center marupakan tempat atau wadah dimana seluruh kegiatan yang berlandaskan keislaman dilakukan dan dikembangkan. Banyaknya umat muslim yang ada  di Kota Manado, Sulawesi Utara. sehingga Masalah yang timbul adalah tidak adanya tempat yang sesuai guna mengakomodir fasilitas yang dibutuhkan dalam membantu perkembangan dari masyarakat muslim yang ada. Selain itu juga masalah yang timbul adalah bagaimana merancang bangunan Islam terpusat yang bisa menyatukan berbagai kegiatan dan silaturahmi antar sesama umat muslim dengan penerapan tema Arsitektur Metafora  pada perancangan. Islamic Center bukan hanya sekedar tempat berkumpulnya berbagai komunitas umat muslim, tetapi juga sebagai sarana yang bisa mempererat nilai ukhuwah dan merupakan bagian dari bentuk toleransi yang ada di kota Manado. Tujuan dan sasaran perancangan terciptanya Islamic Center di Kota manado dimana objek ini nantinya menjadi sarana masyarakat muslim kota Manado dalam mendukung dan mengembangkan  berbagai kegiatan Islam kedepannya dengan penerapan bangunan berdasarkan tema Arsitektur Metafora. Metode perancangan menggunakan metode Glass Box berdasarkan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, dan pendekatan tapak dan lingkungan yang kemudian dilakukan pengambilan data, kemudian dianalisis, konsep, hasil perancangan.Hasil perancangan berupa desain Site Plan, Lay Out, Tampak Tapak, Potongan Tapak, Tampak Bangunan, Potongan Bangunan, Utilitas Bangunan, Utilitas Tapak, Perspektif, Interior dan eksterior bangunan, Struktur bangunan, detail Struktur dan Utilitas yang mengacu pada tema perancangan Arsitektur metafora.Kata kunci: Islamic Center Di Kota Manado, Arsitektur Metafora
ASRAMA HAJI DI LUWUK. Arsitektur Simbolis Ahmad Safei; Rachmat Prijadi; Mohammad M. Anasiru
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25588

Abstract

Asrama Haji di Luwuk merupakan kompleks kegiatan keagamaan di mana di tempat ini adalah tempat embarkasi dan debarkasi bagi para calon haji sebelum di berangkatkan ke tanah suci, selain itu kawasan asrama haji ini terbuka untuk masyarakat umum baik untuk kegiatan pelatihan maupun kegiatan wisata religi. Dimana didalamnya terdapat kegiatan pendidikan berbasis agama Islam. Sedangkan konsep perancangan bentuk bangunan pada asrama haji di Luwuk. akan dibuat nantinya berdasarkan dari transformasi sebuah bentuk dasar persegi yang akan diolah sesederhana mungkin. Dengan mengambil tema Arsitektur Simbolisme, akan dibuat Asrama Haji di Luwuk yang cukup berbeda dengan Asrama Haji yang lainnya,  dimana bangunan ini akan mengacuh pada simbol-simbol keislaman dengan estetika interior dan strukturnya akan sangat menarik dan memperjelas fungsi dari bangunan tersebut. Begitu pula dengan karya-karya arsitektural yang juga merupakan kumpulan dari elemen-elemen pembentuk yang memiliki suatu makna/arti dapat menjadikan Asrama Haji di Luwuk sebagai tempat yang mewadahi aktifitas pertemuan, berkomunikasi, dan bertukar pikiran, saling memberikan informasi dan  pengetahuan tentang keislaman, serta saling menunjang dengan fungsi lainnya untuk menjadikan Asrama Haji di Luwuk sebagai sarana yang menunjang ifrastruktur perkembangan Kabupaten Luwuk Banggai.Kata Kunci : Asrama Haji di Luwuk, Arsitektur Simbolis, Kabupaten Luwuk Banggai
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN SAYUR DI MODOINDING. Arsitektur Organik Kevin A. Piring; Pierre H. Gosal; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26201

Abstract

Pusat Penelitian dan pengembangan tanaman sayur adalah suatu tempat kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk proses mengembangkan tumbuhan, dimana penelitian tersebut dapat meningkatkan kualitas sayur menjadi baik tentunya. Sebagai salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, maka pemanfaatan potensi daerah secara tepat merupakan satu prasayarat untuk percepatan pembangunan di daerah tersebut baik secara ekonomi maupun dari aspek lainnya. Namun beberapa tahun terakhir hasil capaian Tanaman Sayur ini menurun. Hal ini diduga karena menurunnya produktivitas lahan (kesuburan lahan), teknologi usahatani sayur belum optimal, pengelolaan tanaman tidak intensif, dan terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan berkembangnya hama dan penyakit tanaman. Dengan adanya Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Sayur di Modoinding diharapkan menjadi sebuah jawaban dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di kecamatan modoinding dan sekitarnya dan juga dapat menghasilkan produk-produk tanaman sayur yang ungul. Kata kunci : Arsitektur Organik, Modoinding, Penelitian, Pengembangan, Pusat, Tanaman Sayur.
PUSAT REKREASI DAN OLAHRAGA AIR DI KOTA MANADO. Sustainable Architecture Rangga Papodi; Claudia S. Punuh; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27806

