Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN PENDAMPINGAN PASTORAL BERBASIS KOMUNITAS TIRIS-TIRIS DI JEMAAT GPM BANDA-NAIRA Vincent Kalvin Wenno; Juliana Tuhumury; Malitsa Tahitu; Agnes Mahakena; Lauraintia Van Houten
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kelompok mitra di Jemaat Gereja Protestan Maluku dalam melaksanakan pendampingan pastoral berbasis komunitas secara kontekstual di Jemaat GPM Banda Naira. Pelayanan pastoral yang relevan dan kontekstual merupakan salah satu tantangan yang harus direpons dengan baik. Untuk itu, dalam pelatihan ini akan melakukan pelatihan-pelatihan yang dibagi ke dalam tiga sesi. Pelatihan tersebut berusaha untuk melatih keterampilan dan kecakapan dalam percanaan pastoral yang holistik. Untuk menjawab persoalan maka materi-materi yang disajikan dalam pelatihan adalah: 1) dasar teologis pelayanan pastoral kontekstual dan berbasis tiris (teras), 2) Komunitas dan pendekatan psikologis, 3) mengenal berbagai kepribadian manusia, 4) teknik-teknik pendampingan pastoral, 5) manajemen pastoral. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa: 1) Kelompok mitra dapat mengembangkan teknik pendampingan pastoral yang kontekstual, dan relevan berdasarkan konteks keseharian mereka. 2) Kelompok mitra dapat menyusun melakukan manajemen pastoral lewat penyusunan rencana dalam pelayanan pendampingan pastoral. Rencana tersebut digunakan sebagai acuan dalam pelayanan pastoral di Jemaat GPM Banda Naira
Local Fishermen’s Preception of Measured Fishing in WPPNRI 714 Tuhumury, Julian; Tupamahu, Agustinus; Hehanussa, Kedswin G.
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 18 No. 1 (2025): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v18i1.2528

Abstract

The issue of equitable access for local fishermen to marine resources remains a critical concern in the implementation of Measured Fishing (PIT) policies in Indonesia. This study aims to analyze the perceptions of local fishermen regarding PIT, with a specific focus on their access rights in Fisheries Management Area (WPPNRI) 714. The research was conducted from September to November 2023 in several coastal areas in Ambon Island and Banda Neira, Central Maluku. The survey targeted local fishermen operating ring seine (jaring bobo) vessels larger than 5 GT in the villages of Latuhalat, Laha, Waai, and Hitu. Respondents were selected using purposive sampling, and data were analyzed descriptively. Results indicate that most vessel owners support PIT, perceiving its benefits in sustaining fish stocks, optimizing profits, improving data accuracy, and increasing non-tax state revenue. However, many fishermen disagree with the obligation to pay landing fees at designated ports, viewing it as an additional burden. The findings reveal that while the ecological and economic aspects of PIT are generally well-received, issues related to fairness, administrative obligations, and economic impact remain contentious. In conclusion, the successful implementation of PIT requires adaptive and inclusive policies that prioritize sustainability while ensuring the economic viability of local small-scale fishers. These insights are expected to support both regional and national policymakers in formulating fair and context-sensitive fisheries governance.
ANALISIS PENGKAJIAN STOK IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis, Linnaeus 1758) DI PERAIRAN BURU UTARA, MALUKU, INDONESIA Hehanussa, Kedswin G.; Silooy, Frentje D.; Tuhumury, Julian
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 4 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.4.369-381

