Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU BTA POSITIF DI DAERAH PESISIR DAN DAERAH PEGUNUNGAN: STUDI KOMPARASI PUSKESMAS BENU-BENUA DAN ANGGABERI Mohamad Guntur Nangi; Yulli Fety; Alianto
MIRACLE Journal Of Public Health Vol 3 No 2 (2020): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph/Vol3.Iss2/174

Abstract

Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia, khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari (daerah pesisir) dan Wilayah Kerja Puskesmas Anggaberi Kabupaten Konawe (daerah pegunungan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan faktor risiko kejadian TB paru BTA Positif di Daerah Pesisir dan Daerah Pegunungan. Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan studi perbandingan dengan rancangan Cross Sectional Study dari bulan September-Oktober 2019. Populasi penelitian ini adalah 57 kasus, dengan tehnik penarikan sampel secara Random Sampling, jumlah sampel sebanyak 32 kasus di daerah pesisir dan 25 kasus di daerah pegunungan. Metode analisis menggunakan uji Statistik Mann-Whitney Test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan faktor risiko kebiasaan tidur kejadian TB paru BTA positif di daerah pesisir dan daerah pegunungan dengan p-value= 0,003 < α = 0,005), tidak ada perbedaan faktor risiko kebiasaan membuang dahak dengan p-value = 0,253 > α = 0,005, dan ada perbedaan faktor risiko kebiasaan membuka jendela kejadian TB paru BTA positif di daerah pesisir dan daerah pegunungan dengan nilai p-value = 0,003 < α = 0,005. Saran dalam penelitian ini menjadi bahan masukan bagi pengelola program pencegahan dan penanggulangan penyakit khususnya penyakit TB.
Deteksi Dini Peripheral Artery Disease melalui Pemeriksaan Ankle Brachial Index pada Kelompok Prolanis di Puskesmas Poasia Asbath Said; Asri Dwi Novianti; Yulli Fety
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 13 No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v13i1.249

Abstract

Peripheral Artery Disease (PAD) merupakan komplikasi Diabetes Melitus (DM) Perubahan pada dinding pembuluh darah menyebabkan penurunan aliran darah (perfusi) ke ekstremitas bawah yang ditandai dengan penurunan ankle brachial index (ABI). Adapun tujuan penelitian ini adalah Mendapatkan gambaran Nilai ABI pada pasien diabetes di kelompok prolanis Di Puskesmmas Poasia Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, mendapatkan gambaran nilai ABI  pada pasien dengan DM yang terdaftar sebagai pasien prolanis di puskemas poasia kendari sebanyak 14 orang. Hasil penelitian diperoleh yaitu: rata-rata berjenis kelamin adalah perempuan sebanyak 11 responden, rata-rata usia responden 46-55 tahun sebanyak 6 responden responden, dan rata-rata lama menderita responden adalah 0-2 tahun sebanyak 9 responden. Hasil penelitian yang diperoleh nilai ABI pada 14 pasien Diabetes Melitus tipe II (DM tipe II) masih banyak yang masuk dalam kategori normal  yaitu sebanyak 9 responden (64,3%)  dan terdapat (35,7%) responden memiliki ABI abnormal yaitu berada di kategori oklusi singan dan sedang. ABI normal pada responden dipengaruhi oleh rata-rata lama sakit DM hanya kurun waktu 5 tahun, hal tersebut yang menyebabkan nilai ABI dalam rentang normal dan belum banyak yang mengalami gangguan.  
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) Di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur Bai Athur Ridwan; Yulli Fety; Nurlinda Nurlinda
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v7i01.71

Abstract

Nyeri didefinisikan sebagai perasaan tidak menyenangkan bagi sebagian orang akibat dari kerusakan jaringan, sehingga pasien melakukan pengobatan dan kebanyakan masih berpusat pada terapi farmakologis seperti penggunaan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Adanya efek samping yang bisa terjadi maka perlu ditunjang dengan penggunaan yang rasional khususnya pada fasilitas kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan OAINS di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain deskriptif retrospektif. Sampel diambil dengan cara total sampling dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu OAINS tunggal maupun kombinasi yang digunakan pasien periode Januari – Maret 2020 dan memiliki data rekam medik lengkap. Jumlah sampel yang diperoleh yaitu sebesar 72 pasien dan datanya dikumpulkan dalam lembar pengumpul data yang memuat identitas pasien, nama obat, dosis, dan aturan pakai. Analisis rasionalitas penggunaan OAINS dinilai dari aspek ketepatan pemilihan obat, ketapatan jumlah, dan ketepatan dosis dan frekuensi yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan OAINS di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur tidak seluruhnya tepat. Pada aspek tepat pemilihan obat diperoleh sebesar 86%, tepat dosis dan frekuensi pemberian sebesar 83%, dan tepat jumlah obat mencapai 100% dan secara keseluran bahwa OAINS yang digunakan di Puskesmas Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur belum rasional.
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna Yulli Fety
Journals of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i4.2007

