Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penyuluhan Hukum Pentingnya Kepemilikan Sertifikat Hak MilikUntuk Menjamin Kepastian Hukum Di Kelurahan Hedam Distrik Heram Kota Jayapura Palenewen, James Yoseph; Reumy, Ludia Jemima I.R.; Hamonangan, Sobardo; Samosir, Hotlan; Bauw, Lily; M. Polontoh, Herry; Reba, Yusak; Pelupessy, Eddy; Rongalaha, Johan; Solossa, Marthinus; Reumi, Frans; Pondayar, Yustus; Tanati, Daniel; Samosir, Rendra Christian
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 6 (2025): April
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/7kn95061

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dengan judul Penyuluhan Hukum Pentingnya Kepemilikan Sertifikat Hak Milik Untuk Menjamin Kepastian Hukum Di Kelurahan Hedam Distrik Heram Kota Jayapura, kegiatan yang dilakukan kepada mitra dikarenakan adanya kasus dari mitra tentang ketidakpahaman mengenai prosedur pembuatan sertifikat hak milik atas tanah sehingga dengan keahlian yang dimiliki pengabdi dapat melakukan penyuluhan hukum tersebut guna agar mitra dapat mengetahui status kepemilikan tanah mereka dan cara pengurusan sertifikat hak milik atas tanah pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura untuk menjamin kepastian hukum. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan cara melalui ceramah dan diskusi yang dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 22 februari 2025 yang dilaksanakan di Kelurahan Hedam. Kegiatan ini di awali dengan persiapan dan koordinasi, kemudian pemaparan materi dengan memberikan pengetahuan kepada mitra mengenai prosedur pengurusan sertifikat hak milik atas tanah. Adapun luaran dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada mitra tentang status kepemilikan hak-hak atas tanah, pendaftaran tanah, prosedur pengurusan sertifikat hak milik atas tanah dan juga memberikan pendampingan hukum pra ajudikasi dalam proses pengurusan sertifikat pada Kantor Pertanahan Kota Jayapura.
Kinship System and Customary Government of the Waropen Indigenous Community Tanati, Daniel
LAW & PASS: International Journal of Law, Public Administration and Social Studies Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : PT. Multidisciplinary Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/lawpass.v2i1.70

Abstract

This study aims to determine the kinship system and customary government of the Waropen indigenous community. The research method used is empirical by observing the reality that occurs in the field. The results of this study reveal that the Waropen indigenous community recognizes a local kinship group called "da". Almost all villages in Waropen have three to five "da" which oversee several bawa houses (large and long houses). Family members feel bound by kinship ties that are calculated through the male line. Members of the "da" believe that they come from the same ancestors, although they are often unable to explain these kinship relationships concretely. In Waropen society, larger kinship groups are formed by "ruma bawa" which has two meanings, namely: (1) patrilocal extended family and (2) house as a place to live. Waropen society also recognizes local kinship groups. Its members are bound by kinship ties that are calculated through the father's line (patrilineal). In the customary government system of the Waropen indigenous community, several positions are known in the customary structure, which also provide clues about the boundaries of social stratification. These positions are: Sera Bawa, Mosaba, (Pertuan/ruler/King), Eso (Commander), Rubasa (People's Deputy), Manobawa, Sera-Titibi (Pertuan for groups in small circles/keret) Waribo, and Ghoinino.