Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN TINGKAT LITERASI MASYARAKAT MELALUI REVITALISASI PERPUSTAKAAN DESA KERTAWANGI, KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BANDUNG BARAT Ana Ramdani Sari; Indah Susanti; Lilis Widaningsih; Asep Yudi Permana; Diah Cahyani Permana Sari
Lentera Karya Edukasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi merupakan salah satu indikator kesejahteraan dan mutu Pendidikan suatu negara. Salah satu cara untuk meningkatkan literasi adalah dengan membangun budaya dan meningkatkan motivasi membaca masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan proses Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan untuk merevitalisasi Perpustakaan Desa Kertawangi dalam rangka meningkatkan tingkat literasi warga.Revitalisasi fisik menjadi langkah awal dalam mendukung keberlangsungan Perpustakaan desa menuju pengelolaan yang mandiri. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan perpustakaan desa dalam digitalisasi sistem perpustakaan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan partisipasai masyarakat untuk mencapai suatu tujuan tertentu, baik dari identifikasi potensi dan masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi program. Kegiatan PkM ini terbagi menjadi lima tahap yaitu tahap pemetaan potensi, perencanaan program, pembenahan fisik, sosialisasi program, dan sosialisasi manajemen perpustakaan.
DEVELOPMENT OF A VOCATIONAL SKILLS TRAINING MODEL FOR CONSTRUCTION WORKERS Lilis Widaningsih; Fauzi Rahmanullah; Trias Megayanti; Yudhistira Kusuma; Indah Susanti
Journal of Architectural Research and Education Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No.1 (2023), Journal of Architectural Research and Education (JARE)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jare.v5i1.51911

Abstract

The development of culture and technology in responding to human needs in architecture and physical infrastructure development requires an acceleration in the skills of construction workers. Many factors become obstacles for construction workers to be able to compete and improve their skills. One of them is access to education and skills training because of the lack of information and opportunities they can get. This study aims to develop a vocational skills training model oriented to the certification of skilled workers in the construction industry. The development of the training model is made through stages that refer to research and development of Logic Model Development. The process carried out includes the planning, implementation, analysis, testing and finalization of the training model. Data collection was carried out through surveys of construction worker service users, FGD with training model development experts, FGD with construction industry stakeholders, theoretical analysis, and policies as materials for model development. The findings of this study are in the form of a training model that develops networks and collaborations between institutions related to skilled workers in the construction industry. Vocational universities have the potential to strengthen and facilitate construction workers in improving job skills and certifying skilled workers. In the long term, this model is expected to become a prototype for a sustainable vocational skills training system for construction workers.
Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan (pengelolaan sampah mandiri) di Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Lilis Widaningsih; Diah Cahyani; Trias Megayanti
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38799

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari program dan kegiatan yang dilaksanakan di Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Dari hasil pendampingan yang dilakukan terhadap masyarakat Desa Cibeureum Wetan tahun 2013-2014 dengan berbagai kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, diperlukan upaya lanjutan di bidang lingkungan yang terkait dengan pemeliharaan infrastruktur yang sudah dibangun serta pengelolaan sampah secara mandiri. Program pengabdian Desa Binaan ini memiliki dua sasaran program dan kegiatan yang akan dikembangkan yaitu: pertama, mengembangkan model pemberdayaan kegiatan pengelolaan lingkungan dengan konsep Community Architecture dan Community Based Development. Kedua, pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah lingkungan dengan mengembangkan konsep Bank Sampah yang diprogramkan oleh Deputi Bidang pengelolaan B3, limbah dan sampah Kementerian Lingkungan Hidup.
Pendekatan participatory rural appraisal dalam mengembangkan kemampuan literasi bagi masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang Lilis Widaningsih; Elly Malihah; Vina Adriany
Jurnal Abmas Vol. 21 No. 2 (2021): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v21i2.259

Abstract

Artikel ini bermaksud menjelaskan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Pendekatan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal di mana pendekatan ini mengadopsi teori kritis yang dikemukakan oleh Paulo Freire. Pendekatan menekankan kepada pendekatan yang bottom-up, di mana partisipan dilihat sebagai individu yang memiliki suara dan agency sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi diri dan lingkungannya. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendekatan yang partisipatoris, keikutsertaan dan rasa memiliki warga terhadap program pengembangan literasi mengalami peningkatan. Hasil dari kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendekatan program-program pembinaan desa hendaknya berangkat dari sebuah kesadaran bahwa masyarakat desa memiliki hak penuh untuk menentukan bentuk partisipasi penuh bagi desa mereka.
Pendekatan participatory rural appraisal dalam mengembangkan kemampuan literasi bagi masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang Lilis Widaningsih; Elly Malihah; Vina Adriany
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 1 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i1.47585

Abstract

Artikel ini bermaksud menjelaskan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Pendekatan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal dimana pendekatan ini mengadopsi teori kritis yang dikemukakan oleh Paulo Freire. Pendekatan menekankan kepada pendekatan yang bottom-up, dimana partisipan dilihat sebagai individu yang memiliki suara dan agency sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi diri dan lingkungannya. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendekatan yang partisipatoris, keikutsertaan dan rasa memiliki warga terhadap program pengembangan literasi mengalami peningkatan. Hasil dari kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendekatan program-program pembinaan desa hendaknya berangkat dari sebuah kesadaran bahwa masyarakat desa memiliki hak penuh untuk menentukan bentuk partisipasi penuh bagi desa mereka.
Pendekatan participatory rural appraisal dalam mengembangkan kemampuan literasi bagi masyarakat di Desa Cibeureum Wetan Sumedang Lilis Widaningsih; Elly Malihah; Vina Adriany
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.40456

