p-Index From 2021 - 2026
4.522
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Jermias Tjakra
Universitas Sam Ratulangi

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Pada Pekerjaan Rehabilitasi Gedung Kantor Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu Dengan Menggunakan Metode BOW, SNI, Dan Perhitungan Kontraktor Eurene M. Rawis; Jermias Tjakra; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52408

Abstract

Untuk merencanakan suatu anggaran proyek, estimator harus mempunyai pedoman metode yang ekonomis dan jelas berlaku di Indonesia. Keuntungan yang diperoleh seorang estimator tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya. Bila penawaran harga yang diajukan di dalam proses lelang terlalu tinggi, kemungkinan besar estimator akan mengalami kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan lelang dengan harga terlalu rendah, akan mengalami kesulitan dibelakang hari oleh karena itu perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelengaraan proyek untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Di Indonesia terdapat metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI dan Perhitungan Kontraktor. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisis yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisis BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI, bahkan para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisis mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para estimator merencenakan biaya konstruksi dengan ke 3 (tiga) metode tersebut diatas yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisis sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya Rehab pembangunan Gedung BPBAT Tatelu tahun 2021 dengan menggunakan 3 metode maka diperoleh metode Perhitungan Kontraktor merupakan yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp. 2.363.414.720 lalu metode SNI 2016 sebesar Rp. 2.433.257.183 dan yang paling mahal metode BOW sebesar Rp. 4.570.689.327. Kata kunci: Rencana Anggaran Biaya, BOW, SNI, perhitungan kontraktor
Analisis Waktu Pelaksanaan Dan Anggaran Biaya Rumah Type 78 Pada Perumahan Puri Kelapa Gading Thidora N. Tareluan; Jermias Tjakra; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52705

Abstract

Manajemen proyek konstruksi merupakan pendekatan strategis dalam mengelolah proses pembangunan dari awal hingga selesai dengan tujuan mencapai sasaran yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu pelaksanaan dan anggaran biaya dalam pembangunan rumah tipe 78 pada perumahan Puri Kelapa Gading dengan menggunakan PUPR sebagai pedoman dalam menganalisa. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari catatan proyek, melakukan observasi lapangan, serta melakukan wawancara dengan pihak terkait. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pedoman PUPR untuk mengetahui lama waktu dan anggaran biaya pada pekerjaan struktur pembangunan rumah tipe 78 perumahan Puri Kelapa Gading. Hasil penelitian dengan menggunakan PUPR menunjukan bahwa lama waktu pelaksanaan pekerjaan struktur untuk pembangunan rumah tipe 78 pada perumahan Puri Kelapa Gading yaitu selama 163 hari atau lima bulan lebih, dengan anggaran biaya sebesar 182.066.237 juta rupiah. Melalui kurva S, penelitian ini menggambarkan bagaimana pembangunan rumah tipe 78 mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pedoman PUPR dalam menganalisis waktu pelaksanaan dan anggaran biaya dapat mencapai efisiensi waktu pelaksanaan dan pengelolaan anggaran yang baik dalam proyek pembangunan rumah tipe 78. Penelitian ini juga memberikan masukan penting bagi pengambilan keputusan dan perbaikan proses dalam pengelolaan proyek konstruksi di masa depan. Kata kunci: manajemen proyek konstruksi, waktu pelaksanaan, anggaran biaya
Identifikasi Faktor-Faktor Utama Dalam Keberhasilan Proyek Bank Indonesia Jawa Barat Dengan Metode Relative Importance Index Sheren A. M. Sanggor; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53688

