Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH BERSIWAK DAN MENYIKAT DENGAN PASTA GIGI TERHADAP FLORA NORMAL ANAEROB TAHAN ASAM (FNATA) TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT SANTRI AR-RAZI Fakhry Setiawan Haryadi; Arif Yahya; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.255 KB)

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian pada tahun 2018 yaitu 51,9% pada orang dengan usia 15-24. Angka ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, salah satunya adalah kelompok bakteri Flora Normal Anaerob Tahan Asam (FNATA). Siwak diketahui memiliki efek berupa antibakteri, antiplaque, mengurangi deminerlisasi, dan memperbaiki jaringan yang rusak pada gigi dan rongga mulut. Hal ini menjadi alasan peneliti menggunakan kombinasi siwak dan pasta gigi untuk mengurangi pertumbuhan FNATA sehingga dapat meninkatkan kesehatan gigi dan mulut.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Klinis Non-Terapeutik dengan desain pre dan post group only. Pada penelitian digunakan sampel berupa hasil swab dari gusi dan saliva santri Pondok Pesantren Ar-Razi FK UNISMA dengan rentang usia 19-21 tahun yang akan menyikat gigi dengan pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Selanjutkan dilakukan kultur bakteri pada media sukrosa agar dengan Phenol red untuk melihat pertumbuhan Koloni bakteri FNATA. Setelah didapat jumlah koloni FNATA, dilakukan uji signifikansi dan kompartif dengan SPSS.Hasil : Penggunaan pasta gigi menghasilkan perbedaan signifikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada gusi (p = 0,041) dan saliva ( p = 0,00). Penggunaan pasta gigi dan siwak menghasilkan perbedaan signikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada saliva ( p = 0,00).Kesimpulan : Penggunaan kombinasi Pasta gigi dan Siwak tidak menghasilkan perbedaan pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri FNATA dibandingkan dengan penggunaan Pasta gigi saja pada sampel gusi dengan p = 0,406 dan saliva dengan p =.0,143. Kata Kunci : Siwak, Pasta gigi, bakteri anaerob, normal flora, gigi dan mulut.
PENGARUH MENYIKAT MENGGUNAKAN KOMBINASI SIWAK (Salvadora persica) DAN PASTA GIGI TERHADAP Streptococcus mutans Khalfia Abdan Firani; Rio Risandiansyah; Arif Yahya
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.459 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tingkat populasi Streptococcus mutans pada rongga mulut memiliki potensi terhadap kesehatan secara sistemik seperti plak ateroma, endokarditis infektif dan aterosklerosis. Sodium Lauryl Sulfat (SLS) dan flouride pada pasta gigi berfungsi sebagai antibakteri. Benzyl isothiocyanate (BITC) yang terdapat pada siwak memiliki fungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mangamati pengaruh menyikat menggunakan kombinasi siwak (Salvadora persica) dan pasta gigi terhadap bakteri Streptococcus mutans pada saliva dan gingiva.Metode: Penelitian eksperimental dengan desain pre dan post test group. Sejumlah 36 responden dibagi menjadi 2 kelompok, menyikat menggunakan pasta gigi dan menyikat menggunakan kombinasi pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Sampel dari saliva dan mukosa gingiva diambil sebelum dan setelah perlakuan dan ditumbuhkan pada media Sucrose Agar. Data dianalisa dengan uji wilcoxon signed ranks test.Hasil: Penyikatan dengan pasta gigi setelah perlakuan meningkatkan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada saliva sebesar 3% dan menurunkan pada gingiva sebesar 64%. Penyikatan dengan kombinasi pasta gigi dan siwak setelah perlakuan meningkatkan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada saliva 48% dan meningkatkan pada gingiva sebesar 24%.Kesimpulan: Kombinasi menyikat dengan menggunakan siwak dan pasta gigi selama 10 hari tidak mampu menurunkan jumlah bakteri Streptococcus mutans pada sampel saliva dan gingiva.Kata Kunci: Salvadora persica, pasta gigi, Streptococcus mutans
Studi In Silico: Potensi Antiadhesi Senyawa Flavonoid Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam Berikatan dengan Protein Adhesin GbpA Vibrio cholerae Ariel Brilliant Islami; Arif Yahya; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.882 KB)

