Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Menelususi Grit Mahasiswa Berdasarkan Pola Asuh dan Jenis Kelamin Setianingrum, Margaretta Erna; Kelly, Estalita; Aulia, Lailatuzzahro Al-Akhda
ILMU PSIKOLOGI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v12i1.6134

Abstract

Grit sangat penting untuk keberhasilan akademik dan pengembangan diri karena membantu mahasiswa tetap fokus dan bertahan menghadapi tantangan, seperti tekanan akademik, ujian sulit, dan kegagalan. Kurangnya grit dapat berdampak serius, seperti mudah putus asa, stres, kehilangan motivasi, penurunan prestasi akademik, hingga berisiko putus kuliah. Tingkat grit seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola asuh dan jenis kelamin. Penelitian tentang grit mahasiswa berdasarkan pola asuh dan jenis kelamin penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan akademik dan keberhasilan mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menyelidiki pengaruh pola asuh dan jenis kelamin terhadap grit mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel sebanyak 250 orang, diambil dengan teknik sampling stratified. Pengumpulan data menggunakan skala grit dan skala pola asuh. Data dianalisis dengan two-way anova. Hasil penelitian menemukan bahwa ada pengaruh pola asuh terhadap grit, kemudian ada pengaruh jenis kelamin terhadap grit, dan selanjutnya ada pengaruh interaksi pola asuh dan jenis kelamin terhadap grit mahasiswa.
DUKUNGAN SOSIAL GURU SEBAGAI PREDIKTOR MOTIVASI BELAJAR: STUDI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia; Ika Andrini Farida
Proyeksi Vol 20, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.20.2.134-144

Abstract

Motivasi dalam belajar adalah elemen krusial yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan akademik. Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu elemen yang bisa mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi motivasi belajar adalah dukungan sosial dari pendidik. Tujuan dari dilakukannya kajian ini untuk menganalisis dampak dari dukungan sosial guru terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini melibatkan 75 siswa (40 siswa laki-laki dan 35 siswa perempuan) di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menerapkan stratified random sampling untuk menetapkan partisipan dalam penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui skala motivasi belajar (α = 0,742) serta skala dukungan sosial guru (α = 0,859). Kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan software SPSS 30. Data penelitian yang telah diolah menunjukkan dukungan sosial dari guru memiliki pengaruh positif pada motivasi belajar siswa (p = 0,00; p < 0,05). Besarnya pengaruh atau kontribusi dukungan sosial dari guru terhadap motivasi belajar sebesar 62,7%. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat krusial dan dibutuhkan adanya peningkatan peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang dapat mendukung dan menciptakan motivasi belajar siswa. penelitian ini juga mengindikasikan jika guru berperan penting dalam mendorong hasil belajar siswa lebih maksimal melalui dukungan yang diberikan oleh guru.Motivation in learning is a crucial element that can affect students' success in achieving academic goals. The development of digital technology is one of the elements that can affect students' motivation to learn. One of the factors that can affect learning motivation is social support from teachers. The purpose of this study is to analyze the impact of teachers' social support on students' learning motivation. This study involved 75 students (40 male and 35 female) in a private junior high school in Pasuruan Regency. This study adopted a quantitative approach by applying stratified random sampling to determine the participants in this study. Data in this study were collected through the learning motivation scale (α = 0.742) and teacher social support scale (α = 0.859). Then the data were analyzed using simple regression analysis with the help of SPSS 30 software. The processed research data showed that social support from teachers has a positive influence on student learning motivation (p = 0.00; p < 0.05). The amount of influence or contribution of social support from teachers on learning motivation is 62.7%. Research findings indicate that the role of teachers is crucial and that there is a need to enhance the role of teachers in creating a learning environment that supports and fosters student learning motivation. This study also suggests that teachers play an important role in maximizing student learning outcomes through the support they provide.
Kontribusi Iklilm Sekolah dalam Mendorong Kedispinan Siswa Lukman Setyo Priambodo; Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia
Sultan Idris Journal of Psychology and Education Vol. 5 No. 1 (2025): Sultan Idris Journal of Psychology and Education
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sijope.v5i1.11588

