Lisnawati Lisnawati
Keperawatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

LITERATUR REVIEW : ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) PADA KLIEN ANAK Anisa Purnamasari; Muhamad Junaiddin Aana; Wafanjar Wafanjar; Adila Nur Arifah; Nur Aebi; Lisnawati Lisnawati
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan RNA retrovirus yang menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yaitu kondisi di mana terjadi kegagalan sistem imun tubuh secara progresif. Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah atau produk darah yang terkontaminasi, serta transmisi dari ibu ke bayi baik secara intrapartum, perinatal, maupun melalui ASI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) menyebutkan bahwa salah satu cara penularan HIV adalah penularan HIV dari ibu ke janin atau bayi. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2019), 90% anak tertular HIV karena ditularkan dari ibu. Penularan ini terjadi ketika terjadi peradangan, infeksi, atau kerusakan pada sawar plasenta. Tujuan: Untuk membandingkan berbagai metode pengobatan HIV/AIDS Khususnya ARV (antiretroviral) pada anak-anak. Penekanan khusus diberikan pada hasil klinis, efek samping, dan dampak psikologis. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database ScienceDirect dan Google Scholar menggunakan Boolean terms dengan pembatasan artikel full-text yang diterbitkan pada tahun 2023–2025. Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect and PubMed dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2023-2025. Hasil: Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan. Kesimpulan: Edukasi, dukungan sosial, dan akses pelayanan kesehatan yang baik berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia, serta diperlukan peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah untuk memperkuat dasar kebijakan kesehatan nasional.
MANAJEMEN CAIRAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HAEMORHAGIC FEVER: LITERATUR REVIEW Anisa Purnamasari; Didit Kurniawan; Dhija Almaida Banda; Oi Azzahra Zai; Lisnawati Lisnawati
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksi tropis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada anak-anak. Penatalaksanaan cairan menjadi komponen utama terapi untuk mencegah terjadinya Dengue Shock Syndrome (DSS) dan komplikasi berat lainnya. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi resusitasi cairan pada anak dengan DHF. Beberapa penelitian menemukan bahwa rasio koloid terhadap kristaloid ≥1,6 dan akumulasi cairan lebih dari 15% dalam 72 jam berhubungan dengan meningkatnya risiko ARF dan AKI. Dan strategi konservatif dengan pemantauan ketat terhadap status hemodinamik dan fungsi organ terbukti menunjukkan hasil klinis yang baik. Tujuan: Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi manajemen cairan pada anak dengan DHF. Metode: Studi ini menggunakan Bolean Trems, pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada beberapa database, termasuk Science Direct, Pub Med, dan Google Scholar. Hasil: Secara umum, hasil dari seluruh jurnal menunjukkan bahwa pengelolaan cairan menjadi faktor utama dalam keberhasilan terapi pasien dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS). Cairan kristaloid terbukti lebih efektif dan aman dibandingkan koloid, karena penggunaan koloid berlebih dapat menyebabkan overhidrasi dan gangguan pernapasan. Pemberian cairan dalam jumlah moderat dengan pemantauan ketat mampu menurunkan risiko komplikasi serta angka kematian. Kesimpulan: manajemen cairan memiliki peran yang sangat penting dalam tatalaksana anak dengan dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS), di mana keseimbangan antara kebutuhan cairan dan risiko peningkatan cairan menjadi faktor penentu keberhasilan terapi.
Efek Home Visit Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia : Literatur Review Lisnawati Lisnawati; Anisa Purnamasari; Nazaruddin Nazaruddin; Wa Ode Aisah Zoahira
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v1i1.203

Abstract

Penelitian mengenai program home visit terhadap peningkatan kualitas hidup Lansia telah diberbagai Negara, namun hasil dari penelitian yang beragam sehingga belum ada bukti yang aktual tentang efek dari home visit terhadap kualitas hidup Lansia. Tujuan: Untuk mengetahui efek dari home visit terhadap peningkatan kualitas hidup Lansia. Desain: A literature review, artikel yang dipilih sebanyak tiga (n=3) dan dinilai kualitasnya dengan menggunakan critical appraisal skill program. Sumber data: Digunakan 3 data base untuk pencarian artikel dengan rentang waktu dari tahun 2000-2016. Kesimpulan: Dari tiga artikel yang dipilih menunjukkan hasil yang beragam, 2 artikel menyatakan bahwa home visit tidak memiliki efek terhadap peningkatan kualitas hidup Lansia dan satu artikel lainnya mengatakan ada perubahan terhadap kualitas hidup Lansia, meskipun dengan home visit tidak terjadi peningkatan kualitas hidup tetapi terjadi peningkatan derajat kesehatan Lansia
Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone Terhadap Perkembangan Psikologis Sosial Anak Usia 06-08 Tahun Di SDN 01 Poasia Kecamatan Poasia Kota Kendari Anisa Purnamasari; Lisnawati; Sari Arie Lestari; Sitti Masriwati; Nazaruddin
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v1i1.206