Abstract

Rekreasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan fisik maupun mental masyarakat. Memadukan kegiatan rekreasi dan olahraga atau komersial merupakan suatu yang positif untuk mendukung perkembangan kehidupan seseorang yang modern. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang terus berkembang, banyak kegiatan rekreasi  yang disempurnakan dan sebagai kegiatan pemersatu masyarakat baik lokal maupun internasional, salah satunya rekreasi air, Oleh karena itu perlu dihadirkannya Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air di Manado, Yang bisa memadukan kegiatan, rekreasi dan olahraga serta komersial.Dalam perencanaan sebuah Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air, harus benar-benar direncanakan secara matang, dan disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat modern sekarang ini. Berangkat dari keterkaitan antara bangunan/objek rancangan  dengan media penghubung alaminya (Air) maka tema yang diambil untuk bangunan ini yaitu Sustainable Architecture, Konsep ini menerapkan segala sesuatu tentang lingkungan baik itu dari segi bentuk, fisik maupun prinsip lingkungan dan alam kedalam bangunan. Konsep ini menunjukkan bagaimana air dapat berintegrasi dengan arsitektur. Dengan imajinasi yang tepat serta keterampilan, air dapat memperkuat bentuk arsitektur. Konsep ini berkaitan erat dengan penerapan high tech dan ramah lingkungan serta mengeksplorasikan prinsip prinsip air sebagai estetika, utilitas, struktur, dan bentuk ke dalam bangunan. Manado sebagai sebuah  Kota  dengan kebutuhan rekreasi yang cukup baik dan menjadi tolak ukur serta acuan kemajuan perkembangan mental khususnya rekreasi air di belahan timur Indonesia. Untuk itu demi meningkatkan kebutuhan masyarakat akan rekreasi air, maka Tuntutan untuk penyediaan fasilitas rekreasi air dan olahraga air yang representative dan modern sangatlah diperlukan. Kata Kunci : Rekreasi Air, Olahraga Air, Sustainable Architecture
HOTEL BISNIS DI KOTA LUWUK. Arsitektur Kontemporer Hardiyanti Madja; Rieneke L. E. Sela; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28807

Abstract

Perancangan hotel bisnis atau commercial hotel atau disebut juga city hotel karena lokasinya berada di pusat kota. Hotel bisnis direncanakan adalah suatu jenis akomodasi yang menyediakan jasa penginapan dan fasilitas penunjang lainnya, dapat mengakomodasi tamu untuk kegiatan berbisnis di Kota Luwuk. Tujuan perancangan adalah untuk mewadahi kebutuhan akan tempat tinggal bersifat sementara, representatif dan dapat mengakomodasi kegiatan pengunjung utamanya untuk para pebisnis yang berkunjung ke Kota Luwuk, dengan fasilitas memenuhi standar hotel berbintang empat serta merancang hotel bisnis dengan pendekatan tematik. Metode perancangan menggunakan metode perancangan glass box method oleh Christoper Jones. Metode tersebut adalah metode berpikir rasional yang dilakukan secara objektif dan sistematis dalam menelaah suatu hal secara logis dan terbebas dari pemikiran dan pertimbangan yang tidak rasional. Perancangan objek menggunakan tema arsitektur kontemporer yang menonjolkan bentuk unik, atraktif dan sangat kompleks, bersifat lebih modern sehingga mampu menarik pengunjung karena bentuk bangunan kekinian dan dinamis. Hasil perancangan menghasilkan objek yang mewadahi segala kebutuhan tamu pengunjung dalam berbisnis serta memaksimalkan kenyamanan pengunjung secara fisik maupun kenyamanan spiritual dengan strategi rancang desain yang menerapkan karakteristik arsitektur kontemporer. Aplikasi tema arsitektur kontemporer diwujudkan pada pemilihan lokasi, pengolahan site, kualitas ruang, pengolahan bentuk dan tampilan serta struktur yang digunakan pada bangunan. Kata Kunci : Hotel Bisnis, Arsitektur Kontemporer