Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Determinan Minat Petani Dalam Budidaya Kedelai Sesuai Standard Operating Procedures (SOP): Sebuah Analisis Regresi Linier Berganda Eka Mustiyanti; Siti Nurlaela; Sujono Sujono
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 15 No 3 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (J-SEP)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v15i3.33608

Abstract

This study aims to determine the interest of farmers in growing soybeans according to the Standard Operating Procedure (SOP), as well as the factors that influence it. The study was conducted from January to July 2022 at the Sriharjo Village Farmers Group, Kapanewon Imogiri, Bantul Regency. This study uses quantitative methods. Determination of respondents who became the sample was determined using the proportional random sampling technique of as many as 41 respondents. The data analysis technique used descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results of the study showed that the factors studied, namely age, education, land area, the role of extension workers, and assistance for farming facilities had a simultaneous effect on farmers' interest in soybean cultivation according to the Standard Operating Procedure (SOP) with an F-count of 3.323 (Sig 0.015) and coefficient of determination (R2) 32.2%. The factor that partially has a significant effect on farmers' interest in soybean cultivation according to the Standard Operating Procedure (SOP) is the education factor. The results of the study are used to develop plans for empowerment activities. Empowerment activities have succeeded in increasing the knowledge of farmers by 53.61% and attitudes by 14.45%.
A FARMERS' INTEREST IN IMPLEMENTING THE JAJAR LEGOWO PLANTING SYSTEM BATURETNO VILLAGE, KAPANEWON BANGUNTAPAN, BANTUL REGENCY: MINAT PETANI DALAM MELAKSANAKAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI KALURAHAN BATURETNO KAPANEWON BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL M Yusuf Muhajir; Sukadi; Sujono
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jpp.v17i2.537

Abstract

ABSTRAK Kajian ini bertujuan untuk mengetahui minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo di Kalurahan Baturetno Kapanewon, Banguntapan, Kabupaten Bantul. Variabel minat yang diukur dalam kajian ini adalah minat kesenangan, minat perhatian, minat kesadaran dan minat kemauan. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Juni 2022 di Kalurahan Baturetno dengan melibatkan 52 orang responden dari 7 perwakilan kelompok tani. Sampel dalam kajian ini ditentukan melalui Proportional Random Sampling dengan menggunakan rumus Nomogram Harry King dengan taraf signifikansi 90%. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Teknik analisis kajian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil kajian minat petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo menunjukan bahwa untuk variabel minat kesenangan berada pada kategori tinggi dengan persentase capaian skor mencapai 68,83%, variabel minat perhatian berada pada kategori sedang dengan capaian skor 59,36%, variabel minat kesadaran mencapai 69,05% dan berada pada kategori tinggi, serta variabel minat kemauan memiliki nilai capaian skor 60,88% dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan penyuluhan dari desain pemberdayaan untuk meningkatkan minat perhatian petani melalui peningkatan pengetahuan dan sikap petani dalam melaksanakan sistem tanam jajar legowo sesuai rekomendasi. materi penyuluhan yang disampaikan adalah tentang pengaturan jarak tanam dan tanaman sisipan menggunakan alat caplak rotari dalam sistem tanam jajar legowo. Analisis hasil pemberdayaan dari pelaksanaan pre-test dan post-test menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani sebanyak 25,83% sedangkan untuk variabel sikap, meningkat sebanyak 22,45%. Kata Kunci: Caplak Rotari, Jajar Legowo, Minat
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Motivasi Petani Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Di Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul: Factors Affecting Farmers' Motivation In The Utilization Of Yard Land In Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Bantul Desta Aurelia Sipayung Sipakar; Siti Nurlaela; Sujono Sujono
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i3.3375

Abstract

Penurunan luasan lahan pertanian yang terjadi secara cepat menjadi persoalan dalam penyediaan pangan di masa depan. Kurangnya motivasi petani dalam memanfaatkan lahan menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya kegiatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi petani dalam kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan di Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan bentuk hubungan kausal. Kajian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2022. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan. Penetapan jumlah sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling dengan menggunakan rumus slovin pada taraf signifikansi 10%. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang diteliti yaitu umur, pendidikan, luas lahan pekarangan, lama bertani, intensitas penyuluhan, kesesuaian materi penyuluhan, ketersediaan sarana dan prasarana, dan peran penyuluh berpengaruh secara simultan terhadap motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan dengan nilai Fhitung 2,657 (Sig 0,020) dan koefisien determinasi sebesar 35,9%. Adapun faktor-faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan adalah faktor intensitas penyuluhan dan kesesuaian materi penyuluhan.
DAMPAK PENYULUHAN TERHADAP MINAT PETANI DALAM BUDIDAYA TANAMAN CABE DI DESA HABAU HULU KEAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Jauhar Jauhar; Sujono Sujono; Sunardi Sunardi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 48, No 3 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v48i3.12259