Abstract

Pendidikan memegang peran penting dalam membentuk kedisiplinan siswa, yang merupakan fondasi keberhasilan akademik dan karakter kedisiplinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ikim sekolah terhadap kedisiplinan siswa di salah satu SMK Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan survei melalui kuesioner kepada 278 siswa yang dipilih menggunakan convinience sampling. Pengambilan data menggunakan skala kedisiplinan siswa dan skala iklim sekolah. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi eksponensial dan diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh iklim sekolah terhadap kedisiplinan siswa dengan kontribusi sebesar 40,1%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik iklim sekolah, semakin tinggi tingkat kedisiplinan siswa. Implikasinya, sekolah perlu memperkuat iklim melalui kebijakan yang mendukung hubungan harmonis, keteladanan guru, dan penerapan aturan yang konsisten untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Kata Kunci: Iklim Sekolah, Kedisiplinan, Siswa
Psikologi Pendidikan: Studi Literatur Ontologi dan Epistimologi Lailatuzzahro Al-akhda Aulia
Sultan Idris Journal of Psychology and Education Vol. 5 No. 2 (2026): Sultan Idris Journal of Psychology and Education
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sijope.v5i2.10340

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya kontribusi psikologi pendidikan dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada dimensi emosional, sosial, dan motivasional peserta didik. Tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan hakikat filsafat ilmu psikologi pendidikan, menelusuri sejarah dan perkembangan psikologi pendidikan di Indonesia, serta menganalisis arah perkembangan di masa depan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematik dari berbagai referensi akademik terkini, termasuk pemikiran Hanurawan (2022), Santrock (2019), dan sumber-sumber lainnya yang relevan, yang membahas aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari psikologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu memberikan kerangka berpikir kritis dan mendalam terhadap praktik psikologi pendidikan, khususnya dalam konteks lokal Indonesia yang kaya akan kompleksitas budaya dan sosial. Sejarah mencatat perkembangan signifikan pasca-kemerdekaan Indonesia, ditandai dengan pengaruh teori-teori psikologi Barat dan pertumbuhan institusi pendidikan tinggi. Di masa kini, fokus psikologi pendidikan bergeser ke arah pendidikan inklusif, pembelajaran berbasis kompetensi, pemanfaatan teknologi digital, serta penekanan pada pendidikan karakter dan sosial-emosional. Ke depan, perkembangan psikologi pendidikan diprediksi akan semakin terintegrasi dengan kebijakan pendidikan nasional dan ditopang oleh pendekatan berbasis bukti, dengan tantangan utama pada pelatihan guru dan adaptasi terhadap kemajuan teknologi. Dengan landasan filsafat ilmu yang kuat, psikologi pendidikan dapat berkembang sebagai ilmu yang responsif terhadap dinamika kebutuhan pendidikan nasional.
Prososialitas Efisien: Manifestasi Norma Sosial dalam Interaksi Mikro Transportasi Publik di Asia Tenggara Arinal Chusnah; Estalita Kelly; Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia
Sultan Idris Journal of Psychology and Education Vol. 5 No. 2 (2026): Sultan Idris Journal of Psychology and Education
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sijope.v5i2.13223

Abstract

This study aims to investigate how social norms and prosocial behaviors are manifested in microinteractions in urban transit spaces in Southeast Asia. The study used a naturalistic observational qualitative approach in Jakarta, Kuala Lumpur, and Singapore, focusing on interactions in GrabCar, conventional taxis, and MRT modes. Data were obtained through observation records of 13 episodes of micro-interactions and analyzed using Reflexive Thematic Analysis (RTA). The research findings identify efficient prosociality as a category of data-driven analytics, rather than a new stand-alone theory. This concept refers to the specific form of helping behavior in urban transit spaces, namely fast, concise, function-oriented assistance, minimal verbal affective elaboration, and sensitive to time pressure and public space norms. The results showed that assistance in transit space emerged through greetings, brief conversations, navigational assistance, offers of photo assistance, and instrumental responses to situational needs. These findings show that the lack of verbal interaction does not necessarily reflect low social awareness, but can be a form of prosocial adaptation to the rhythm of urban mobility. This research emphasizes the role of civil inattention, social norms, and infrastructure design in shaping prosociality dynamics in contemporary public mobility spaces.
The Moderating Role of Self-Regulation in the Relationship between Social Support and Academic Resilience among Indonesian Students Estalita Kelly; Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia; Aizun Riski Safitri
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 15 No. 01 (2026): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i01.1879

