Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak pembayaran non tunai terhadap perekonomian indonesia Muliati Muliati; Arfiah Busari; Akhmad Noor
INOVASI Vol 17, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v17i3.9857

Abstract

Kemudahan dan efisiensi menjadi salah satu faktor penyebab pesatnya perkembangan dalam sistem pembayaran non tunai dalam sepuluh tahun terakhir. Peningkatan penggunaan instrumen pembayaran non tunai dan jumlah uang beredar dalam arti sempit diartikan sebagai cerminan dari perputaran roda perekonomian yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat, dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara penggunaan pembayaran non tunai dan jumlah peredaran uang dalam perekonomian terhadap perekonomian Indonesia. Variabel yang digunakan untuk mendekati permasalahan ini adalah alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) dan jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) serta variabel produk domestik bruto (GDP) yang merefleksikan perekonomian Indonesia. Analisis ekonometrik vector autoregression (VAR) digunakan pada data bulanan per Januari 2010 sampai dengan Juni 2020 dengan hasil penelitian menyatakan dari ketiga model yang dikembangkan terdapat satu model yang dapat membuktikan bahwa dalam jangka pendek variabel jumlah uang beredar dalam arti sempit berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan pembayaran non tunai.
Pengaruh inflasi dan bi rate terhadap permintaan uang di indonesia Crysi Nurjanah; Arfiah Busari; Agus Junaidi
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 6, No 3 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v6i3.9915

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi terhadap permintaan uang di indonesia dan untuk mengetahui Pengaruh BI Rate rerhadap permintaan uang di indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS 21. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan uang di indonesa karena nilai tidak signifikan inflasi sebesar negatif 0,442 nilai ini lebih besar jika dibandingkan dengan nilai probabilitas 0,05 atau 0,442. Sedangkan BI Rate  berpengaruh signifikan terhadap permintaan uang di indonesia karena nilai signifikan BI Rate sebesar 0,002 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05.
KONTRIBUSI HASIL PAJAK DAERAH, RETRIBUSI DAERAH, HASIL PENGELOLAAN KEKAYAAN DAN LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SAMARINDA PERIODE 2013-2018 Desy Sudarwati; Arfiah Busari; Nurjanana Nurjanana
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 5, No 3 (2020): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v5i3.7648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kontribusi hasil pajak daerah, retribusi, pengelolaan kekayaan daerah dan lain-lain pendapatan yang sah terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda periode 2013-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan data rasio kontribusi. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode studi lapangan dan Badan Pendapatan Daerah Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Hasil Pajak Daerah memberikan kontribusi yang sangat tinggi terhadap pendapatan asli daerah di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur dibandingkan dengan pendapatan retribusi , hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan pendapatan lain-lain, memberikan kontribusi rata-rata 52.38 % pada setiap tahunnya. 2) Data pengujian kontribusi retribusi terhadap pendapatan asli daerah kota Samarinda selama periode 2013-2018 mengalami kenaikan dan memberikan kontribusi rata-rata sebesar 15.36% setiap tahunnya. 3) Data pengujian kontribusi hasil pengelolaan kekayaan daerah terhadap pendapatan asli daerah kota Samarinda selama periode 2013-2018 sempat mengalami penurunan pada tahun 2014-2015 dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2018 sebesar 97.73%. kontribusi rata-rata setiap tahunnya sebesar 1.82% dari total PAD Kota Samarinda. 4) Data pengujian kontribusi lain-lain daerah yang sah terhadap pendapatan asli daerah kota Samarinda selama periode 2013-2018 sempat mengalami penurunan pada tahun 2014-2017 dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2018 sebesar 107.18%. kontribusi rata-rata setiap tahunnya sebesar 21.67% dari total PAD Kota Samarinda.
Pengaruh tingkat suku bunga dan inflasi terhadap permintaan kredit umkm Muhammad Rizal Saputra; Arfiah Busari
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v6i4.10315

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat analisis regresi moderating. Data dari peneliti ini adalah data sekunder tahunan kurun waktu 8 tahun dari periode 2011 sampai 2018. Data yang diolah dengan menggunakan program computer SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 22. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan kredit UMKM di Indonesia. Sedangkan Inflasi sebagai moderasi terhadap tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan kredit UMKM di indonesia. Apabila tingkat suku bunga meningkat maka permintaan kredit UMKM menurun. Apabila inflasi sebagai moderasi mengalami kenaikan maka tingkat suku bunga akan mengalami kenaikan juga yang mempengaruhi terhadap permintaan kredit UMKM. 
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha penggiling daging bakso Yunita Ratna Sari; Arfiah Busari; Agus Junaidi
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 7, No 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v7i2.10568