Abstract

This study aims to find out the interest of farmers in chili cultivation in Habau Hulu Village, Banua Lawas District, Tabalong Regency. This study used a quantitative descriptive method which was carried out from November 2022 to February 2023. The selection of Habau Hulu Village and farmer groups was carried out purposively, while the sampling of respondent farmers used proportional random sampling. The type of data used is primary data and secondary data is supporting data. Data collected through direct interviews with respondents using a questionnaire were then analyzed using a descriptive method which was analyzed using a Likert scale. The results of data analysis show that farmers' interest in chili cultivation in Habau Hulu Village is included in the high category with an average percentage of 78.63%, meaning that farmers who are included in farmer groups in Habau Hulu Village already understand, believe, and carry out cultivation. chili plants, but their application has not been maximized according to recommendations.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI WANITA TANI DALAM PENGOLAHAN MIE WORTEL DI DESA TARUBATANG, KECAMATAN SELO Anggraeni, Firna Arnita; Sujono, Sujono Sujono; Ismarlin, Ina Fitria
Jurnal Agristan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i2.12428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi wanita tani dalam pengolahan mie wortel dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi partisipasi wanita tani dalam pengolahan mie wortel di Desa Tarubatang. Penelitian ini mengguanakan metode kuantitatif dan dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2024 di Desa Tarubatang, Kecamatan Selo. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 35 orang. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert dan alat analisis linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat partisipasi wanita tani dalam pengolahan mie wortel masuk dalam kategori sedang dengan rata-rata 77,37%. Dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi wanita tani adalah motivasi, ketersediaan sarana prasarana, dan peran penyuluh. Kata Kunci: Tingkat Partisipasi, Faktor-Faktor Partisipasi, Pengolahan Mie Wortel
PENGARUH DIMENSI MOTIVASI PETANI TERHADAP KEMANDIRIAN BENIH BAWANG MERAH DI KALURAHAN SELOPAMIORO, KAPANEWON IMOGIRI Darana Widyarini; Sari Megawati; Sujono
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi danberperan penting dalam mendukung ketahanan pangan. Salah satu permasalahan dalam usahatani bawang merah adalah ketergantungan petani terhadap benih dari luar daerah, sehingga kemandirian benih menjadi aspek penting untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi motivasi petani yang terdiri dari kebutuhan akan prestasi, kebutuhan berhubungan sosial, dan kebutuhan akan kekuasaan atau memengaruhi terhadap kemandirian benih bawang merah di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2025 hingga Maret 2026 dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 petani. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dimensi motivasi petani berpengaruh signifikan terhadap kemandirian benih bawang merah. Secara parsial, motivasi kebutuhan berhubungan sosial dan kebutuhan akan kekuasaan berpengaruh signifikan, sedangkan motivasi kebutuhan akan prestasi tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,626 menunjukkan bahwa 62,6% variasi kemandirian benih dapat dijelaskan oleh variabel motivasi petani. Dengan demikian, motivasi kebutuhan petani akan berhubungan sosial dan motivasi petani akan kekuasaan atau memengaruhi memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian benih bawang merah.
Pemberdayaan Kelembagaan Petani melalui Strategi Penguatan Kapasitas Manajerial dan Kebijakan Internal di Gapoktan Tamanan Makmur: Empowering Farmer Institutions through Managerial Capacity and Internal Policy Strategies at Tamanan Makmur Gapoktan Wafiq Nur Arbian; Nicky Oktav Fauziah; Sujono Sujono
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.1184