Abstract

Academic resilience among Indonesian students remains low to moderate, and social support is widely recognized as an important protective resource. However, the strength of its association with academic resilience may vary depending on students’ internal capacities. Prior work has largely cast self-regulation as a mediator, leaving its potential moderating role in the social support–academic resilience link underexamined, particularly in Indonesian samples. This study examined that association and tested whether self-regulation moderates it. Using an explanatory correlational design, we surveyed 220 students in Pasuruan, East Java, recruited through purposive sampling, with data collected online via three adapted instruments: the Academic Resilience Scale (ARS-30; α = .80), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS; α = .82), and the Self-Regulated Learning Questionnaire (SRLQ; α = .85). Data were analyzed using moderated regression analysis with mean-centered predictors. Social support was a significant positive predictor of academic resilience (R² = .525, p < .001). Self-regulation added a small independent contribution (ΔR² = .025, p = .001), whereas the social support × self-regulation interaction added a substantially larger one (ΔR² = .095, p < .001). Simple slopes analysis revealed that the positive association between social support and academic resilience was strongest among students with low self-regulation and became weaker as self-regulation increased. These findings indicate that self-regulation functions as a compensatory internal resource that reduces students’ reliance on social support in maintaining academic resilience. The study highlights the importance of strengthening both supportive educational environments and students’ self-regulatory capacities to promote academic resilience in higher education
Peran Sinergi Produk Susu–Durian Lokal dan Psikoedukasi Keluarga untuk Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Desa Tempuran Cahyaning Rini Utami; Lailatuzzahro Al-Akhda Auli; Khoirin Maghfiroh
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.21014

Abstract

Penguatan kapasitas kader posyandu melalui pemanfaatan potensi pangan lokal merupakan strategi penting untuk menurunkan risiko gizi buruk pada balita. Desa Tempuran, Kabupaten Pasuruan, memiliki ketersediaan susu sapi segar dan durian montong yang selama ini belum diolah secara optimal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui enam tahapan, meliputi identifikasi masalah dan potensi lokal, perencanaan program, pelatihan pembuatan yoghurt dan permen susu–durian, psikoedukasi keluarga, pendampingan simulasi klinik psikologis, serta monitoring dan evaluasi. Analisis dilakukan dengan observasi lapangan, dokumentasi, serta uji pre-test dan post-test menggunakan paired sample t-test (α=0,05). Hasil menunjukkan bahwa kader posyandu yang mayoritas berusia produktif mampu meningkatkan keterampilan teknis dalam pasteurisasi susu, proses fermentasi yoghurt, serta pengolahan permen dengan pengendalian suhu kritis. Evaluasi daya terima menunjukkan produk berbasis susu–durian memiliki potensi diterima sebagai pangan fungsional. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan kader, yaitu pemahaman family well-being dari 51,2% menjadi 84,3%, teknik komunikasi dari 53,5% menjadi 82,7%, dan strategi pendampingan gizi keluarga dari 52,1% menjadi 83,5%. Integrasi pelatihan pangan lokal dengan psikoedukasi dan simulasi klinik psikologis terbukti memperkuat kapasitas kader dalam mendukung gizi balita dan kesejahteraan keluarga. Peran sinergi produk susu–durian lokal dengan psikoedukasi kader mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang relevan diterapkan di wilayah lain. Disarankan keberlanjutan program melalui pendampingan lanjutan serta pengembangan jejaring kemitraan untuk memperluas dampak pengabdian. 
Dukungan Keluarga dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia; Estalita Kelly; Ahmad Sarifudin Zuhri
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8558