Abstract

Periode Januari sampai Maret tahun 2022 ibu yang melahirkan di Kecamatan Katobu Kabupaten Muna sejumlah 52 ibu, dengan bayi yang mendapatkan ASI sebanyak 24 bayi. Wawancara awal kepada 12 ibu secara langsung dengan mendatangi rumah masing-masing ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Katobu didapatkan 4 ibu memberikan ASI kepada bayinya sejak lahir dan 8 ibu yang tidak memberikan ASI kepada bayinya. Alasan tidak memberikan ASI karena 6 ibu mengatakan bahwa produksi ASI ibu tidak lancar, Sedangakan 2 ibu di antaranya mengatakan sibuk bekerja sehingga memberikan susu formula dan makanan tambahan seperti bubur atau pisang yang dihaluskan kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre experimental design tanpa kelompok kontrol dengan pendekatan one group pre test- post-test design. Jumlah populasi sebanyak 52 orang dan jumlah sampel 37 responden dengan menggunakan Purpsive Sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa uji statistik nilai paired T test adalah 12,38 dengan sig adalah 0,000 < 0,05. Sehingga dengan demikian maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas katobu kabupaten muna.
Pengetahuan Ibu Post Partum dengan Pantang Makanan Selama Masa Nifas Yulli Fety; Sri Mulyani; Lisnawati Lisnawati; Rida Aprianti
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.6252

Abstract

This study aims to determine the relationship between postpartum mothers' knowledge and food abstinence during the postpartum period. This research method uses a quantitative research type with a cross sectional study design. The population in this study was 55 people, with a simple random sampling technique with a sample size of 48 people. The analysis method uses statistical tests, namely the chi square and Cramer's tests. The results of this study indicate that the knowledge of post partum mothers is moderately related to abstaining from food during the postpartum period. The value obtained is (X2 Hit= 5.802 > North Wowonii District, Konawe Islands Regency. Keywords: Postpartum Period, Food Abstinence, Knowledge
The Impact Of Covid-19 On The Mental Health Of School Children Using The Children Depression Inventory (CDI) Instrument: Mental Health Of School Children Anisa Purnamasari; Wa Ode Aisa Zoahira; Zahalim Zahalim; Asbath Said; Yulli Fety; Merry Pongdatu
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 5 No. 2 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol5.Iss2/177

Abstract

Background: Educational services aimed at children of all ages are still not fully open, and teaching and learning activities from elementary grades onward are still being provided alternately offline and online. More than 2.2 billion children in the world, which is about 28% of the world's child population, experience changes in mental health. COVID-19 has affected the lives of children and young people like never before. Children may be more vulnerable than others to the psychosocial effects of a pandemic. This can hinder children's growth and development, eliminate children's opportunities to manage stress, and cause social isolation. This study aims to look at the relationship between post-COVID-19 impacts and the mental health of school-age children using the Children's Depression Inventory (CDI). Methods: This research is a cross-sectional study using a conclusive research design aimed at examining a phenomenon through hypothesis testing. Data collection was carried out at 38 Public Elementary School, Kendari City, Southeast Sulawesi. The convenience sampling technique is used to select research respondents. Data collection used the Children's Depression Inventory (CDI) questionnaire. Results: The results of the study obtained a p-value of 0.000 where 0.05, indicating a significant relationship between post-Covid-19 responses and the mental health impact of school-age children using the Children's Depression Inventory (CDI) at 38 Public Elementary School, Kendari City. Conclusion: Based on the results of this study, the mental health of school-age children needs to be one of the elements included in the nursing care process that will be provided by nurses.
Penyuluhan Mengenal Tanda Dan Gejala Demam Berdarah Dengue Di Puskesmas Abeli Islamiyah; Asri Dwi Novianti; Islaeli Islaeli; Waode Rahmadania; Yulli Fety; Waode Aisa Zoahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/b296w640