Abstract

Pengkajian stok ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) menjadi langkah kritis dalam memahami dinamika populasi, distribusi, dan potensi tangkap ikan di perairan tersebut. Seiring dengan meningkatnya tekanan eksploitasi di Perairan Buru Utara, studi-studi terkait pengkajian stok ikan cakalang di berbagai wilayah menjadi semakin penting. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis lebih dalam terhadap stok ikan cakalang di perairan WPP 715, Maluku. Data yang dikumpulkan berupa data bulanan diantaranya ukuran panjang ikan cakalang selama bulan Januari-November 2022. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak FiSAT II. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jumlah hasil tangkapan sebanyak 3728 individu dengan ukuran panjang total berkisar antara 25-97 cm. Rekrutmen ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) terjadi pada bulan Juni dengan laju mortalitas total (Z) dan laju mortalitas penangkapan (F) masing-masing sebesar 2,52 dan 1,67/tahun dan tingkat eksploitasinya (E) sebesar 0,66 (E>0,5) atau melebihi potensi lestari (over exploited). Berdasarkan kesimpulan maka dapat disarankan agar tingkat eksploitasi perlu dibatasi sehingga sumberdaya ikan cakalang di Perairan Buru Utara tetap terjaga. Kata kunci: Cakalang, parameter populasi, perairan Buru Utara, WPP 715
Pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Etika Profesional pada Mahasiswa Universitas Pattimura Rahanra, Ivonny Yeany; Tuhumury, Julian
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): Takuana (October-December)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i3.170

Abstract

Students in lectures often prioritize other courses that align with their study programs or interests compared to Christian Religious Education (CRE), which is a mandatory curriculum course. CRE is often perceived as a general subject, causing students not to take it seriously or prioritize it. For many students, Christian Religious Education has already been studied within the family environment, formal education in the church, and formal education at the elementary, junior high, and high school levels. However, Christian Religious Education in higher education serves as a formative pathway aimed at shaping the personality of Christian students as future intellectuals and young professionals. It equips them with a foundation of Christian faith to think, analyze, and plan various aspects of life, as well as to act in ways that build life meaningfully. Recognizing the importance of Christian Religious Education, universities place this course in the early semesters (semester 1 and semester 2) across all faculties at Pattimura University. This study aims to determine the influence of Christian Religious Education in shaping professional ethics among students at Pattimura University, Ambon.
DISEASE DYNAMICS AND CROSS-TRANSMISSION RISKS IN CULTURED AND WILD BARRAMUNDI (Lates calcarifer) IN INNER AMBON BAY, INDONESIA Borut, Ruku Ratu; Sahetapy, Jacqueline Sahetapy Marleen Francischa; Rijoly, Stefanno Markus Anthony; Tawari, Ruslan Husen Saban; Tuhumury, Julian
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 3 (2025): September (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.3.2025.269-286

Abstract

This study aimed to evaluate the potential infection of bacteria Vibrio spp. and parasites in farmed barramundi (Lates calcarifer) and wild fish inhabiting Inner Ambon Bay. The research was conducted over a five-month period (August–December 2024) using a purposive sampling, to monthly collect and analyse two barramundi populations. Bacteria were isolated from liver and kidney tissues of the collected fish using sea water complate (SWC) agar and tiosulfate citrate bile-salt sucrose (TCBS) agar and identified with the Analytical Profile Index (API) 20 Non-Enteric (NE) kit. Parasitic identification was performed microscopically on gills, skin, and intestinal samples. The results revealed that Vibrio spp. were detected at relatively high abundance, dominated by V. harveyi, V. alginolyticus, and V. vulnificus. Identified parasites included Trichodina sp., Cryptocaryon irritans, Benedenia sp., and nematodes. Parasite infection prevalence in cultured barramundi ranged from 40% to 70%, whereas in wild fish it reached 60%. These findings strongly indicate the potential for cross-transmission of diseases between cultured and wild fish populations in Inner Ambon Bay.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi infeksi bakteri Vibrio spp. dan parasit pada ikan kakap putih (Lates calcarifer) budidaya dan ikan liar di perairan Teluk Ambon Dalam. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan (Agustus–Desember 2024) dengan metode purposive sampling, masing-masing lima ekor ikan kakap putih budidaya dan lima ekor ikan liar setiap bulan. Isolasi bakteri dilakukan dari organ hati dan ginjal menggunakan media SWC agar dan TCBS agar, sedangkan identifikasi bakteri menggunakan kit API 20 NE. Identifikasi parasit dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis pada organ target, yaitu insang, kulit, dan usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vibrio spp. ditemukan dengan kelimpahan relatif tinggi, didominasi oleh V. harveyi, V. alginolyticus, dan V. vulnificus. Jenis Parasit yang teridentifikasi meliputi Trichodina sp., Cryptocaryon irritans, Benedenia sp., dan nematoda. Prevalensi infeksi parasit pada ikan budidaya berkisar 40–70%, sedangkan pada ikan liar mencapai 60%. Hasil penelitian ini mengindikasikan adanya potensi penularan silang penyakit antara ikan budidaya dan ikan liar di Teluk Ambon Dalam.
Karakteristik Ekologis dan Selektivitas Ukuran Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan Hehanussa, Kedswin Gerson; Tuapetel, Friesland; Tuhumury, Julian; Behuku, Alfred
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.79835