Abstract

Untuk mencapai kesuksesan proyek akan muncul berbagai faktor yang menjadi penghalang bagi kontraktor. Kendala dalam proyek perlu ditekan agar kesuksesan proyek tercapai dengan baik, maka dirasa perlu untuk mengetahui faktor-faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan Proyek Bank Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dengan target respondennya adalah pihak owner, konsultan dan kontraktor yang terlibat pada proyek. Penelitian diolah menggunakan metode Relative Importance Index dan mendapat hasil ada 10 (sepuluh) faktor utama kesuksesan Proyek, yaitu: (1) Jadwal pengadaan material; (2) Ketersediaan anggaran Perancangan anggaran biaya dan estimasi biaya yang tepat; (3) Metode kontruksi yang tepat; (4) Ketersediaan tenaga kerja yang terampil; (5) Sistem komunikasi antar tim; (6) Penjadwalan; (7) Keterampilan mengorganisir dari manajer proyek ; (8) Keahlian perencanaan manajer proyek; (9) Ketepatan waktu penyediaan material diproyek oleh supplier atau sub-kontraktor. Kata Kunci: faktor utama kesuksesan proyek, Relative Importance Index, proyek kontruksi
Metode Pelaksanaan Konstruksi Penulangan Plat Lantai Pada Proyek Pembangunan Gedung SMP Negeri 16 Manado Michelle M. Siwu; Pingkan A. K. Pratasis; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53830

Abstract

Plat lantai adalah struktur bangunan yang bukan berada di atas tanah secara langsung. Artinya plat lantai merupakan lantai yang terletak di tingkat dua, tingkat tiga, tingkat empat, dan seterusnya. Dalam pembuatannya, struktur ini dibingkai oleh balok beton yang kemudian ditopang kolom-kolom bangunan. Pembuatan struktur plat lantai harus memperhatikan ukuran ketebalan plat tersebut. Tingkat ketebalan minimum dari plat lantai yaitu 12 cm menggunakan tulangan berupa 2 lapis besi beton berdiameter 10 mm. Dalam proyek pembangunan gedung SMP Negeri 16 Manado, untuk pekerjaan penulangan atau pembesian plat lantai 2 digunakan tipe kromo atau besi yang ditekuk. Pada pengaplikasiannya, besi yang dipasang di atas bekisting plat lantai pada lapis kedua dibagi atas sisi tumpuan ¼ dari jarak bentang dan sisi lapangan ½ dari jarak bentang. Besi yang ditekuk ada di sisi lapangan. Pada sisi lapangan tersebut adalah titik terjadinya lendutan juga untuk menahan momen negatif. Dari data yang didapat, penggunaan tulangan kromo pada pekerjaan plat lantai pada proyek ini dinilai cukup ekonomis dan material yang digunakan mudah ditemukan, namun kekurangannya adalah pada waktu pelaksanaan yang memakan banyak waktu karena besi harus ditekuk. Kata kunci: metode pelaksanaan, plat lantai, tulangan kromo
Analisis Metode Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Pada Proyek Peningkatan Prasarana Sarana Umum (PSU) Jalan - Kelurahan Buha Perumahan Griya Paniki Indah Kecamatan Mapanget Kota Manado Deisi Sumolang; Revo L. Inkiriwang; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.53875

Abstract

Seringkali terjadi kesalahan dalam kualitas konstruksi selama proses pembangunan, meskipun kegiatan konstruksi merupakan komponen penting dari proyek. Banyak faktor dapat menyebabkannya, salah satunya adalah pelaksanaan yang tidak tepat dan tidak sesuai standar. Metode pelaksanaan yang tepat, praktis, dan aman diperlukan saat mengerjakan proyek pembangunan agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, biaya, dan kualitas yang direncanakan. Salah satu aspek penting dari pekerjaan jalan adalah konsisten dan sesuai dengan standar. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang metode pelaksanaan pekerjaan jalan pada proyek Peningkatan Prasarana Sarana Umum (PSU) Jalan - Kelurahan Buha Perumahan Griya Paniki Indah, dengan mempertimbangkan persyaratan dalam spesifikasi umum Bina Marga dan regulasi terbaru. Metode pelaksanaan di lapangan akan menguntungkan proyek itu sendiri jika diterapkan sesuai dengan peraturan yang ada. Proyek ini akan dibahas dan dianalisis. Proyek ini mencakup pekerjaan umum, drainase, tanah, perkerasan berbutir, perkerasan aspal, dan struktur sesuai dengan Spesifikasi Umum Bina Marga Revisi 2 tahun 2018. Kata kunci: metode pelaksanaan, pekerjaan jalan, Spesifikasi Umum Bina Marga, analisis
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Tie Beam Dan Kolom Menggunakan Metode Work Sampling (Studi Kasus: Pembangunan Kantor Mako Brimob) Andi C. B. A. Prananda; Pingkan A. K. Pratasis; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54043

