Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Rahmawati, Tanti Diyah; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Dua Getan, Maria Amaranta
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol 5, No 1 (2019): Mei 2019 IN PROGRESS
Publisher : Lecturer at the Faculty of Education, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v5i1.8021

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Di SMA Negeri 2 Maumere. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Maumere pada  semester genap tahun ajaran 2016/2017. Metode yang digunakan adalah metode experimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sedangkan sampelnya yaitu kelas XG sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 33 siswa dan kelas XE sebagai kelas kontrol yang berjumlah 35 siswa. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Setelah data berdistribusi normal dan homogen berdasarkan uji normalitas yakni uji Chi kuadrat dan uji homogenitas yakni uji fisher, maka dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Uji  hipotesis menggunakan uji t. Hasil uji t pada taraf signifikansi 0.05, menunjukkan bahwa nilai thitung> ttabel (5,367 > 1,6697), ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran CTL terhadap hasil belajar matematika siswa
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA PESERTA DIDIK DEA, WIHELMINA ADVENSIA; RAHMAWATI, TANTI DIYAH
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2021): RANGE Januari 2021
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v2i2.647

Abstract

Penelitian ini melatar belakangi masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif peserta didik berdasarkan observasi yang ditemukan, peserta didik hanya mengandalkan kemampuan menghafal saat menyelesaikan suatu masalah, sehinggah dalam menyelesaikan soal peserta didik hanya berpatokan dengan model soal yang sudah disampaikan tanpa mengandalkan kemampuan berpikir kreatif saat menyelesaikan suatu persoalan. Tujuan dari penelitian ini ialah agar meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, model yang digunakan adalah model discovery learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di kelas X Jasa Boga dengan jumlah peserta didik seluruhnya 18 orang, penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdapat 4 rancangan yaitu: rancangan, perbuatan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen yang dipakai saat penelitian adalah lembar pengamatan kreatifitas peserta didik, RPP,LKPD, soal tes keterampilan berikir kreatif peserta didik di setiap siklus dimana siklus I terdapat 3 soal dan siklus II terdapat 2 soal. Setelah dilakukan penelitian hasil yang diperoleh adalah penggunaan model discovery learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematika peserta didik X Jasa Boga dengan sangat baik, dilihat dari rata-rata observasi kreatifitas peserta didik dan hasil tes kreatif peserta didik dalam setiap indikator kreatif pada setiap siklus. Dimana rata rata aspek indikator observasi kreativitas pada siklus I 35.41% tergolong dalam kategori kurang sedangkan siklus II diperoleh 73.75% tergolong dalam kategori tinggi, untuk rata rata aspek indikator hasil tes kreatifitas peserta didik di siklus I 28.41% sedangkan siklus II 58.33%.
PENGARUH PEMBELAJARAN DISCOVERY LERNING DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KEWAPANTE MARUNG, ADRIANUS MAYOS; RAHMAWATI, TANTI DIYAH; DHEMA, MAGDALENA
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2021): RANGE Januari 2021
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v2i2.1019

Abstract

Model discovery learning adalah model pembelajaran yang interaktif dan menekankan pada pengalaman langsung.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran discovery learning dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar matematika peserta didik.penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan di SMPNegeri I Kewapante dengan sampel penelitian yang berjumlah 52 peserta didik yang di dapatkan melalui teknik multistage random sampling.Instrumendari penelitian ini yaitutes hasil belajar.penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode tes hasil belajar. sebelum melakukan uji hipotesis perlu dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitasmenggunakan aplikasi spss 22 uji shapiro-wilk dan uji homogenitasmenggunakan aplikasi spss 22 uji levene statistic. Sesudah data berdistribusi normal dan homogen di lanjutkan dengan uji hipotesismenggunakan aplikasi spss 22 uji independent sample t test. Setelah melakukan uji hipotesis di peroleh thitung = 6,98 lebih besar dari t table = 2,01. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat di katakana bhawa terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning dan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar matematika kelas VII SMP Negeri 1 Kewapante.
Analysis of Critical Mathematical Thinking Skills in Level 1 Cadets of Surabaya Maritime Rahmawati, Tanti Diyah; Santoso, Agus Dwi; Kristanto, Vigih Heri; Prisetia Rini, Ambar
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1520