Abstract

Pendahuluan: Kelopak bunga Rosella memiliki berbagai senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri. Pada penelitian terbaru ditemukan bahwa kelopak bunga Rosella memiliki potensi antiadhesi sebagai terapi suportif antibakteri. Namun secara spesifik belum diketahui senyawa aktif mana yang dapat digunakan sebagai agen antiadhesi. Oleh sebab itu, perlu penelitian in silico mengenai senyawa aktif kelopak bunga Rosella sebagai agen antiadhesi.Metode: Penambatan senyawa aktif flavonoid kelopak bunga Rosella terhadap protein target GbpA Vibrio cholerae dievaluasi dari nilai energi ikatan bebas, konstanta inhibisi, interkasi permukaan, dan residu asam amino secara in silico menggunakan docking server dengan fluoroquinolone ciprofloxacine sebagai kontrol.Hasil: Senyawa aktif Quercetin-3-rutinoside memiliki nilai afinitas yang terbaik dibanding senyawa lainnya dalam berikatan dengan protein target GbpA. Quercetin-3-rutinoside memiliki nilai energi ikatan bebas dan konstanta inhibisi yang terkecil melebihi kontrol dan senyawa lain. Nilai interaksi permukaan terbesar juga dimiliki oleh senyawa aktif Quercetin-3-rutinoside. Jumlah residu asam amino terbanyak diketahui milik senyawa 5-Caffeoylquinic acid dengan jumlah 10 residu asam amino dan 6 diantaranya merupakan residu yang sama dengan kontrol.Kesimpulan: Senyawa aktif kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) diprediksi memiliki potensi antiadhesi lebih baik dari kontrol dengan cara berikatan pada protein target GbpA Vibrio cholerae .Kata Kunci : Antiadhesi, Hibiscus sabdariffa, In silico
Efek Kombinasi Fraksi Akuades, Metanol, dan Etil Asetat Senyawa Fenolik Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Amoxicillin atau Chloramphenicol terhadap Daya Hambat pada Pertumbuhan Staphylococcus aureus Isna Aulia Zamzamy; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.204 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kombinasi herbal-antibiotik adalah salah satu upaya untuk mengatasi infeksi. Ekstrak kasar meniran (Phyllanthus niruri L.) yang diduga mengandung fenolik diketahui dapat meningkatkan efektivitas antibiotik pada bakteri S. aureus, sehingga berpotensi digunakan sebagai ajuvan terhadap antibiotik. Namun, isolasi kelompok senyawa fenolik tersebut belum dilakukan. Penelitian ini melakukan fraksinasi ekstrak fenolik dari meniran dan melihat interaksi kombinasi dengan Amoxicillin dan Chloramphenicol terhadap bakteri S. aureus.Metode: Isolasi fenolik meniran melalui maserasi menggunakan metanol, kemudian dilakukan pemisahan ekstraksi cair-cair dengan heksana dan mengumpulkan residunya. Residu diuapkan pada 55oC lalu dioven sampai menjadi pasta. Hasil ekstraksi difraksinasi dengan dilarutkan menggunakan akuades, metanol, dan etil asetat untuk mendapatkan tiga fraksi. Kemurnian dari hasil fraksi tersebut dilakukan uji fitokimia secara kualitatif. Untuk mengukur daya hambat terhadap S. aureus dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer. Sedangkan interaksi diukur dengan