Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI LAGU DAERAH BUGIS ”ININNAWA SABBARAE” Kasma F Amin; Muliadi Muliadi; Ainul Alim Rahman
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, November 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i3.139

Abstract

Kegiatan ini bertujuan sebagai penguatan pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai kesabaran, kebaikan, dan kesederhanaan pada siswa melalui lagu daerah Bugis Ininnawa Sabbarae. Penguatan pendidikan karakter melalui lagu daerah Bugis diduga relevan dengan fenomena kehidupan hyper reality saat ini. Ininnawa sabbarae adalah lagu daerah Bugis sebagai warisan budaya lokal yang biasanya dinyanyikan oleh para orang tua untuk penanaman karakter pada anak-anaknya. Metode pelaksanaan yaitu pelatihan dan pengenalan lagu daerah Bugis dengan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan evaluasi. Target kegiatan pelatihan ini adalah guru dan siswa dengan melibatkan siswa sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan tentang presentasi kenaikan pengetahuan siswa tentang karakter yang terdapat dalam lagu daerah Bugis Ininnaawa Sabbarae. Terdapat juga peningkatan kemampuan siswa sebanyak 60% dengan baik dan 25% yang memahami tentang karakter sabar, karakter baik dan karakter sederhana. Siswa mengalami peningkatan ketertarikan untuk mengetahui lagu daerahnya sebanyak 100% setelah memahami muatan karakter dalam lagu Ininnawa Sabbarae. Berdasarkan jawaban hasil unpan balik setelah mengadakan pelatihan pengenalan kandungan karakter lagu dalam sdaerah Bugis dengan metode bernyanyi maka terjadi peningkatan pemahaman karakter, dan siswa merasa sangat puas..
Repetition Analysis within the poem"Merindukanmu" in the Poetry Anthology of Parrots Kasma Amin; Putri Nurfadila
Tamaddun Life Vol 16 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.541 KB) | DOI: 10.33096/tamaddun.v16i1.44

Abstract

Creating a poem must understand a language style that is attractive to the reader. This study aims to describe the types of repetitive language styles used in poetry. The method used is a content analysis method with a structural approach. The data in this study are in the form of words, phrases, and sentences contained in the poem 'Merindukanmu'. The research result shows a picture of refraction in the creation of the poem 'Merindukanmu'.
PkMD Kue Pisang Lanna Ibu-Ibu Pkk Kecamatan Parang Loe Kabupaten Gowa Salmayati Salmayati; Kasma Amin
Tamaddun Life Vol 16 No 2 (2017): December 2017
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.482 KB) | DOI: 10.33096/tamaddun.v16i2.54

Abstract

PkMD Lanna Banana cake is to help the community in providing skills in managing banana fruit ingredients into Lanna banana cakes which are of high value, delicious, and beneficial for the community. PkMD Kue Banana Lanna done by the community can innovate with various taste buyers, namely chocolate and cheese to attract attention, both local and foreign tourists and can popularize the name of the region, especially in the Lanna Village. Because the banana cake labeled Lanna banana cake can also be used as a home industry with a background of processed bananas making it a business opportunity for the Village Community inUMI, Lanna Village, Parangloe Subdistrict. starting from the selection of good and quality banana ingredients, processing bananas that make the ingredients for baking, the process of making cakes from the materials used and the use of supporting equipment during the activity process, packaging cakes with attractive packaging as the attractiveness of buyers, to distribution to various shops and reach consumers. This skill is expected to help PKK mothers to create jobs for housewives who do not have fixed income while the knowledge provided can be continued to the younger generation who want to become competent entrepreneurs and can compete in local and global markets.
Anafora Dalam Puisi “ Jendela Dunia “Antologi Puisi Syair Burung Beo Kasma Amin; Rahmi Usman
Tamaddun Life Vol 17 No 1 (2018): June 2018
Publisher : Fakultas Sastra - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.463 KB) | DOI: 10.33096/tamaddun.v17i1.56