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dibutuhkan seseorang untuk mengajukan dan menganalisis informasi, membuat kesimpulan berdasarkan bukti, dan mengevaluasi proses berpikirnya sendiri. Dalam konteks taruna, kemampuan berpikir kritis matematis penting karena banyak tugas yang membutuhkan pemecahan masalah dalam mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis matematis pada seorang taruna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu taruna Politeknik Maritim Surabaya Jenjang 1 Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal. Data dikumpulkan melalui tes uraian berpikir kritis dan dianalisis secara deskriptif sesuai dengan indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis subjek memiliki berbagai Interpretasi dari kategori rendah, cukup dan tinggi. Pada indikator Analisis, 64% subjek berada pada kategori cukup, pada tahap evaluasi, 71 % termasuk katefori tinggi, dan pada indikator inferensi, 74 % juga pada kategori tinggi. Secara keseluruhan kemampuan taruna dalam berpikir kritis memiliki persentase 64,75% dengan kategori cukup. Critical thinking skills are needed by someone to submit and analyze information, make conclusions based on evidence, and evaluate their thinking processes. Mathematical critical thinking skills are important in cadets because many tasks require problem-solving when making decisions. This study aims to determine how mathematical critical thinking skills are in a cadet. This study uses a descriptive method. The study subjects were cadets of the Surabaya Maritime Polytechnic Level 1, Ship Machinery Engineering Technology Study Program. Data were collected through critical thinking essay tests and analyzed descriptively according to the indicators of critical thinking skills. The results showed that the subjects' essential skills of thinking had various interpretations from the low, sufficient, and high categories. In the Analysis indicator, 64% of subjects were in the sufficient category, in the evaluation stage, 71% were in the high category, and in the inference indicator, 74% were also in the high category. Overall, the cadets' ability to think critically had a percentage of 64.75% with a sufficient category.
Implementation of Mathematics Learning With A STEM Approach (Science, Technology, Engineering, And Mathematics) at MTs Muhammadiyah Wuring: Implementasi Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan STEM (Science, Technologi, Engineering, And Mathematics) di Mts Muhammadiyah Wuring Rahmawati, Tanti Diyah; Ndori, Vinsensius Herianto; Murniati, Murniati
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2022): Mathline: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v7i2.291

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan perkembangan dan kemajuan teknologi di era revolusi 4.0 yang mempengaruhi pergeseran segala aktivitas didalam kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu pendekatan pembelajaran menggunakan teknologi yakni pendekatan STEM. Pendekatan STEM merupakan suatu pendekatan yang memuat empat komponen bidang ilmu pengetahuan dalam suatu pembelajaran untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran matematika dengan pendekatan STEM (Science, Technologi, Engineering, And Mathematics) kelas VIII A di MTs Muhammadiyah Wuring. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah Wuring pada semester 2 tahun ajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer yaitu guru matematika dan siswa. Sedangkan data sekunder diperoleh berupa nilai harian siswa sebelum dilakukan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi tiga tahap yakni reduksi data, triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data dapat simpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran STEM ketuntasan siswa 100%, dengan nilai rata-rata kelas 89, sehingga model pembelajaran efektif digunakan. Penerapan pembelajaran STEM melibatkan siswa berperan aktif, berkreasi, terampil dalam memecahkan masalah matematika. Dengan model pembelajaran PBL siswa dapat berdiskusi, berkreasi, dalam memecahkan masalah. Selain itu pembelajaran matematika menggunakan model PBL dengan pendekatan STEM juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi SPLDV.
Desain Soal Numerasi Konteks Saintifik dengan Integrasi Konsep Maritim Fachrudin, Achmad; Novitasari, Novitasari; Rahmawati, Tanti Diyah
MATHEdunesa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Mathedunesa Volume 14 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v14n2.p565-579

Abstract

As a maritime nation with significant marine potential, integrating maritime contexts into secondary education in Indonesia is essential for preparing students to understand mathematical concepts and their applications in various maritime professions. To support this goal, we developed scietific numeracy tasks by integrating maritime concepts. We designed the tasks based on a literature review related to maritime concepts and referred to the PISA framework, which was then realized in the form of a maritime numeracy conceptual framework. This framework consists of four main subcontexts: navigation, marine engineering, oceanography, and maritime economics. We developed tasks for each subcontexts, which were evaluated by three experts. The experts validated based on relevance of the maritime context, involvement of maritime concepts, suitability in measuring numeracy, and quality of the tasks from pedagogical aspect. The evaluation results showed that the quality of the tasks was in the very good category in all aspects, with a moderate and good level of agreement among the experts, indicated by the interclass correlation coefficient score of 0.538. This research is expected to contribute to the innovation of numeracy task design with scientific contexts that specifically accommodate maritime concepts and support efforts to improve students’ numeracy in Indonesia.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA: PENGGUNAAN KONSEP GEOMETRI POLA DAN BENTUK PADA KLENTENG DEWI KWAN IM DAN TIE KONG PESAREAN GUNUNG KAWI Maghfiroh, Khoridatul; Septia, Tika; Handayani, Ucik Fitri; Rahmawati, Tanti Diyah
JURNAL LEMMA Vol 11, No 2 (2025): Lemma: Letters of Mathematics Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jl.2024.v11i2.9129