metode AZDAST (Ameri-Ziaei Double Antibiotic Sinergism Test).Hasil: Isolasi fenolik dari meniran menunjukkan adanya senyawa fenolik dan tidak terdeteksi kelompok senyawa lain yang diuji (alkaloid, terpenoid, dan steroid). Setelah fraksinasi, fenolik ditemukan pada fraksi akuades dan metanol, namun tidak ditemukan pada fraksi etil asetat. Uji daya hambat tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada semua fraksi dengan konsentrasi 1000 ppm (0­±0 mm). Penambahan fraksi akuades (F1), metanol (F2), etil asetat (F3) dengan Amoxicillin menunjukkan diameter zona hambat sebesar 18,45±0,80; 17,89±2,62; 17,62±3,10. Sedangkan dengan Chloramphenicol sebesar 31,33±0,58; 29,58±0,54; 26,24±1,49. Zona hambat Amoxicillin adalah 19,54±0,81 dan pada Chloramphenicol adalah 28,16±1,59. Kesimpulan: Interaksi fraksi akuades dari ekstrak fenolik dengan Chloramphenicol menunjukkan interaksi potensiasi.Kata Kunci: Fenolik Phyllanthus niruri L., Amoxicillin, Chloramphenicol, Staphylococcus aureus.
INTERAKSI JAMU JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia) DENGAN ANTIBIOTIK AMOKSISILIN TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Muhammad Sandy Ali Yafie; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.088 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Aterosklerosis dapat terjadi akibat infeksi kronis bakteri S. mutans yang dapat diterapi dengan amoksisilin. Jamu jati belanda sering digunakan sebagai obat antiaterosklerosis karena efek hipolipidemia dan antibakterinya antibakteri.  Kombinasi herbal dan antibiotik telah banyak diteliti namun, interaksi jamu jati belanda dan amoksisilin belum pernah dilakukan, sehingga sebab itu penelitian perlu dilakukan tentang interaksi antibakteri jamu jati belanda dengan amoksisilin terhadap bakteri S. mutans.Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium in vitro. Jamu jati belanda  dilarutkan dengan metanol hingga 5 variasi dosis 400×103 ppm, 200×103 ppm, 100×103 ppm, 50×103 ppm, dan 25×103 ppm. Zona hambat kombinasi jamu jati belanda dan amoksisilin 25 µg dilakukan dengan metode Kirby-Bauer Disk Diffusion Susceptibility Test dan diukur dengan jangka sorong. Nilai interaksi dilakukan dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Signifikansi ditentukan dengan p<0,05.Hasil: Dosis terbaik kombinasi jamu jati belanda dengan amoksisilin didapatkan hasil aditif pada dosis 400×103  ppm (28,11±3,43 mm). Untuk dosis yang lain interaksi bersifat not-distinguishable dengan amoksisilin. Hal ini terjadi karena semakin tinggi dosis ekstrak maka semakin tinggi zona hambat yang terbentuk.Kesimpulan: Dosis 400×103 ppm jamu jati belanda berinteraksi aditif dengan antibakteri amoksisilin terhadap bakteri S. mutans. Kata Kunci: Guazuma ulmifolia, Jamu, Amoksisilin, ZOI, Kombinasi Antibiotik dan Herbal
PENGARUH MENYIKAT MENGGUNAKAN KOMBINASI SIWAK DAN PASTA GIGI TERHADAP FLORA NORMAL AEROB SANTRI AR-RAZI Destian Fajar Rahmawan; Arif Yahya; Helmin Elyani
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.805 KB)

