Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Menjawab Soal Bahasa Inggris dalam Menghadapi Ujian Nasional di SMA Widhya Brata Mengwi Putu Rusanti; I Gusti Agung Galuh Wismadewi; Ni Kadek Ary Susandi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.1 Desember (2022): SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.398 KB)

Abstract

Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus dijawab oleh siswa ketika Ujian Nasional. Soal Bahasa Inggris yang diujikan pada Ujian Nasional yaitu berupa teks dan grammar. Di SMA Widhya Brata Mengwi, siswa kelas XII merasa kesulitan menjawab soal Bahasa Inggris karena mereka kurang memiliki pemahaman cara menjawab soal pada teks yang lumayan panjang. Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang kosa kata Bahasa Inggris juga mempengaruhi pengetahuan siswa dalam menjawab soal. Target luaran yang ingin dicapai adalah siswa mampu mengetahui cara menjawab soal teks Bahasa Inggris dalam menghadapi Ujian Nasional. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan sosialisasi yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Sebelum kegiatan dimulai, siswa diberikan pre-test menjawab soal Bahasa Inggris. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) nilai rata-rata pre-test siswa yaitu 46.8 dan setelah diberikan sosialisasi dilakukan post-test. Hasil rata-rata post-test siswa yaitu 70.6. Hal ini menunjukkan setelah diberikan sosialisasi, siswa mampu menjawab soal teks Bahasa Inggris dengan baik. Dengan demikian, diharapkan kegiatan sosialisasi ini dapat dilakukan secara rutin.
Penerapan Model Pembelajaran Role Play untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jepang tentang Salam, Keluhan dan Informed Consent I Gusti Agung Galuh Wismadewi; Putu Rusanti; Ni Kadek Ary Susandi; Ni Wayan Novi Suryati; Ni Kadek Maya Cintya
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i3.6783

Abstract

Kurangnya pemahaman mengenai pengucapan yang benar (hatsuon) yang terjadi ketika siswa menggunakan bahasa Jepang untuk berkomunikasi saat bermain peran dalam pengucapan kosakata keperawatan menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini. Siswa mengalami kesulitan dalam mengartikulasikan jargon keperawatan karena mereka baru saja mengenal bahasa Jepang keperawatan dan berkonsentrasi pada hal itu di tingkat sekolah. Ujian ini bertujuan untuk mengetahui teknik-teknik pertunjukkan yang digunakan oleh penutur bahasa Jepang saat menunjukkan mata kuliah Keperawatan Jepang kepada mahasiswa IV semester tujuh Program Konsentrasi Anestesiologi Keperawatan ITEKES Bali D-IV Keperawatan tahun ajaran 2022/2023. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan desain penelitian ini. 107 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini, dimana 31 siswa mengalami kesulitan berbicara bahasa Jepang, 42 siswa memiliki sedikit pengetahuan tentang kosa kata keperawatan dalam bahasa Jepang, dan 34 siswa tidak mengalami kesulitan berbicara bahasa Jepang. Kesulitan siswa dalam mempelajari kosakata keperawatan dapat diatasi melalui penggunaan kegiatan Role Play dan strategi permainan dalam penelitian ini.
Pendekatan Terapi Bermain dalam Membantu Menigkatkan Keterampilan Makan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Ni kadek Sriasih; Anak Agung Istri Wulandari D; Ni Kadek Ary Susandi; A.A Ayu Yuliati Darmini; Ni Ketut Purnariastuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23948