Abstract

This article aims to explain community service activities in Cibeureum Wetan Village, Sumedang, which aim to improve community literacy skills. The approach used in this activity is the participatory rural appraisal approach, which adopts the critical theory proposed by Paolo Freire. The approach emphasizes a bottom-up approach, where participants are seen as individuals who have a voice and agency so that they are able to make decisions that benefit themselves and their environment. The activity results show that residents' participation and sense of ownership towards literacy development programs have increased through a participatory approach. The results of this activity also emphasize that the approach to village development programs should start from an awareness that village communities have the full right to determine the form of full participation for their village.   Abstrak Artikel ini bermaksud menjelaskan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan participatory rural appraisal di mana pendekatan ini mengadopsi teori kritis yang dikemukakan oleh Paolo Freire. Pendekatan menekankan kepada pendekatan yang bottom-up, di mana partisipan dilihat sebagai individu yang memiliki suara dan agensi sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi diri dan lingkungannya. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendekatan yang partisipatoris, keikutsertaan dan rasa memiliki warga terhadap program pengembangan literasi mengalami peningkatan. Hasil dari kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendekatan program-program pembinaan desa hendaknya berangkat dari sebuah kesadaran bahwa masyarakat desa memiliki hak penuh untuk menentukan bentuk partisipasi penuh bagi desa mereka. Kata Kunci: desa; literasi; pengabdian kepada masyarakat; penilaian pedesaan partisipatif
INTEGRATING SPATIAL POLICY, INFRASTRUCTURE DESIGN, AND EVALUATIVE TECHNOLOGY IN DISASTER RISK REDUCTION FOR VOCATIONAL EDUCATION: A BIBLIOMETRIC AND SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Sri Rahayu; Danny Meirawan; Lilis Widaningsih; Sudjani Sudjani; Zahra Ghinaya
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 3 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia, Saudi Arabia, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i3.9261

Abstract

Purpose - Vocational education is highly vulnerable to disasters; however, current mitigation strategies are fragmented across spatial planning regulations, infrastructure design, and assessment technologies. This study seeks to carefully examine the evolution of Disaster Risk Reduction (DRR) research within vocational education, finding trends, knowledge frameworks, and research deficiencies, while also developing a cohesive transdisciplinary framework.Methodology - The study employs a synthesis of bibliometric analysis and Systematic Literature Review (SLR), adhering to the PRISMA 2020 guideline. The search was conducted in the Scopus database for the period 2004–2024, yielding 162 initial documents, which were further refined to 16 core papers using rigorous selection criteria. Bibliometric analysis encompasses publishing trends, keyword co-occurrence, and co-citation, utilizing bibliometrics and VOSviewer.Findings - Publications increased by 18% per year, with the Asia-Pacific region dominating (62%). Three thematic clusters were identified: adaptive infrastructure design (43.75%), spatial planning policy (31.25%), and geospatial information systems (25%). Co-citation analysis confirms that no single influential document integrates all three dimensions simultaneously within the context of vocational education.Contribution - The study formulates a transdisciplinary framework that integrates technical, spatial, and technology-based resilience within vocational education. The implications include strengthening national standards (SNI) for school buildings, integrating Geographic Information Systems (GIS) into the construction vocational school curriculum, and fostering institutional partnerships between the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology and the National Disaster Management Authority to support region-based risk management.
Building Sustainable Futures: Enhancing Construction Workforce Competence in BIM for Blue Infrastructure Wiwi Widanengsih; Yusep Sukrawan; Lilis Widaningsih; Ilhamdaniah Ilhamdaniah
Journal of Vocational Education Studies Vol. 9 No. 1 (2026): Vol 9 No 1
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/joves.v9i1.12513

Abstract

Digital transformation in the construction industry requires a workforce with competencies to address sustainability challenges, especially in coastal blue infrastructure projects. Building Information Modeling (BIM) has become an important technology because it can integrate hydrological, ecological, and construction analysis into one collaborative model, making it highly relevant for blue infrastructure planning.This study aims to analyze workforce competency needs in utilizing BIM for blue infrastructure planning and identify its role in supporting implementation. The research used a quantitative approach through surveys of construction professionals in Indonesia, supported by literature studies. The results show that BIM mastery is the digital skill most needed by the industry, but there is still a significant competency gap among workers. The main challenges include institutions not being ready to integrate BIM into the curriculum, economic limitations related to software licensing, and weak sustainability-oriented training curriculum design.This study recommends a roadmap for BIM integration into vocational education through curriculum reform, teacher capacity building, industry collaboration, and the development of national certification standards to accelerate digital transformation in the construction sector. The findings also emphasize the importance of interdisciplinary competencies such as environmental awareness, data analysis, and collaborative problem solving to support sustainable construction practices.