Abstract

Keberhasilan proyek pembangunan bergantung pada produktivitas yang baik. Produktivitas tenaga kerja juga akan sangat memengaruhi besarnya keuntungan atau kerugian proyek. Hal ini bisa terjadi di lapangan karena tenaga kerja yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan struktur tie beam dan kolom dengan menggunakan metode work sampling pada proyek pembangunan kantor Mako Brimob Kalasey. Hasil dari analisis work sampling ini menunjukkan tingkat produktivitas tenaga kerja dan waktu baku yang berbeda-beda dari masing-masing pekerjaan, yaitu untuk pekerjaan pembesian tie beam adalah 2.07 menit/kg, untuk pekerjaan bekisting tie beam adalah 35.44 menit/m2, dan untuk pekerjaan pengecoran tie beam mendapatkan 14.36 menit/m3. Selanjutnya untuk pekerjaan pekerjaan pembesian kolom adalah 1.02 menit/kg, untuk pekerjaan bekisting kolom adalah 64.91 menit/m2, dan untuk pekerjaan pengecoran kolom mendapatkan 13.41 menit/m3. Kata kunci: produktivitas, tie beam, kolom, work sampling
Analisis Anggaran Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Polres Bogor Christina A. J. Pangkey; Grace Y. Malingkas; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54567

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi dapat diukur berdasarkan pemenuhan tujuan proyek yang meliputi penyelesaian tepat waktu, sesuai dengan anggaran yang telah direncanakan dan mencapai standar kualitas yang diharapkan. Dalam merencanakan sebuah konstruksi bangunan sangat memerlukan adanya analisis biaya untuk memperkirakan kebutuhan biaya yang diperlukan dan mendapatkan biaya yang paling efisien. Rencana Anggaran Biaya (RAB) sangat erat hubungannya dalam setiap pekerjaan proyek konstruksi. Untuk merencanakan sebuah anggaran biaya yang didasarkan pada analisis berbagai material, peralatan yang digunakan dan upah untuk setiap aspek pekerjaan. Dari hasil analisis tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Polres Bogor. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah data Sekunder. Sumber data berupa data harga upah dan bahan/material, Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), serta rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek yang diperoleh dari kontraktor, dan sebagai pembanding untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperoleh dari suvery di Kota Manado. Berdasarkan hasil analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Proyek Pembangunan Gedung Utama Polres Bogor senilai Rp. 21.320.183.066,00 dan jika proyek tersebut menggunakan harga bahan/material dan upah yang dilaksanakan di Kota Manado maka mendapatkan harga senilai Rp. 21.955.431.271,00. Selisih yang didapatkan dari perhitungan perbandingan tersebut sebesar Rp. 635.248.205,00, dengan persentase selisih perhitungannya adalah sebesar 2,98%. Dari hasil penelitian ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbandingan harga yaitu: harga bahan/material dan upah. Maka dapat disimpulkan bahwa untuk perhitungan Rencana Anggaran Biaya di Kota Manado lebih tinggi dibandingkan dengan Rencana Anggaran Biaya di Kota Bogor. Kata kunci: proyek, Rencana Anggaran Biaya (RAB), AHSP
Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Dinding Dengan Menggunakan Metode Work Sampling Pada Proyek Pembangunan Ruko Cluster Amethyst Kawanua Emerald City Manado Vivian G. Iroth; Grace Y. Malingkas; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54587

