Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

APLIKASI PROBIOTIK MULTISPESIES KOMERSIAL UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Anik Kusmiatun; Ilham Ilham; Mohsan Abrori; I Nyoman Sudiarsa; Andina Chairun Nisa; Annisa Khairani Aras; Liga Insani; Wahyu Wahyu; Diklawati Jatayu; Amiqatul Fikriyah; Arie Kiswanto; Muhammad Chaidir Undu; Diah Ayu Satyari Utami
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.402

Abstract

Probiotik adalah mikroba yang dapat diberikan ke lingkungan budidaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kecernaan pakan. Penggunaan probiotik tidak hanya satu jenis saja, tetapi juga dapat menggunakan campuran dari berbagai spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi probiotik multispesies komersial melalui pakan untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan udang vaname. Penelitian ini dilakukan melalui Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol (pakan tanpa campuran probiotik), A (pakan dicampur 0,2% probiotik multispesies komersial Bacillus sp.), B (pakan dicampur 0,2% probiotik multispesies komersial Lactobacillus sp.), C (pakan dicampur 0,2% probiotik multispesies komersial mix bacteria). Perlakuan tersebut diberikan pada udang uji selama 40 hari. Parameter yang diamati selama penelitian terdiri atas bobot akhir, pertumbuhan bobot harian, panjang akhir, pertumbuhan panjang harian, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, dan kualitas air. Bobot udang vaname tertinggi diperoleh pada perlakuan A (9,1100 ± 0,0100 g) yang diikuti perlakuan C (8,8767 ± 0,0153 g) dan perlakuan B (8,6100 ± 0,0100 g). Rasio konversi pakan terendah ditunjukkan oleh perlakuan A (1,43 ± 0,13) yang berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan kontrol, B, dan C. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan A (85,00 ± 7,50%) yang berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan kontrol, B, dan C. Aplikasi probiotik multispesies komersial dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan udang vaname. Hasil terbaik diperoleh pada udang vaname yang diberi probiotik multispesies komersial jenis Bacillus sp.
ANALISIS DAYA SERAP LOGAM BERAT CUPRUM (CU) OLEH KIAMBANG (Salvinia molesta) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes) DALAM PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI Andina Chairun Nisa
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.527

Abstract

Perluasan kegiatan industri saat ini dapat berdampak positif terhadap kesempatan kerja, penyerapan tenaga kerja, dan pendapatan daerah. Namun, ada kekurangan seperti limbah industri yang jika tidak dikelola dengan baik dapat merugikan masyarakat. Metode alternatif pengolahan limbah melibatkan tanaman air. Tumbuhan fitoremediator atau yang dapat mengolah limbah secara biologis antara lain Kiambang (Salvinia molesta) dan kayu apu (Pistia stratiotes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Cuprum (Cu) yang dapat diserap oleh Kiambang (Salvinia molesta) dan kayu apu (Pistia stratiotes) pada konsentrasi 1 mg/l logam dalam media air selama 8 hari penanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Variasi perlakuan yang digunakan yaitu Kiambang dan Kayu Apu sebagai faktor A dan durasi tanam sebagai faktor B. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Menurut hasil penelitian konsentrasi logam berat Cuprum (Cu) dalam air hingga 8 hari setelah tanam menurun menjadi 95,3 % pada perlakuan yang diberikan Kiambang dan 78,7 % pada perlakuan yang diberikan pada Kayu Apu. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut dalam air berada dalam kisaran yang baik untuk mendukung kehidupan tanaman selama masa pemeliharaan hingga 8 hari sebelum tanam.