Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pekerjaan Arsitektur Pada Proyek Konstruksi Ruko Puri Kelapa Gading Minahasa Utara Natalie Graciella; Tisano Tj. Arsjad; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54883

Abstract

Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) suatu proyek adalah kegiatan yang harus dilakukan sebelum proyek dilaksanakan. RAB adalah banyaknya biaya yang dibutuhkan baik upah maupun bahan dalam sebuah pekerjaan proyek konstruksi. Daftar ini berisi volume, harga satuan, serta total harga dari berbagai macam jenis material dan upah tenaga yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek tersebut. Dan berdasarkan hasil perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan ruko Puri Kelapa Gading serta pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan pekerjaan ini meliputi pekerjaan pasangan dinding, pekerjaan lantai, pekerjaan pintu dan jendela, pekerjaan plafond, dan pekerjaan khusus lainnya. Untuk perhitungan volume dibutuhkan gambar yang lengkap sebagai acuan dan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan semua perhitungan volume pekerjaan. Selain itu, harga satuan pekerjaan dan upah perlu diperhatikan karena setiap daerah berbeda-beda dan harga bisa berubah sewaktu-waktu.Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan arsitektur yang dibutuhkan pada Ruko Puri Kelapa Gading yaitu, untuk lantai 1 mendapatkan hasil sebesar Rp. 332.189.765,00 (tiga ratus tiga puluh dua juta seratus delapan puluh sembilan ribu tujuh enam puluh lima rupiah) dan untuk lantai 2 mendapatkan hasil sebesar Rp. 397.458.392,00 (tiga ratus Sembilan puluh tujuh juta empat ratus lima puluh delapan ribu tiga ratus Sembilan puluh dua rupiah). Kata kunci: perhitungan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), pekerjaan arsitektur
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pelebaran Ruas Jalan Sinisir – Batas Kota Kotamobagu Kelurahan Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur Facy Rambing; Jermias Tjakra; Tisano Tj. Arsjad
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56687

Abstract

Jalan adalah suatu prasarana transportasi yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di atas permukaan air serta di bawah permukaan tanah dan atau air, kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel. Metode Pelaksanaan adalah metode yang dibuat dengan cara teknis yang menggambarkan penyelesaian pekerjaan dengan cara sistematis dari awal hingga akhir yang meliputi bagian tahapan maupun urutan pekerjaan utama dan bagian cara kerjanya dari masing masing pekerjaan utama yang mampu dipertanggungjawabkan secara teknis. Penggunaan metode yang tepat, praktis, dan aman sangatlah membantu dalam menyelesaikan proyek. Sumber data didapatkan dari pelaksanaan Pelebaran Ruas Jalan Sinisir – Batas Kota Kotamobagu, Kelurahan Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, data primer yaitu berupa dokumentasi dari proses pelaksanaan pelebaran ruas jalan serta hasil wawancara dan untuk data sekunder yaitu berupa literatur buku elektronik/buku pdf, jurnal, artikel-artikel dan juga website. Pengumpulan data dilakukan dengan cara, yaitu survey lokasi, dokumentasi, wawancara dan literatur. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Metode pelaksanaan pada Proyek Pelebaran Ruas Jalan Sinisir – Batas Kota Kotamobagu Kelurahan Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur, maka didapatkan kesimpulannya yaitu: Metode pelaksanaan pelebaran ruas jalan terdiri dari beberapa tahap, yakni: Pekerjaan Persiapan, meliputi: menyiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam hal ini tandem roller, asphalt finisher, tired roller, asphalt sprayer, dump truck, excavator, alat sandcone, asphalt rake alat DCP dan alat-alat bantu lainnya berupa meter, alat pengukur ketebalan AC-BC dan AC-WC, sekop, Termometer, gerobak dorong. Menyiapkan peralatan pekerja (rompi, helm proyek, sepatu keselamatan, masker, sarung tangan dan kotak P3K. dan tentunya menyiapkan material-material berupa agregat dan aspal, Pekerjaan galian pelebaran, Pekerjaan pemadatan tanah dasar, Uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP), Penghamparan LPA Layer 1 setebal 15 cm, Pemadatan LPA Layer 1, Uji sandcone, Penghamparan LPA Layer 2 setebal 15 cm, Pemadatan LPA Layer 2, Penghamparan Lapisan AC-BC setebal 7 cm dan Penghamparan Lapisan AC-WC setebal 4 cm. Kata kunci: metode pelaksanaan, proyek, jalan
Analisis Penerapan Smart Living Pada Perumahan Tamansari Metropolitan Kota Manado Frendi D. Lumintang; Jermias Tjakra; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.57095

Abstract

Peningkatan penduduk perkotaan secara signifikan membawa pengaruh besar pada pola hidup dan peradaban manusia. Peningkatan penduduk yang cepat ini memunculkan kebutuhan mendesak dan tantangan untuk menemukan strategi yang tepat dan cara-cara yang cerdas untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan kesejahteraan penduduk di Kota Manado. Beberapa kota besar di Indonesia sudah menerapkan konsep smart city, salah satunya yaitu Kota Manado. Implementasi kebijakan smart city di Kota Manado dilandaskan pada Peraturan Walikota Manado Nomor 10 Tahun 2018 tentang Manado smart city. Salah satu program smart city pemerintah Kota Manado pada dimensi smart living pembangunan dan pengembangan kawasan Kota Baru (Manado Aerocity), yang dimana perumahan Tamansari Metropolitan termasuk dalam pengembangan kawasan Kota Baru yang dikembangkan pemerintah Kota Manado bekerjasama dengan stakeholder terkait. Pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat konsep smart living (hunian cerdas) juga diamanatkan dalam Peraturan Menteri PUPR No. 27/PRT/M/2017 tentang Panduan Pembangunan Budaya Integritas di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Juga berdasarkan pada Visium PUPR tahun 2030 bidang Perumahan dan Permukiman, yaitu 100% Urban Smart Living (Hunian cerdas di wilayah perkotaan). Kata kunci: smart city, smart living, perumahan
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) Di Proyek Stasiun Pemadam Kebakaran PT. Freeport Indonesia Maureen I. Mamahit; Revo L. Inkiriwang; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58387