Abstract

Sektor pertanian di Kalurahan Tamanan menghadapi tantangan stagnasi kelembagaan petani pascapandemi, terutama pada aspek manajerial dan administrasi organisasi. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan kapasitas kelembagaan pada Gabungan Kelompok Tani Tamanan Makmur guna meningkatkan peran dan fungsinya dalam pemberdayaan petani. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap delapan informan, serta diskusi kelompok terarah. Analisis data dilakukan menggunakan matriks evaluasi faktor Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) serta matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi internal lembaga masih lemah dengan skor 2,02, sementara kondisi eksternal memiliki peluang kuat denganskor 2,70. Posisi kelembagaan berada pada strategi berbenah diri atau Kuadran III (turnaround). Strategi prioritas utama yang dihasilkan dari analisis matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) adalah penguatan tata kelola administrasi dan kebijakan internal dengan skor daya tarik tertinggi sebesar 3,55. Program pemberdayaan ini menekankan bahwa penguatan fondasi internal kelembagaan dapat dilakukan melalui penertiban administrasi dan penyusunan kebijakan internal organisasi. Fokus pada pembenahan sistem manajerial ini telah diimplementasikan melalui penyusunan aturan internal Gapoktan serta penerapan empat buku administrasi wajib (Buku Kas, Buku Inventaris, Buku Daftar Hadir, dan Buku Notulen) guna menciptakan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel dalam mendukung kemandirian petani di wilayah peri-urban.
Perancangan dan Implementasi Sistem Deteksi Sumbatan Otomatis pada Greenhouse dengan Instalasi Aeroponik Berbasis Internet of Things (IoT) sebagai Penunjang Praktikum di Laboratorium Teknik Tata Air Dimas Sujono Putro; Mirma Prameswari; Audina Uffila Dewi; Miftahul Huda; Hendro Agus; Rorintha Pecky Nindyawati
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/plp.v5i1.6556

Abstract

Metode pertanian kontemporer yang dikenal sebagai aeroponik memungkinkan tanaman tumbuh tanpa media tanah, dengan penyemprotan larutan nutrisi langsung ke akar. Salah satu masalah utama dengan aeroponik adalah kemungkinan terjadi sumbatan pada saluran distribusi nutrisi, yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan sistem deteksi sumbatan otomatis yang bergantung pada Internet of Things (IoT) pada fasilitas budidaya aeroponik. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor aliran dan tekanan untuk memantau aliran larutan nutrisi dalam waktu nyata. Mikrokontroler ESP32 mengirimkan data ke platform IoT seperti Blynk atau ThingsBoard. Jika ada sumbatan yang menyebabkan anomali aliran, pesan akan dikirim. Dalam penelitian ini, luaran yang ditargetkan adalah alat deteksi sumbatan yang digunakan untuk kebutuhan praktikum mahasiswa Keteknikan Pertanian. Berdasarkan temuan peneliti terdahulu, dapat disimpulkan bahwa penyumbatan nozzle terjadi karena sumbatan partikel. Partikel kecil nutrisi ab-mix menggumpal dan menumpuk di area nozzle, menyebabkan penyumbatan. Dengan sensor yang berbasis IoT yang menggunakan ESP32, android dapat menerima pemberitahuan dari jarak jauh. Jika terjadi sumbatan pada nozzle, akan ada pemberitahuan "Sumbat Nutrisi Kurang", dan jika tidak, akan ada pemberitahuan "Deras Nutrisi Cukup". Untuk tanaman selada, sistem penyumbatan nozzle dan kontrol jarak jauh berbasis IoT berfungsi dengan baik dan memberikan notifikasi 2,5 detik untuk setiap penyumbatan nozzle. Sensor pendeteksi penyumbatan nozzle memantau efektifitas nozzle secara real-time dengan akurasi 80% dan memastikan penggunaan air konstan dengan tekanan 0,2 bar. Sistem panen selada aeroponik dengan sensor penyumbatan nozzle meningkatkan hasil panen, dengan HS 28 dan bobot selada 100 gram hingga 200 gram per batang.
Resilience of Historical Heritage The Existence of Wiwitan Tradition within the Dynamics of Farmer Groups in the Modern Era Hana Khaeru Nisa; Sujono Sujono; Budi Wijayanto
Swarnadwipa Vol 10 No 1 (2026): SWARNADWIPA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sd.v10i1.5184

Abstract

Agriculture is an inseparable part of agrarian culture; however, current agricultural modernization risks eroding local traditional practices due to its focus on efficiency, productivity, and economic gain. This study aims to analyze the relationship between farmer group dynamics and the existence of the Wiwitan tradition in Sindumartani Village, Ngemplak District, Sleman, Yogyakarta. Using a quantitative approach, research was conducted on 35 respondents from two farmer groups with distinct characteristics: the Tani Rukun group, which still preserves the tradition, and the Ngudi Mulyo 1 group, which no longer practices it. Data were collected using likert scale questionnaires and analyzed through correlation tests. The results indicate that the group development and maintenance variables have a very strong positive correlation (r = 0,722; Sig = 0,000) with the existence of the tradition. Furthermore, group goals and group cohesiveness variables show a significant positive correlation at a moderate level (r = 0,448  and 0,450, respectively). Conversely, group structure, task functions, and group effectiveness do not show statistically significant relationships. This study concludes that farmer group dynamics, particularly in the aspects of development and cohesiveness, play a crucial role in maintaining the continuity of the wiwitan tradition amidst the currents of modernization.