Abstract

This study explored the use of two-dimensional and three-dimensional geometric concepts in the patterns and shapes of the Klenteng Dewi Kwan Im and Tie Kong at Pesarean Gunung Kawi. This type of research is qualitative research with an ethnographic approach. The subjects in this study were the caretakers and administrators of Pesarean Gunung Kawi. The data collection techniques used in this study were observation, interview, and documentation. The results of this study indicate that the use of geometric concepts contained in the patterns and shapes of the Klenteng Dewi Kwan Im and Tie Kong buildings are Rectangle, Cube, Sphere, Quadrilateral Pyramid, Octagonal Prism, and Cylinder. The meaning contained in the patterns and shapes of the building has its meaning and philosophy according to the expectations based on the Chinese people's outlook on life.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Rahmawati, Tanti Diyah; Septia, Tika; Kristianto, Vigih Hery; Ndori, Vinsensius Herianto
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.225

Abstract

Kehidupan sehari-hari sangat bergantung pada matematika (Tasar et al., 2018). Berdasarkan hasil wawancara siswa SMPN 1 Waigete, matematika sering dianggap oleh siswa sebagai mata pelajaran yang menantang dan membosankan. Untuk menjawab permasalahan dalam matematika, seseorang harus mampu berpikir kritis (Rahmawati et al., 2024). Model pembelajaran kooperatif metode make-a-match merupakan salah satu strategi pembelajaran matematika yang harus dikembangkan agar dapat membantu siswa dalam memahami konsep matematika dan mengidentifikasi hubungan yang bermakna dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran make a match iterhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VII di SMPN Waigete. Menggunakan metode penelitian kuantitaif dengan menguji hipotesis didapatkan hasil bahwa nilai t hitung yang diperoleh dari perhitungan uji-t adalah sebesar 2,52. Dengan derajat kebebasan (db) = 53 dan taraf signifikansi (α) = 0,05, maka nilai t tabel yang diperoleh dari tabel tersebut adalah 1,67. Seperti yang ditunjukkan oleh hasil perbandingan antara t hitung dan t tabel, t hitung lebih besar dari t tabel. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran Make A Match mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa SMPN 1 Waigete.
Assessing the role of the Automatic Identification System (AIS) in navigational safety: A case study of the General Cargo Vessel MV Guhi Mas Rahmawati, Tanti Diyah; Wahyuni, Anak Agung Istri Sri; Septia, Tika
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.122

Abstract

Shipping safety is fundamental to the maritime industry, and navigational systems are central to safe operations. In line with IMO/SOLAS requirements, the Automatic Identification System (AIS) supports collision avoidance, ship traffic services, navigational aids, search and rescue, and accident investigation. AIS continuously broadcasts a vessel’s identity, position, course, speed, and navigational status, enabling other ships and coastal stations to track targets and anticipate risk. Integrated with ECDIS, radar, and ARPA, AIS enhances situational awareness in meeting, crossing, and overtaking situations by providing parameters such as CPA (Closest Point of Approach) and ETA (Estimated Time of Arrival). This study analyzes the role of AIS in navigational safety on a general cargo vessel (MV Guhi Mas). The findings indicate that AIS is critical to safe navigation: it improves target identification around the vessel, facilitates real-time data exchange with VTS, strengthens decision-making on the bridge, and contributes to incident prevention and post-event analysis. Regulatory carriage requirements further underscore AIS as an essential instrument for reducing maritime accidents.   Keselamatan pelayaran merupakan fondasi industri maritim, dan sistem navigasi berperan sentral dalam operasi yang aman. Selaras dengan persyaratan IMO/SOLAS, Automatic Identification System (AIS) mendukung pencegahan tubrukan, layanan lalu lintas kapal, sarana bantu navigasi, pencarian dan penyelamatan (SAR), serta investigasi kecelakaan. AIS menyiarkan secara kontinu identitas kapal, posisi, haluan, kecepatan, dan status navigasi, sehingga kapal lain dan stasiun pantai dapat melacak target dan mengantisipasi risiko. Terintegrasi dengan ECDIS, radar, dan ARPA, AIS meningkatkan kesadaran situasional pada situasi berhadapan, bersilangan, dan menyalip dengan menyediakan parameter seperti CPA (Closest Point of Approach) dan ETA (Estimated Time of Arrival). Studi ini menganalisis peran AIS dalam keselamatan navigasi pada kapal general cargo (MV Guhi Mas). Temuan menunjukkan bahwa AIS krusial bagi navigasi aman: meningkatkan identifikasi target di sekitar kapal, memfasilitasi pertukaran data waktu nyata dengan VTS, memperkuat pengambilan keputusan di anjungan, serta berkontribusi pada pencegahan insiden dan analisis pascakejadian. Persyaratan pemasangan wajib dalam regulasi semakin menegaskan AIS sebagai instrumen esensial untuk menurunkan kecelakaan maritim.