Abstract

Latar Belakang: Bakteri aerob rongga mulut seperti Haemophilus spp., Pseudomonas aeruginosa dan Mycoplasma spp. memilliki hubungan terhadap infeksi sistemik dan pernapasan. Sehingga pent-ing untuk menurunkan jumlah bakteri aerob rongga mulut. Bahan aktif pasta gigi dan siwak mampu menjaga keseimbangan flora normal rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh menyikat menggunakan kombinasi pasta gigi dan siwak terhadap pertumbuhan bakteri aerob rongga mulut. Penelitian eksperimental dengan desain pre dan post test group. Responden (n = 36) terbagi menjadi 2 kelompok yaitu menyikat menggunakan pasta gigi dan menyikat menggunakan kombinasi pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Sampel saliva dan gingiva diambil sebelum dan setelah perlakuan dan ditumbuhkan pada media Aerobic Nutrient Agar. Data dianalisa menggunakan paired t-test. Penyikatan dengan pasta gigi tidak signifikan meningkatkan 51% bakteri aerob saliva dan tidak signifikan menurunkan 12% bakteri aerob gingiva. Penyikatan dengan kom-binasi pasta gigi dan siwak tidak signifikan meningkatkan 57% bakteri aerob saliva dan tidak signif-ikan meningkatkan 37% bakteri aerob gingiva. Peneliti menduga, hasil ini berhubungan dengan po-tensi antagonis bahan aktif dan kemampuan bakteri aerob bertahan hidup.Kata Kunci: Siwak, pasta gigi, bakteri aerob
PENGARUH BERSIWAK DAN MENYIKAT DENGAN PASTA GIGI TERHADAP FLORA NORMAL ANAEROB TAHAN ASAM (FNATA) TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT SANTRI AR-RAZI Fakhry Setiawan Haryadi; Arif Yahya; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian pada tahun 2018 yaitu 51,9% pada orang dengan usia 15-24. Angka ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, salah satunya adalah kelompok bakteri Flora Normal Anaerob Tahan Asam (FNATA). Siwak diketahui memiliki efek berupa antibakteri, antiplaque, mengurangi deminerlisasi, dan memperbaiki jaringan yang rusak pada gigi dan rongga mulut. Hal ini menjadi alasan peneliti menggunakan kombinasi siwak dan pasta gigi untuk mengurangi pertumbuhan FNATA sehingga dapat meninkatkan kesehatan gigi dan mulut.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Klinis Non-Terapeutik dengan desain pre dan post group only. Pada penelitian digunakan sampel berupa hasil swab dari gusi dan saliva santri Pondok Pesantren Ar-Razi FK UNISMA dengan rentang usia 19-21 tahun yang akan menyikat gigi dengan pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Selanjutkan dilakukan kultur bakteri pada media sukrosa agar dengan Phenol red untuk melihat pertumbuhan Koloni bakteri FNATA. Setelah didapat jumlah koloni FNATA, dilakukan uji signifikansi dan kompartif dengan SPSS.Hasil : Penggunaan pasta gigi menghasilkan perbedaan signifikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada gusi (p = 0,041) dan saliva ( p = 0,00). Penggunaan pasta gigi dan siwak menghasilkan perbedaan signikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada saliva ( p = 0,00).Kesimpulan : Penggunaan kombinasi Pasta gigi dan Siwak tidak menghasilkan perbedaan pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri FNATA dibandingkan dengan penggunaan Pasta gigi saja pada sampel gusi dengan p = 0,406 dan saliva dengan p =.0,143. Kata Kunci : Siwak, Pasta gigi, bakteri anaerob, normal flora, gigi dan mulut.
Efek Kombinasi Fraksi Akuades, Metanol, dan Etil Asetat Senyawa Fenolik Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Amoxicillin atau Chloramphenicol terhadap Daya Hambat pada Pertumbuhan Staphylococcus aureus Isna Aulia Zamzamy; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kombinasi herbal-antibiotik adalah salah satu upaya untuk mengatasi infeksi. Ekstrak kasar meniran (Phyllanthus niruri L.) yang diduga mengandung fenolik diketahui dapat meningkatkan efektivitas antibiotik pada bakteri S. aureus, sehingga berpotensi digunakan sebagai ajuvan terhadap antibiotik. Namun, isolasi kelompok senyawa fenolik tersebut belum dilakukan. Penelitian ini melakukan fraksinasi ekstrak fenolik dari meniran dan melihat interaksi kombinasi dengan Amoxicillin dan Chloramphenicol terhadap bakteri S. aureus.Metode: Isolasi fenolik meniran melalui maserasi menggunakan metanol, kemudian dilakukan pemisahan ekstraksi cair-cair dengan heksana dan mengumpulkan residunya. Residu diuapkan pada 55oC lalu dioven sampai menjadi pasta. Hasil ekstraksi difraksinasi dengan dilarutkan menggunakan akuades, metanol, dan etil asetat untuk mendapatkan tiga fraksi. Kemurnian dari hasil fraksi tersebut dilakukan uji fitokimia secara kualitatif. Untuk mengukur daya hambat terhadap S. aureus dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer. Sedangkan interaksi diukur dengan metode AZDAST (Ameri-Ziaei Double Antibiotic Sinergism Test).Hasil: Isolasi fenolik dari meniran menunjukkan adanya senyawa fenolik dan tidak terdeteksi kelompok senyawa lain yang diuji (alkaloid, terpenoid, dan steroid). Setelah fraksinasi, fenolik ditemukan pada fraksi akuades dan metanol, namun tidak ditemukan pada fraksi etil asetat. Uji daya hambat tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada semua fraksi dengan konsentrasi 1000 ppm (0­±0 mm). Penambahan fraksi akuades (F1), metanol (F2), etil asetat (F3) dengan Amoxicillin menunjukkan diameter zona hambat sebesar 18,45±0,80; 17,89±2,62; 17,62±3,10. Sedangkan dengan Chloramphenicol sebesar 31,33±0,58; 29,58±0,54; 26,24±1,49. Zona hambat Amoxicillin adalah 19,54±0,81 dan pada Chloramphenicol adalah 28,16±1,59. Kesimpulan: Interaksi fraksi akuades dari ekstrak fenolik dengan Chloramphenicol menunjukkan interaksi potensiasi.Kata Kunci: Fenolik Phyllanthus niruri L., Amoxicillin, Chloramphenicol, Staphylococcus aureus.
Red Yeast Rice Protects Hepatocytes conditions of Rats Receiving High Fat Diet Doti Wahyuningsih; Helmin Elyani; Dini Sri Damayanti; Arif Yahya; Muhammad Zainal Fadli
Journal of Tropical Life Science Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.09.02.06