Abstract

Education has a very important role for the advancement of a nation. The pandemic period that occurred had an impact on all aspects of life, one of them in education. It is undeniable that the online learning system implemented has an impact on student learning motivation. Learning motivation will provide enthusiasm so the student will be know the direction of learning. The phenomenon of low learning motivation which is increasing during pandemic has finally become important to discuss. The purpose of this research is to determine the role of family support on student’s learning motivation during pandemic. The research method is quantitative method. The research variables were measured using psychological scale, there is learning motivation scale consists of 26  items with a reliability coefficient of  0,743 and family support scale consists of 30 items with a reliability of 0,880. The research subjects were 75 respondents who were taken using the accidental sampling technique. The data obtained were analyzed using simple regression analysis. Data analysis results showed F = 14,339 with p = 0,00 which means that there is a role of family support on students’ learning motivation, with a contribution of 16,4%. Coefficient of regression is positive, so it can be concluded that family support has a positive effect on increasing learning motivation.Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Masa pandemi yang terjadi memberikan dampak pada seluruh aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan. Tidak dapat dipungkiri jika sistem pembelajaran daring yang diterapkan memberikan dampak kepada motivasi belajar siswa. Adanya motivasi akan memberikan semangat sehingga siswa akan mengetahui arah belajar. Fenomena motivasi belajar rendah yang semakin meningkat di masa pandemi ini pada akhirnya menjadi penting untuk dibahas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa di masa pademi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Variabel penelitian diukur dengan menggunakan skala psikologi yaitu skala motivasi belajar yang berjumlah 26 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,743 dan skala dukungan keluarga yang berjumlah 30 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,880. Subjek penelitian adalah 75 responden yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisa data menunjukkan F = 14,339 dengan p = 0,000, artinya ada peran dukungan keluarga dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan sumbangan sebesar 16,4%. Koefisien korelasi bernilai positif, dapat disimpulkan jika dukungan keluarga memberikan pengaruh secara positif dalam meningkatkan motivasi belajar.
The Role of Fear of Failure and Self-Efficacy in Student Engagement among Indonesian University Students: A Predictive-Correlational Study Lailatuzzahro A. Aulia; Estalita Kelly; Arinal Chusnah; Aizun Riski Safitri; Indasah Indasah
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 15 No. 02 (2026): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i02.2135

Abstract

This study examined the effects of fear of failure and self-efficacy on student engagement among undergraduate students at a private university in East Java, Indonesia. A quantitative predictive-correlational design was employed with 215 undergraduates (155 female, 60 male; age M = 20.4, SD = 1.38) recruited through purposive sampling. Data were collected using three self-report scales: the Student Engagement Scale (28 items; α = .887) based on Fredricks et al. (2004), the Fear of Failure Scale (26 items; α = .891) based on Conroy (2001), and the General Self-Efficacy Scale (Schwarzer & Jerusalem, 1995; 10 items; α = .908). Multiple linear regression analysis revealed that fear of failure had a significant negative effect on student engagement (β = −.757, p < .001) and emerged as the dominant predictor. In contrast, self-efficacy exerted a smaller but statistically significant positive effect (β = .100, p = .023). Together, both predictors accounted for 60.1% of the variance in student engagement (Adjusted R² = .601; F(2, 212) = 163.359, p < .001). Fear of failure was thus the dominant predictor, with a substantially larger standardized coefficient and a considerably greater share of unique variance than self-efficacy. Because the design was cross-sectional and all constructs were measured through self-report at a single time point, these findings should be interpreted as associations rather than causal effects. The results tentatively suggest that, in this context, reducing evaluative threat may warrant as much attention as strengthening confidence when designing academic environments that foster student engagement
Dampak Attachment terhadap Homesickness Santri Tahun Pertama Khamimatus Sholikha; Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia; M. Wardianto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17 No 1 (2026): Psychological Dynamics in Facing the Demands of Life, Work, and Social Change
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/vm2vcy18

Abstract

Remaja yang berpindah tempat dari rumah ke asrama dapat mengalami stres akibat dari perpisahan dengan rumah serta keluarganya. Dampak dari perpindahan rumah ke asrama disebut homesickness.  Penelitian ini  bertujuan untuk menguji pengaruh attachment (kelekatan) pada homesickness santri awal Pondok Pesantren X. Penelitian kuantitatif ini menggunakan analisis korelasi dengan sampel 262 santri yang diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala homesickness yang berjumlah 24 aitem dengan reliabilitas 0,732 dan skala attachment menggunakan 20 aitem dengan nilai reliabilitasnya bernilai 0,733. Analisa data menggunakan analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh signifikan dan negatif antara kedua variabel. berkontribusi attachment sebesar 31,1% terhadap homesickness. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang aman dan penuh dukungan dapat membantu santri merasa lebih diterima dan nyaman di lingkungan baru, sehingga rasa rindu dan kesepian di masa awal tinggal di pesantren dapat berkurang secara signifikan.