Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan Ibu Hamil melalui Media Edukasi untuk Pencegahan Stunting di Galesong Takalar Nurfaidah Uphe; Hadijah Alimuddin; Guruh Amir Putra; Nur Alam; Hezron Alhim Dos Santos; Sugirah Nour Rahman; Irene Ekklesia; Adriani; Muthmainnah
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 5 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v5i2.656

Abstract

Stunting masih menjadi sebuah permasalahan kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Kecamatan Galesong Takalar, dengan prevalensi mencapai 28% pada tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan sejak masa kehamilan, gizi dan kesehatan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin serta risiko stunting pada anak. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi yang mudah dipahami dan dapat menjangkau langsung masyarakat, khususnya ibu hamil. Kegiatan ini mempunyai tujuan yaitu guna menaikkan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai gizi seimbang dan kesehatan kehamilan sebagai strategi pencegahan stunting. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan berbasis media video, leaflet, dan poster, serta penguatan melalui diskusi secara interaktif. Evaluasi dilaksanakan dengan memberikan pretest sebelum kegiatan serta posttest setelah kegiatan guna mengetahui pemahaman dari peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 60,2 pada pretest menjadi 84,5 pada posttest, atau mengalami peningkatan sebesar 24,3% setelah diberikan edukasi.. Selain itu, peserta juga menunjukkan perubahan sikap dalam perencanaan pola makan harian dan kepedulian terhadap kesehatan selama kehamilan. Dapat disimpulkan bahwa media edukasi sederhana namun informatif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu hamil untuk mencegah stunting. Kata Kunci : gizi ibu hamil; media Edukasi; stunting.
Edukasi Cara Mencuci Tangan Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Galesong Kabupaten Takalar Guruh Amir Putra; Hadijah Alimuddin; Rachmat Kasmad; Yade Kurnia Yasin; Irma Irma
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 1 (2025): Volume 1 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i1.18

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang mempunyai keterbatasan khsususnya secara akademik.  Mereka beresiko lebih tinggi untuk terserang penyakit jika dibandingkan anak lain pada umumnya. Salah satu penyakit yang sering menyerang anak disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus dari lingkungan dan untuk menekan penyakit infeksi adalah dengan mencuci tangan dengan benar. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengajarkan ABK cara mencuci tangan dengan baik dan benar agar lebih baik dan mandiri dalam menjaga kesehatannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan praktek untuk meningkatkan pengetahuan cara mencuci tangan yang benar sesuai dengan standar yang berlaku.  Kegiatan ini diikuti oleh siswa dengan beragam macam kebutuhan khusus yang terdiri dari berbagai jenjang dan juga para guru di SLB Galesong Kabupaten Takalar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dapat mengkuti gerakan mencuci tangan dengan benar dan sekolah sangat antusias dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam menerapkan cara mencuci tangan yang benar, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memprakttekkan langkah cuci tangan yang baik dan benar.
Literasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Galesong Kabupaten Takalar Yade K. Yasin; Nurul Ichsania Hammado; Guruh Amir Putra; Hadijah Alimuddin
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 1 Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i02.19

Abstract

Pemberian literasi guna meningkatkan pemahaman bagi anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kehidupan, khususnya di bidang kesehatan. Dengan memberikan pengetahuan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), diharapkan anak berkebutuhan khusus mampu hidup lebih mandiri dalam kesehariannya dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya PHBS melalui pembelajaran kooperatif. Literasi diberikan menggunakan metode prompt dan pembelajaran kooperatif dengan media gambar dan video untuk meningkatkan fokus siswa pada materi yang disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai PHBS dari 45% pada pre-test menjadi 78% pada post-test. Siswa tidak hanya mampu menjawab pertanyaan yang diberikan, tetapi juga mampu memberikan contoh penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
The Characteristics of Muscle Soreness – Delayed Onset Muscle Soreness in Sport Person from South Sulawesi Nurussyariah Nurussyariah; Etno Setyagraha; Nurul Ichsania; Guruh Amir Putra
Gema Wiralodra Vol. 15 No. 3 (2024): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v15i3.773

Abstract

Muscle Soreness – Delayed Onset Muscle Soreness (MS – DOMS) is the immediate and delayed muscle pain experienced by individuals after exercising. This study aims to observe the characteristics of MS-DOMS and the pattern of dietary intake and physical activity of athletes in South Sulawesi. The research method used was an observational description method with cross sectional design using a closed-ended questionnaire given to 211 samples categorized as athletes and non-athletes in South Sulawesi. The questionnaire was distributed using G.Forms and QR codes. The questionnaire used was a modified between the McGill Pain Questionnaire and the numerical pain scale, SQ – FFQ, as well as the form of physical activity performed. The indicators of the questions include physical activity, dietary patterns, and the characteristics of muscle pain. This study took place from May to October 2024. The results obtained showed that 69.2% of respondents experienced muscle pain after exercise, with 44.4% experiencing it less than 6 hours after exercise, with a duration of pain felt for less than 6 hours (44.2%). The most common location of muscle pain was in the thighs (31.8%) with a pain scale of 3 (19%), while the pain felt after 24 hours received the most answers, scale 3 and 5 (17.5%).