Abstract

Perairan pesisir Maluku memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi dan menjadi wilayah penting bagi perikananskala kecil, sehingga penggunaan alat tangkap yang selektif sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutansumber daya ikan. Jaring insang dasar (bottom gill net) merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan,namun selektivitas ukuran dan karakteristik hasil tangkapannya masih perlu dikaji secara spesifik di berbagailokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi spesies, distribusi ukuran, serta hubungan panjang–berat ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Penelitiandilakukan selama tiga bulan dengan 15 trip penangkapan menggunakan jaring insang dasar bermata jaring 1¾inci (4,45 cm). Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi spesies, pengukuran panjang total, dan berat tubuhikan. Analisis dilakukan terhadap komposisi spesies, distribusi ukuran panjang, serta hubungan panjang–beratpada spesies dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan berjumlah 580 individu yang terdiridari 19 spesies. Lima spesies dominan adalah Pterocaesio tile (33,6%), Caesio caerulaurea (11,0%), Myripristissp. (11,6%), Pempheris sp. (8,8%), dan Parupeneus sp. (7,6%). Analisis hubungan panjang–berat menunjukkanempat spesies memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif (b < 3), sedangkan Pempheris sp. menunjukkanpertumbuhan alometrik positif (b = 3,027). Distribusi ukuran memperlihatkan bahwa jaring insang dasarcenderung selektif terhadap ikan berukuran menengah hingga dewasa. Secara keseluruhan, hasil penelitian inimenunjukkan bahwa jaring insang dasar bermata 4,45 cm memiliki selektivitas ukuran yang relatif baik danberpotensi mendukung pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan di Perairan Tifu.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN USAHA PERIKANAN DI KECAMATAN NUSANIWE Delly D.D.P. Matrutty; Welem Waileruny; Jacobus B. Paillin; Stany R. Siahainenia; Julian Tuhumury; Michael Jonathan
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 2 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i2p102-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mendeskripsikan Karakteristik Nelayan di Kecamatan Nusaniwe; 2). Menganalisis dampak Pandemi Covid-19 terhadap produksi dan pendapatan nelayan di Kecamatan Nusaniwe. 3). Mendeskripsikan upaya yang dilakukan nelayan untuk keluar dari tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hasil penelitian disimpulkan bahwa secara umum nelayan di Kecamatan Nusaniwe sudah berpendidikan namun didominasi yang lulus SD. Usia nelayan didominasi 31-40 tahun. Jumlah anggota keluarga nelayan terbanyak 5-6 orang/kk sebesar 47,73% untuk nelayan pukat cincin. Pandemi covid 19 sangat berdampak terhadap aktifitas usaha penangkapan dan perjualan ikan. Pendapatan para nelayan dan jibu-jibu turun hingga 50%. Kondisi ini memaksakan para nelayan harus mengurangi pengeluaran keluarga mereka. Upaya yang dilakukan nelayan untuk keluar dari tekanan pandemi Covid-19 adalah meminjam uang untuk menambah biaya operasi, mencari kerja alternatif sebagai tukang ojek dan buruh bangunan serta menjual ternak untuk yang memiliki ternak dan mengharapkan bantuan sosial dari pemerintah atau lembaga non pemerintah.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DAN JARING INSANG HANYUT DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Kedswin G. Hehanussa; Agustin W. Tupamahu; Haruna Haruna; Frentje D. Silooy; Selfi Sangadji; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p57-64

