Lisnawati Lisnawati
Keperawatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

LITERATUR REVIEW : ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) PADA KLIEN ANAK Anisa Purnamasari; Muhamad Junaiddin Aana; Wafanjar Wafanjar; Adila Nur Arifah; Nur Aebi; Lisnawati Lisnawati
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan RNA retrovirus yang menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yaitu kondisi di mana terjadi kegagalan sistem imun tubuh secara progresif. Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah atau produk darah yang terkontaminasi, serta transmisi dari ibu ke bayi baik secara intrapartum, perinatal, maupun melalui ASI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) menyebutkan bahwa salah satu cara penularan HIV adalah penularan HIV dari ibu ke janin atau bayi. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2019), 90% anak tertular HIV karena ditularkan dari ibu. Penularan ini terjadi ketika terjadi peradangan, infeksi, atau kerusakan pada sawar plasenta. Tujuan: Untuk membandingkan berbagai metode pengobatan HIV/AIDS Khususnya ARV (antiretroviral) pada anak-anak. Penekanan khusus diberikan pada hasil klinis, efek samping, dan dampak psikologis. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database ScienceDirect dan Google Scholar menggunakan Boolean terms dengan pembatasan artikel full-text yang diterbitkan pada tahun 2023–2025. Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect and PubMed dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2023-2025. Hasil: Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan. Kesimpulan: Edukasi, dukungan sosial, dan akses pelayanan kesehatan yang baik berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia, serta diperlukan peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah untuk memperkuat dasar kebijakan kesehatan nasional.
MANAJEMEN CAIRAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HAEMORHAGIC FEVER: LITERATUR REVIEW Anisa Purnamasari; Didit Kurniawan; Dhija Almaida Banda; Oi Azzahra Zai; Lisnawati Lisnawati
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksi tropis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada anak-anak. Penatalaksanaan cairan menjadi komponen utama terapi untuk mencegah terjadinya Dengue Shock Syndrome (DSS) dan komplikasi berat lainnya. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi resusitasi cairan pada anak dengan DHF. Beberapa penelitian menemukan bahwa rasio koloid terhadap kristaloid ≥1,6 dan akumulasi cairan lebih dari 15% dalam 72 jam berhubungan dengan meningkatnya risiko ARF dan AKI. Dan strategi konservatif dengan pemantauan ketat terhadap status hemodinamik dan fungsi organ terbukti menunjukkan hasil klinis yang baik. Tujuan: Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi manajemen cairan pada anak dengan DHF. Metode: Studi ini menggunakan Bolean Trems, pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada beberapa database, termasuk Science Direct, Pub Med, dan Google Scholar. Hasil: Secara umum, hasil dari seluruh jurnal menunjukkan bahwa pengelolaan cairan menjadi faktor utama dalam keberhasilan terapi pasien dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS). Cairan kristaloid terbukti lebih efektif dan aman dibandingkan koloid, karena penggunaan koloid berlebih dapat menyebabkan overhidrasi dan gangguan pernapasan. Pemberian cairan dalam jumlah moderat dengan pemantauan ketat mampu menurunkan risiko komplikasi serta angka kematian. Kesimpulan: manajemen cairan memiliki peran yang sangat penting dalam tatalaksana anak dengan dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS), di mana keseimbangan antara kebutuhan cairan dan risiko peningkatan cairan menjadi faktor penentu keberhasilan terapi.