Abstract

Produktivitas yang baik sangat penting untuk keberhasilan proyek konstruksi. Produktivitas tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap tingkat keuntungan dan kerugian suatu proyek. Ketika dalam pelaksanaan dilapangan, kesalahan dapat terjadi karena tenaga kerja tidak melakukan tugas secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar produktivitas pada pekerjaan dinding menggunakan metode Work Sampling pada proyek pembangunan ruko cluster amethyst kawanua emerald city manado. Dari hasil analisis Work Sampling produktivitas tenaga kerja dalam pekerjaan dinding di lantai 2, setiap pekerjaan mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Produktivitas tenaga kerja untuk pekerjaan pasangan bata sebesar 15.981 m2/hari, untuk pekerjaan plesteran dinding sebesar 46.478 m2/hari, dan pekerjaan acian dinding sebesar 35.752 m2/hari. Kata kunci: produktivitas, tenaga kerja, work sampling
Analisis Perbandingan Waste Pada Penulangan Balok Dengan Menggunakan Metode Konvensional Dan Software Cutting Optimization Pro Syafiqah F. Korompot; Jermias Tjakra; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54737

Abstract

Material sebagai salah satu sumber daya proyek merupakan faktor penting yang berkontribusi sebesar 40-60% terhadap biaya proyek maka dari itu material berperan penting dalam menunjang keberhasilan sebuah proyek konstruksi. Dalam penelitian ini akan membahas tentang salah satu material yang tidak bisa lepas dari sebuah proyek konstruksi yaitu besi tulangan beton. Pekerjaan pembesian pada tulisan ini hanya berfokus pada penulangan balok. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bertujuan untuk membandingkan perhitungan waste menggunakan metode konvensional dan software cutting optimization pro. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan penulangan balok yang paling optimal dan menekan waste ke nilai terkecil pada Proyek Ruko Puri Kelapa Gading Minahasa Utara. Berdasarkan hasil penelitian pemotongan besi ulir D16 mm menggunakan metode konvensional menghasilkan waste level sebesar 6,1% dan waste cost sebesar Rp1.273.657,07. Hasil waste menggunakan bantuan perangkat lunak (software) melalui software cutting optimization pro sebesar 0,7%. Hasil perbandingan waste dengan menggunakan metode konvensional dan software cutting optimization pro yaitu software tersebut dapat meminimalisir waste pada penulangan balok sebesar 5,4%. Kata kunci: waste, Software Cutting Optimization Pro, besi tulangan
Analisis Efisiensi Penggunaan Sengkang Besi Beton Pada Proyek Ruko Puri Kelapa Gading Minahasa Utara Natania E. Oroh; Jermias Tjakra; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54748

Abstract

Sisa material (waste) merupakan salah satu masalah serius pada pelaksanaan proyek konstruksi. Khususnya material besi beton pada pembuatan sengkang, penggunaan besi beton sering menimbulkan sisa yang tidak menentu jumlahnya, memahami ukuran besi dan pemotongan yang tepat sangat penting untuk menghindari kerugian yang terjadi karena salah dalam estimasi dan pemotongan akan mengakibatkan kerugian. Jika dilihat dari faktor penyebab terjadinya sisa material besi beton terhadap kegiatan konstruksi yang terjadi pada penelitian ini yaitu pertama, waste besi beton terjadi akibat pola pemotongan besi beton yang tidak optimal. Kedua, waste besi beton terjadi karena kelebihan jumlah pembelian dibandingkan dengan kebutuhan. Dalam penelitian ini akan membahas pengoptimalan pemotongan sengkang besi beton pada pekerjaan pembesian dari sebuah proyek konstruksi. Pekerjaan pembesian pada tulisan ini hanya berfokus pada penulangan sengkang struktur kolom dan balok. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang bertujuan untuk memperoleh sisa material (waste) paling efisien menggunakan metode bar bending schedule. Tujuan penelitian untuk menghasilkan penulangan sengkang pada kolom dan balok paling optimal dengan menekan waste ke nilai terkecil pada Proyek Ruko Puri Kelapa Gading. Berdasarkan hasil penelitian pemotongan besi polos D10 untuk sengkang besi beton menggunakan metode bar bending schedule menghasilkan waste sebesar 0,29%. Kata kunci: bar bending schedule, besi beton, sengkang, waste