Abstract

Proses tertangkapnya ikan pada mata jaring insang sangat berkaitan dengan desain dan konstruksi jaring yang berpengaruh pada efisiensi jaring insang. Perbaikan selektifitas jaring insang diperlukan informasi karakteristik hasil tangkapan meliputi komposisi hasil tangkapan ikan setiap ukuran mata jaring, komposisi ukuran panjang dan proses tertangkap (terjerat) pada setiap ukuran mata jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan jaring insang dasar dan jaring insang hanyut yang dioperasikan di Teluk Ambon Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Ambon Dalam (TAD) pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Secara Keseluruhan total jumlah hasil tangkapan pada jaring insang dasar sebanyak 13 Individus yang di dominasi oleh ikan Samandar, Salmaneti, Kerong-kerong, Bubara dan Gorara, sedangkan jaring insang hanyut sebanyak 15 jenis individu di dominasi oleh ikan tatari taruri, puri, kawalinya dan tola, serta cara ikan tertangkap pada kedua jaring insang dominan secara gilled.
Perbedaan Hasil Dan Lokasi Penangkapan Ikan Dengan Alat Tangkap Bottom Gill Net Di Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah Julian Tuhumury; Ruslan H. S. Tawari; Kedswin G. Hehanussa; Krisye Patty; Frentje D. Silooy
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p1-11

Abstract

Perairan Negeri Wassu, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan april sampai juni 2021. Tujuan penelitian yaitu megetahui jumlah jenis ukuran dan komposisi hasil tangkapan dan meganalisis perbedaan hasil tangkapan pada lokasi berbatu dan berpasir. Hasil tangkapan pada kedua lokasi sebanyak 302 ekor dimana total hasil tangkapan pada lokasi berbatu sebanyak 198 ekor yang terdiri dari 14 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu ikan Sepatu (Pempheris Mangula) sebanyak 83 ekor atau 41,9 %, sedangkan pada lokasi berpasir sebanyak 104 ekor yang terdiri dari 9 spesies dengan jenis ikan yang dominan tertangkap yaitu Gora (Lutjanus Campechanus) sebanyak 37 ekor atau 35,6%. Hasil analisis perbedaan hasil tangkapan menyatakan bahwa terdapat perbedaan jenis hasil tangkapan pada kedua lokasi berdasarkan jumlah jenis hasil tangkapn dengan jumlah hasil tangkapan di lokasi berbatu (Lokasi A) sebanyak 198 ekor dan lokasi berpasir (Lokasi B) sebanyak 104 ekor
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DEMERSAL YANG TERTANGKAP DENGAN BUBU DI PERAIRAN NEGERI WASSU KABUPATEN MALUKU TENGAH Jacobus Bunga Paillin; Haruna Haruna; Julian Tuhumury
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p27-32

Abstract

Bubu adalah alat penangkap ikan yang bersifat pasif yang digunakan sebagai jebakan oleh nelayan dan dipasang secara tetap sehingga memudahkan ikan masuk dan sulit untuk ikan keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan demersal, keanekaragaman jenis dan keseragaman jenis ikan demersal di perairan Negeri Wassu Kabupaten Maluku Tengah. Dari hasil penelitian ini secara keseluruhan ikan yang tertangkap sebanyak 24 jenis. Pada lokasi muka labuang tertangkap 18 jenis dan lokasi amalua tertangkap 19 jenis. Nilai keanekaragaman jenis “Shanon-Wiener” (H’) pada lokasi muka labuang sebesar 2,59, sedangkan pada lokasi amalua sebesar2,67. Nilai keseragaman (Evenness Indices) pada lokasi muka labuang sebesar 0,90 sedangkan pada lokasi amalua sebesar 0,91.