Abstract

Penggunaan smarthphone di Indonesia menunjukkan angka yang semakin meningkat, data yang diperoleh dari Portal Techin Asia sampai dengan saat ini sudah mencapai 15 juta lebih pengguna smarthphone. Hasil survey yang dilakukan menunjukkan bahwa penduduk Indonesia terutama anak usia dini menjadi pengguna utama smarthphone. World Health Organization melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia sekolah menderita gangguan perkembangan. Sekitar 8-9% anak usia sekolah mengalami masalah psikososial khususnya masalah social emosional seperti kecemasan, sulit beradaptasi, bersosialisasi, susah berpisah dari orang tua, anak sulit diatur, dan perilaku agresif merupakan masalah yang paling sering muncul pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan smartphone terhadap perkembangan psikologis sosial Anak Sekolah di SDN 01 Poasia, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian yaitu seluruh anak yang menggunakan smartphone usia 6-8 tahun yang bersekolah di SDN 01 Poasia sebanyak 315 orang dengan jumlah sampel 64 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Analisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0.000 (X2 hitung = 13.012 > X2 tabel = 3.841), menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi penggunaan smartphone terhadap perkembangan psikologis sosial pada anak usia 06-08 tahun. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara durasi penggunaan smartphone terhadap perkembangan psikologis sosial anak usia 06-08 tahun di SDN 1 Poasia Kecamatan Poasia, Kota Kendari
THE RELATIONSHIP OF FAMILY SUPPORT ON ELDERLY DEPRESSION Lisnawati Lisnawati; Nazaruddin Nazaruddin; Wa Ode Aisa Zoahira
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Nursing Genius Journal (November-January)
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/nnxx8408

Abstract

Background Depression in the elderly is still a health problem in Indonesia. One of the risk factors for depression is lack of family support. The aim of this research is to analyze the relationship between family support and depression in the elderly in Wanggudu Village, Asera District, North Konawe Regency. Quantitative research method with cross sectional design. Respondents were 43 elderly people who were selected using simple random sampling. Data were collected using a structured questionnaire, analyzed univariately and bivariately with the Spearman correlation test (α=0.05). Results Most of the elderly (69.7%) received insufficient family support. In addition, most elderly people (69.7%) experience severe depression. The statistical test results show an R correlation value of 0.7 and a p value = 0.000 (p<0.05), which means there is a significant relationship between family support and depression in the elderly. The lower the family support, the higher the level of depression in the elderly. Conclusion There is a significant relationship between family support and depression in the elderly. Low family support contributes to the emergence of depressive symptoms in the elderly. Increasing attention and interaction from family members is very necessary to prevent depression in the elderly.
Knowledge and The Level of Anxiety Towards The Willingness of theElderly to Receive the Covid-19 Lisnawati Lisnawati; Cici Yusnayanti; Helty Helty
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 3 June 2024
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v1.i3.2024.56

Abstract

The willingness of the elderly to receive the Covid-19 vaccine is currently a problem because some elderly people refuse to vaccinate. This happened because of the spread of hoax news in various media regarding the side effects of vaccines and there was some information regarding people who died after being vaccinated and there were some people who did not believe in the existence of the Covid-19 virus, of course this was influenced by a lack of knowledge and the level of finance. This study aims to determine the relationship between knowledge and anxiety levels on the willingness of elderly people to receive the Covid-19 vaccine in the Lepo-Lepo Health Care Center in Kendari City.         This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The research sampling technique used a cluster random sampling technique, totaling 92 respondents. The data analysis method uses the chi square test and gamma test. The results of the knowledge statistical test show that x2 count = 67.663 > x2 table = 3.8415 and the anxiety level test results are p = 0.000. The results of this study show that there is a relationship between knowledge and anxiety levels regarding the health of elderly people receiving the Covid-19 vaccine. It is hoped that Puskesmas health workers can increase the knowledge of the elderly regarding the Covid-19 vaccine and can overcome the problem of anxiety levels felt by the elderly.