Abstract

Proyek konstruksi dikenal memiliki banyak risiko, terutama terkait dengan kecelakaan kerja yang sering terjadi di sektor ini. Berbagai karakteristik proyek konstruksi, seperti lokasi kerja yang bervariasi, lingkungan terbuka, dan waktu pelaksanaan yang terbatas, turut meningkatkan risiko kecelakaan. Angka kecelakaan kerja di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan kasus meningkat dari 182.835 pada 2019 menjadi 265.334 pada 2022. Penelitian ini fokus pada implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui metode Job Safety Analysis (JSA) pada proyek pembangunan Stasiun Pemadam Kebakaran PT. Freeport Indonesia. JSA digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi bahaya di setiap tahapan pekerjaan, dari persiapan area kerja hingga pemasangan pipa dan fitting. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap tahapan memiliki risiko spesifik, seperti jatuh dari ketinggian, terpapar debu, dan cidera otot. JSA berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian risiko dengan mengedepankan penggunaan alat pelindung diri (APD), inspeksi alat, dan pelatihan kerja yang sesuai. Dengan penerapan sistem manajemen K3 yang efektif, diharapkan angka kecelakaan kerja dapat dikurangi, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. Kata kunci: Job Safety Analysis (JSA), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Pemilihan Perumahan Dengan Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Marvel M. M. Nangin; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58446

Abstract

Perkembangan perumahan saat ini sangat pesat. sehingga kebutuhan akan rumah tempat tinggal sangat dibutuhkan oleh semua manusia, Rumah merupakan tempat tinggal bersama keluarga dan ditempati selamanya maupun investasi, dalam memenuhi kriteria dan keinginan konsumen maka solusinya dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP adalah untuk membuat keputusan dan mengevaluasi alternatif berdasarkan kriteria yang berbeda-beda maka nilai yang tertinggi adalah nilai bobot prasarana (0,377) dan bobot fasilitas umum (0,377), bobot lokasi (0,160), dan terakhir bobot Kontruksi (0,086). Untuk nilai alternatif diperoleh bobot tertinggi yaitu Perumahan New Royal Kawanua (0,507), kemudian perumahan Casa De Viola Grand Kawanua (0,346), dan Perumahan Puri Manado Permai (0,147). Kata kunci: AHP, perumahan, kriteria, alternatif
Analisis Kebutuhan Real Material Pada Pekerjaan Struktur Gedung SD Katolik 10 Santa Theresia GPI Reinhard R. Djajanegara; Jermias Tjakra; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67887

Abstract

Material merupakan komponen utama dalam pekerjaan konstruksi yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek dan efisiensi biaya. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang akurat terhadap kebutuhan material di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan material real pada proyek pembangunan Gedung SD Katolik 10 Santa Theresia GPI menggunakan metode Quantity Take Off (QTO). Metode ini digunakan untuk menghitung volume dan jumlah material berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis.Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan material meliputi semen 1.609 sak, pasir 143,6 m³, kerikil 122,95 m³, beton ready mix 324,30 m³, batako bekisting 4.085 buah, wiremesh 245 lembar, tripleks 9 mm seluas 1.094,76 m², kayu 5×7×400 sebesar 26,92 m³, serta tulangan baja P8 252,17 kg, P10 11.716,39 kg, S13 4.668,16 kg, S16 23.233,66 kg, dan S19 16.508,02 kg. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan kebutuhan material yang lebih efisien dan akurat. Kata kunci: Kebutuhan Material Real, Quantity Take Off, proyek konstruksi
An Analysis of Occupational Safety and Health Implementation in the Dwelling Place Construction Project, Perkamil Manado : Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Proyek Konstruksi Dwelling Place Perkamil Manado Adrian Philip Marthinus; Jermias Tjakra; Grace Yoyce Malingkas
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 8 No 1 (2026): Vol 8 No 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is an essential aspect of construction projects to prevent accidents and improve work productivity. The high rate of accidents in the construction sector indicates that the implementation of OSH still needs improvement. This study aims to analyze the implementation of OSH at the Dwelling Place Perkamil Manado construction project, focusing on workers’ compliance with work procedures, the use of personal protective equipment (PPE), the condition of work tools, and the effectiveness of supervision and training. The research employed a descriptive quantitative approach through questionnaires distributed to 23 respondents, field observations, and interviews with project supervisors. The results show that the implementation of OSH in this project is classified as fairly good, with 100% compliance with work procedures and equipment conditions, 65.22% use of PPE, and 78.26% participation in OSH training. Based on the SWOT analysis, the main strengths lie in adherence to standard operating procedures (SOP) and well-maintained equipment, while weaknesses include inconsistent PPE use and the lack of regular training. Overall, the implementation of OSH at the Dwelling Place Perkamil Manado project has been running well, but it requires strengthening through continuous training, supervision, and the development of a sustainable safety culture.