Abstract

ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering mengalami hambatan dalam mengembangkan kemandirian, termasuk dalam keterampilan makan yang merupakan bagian penting dari aktivitas bina diri. Hambatan motorik halus, koordinasi tangan-mata, serta keterbatasan sosial dan emosional menyebabkan anak cenderung bergantung pada orang tua atau guru saat makan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kemandirian makan anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan terapi bermain menggunakan media boneka tangan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Denpasar. Sasaran kegiatan adalah 9 orang siswa kelas IIIb dengan berbagai kondisi disabilitas, yaitu Down syndrome, autisme, speech delay, dan hiperaktif.Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: (1) persiapan, meliputi koordinasi dengan pihak sekolah dan observasi awal kemampuan makan anak; (2) pelaksanaan, berupa kegiatan edukasi gizi seimbang, pelatihan kemandirian makan, dan pembentukan perilaku makan sehat melalui terapi bermain boneka tangan, di mana anak berinteraksi langsung dengan boneka dalam permainan “Menyuapi Boneka” dan “Boneka Makan Sendiri”; serta (3) evaluasi, melalui observasi perilaku makan dan aktivitas anak dalam mengelompokkan makanan sehat dan tidak sehat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan terapi bermain dengan boneka tangan secara signifikan meningkatkan motivasi dan kemampuan anak dalam makan secara mandiri. Anak tampak lebih fokus, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Guru juga melaporkan peningkatan pemahaman anak terhadap konsep makanan sehat serta kemampuan menggunakan alat makan tanpa banyak bantuan. Kesimpulannya, terapi bermain dengan media boneka tangan terbukti efektif dan menyenangkan dalam menstimulasi kemandirian makan anak berkebutuhan khusus, sekaligus memperkuat kolaborasi antara guru, anak, dan lingkungan belajar yang inklusif. Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Kemandirian Makan, Terapi Bermain, Boneka Tangan, Pengabdian Masyarakat. ABSTRACT Children with special needs often experience difficulties in developing independence, particularly in self-feeding skills, which are essential aspects of daily living activities. Limitations in fine motor skills, hand-eye coordination, and social-emotional development often cause dependency on parents or teachers during mealtime. This community service program aimed to enhance the self-feeding independence of children with special needs through play therapy using hand puppets at Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Denpasar, Bali. The activity involved nine students from class IIIb with various disabilities, including Down syndrome, autism, speech delay, and hyperactivity. The program consisted of three stages: (1) preparation, including coordination with the school and initial observation of children’s feeding abilities; (2) implementation, which focused on nutrition education and self-feeding training through interactive play therapy with hand puppets, such as the activities “Feeding the Puppet” and “Puppet Eats by Itself”; and (3) evaluation, conducted through observation and children’s performance in classifying healthy and unhealthy foods. The results showed that play therapy using hand puppets significantly improved the children’s motivation, focus, and independence in self-feeding. Children became more confident and enthusiastic, while teachers observed better understanding of healthy food concepts and improved use of eating utensils with minimal assistance. In conclusion, hand puppet-based play therapy proved to be an effective, engaging, and inclusive approach to promoting self-feeding independence among children with special needs, while also fostering collaboration between teachers, students, and their learning environment. Keywords: Children With Special Needs, Self-Feeding Independence, Play Therapy, Hand Puppets, Community Service.
The Effectiveness of Flash Card Learning Media in Improving the Reading Ability of Hiragana and Katakana Letters in the Japanese Language Center Classes I Gusti Agung Galuh Wismadewi; Ni Kadek Ary Susandi; Putu Rusanti; Ni Wayan Novi Suryati; Ni Kadek Maya Cintya; I Putu Agus Endra Susanta
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i3.1605

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of flash card learning media in improving students’ ability to read hiragana and katakana in the Japanese Language Center. Basic reading skills are important in Japanese language learning because they become a foundation for mastering vocabulary and other language skills at later stages. However, classroom observations indicate that some students still experience difficulties in recognizing letter forms and reading the corresponding sounds accurately and quickly. This study employed a quantitative approach with a pretest–posttest design. The research participants were students enrolled in classes at the Japanese Language Center. Data were collected using reading tests for hiragana and katakana at the beginning of the study (pretest) and after the implementation of the learning media (posttest). The flash card media were used during the learning process through activities such as letter introduction, repeated reading practice, and pair/group tasks that involved matching letters with sounds. The results of this study are expected to show an increase in students’ reading ability scores for hiragana and katakana after using flash card media. Therefore, this research is expected to contribute to Japanese language learning, particularly at the early stage, and provide references for instructors in selecting learning media that are engaging and effective.