Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis kebijakan impor beras terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia Jiuhardi Jiuhardi
Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol 19, No 1 (2023): Februari
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v19i1.12661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan impor beras terhadap peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan datasekunder melalui studi kepustakaan. Teknik analisis data dilaksanakan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakanimporberassebagaimanatelahdiatur dalamPeraturanMenteriPerdaganganRepublik Indonesia Nomor 01 Tahun 2018 mendukung kesejahteraan petani padi, walaupun kebijakan impor beras itu adalah kebijakan yang salah. Kebijakan impor beras yang disertai dengan ditetapkannya bea masuk beras akanmelindungi dayasaing beras domestik, menjaga stabilitas harga dan penyerapan produksi beras domestik serta mendorong harga Gabah Kering Panen di tingkat petani di atas Harga Pembelian Pemerintah sehingga lebih menguntungkan petani. Bagi petani sendiri, impor beras dapat memacu petani untuk meningkatkan kualitas panen beras yang lebih baik dari pada panen sebelumnya. Impor Beras dalam jangka pendek dilakukan sebagai cadangan yang sewaktu- waktu dapat dipergunakan oleh Pemerintah untuk keperluan antara lain stabilisasi harga, penanggulangan keadaan darurat, masyarakat miskin, kerawanan pangan, dan keadaan tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. Sedangkan untuk jangka panjang sebaiknya impor beras tidak lagi dilakukan oleh pemerintah dan lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat dipenuhi oleh petani dalam negeri.
Analisis time series investasi regional Kalimantan Ari Rahma Putra; Jiuhardi Jiuhardi; Akhmad Noor
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v8i1.11539

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat pergerakan trend investasi di regional Kalimantan pada tahun 2009-2020, serta melakukan peramalan untuk melihat bagaimana pertumbuhan investasi beberapa tahun yang akan datang. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, diketahui bahwa garis trend investasi di regional Kalimantan memiliki kemiringan (slope) positif, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kemiringan (slope) positif mengindikasikan bahwa nilai realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami peningkatan setiap tahunnya. Selanjutnya untuk hasil dari peramalan (forecasting) yang sudah dilakukan oleh peneliti, nilai realisasi Penanaman modal Asing di regional Kalimantan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 1,6 % setiap tahunnya, sedangkan untuk nilai realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri di regional Kalimantan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 7.5 % setiap tahunnya
Determinants Of Culinary Enterprise Prosperity And Its Contribution To Regional Incomein The City Of Samarinda Dwi Haryanti; Jiuhardi Jiuhardi; Juliansyah Roy
International Journal of Economics and Management Research Vol. 2 No. 2 (2023): August : International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v2i2.114

Abstract

The Aim Of This Research Is To Determine The Contribution Of Culinary Business Actors To Regional Income And Influencing Factors In The City Of Samarinda. This Research Uses A Quantitative Analysis Approach That Adopts Partial Least Square (PLS). PLS Is A Powerful Analysis Method Because It Is Not Based On Many Assumptions. Based On The Findings, It Shows That Social Capital Is The Variable That Has The Greatest Influence, Both Directly On Business Performance And The Welfare Of MSME Actors. This Can Be Proven By The Largest Estimated Coefficient. For This Reason, Social Capital Is The Most Important Factor To Pay Attention To In Improving The Welfare Of Culinary Business Actors In Samarinda. The Emergence Of A Sense Of Solidarity That Small Businesses Are A Form Of Small Economic Activity That Is Able To Survive Amidst The Difficulties Of The Indonesian Economy Indicates The Role Of Social Capital In The Community's Economy. It Is Called Social Capital, Because Starting Small And Micro Business Activities Usually Starts With Information From Relatives, Friends, Neighbors Or Family Who Have Tried Before. They Help Each Other With Capital, Supply Of Raw Materials, Housing And Information, Such As Business Location Information, Capital Loans.