Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Modeling Illiteracy Rate in Indonesia with Spatial Regression Balda, Alvizar Syamsul; Andriani, Parhaini; Astuti, Alfira Mulya
Parameter: Jurnal Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 4 No 3 (2025): Parameter: Jurnal Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/parameterv4i3pp575-590

Abstract

The illiteracy rate (ILR) serves as an indication of educational attainment, representing the percentage of individuals aged 15 and older who lack reading and writing skills. Despite a reduction in Indonesia's ILR to 3.33% in 2024, the objective of eliminating it entirely remains a priority to fulfill the fourth aim of The Sustainable Development Goals (SDGs) by 2030. This research seeks to estimate Indonesia's rate of illiteracy by examining relevant elements, including the number of individuals living in poverty, mean years of schooling, and gross enrollment ratio. The data is obtained from the BPS-Statistics Indonesia. This study employs spatial regression, utilizing an area-based methodology to capture spatial impacts among regions and analyze them with R software. The analysis results indicate that a) the chosen weighted matrix is k-Nearest Neighbor, b) the selected spatial model for the illiteracy rate in Indonesia is the Spatial Durbin Model (SDM), and c) mean years of schooling and gross enrollment ratio within a province significantly affect the illiteracy rate in that province, which may indirectly elevate the illiteracy rate in neighboring regions.
Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Tingkat Penalaran Matematis Rahma, Sindi Aulia; Hardiani, Nur; Andriani, Parhaini
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nxb5d663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SMP mengetahui pengaruh tingkat penalaran matematis terhadap kemampuan komunikasi matematisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII  SMPN 1 Buer, dengan sampel 29 orang siswa kelas VIII. Desain penelitian one grup pretest posttest. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk pretest postteist. Teiknik peingumpulan data yang digunakan dalam peineilitian adalah teis yang beirjumlah 5 soal uraian deingan mateiri peirsamaan garis lurus.  Analisis data yang digunakan adalah Two Way Anova. Model PMR diterapkan selama 6 pertemuan dengan tahapan yaitu: pemberian masalah kontekstual, diskusi kelompok, presentasi, dan refleksi. Siswa dikelompokkan ke dalam tiga katagori tingkat penalaran yaitu: tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil skor penalaran matematis. Hasil peineilitian meinunjukkan bahwa rata-rata nilai postteist (82,07) leibih tinggi dibandingkan nilai preiteist (47,76). Dan tingkat peinalaran juga beirpeingaruh signifikan teirhadap keimampuan komunikasi mateimatis siswa F = 5,957 dan p = 0,005. Rata-rata nilai pretest siswa dengan tingkat penalaran  rendah mendapatkan nilai  sebesar 41,52 dan sedang mendapatkan sebesar 60,50, sedangkan posttest  dengan tingkat penalaran sedang sebesar 80,30 dan tinggi 82,33. Oleih kareina itu, peiningkatan keimampuan komunikasi mateimatis siswa dan peinalaran mateimatis dipeingaruhi oleih modeil peimbeilajaran mateimatika reialistik (PMR). Peneliti menyarankan kepada guru untuk menggunakan model PMR sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.