Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Resilience of Historical Heritage The Existence of Wiwitan Tradition within the Dynamics of Farmer Groups in the Modern Era Hana Khaeru Nisa; Sujono Sujono; Budi Wijayanto
Swarnadwipa Vol 10 No 1 (2026): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v10i1.5184

Abstract

Agriculture is an inseparable part of agrarian culture; however, current agricultural modernization risks eroding local traditional practices due to its focus on efficiency, productivity, and economic gain. This study aims to analyze the relationship between farmer group dynamics and the existence of the Wiwitan tradition in Sindumartani Village, Ngemplak District, Sleman, Yogyakarta. Using a quantitative approach, research was conducted on 35 respondents from two farmer groups with distinct characteristics: the Tani Rukun group, which still preserves the tradition, and the Ngudi Mulyo 1 group, which no longer practices it. Data were collected using likert scale questionnaires and analyzed through correlation tests. The results indicate that the group development and maintenance variables have a very strong positive correlation (r = 0,722; Sig = 0,000) with the existence of the tradition. Furthermore, group goals and group cohesiveness variables show a significant positive correlation at a moderate level (r = 0,448  and 0,450, respectively). Conversely, group structure, task functions, and group effectiveness do not show statistically significant relationships. This study concludes that farmer group dynamics, particularly in the aspects of development and cohesiveness, play a crucial role in maintaining the continuity of the wiwitan tradition amidst the currents of modernization.
Implementasi Usahatani Padi Sehat Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sleman, Yogyakarta Adi Prayoga; Nicky Oktav Fauziah; Sujono -; Rika Nalinda
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 32, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.116969

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui produktivitas, pendapatan dan kelayakan usahatani padi sehat yang merupakan salah satu program yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan di kecamatan Kalasan, yang merupakan salah satu wilayah lokasi pelaksanakan program pengembangan usaha budidaya padi sehat kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis produktivitas, pendapatan, dan kelayakan usahatani padi sehat. Sampel dalam penelitian ini adalah petani anggota kelompok tani yang sampai dengan saat pelaksanaan penelitian secara konsisten menerapkan usahatani padi sehat sebanyak 12 orang dengan rincian yaitu petani desa Purwomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 2 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tirtomartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 3 tahun sebanyak 4 orang, petani desa Tamanmartani yang menerapkan usahatani padi sehat selama 4 tahun sebanyak 4 orang, dan petani yang menerapkan usahatani padi konvensional dari ketiga desa masing-masing sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Produktivitas usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan produktivitas usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 5,58 t/ha; 5,73 t/ha; dan 7,28 t/ha. Produktivitas usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari produktivitas yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar 5,94 t/ha, 2) Pendapatan usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan pendapatan usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah Rp 15.855.553,75; Rp19.818.937,50; dan Rp 45.806.191,51.  Pendapatan usahatani padi sehat tahn keempat lebih tinggi dari pendapatan yang dicapai usahatani padi konvensional sebesar Rp 25.443.277,78 dan 3) Nilai R/C usahatani padi sehat secara bertahap meningkat, secara berurutan nilai R/C usahatani padi sehat tahun kedua, ketiga dan keempat adalah 1,86; 2,41; dan 5,26. Nilai R/C usahatani padi sehat tahun keempat lebih tinggi dari nilai R/C yang dicapai usahatani padi kenvensional sebesar 2,93. Dengan nilai R/C >1 maka usahatani padi sehat menguntungkan dan layak dikembangkan.