Abstract

Peningkatan pendapatan usaha penggilingan daging membutuhkan berbagai informasi terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan produktivitas. Faktor penting dalam pengelolaan sumberdaya produksi adalah faktor alam, modal, tenaga kerja, dan faktor manajemen. Tujuan penelitian untuk berapa besar pendapatan penggiling daging bakso Di Kecamatan Samarinda Seberang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Samarinda Seberang Pemilihan responden pada penelitian ini adalah 5 (Lima) usaha penggilingan daging yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) dari daftar usaha penggilingan daging yang ada  di Kecamatan Samarinda Seberang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berdasarkan data primer  dan sekunder dari hasil penelitian. Untuk menganalisis pendapatan usaha dilakukan pencatatan terhadap seluruh  penerimaan  dan  pengeluaran  (biaya). Pendapatan   usaha merupakan hasil penguranganantara penerimaan  dengan  biaya  yang dikeluarkan. Penerimaan berasal dari total produksi dikalikan dengan harga jual jasa. Pengeluaran  biaya  pada penelitian  ini   terdiri  dari biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Penerimaan usaha penggilingan daging “HAziz”, ‘UD Kurnia”, “Berkah Jaya”, “UD Rezky Anugerah Jaya”, dan “Laris Jaya Kecamatan Samarinda Seberang lebih didominasi oleh  hasil  penjualan  jasa  penggilingan  daging,  dibandingkan dengan hasil penjualan tepung tapioka itu sendiri. Pengeluaran terbesar pada usaha penggilingan daging H Aziz” adalah pada pembelian tepung tapioka, pengeluaran terbesar pada usaha penggilingan daging “UD Kurnia” adalah pada biaya tenaga kerja. Pendapatan usaha  penggilingan  daging  bernilai  positif  yang  ditunjukan  dengan  lebih besarnya total penerimaan daripada total biaya-biaya. Usaha penggilingan daging “HAziz”, ‘UD Kurnia”, “Berkah Jaya”, “UD Rezky Anugerah Jaya”, dan “Laris Jaya layak dan menguntungkan untuk diusahakan dan dikembangkan (rasio R/C 1).
Analisis usaha budidaya ikan nila keramba Dewi Yani; Arfiah Busari; Akhmad Noor
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 2, No 2 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v2i2.289

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar tingkat keuntungan usaha budidaya ikan nila keramba setiap bulannya, serta untuk mengetahui efesiensi usaha budidaya ikan nila keramba di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu. Alat analisis yang digunakan untuk mencari keuntungan petani ikan nila keramba adalah alat analisis sederhana yaitu dengan menghitung selisih antara jumlah penerimaan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan. Dan untuk mengetahui apakah usaha budidaya ikan nila keramba ini menguntungkan atau tidak maka akan dihitung dengan menggunakan alat analisis R/C Ratio. Dari hasil analisis diperoleh keuntungan usaha budidaya ikan nila keramba lebih tinggi dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Usaha budidaya ikan nila keramba secara ekonomis di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara menguntungkan yaitu rata – rata R/C Ratio per petani adalah 1,23.
Analisis potensi sektor ekonomi dalam upaya meningkatkan perekonomian Endika Bagas; Arfiah Busari; Juliansyah Roy
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 7, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v7i1.10218

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas sejauh mana sektor ekonomi potensial berdampak terhadap pola pertumbuhan ekonomi regional Kota Samarinda yang diklasifikasikan kedalam 4 (empat) wilayah kuadran, mengidentifikasikan perubahan dan pergeseran ekonomi kota samarinda serta sektor ekonomi potensial apa saja yang memiliki daya saing yang kompetitif guna meningkatkan perekonomian wilayah Kota Samarinda di masa mendatang. Dalam kurun waktu 5 tahun yaitu 2015-2019 dari tujuh belas (17) sector ekonomi terdapat empat belas (14) sektor ekonomi yang dikategorikan sebagai sektor basis (LQ1), sector ekonomi yg memiliki nilai LQ tertinggi yaitu: jasa keuangan 5,11 sedangkan yg dikategorikan sebagai non basis (LQ1) terendah yaitu: pertanian, kehutanan dan perikanan 0,25. Ada 8 sektor ekonomi yang memiliki hasil yang positif dalam perhitungan diferential shift menandakan sector tersebut memiliki daya saing, dan dalam klasifikasi sector ekonomi tipologi klassen ada 2 kategori yg termasuk dalam sector relatif tertinggal yaitu: pertanian, kehutanan, dan perikanan dan industri pengolahan.
Pengaruh nilai tukar dan bi rate terhadap neraca pembayaran Idasa Fitri; Arfiah Busari; Agus Junaidi
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 7, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v7i1.10430

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai tukar terhadap neraca pembayaran Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh BI Rate rerhadap neraca pembayaran Indonesia.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif.Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS 21.Dari hasil analisis di atas nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap neraca pembayaran Indonesia karena nilai signifikan ekspor neto sebesar 0,015 nilai ini lebih kecil jika dibandingkan nilai probabilitas 0,05. Sedangkan BI Rate berpengaruh signifikan terhadap neraca pembayaran Indonesia karena nilai signifikan BI Rate sebesar 0,004 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05.
Analisis pendapatan petani budidaya rumput laut Tiara Sari; Arfiah Busari; Juliansyah Roy
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v6i4.8518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel yang terdiri dari Modal, Hari Orang Kerja (HOK), Luas Lahan, dan Jumlah Produksi terhadap pendapatan petani budidaya rumput laut di Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang. Populasi dalam penelitian ini adalah petani budidaya rumput laut di Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 66 responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel modal berpengaruh positif siginifikan terhadap pendapatan petani, variabel hari orang kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan, variabel luas lahan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pendapatan, dan variabel jumlah produksi berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan petani budidaya rumput laut di Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang.
Pengaruh jumlah uang beredar dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia Rizqa Herma Pratiwi; Arfiah Busari
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 6, No 3 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v6i3.10145

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda. Data dari penelitian ini adalah data sekunder tahunan dalam kurun waktu 20 tahun dari periode 2000 sampai 2019. Data yang diolah dengan menggunakan program computer SPSS (Stastistical Package for Social Science) versi 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Sedangkan nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Apabila jumlah uang beredar meningkat maka inflasi belum tentu meningkat. Apabila nilai tukar mengalami mengalami kenaikan maka inflasi mengalami kenaikan pula.Â