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi virus Aedes aegypti. Gejala penyakit ini berupa demam yang terus-menerus dan dapat berlanjut terjadinya perdarahan. Dampak buruk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tidak tertangani dapat menyebabkan kematian, terutama karena terjadinya dehidrasi saat demam dan adanya perdarahan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar masyarakat mampu mengenali tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), penanganan yang dapat dilakukan di rumah saat ada anggota keluarga yang mengalami demam, dan segera membawa anggota keluarga yang sakit ke pusat pelayanan kesehatan jika menunjukkan tanda keparahan DBD. Sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian pada penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abeli, dengan peserta masyarakat yang hadir pada posyandu ibu dan balita. Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 27 Juli 2024. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penyakit Demam Berdarah dengue.
Pembuatan Buku Resep Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Desa Mekar Jaya Kecamatan Moramo Utara Yulli Fety; Islaeli; Ari Nofitasari; Citra Dewi; Nurqomariah; Mulyadi Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/d9s12k80

Abstract

MP-ASI adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada anak usia 6–24 bulan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya. WHO bersama dengan Kementrian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menegaskan bahwa usia hingga 6 bulan hanya diberikan ASI eksklusif saja. Desa mekar Jaya merupakan Desa yang berada di wilayah Kerja Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Berdasarkan data survey awal, menunjukan bahwa Desa Sanggula memiliki 9 ibu hamil dan jumlah bayi 2 tahun sebanyak 55. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Moramo Utara masih terdapat beberapa anak yang mengalami gangguan pertumbuhan (Stunting). Salah satu alternatif penurunan angka stunting yaitu dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), sehingga tim pelaksana tertarik untuk membuat buku menu resep MP-ASI. Buku menu resep tersebut juga telah dibagikan kepada ibu yang memiliki anak usia 1-2 tahun. Pembagian buku tersebut dilakukan pada saat pelaksanaan penyuluhan tentang edukasi gizi seimbang dan Demo pembuatan salah satu menu  MPASI yaitu Nugget Ayam Tempe sayuran. Adapun jumlah resep yang terdapat dalam buku tersebut yaitu 15 menu.
Peningkatan Literasi Masyarakat Tentang Pencegahan ISPA Pada Anak di Kelurahan Laosu Islamiyah Islamiyah; Yulli Fety; Firmansyah; Jastria Pusmarani; Hartian Dode
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1487

Abstract

Infeksi saluran nafas akut (ISPA) adalah suatu infeksi pada saluran pernapasan atas ataupun bawah, yang disebabkan oleh agen infeksius, dan dapat berlangsung sampai 14 hari. Gejala yang timbul akibat infeksi saluran napas tergantung pada daerah yang terkena, etiologi penyakit, maupun inflamasi yang terjadi, mulai dari gejala ringan seperti batuk dan nyeri menelan, hingga kesulitan bernapas yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit menular ini dapat menyerang anak dan dewasa, namun insidennya akan menurun seiring bertambahnya usia. Penularan antar manusia umumnya terjadi melalui droplet, namun dapat juga melalui kontak dengan tangan atau permukaan benda yang terkontaminasi. Sehingga dibutuhkan pencegahan salah satunya dengan pemberian edukasi untuk peningkatan literasi Masyarakat tentang cara pencegahan penularan ISPA. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2025. Peserta yang ikut serta pada kegiatan ini sangat antusias, sehingga diharapkan tujuan kegiatan untuk peningkatan literasi tentang pencegahan ISPA tercapai dengan maksimal.
Peningkatan Pengetahuan Penanganan Henti Jantung melalui Pendidikan Kesehatan bagi Pegawai Puskesmas Tondano Kota Pekalongan I Irnawati; Yulli Fety; Abul Ala Al Maududi; St. Rahmatullah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat apabila tidak segera ditangani dengan pertolongan pertama yang tepat. Pegawai Puskesmas memiliki peran penting sebagai penolong awal, namun tingkat pengetahuan tentang penanganan henti jantung masih bervariasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Puskesmas Tondano Kota Pekalongan mengenai penanganan henti jantung melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi, yang diikuti oleh 30 pegawai Puskesmas. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pendidikan kesehatan, skor pengetahuan peserta berada pada kategori rendah hingga sedang, yaitu 30-60. Setelah kegiatan dilaksanakan, skor meningkat menjadi kategori tinggi dengan rentang 70-80. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman pegawai Puskesmas tentang penanganan henti jantung. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan primer dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung di masyarakat.