Abstract

Triglyceride (TG) is a simple and the main lipid of the daily diet. Nowadays, TG is emerging as an independent risk factor for cardiovascular disease, and increasing clinical data that indicate a high level of this simple lipid in serum may alert and play a role in liver impairment. Red yeast rice (RYR) reduces serum TG in human and animals. The rice is widely used as a natural inhibitor of HMG-CoA reductase to correct serum cholesterol level. Bioactive components of the rice are well known to have antioxidant properties. This study examined whether RYR protects hepatocytes by evaluating the serum AST-ALT, HDL-Cholesterol (HDL-C), TG levels, and the number of liver foam cells in hypertriglyceridemic rats. Twenty male Wistar rats were grouped into 5. Four groups received a high-fat diet (HFD), 40 g/animal/day for 60 days to induce hypertriglyceridemic condition. Along with the HFD treatment, three groups received 108, 54, and 27 mg/kgBW/day of RYR, respectively. Two other groups received standard and only HFD diet, respectively. Intracardiac blood was collected for measuring AST and ALT using AST or ALT activity assay Kit, respectively, serum TG and HDL-C by Enzymatic Caloric Test.  Hematoxylin-Eosin–stained 4µmm thick slices of liver tissues were prepared to count foam cell number by a light microscope with 400x magnificence. Data were analyzed using the Kruskal Wallis continued by the Mann Whitney U test. The p values of < 0.05 were considered to be significant. The present study found that 108, 54, and 27 mg/kgBW/day of RYR significantly decreased serum TG, HDL-C, AST, and ALT compared with those of hypertriglyceridemic rats receiving no RYR. The decreasing levels of the parameters were in relation to the doses of RYR. The doses of 108 and 54 mg/kgBW/day resulted in complete recovery of the liver tissues suffered from steatosis (p < 0.05). The RYR dose of 108 mg/KgBW/day completely corrects the serum HDL-C level. In conclusion, red yeast rice may have a potency to protect hepatocytes injuries due to hypertriglyceridemia.
DINAMIKA PARTISIPASI POLITIK KAUM MUDA DALAM PLATFORM MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DANYOUTUBE Pradipta Pratama; Arif Yahya
Sintesa Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Sintesa Volume 02 No 01 Februari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sintesa.v2i01.8465

Abstract

Keikutsertaan generasi muda di kehidupan politik tidak jarang menjadi buah bibir dikalangan masyarakat. Generasi milenial dan generasi Z.beberapa kali dianggap kelompok masyarakat yang tidak peka terhadap kehidupan politic. Hal ini diperkuat oleh sedikitnya minat anak muda dalam masalah politik, minimnya rasa percaya yang rendah terhadap politik dan politikus serta memandang rendah dengan pemerintahan dan para pejabat. Namun dilain sisi, kaum milenial di Indonesia menjadi pionir dalam penggunaan media sosial yang terkenal intens. Digitalisasi di era saat ini menawarkan untuk kaum milenial dan Z untuk ikut serta dalam arena informasi dan sosial ini. Arah penelitian ini untuk pemahaman pemilih kaum muda di ranah media sosial serta dampak media sosial dalam ambil bagian dalam politik khususnya di platform twitter dan Instagram.