Abstract

Writing poetry for ordinary people is still a complicated thing. The challenge that is often felt is the use of language style in the creation of poetry. The author often does not understand the right style of language for a work of poetry. Many language styles are chosen in the creation of poetry and as a channeling of ideas. One style of language is the Anafora form. The purpose of this writing is to describe the forms of anaphora in poetry. The benefits of writing are finding forms of anaphora in poetry and can apply them in the form of writing poetry. The writing method used is descriptive qualitative research. The results of the discussion showed the existence of anaphorous forms in the poetry window of the world.
Mitos Kecantikan Tomanurung Sebagai Fungsi Perdamaian Sosial Suku Bugis Makassar Abad Ke-13 (Study Etnografi) Kasma F. Amin
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 08 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.957 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v2i08.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap sebuah mitos dalam cerita legenda Tomanurung di Sulawesi Selatan. Hal tersebut sebagai upaya menggali nilai-nilai sosial yang terdapat dalam beberapa cerita rakyat Bugis Makassar. Tomanurung adalah cerita legenda yang masih dipercaya kebenarannya oleh masyarakat Bugis-Makassar. Cerita legenda tersebut di dukung oleh artefak berupa kuburan tua yang berjumlah tujuh buah di pinggir Lapangan Karebosi. Tujuh buah kuburan tersebut adalah cerita legenda Sulawesi Selatan yang mengisahkan tentang Tujua Karebosi sebagai jejak turunnya Tomanurung. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data yang digunakan adalah naskah penelitian sastra legenda Tujua Karebosi dan cerita lisan Tomanurung di Sulawesi Selatan. Sumber data adalah perpustakaan dan pakar sejarah Bugis-Makassar. Hasil penelitian menunjukkan tentang ideologi sosiokultural masyarakat yang terbentuk dari munculnya Tomanurung. Ideologi yang terbentuk dalam masyarakat Bugis-Makassar setelah turunnya Tomanurung adalah ideologi persatuan setelah ribuan tahun perang saudara, ideologi kemanusiaan setelah adanya sianre bale (saling memangsa), ideologi politik yaitu terbentuknya kerajaan Tallo, ideologi religi yaitu pemahaman mistis, dan ideologi budaya yaitu (tentang ziarah).
Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dan Pengenalan Budaya Lokal Bugis-Makassar Kasma F. Amin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 06 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.807 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i6.195

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang model Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dengan tingkat kesulitan yang dihadapi untuk mentransper bahasa pada pembelajar. Salah satu cara pengajaran yang dapat digunakan adalah melalui pengenalan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pemerolehan bahasa kedua dengan model lahiriah hipotesis Krashen, (1997). Beberapa masalah yang dihadapi oleh para pengajar BIPA-1, salah satunya adalah menghadapi mahasiswa BIPA yang belum ada pemahaman kosa kata. Hal tersebut nenjadi tantangan bagi pengajar BIPA-1 untuk memperkenalkan budaya lokal. Hal ini menjadi menarik karena pada umumnya pembelajar BIPA tertarik untuk mengenal budaya lokal Indonesia. Selain itu merupakan kewajiban bagi pengajar BIPA untuk mempromosikan budaya dan pariwisata lokal. Pengajar BIPA dianjurkan memperkenalkan budaya lokal pada penutur asing dengan model terintegrasi dalam bahan ajar sebagai sumbangsih pengajar terhadap kemajuan budaya dan pariwisata Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran BIPA yang terintegrasi ke dalam budaya lokal menunjukkan adanya motivasi yang tinggi bagi siswa untuk mempelajari Bahasa Indonesia dan budaya lokal dengan tingkat kecemasan yang cenderung lebih rendah. Tulisan ini memaparkan tentang model Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dengan tingkat kesulitan yang dihadapi untuk mentransper bahasa pada pembelajar. Salah satu cara pengajaran yang dapat digunakan adalah melalui pengenalan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pemerolehan bahasa kedua dengan model lahiriah hipotesis Krashen, (1997). Beberapa masalah yang dihadapi oleh para pengajar BIPA-1, salah satunya adalah menghadapi mahasiswa BIPA yang belum ada pemahaman kosa kata. Hal tersebut nenjadi tantangan bagi pengajar BIPA-1 untuk memperkenalkan budaya lokal. Hal ini menjadi menarik karena pada umumnya pembelajar BIPA tertarik untuk mengenal budaya lokal Indonesia. Selain itu merupakan kewajiban bagi pengajar BIPA untuk mempromosikan budaya dan pariwisata lokal. Pengajar BIPA dianjurkan memperkenalkan budaya lokal pada penutur asing dengan model terintegrasi dalam bahan ajar sebagai sumbangsih pengajar terhadap kemajuan budaya dan pariwisata Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran BIPA yang terintegrasi ke dalam budaya lokal menunjukkan adanya motivasi yang tinggi bagi siswa untuk mempelajari Bahasa Indonesia dan budaya lokal dengan tingkat kecemasan yang cenderung lebih rendah.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI LAGU DAERAH BUGIS ”ININNAWA SABBARAE” Kasma F. Amin; Muliadi Muliadi; Ainul Alim Rahman
JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.636 KB) | DOI: 10.55883/jipam.v2i1.41

Abstract

This activity aims to strengthen character education by instilling the values of patience, kindness, and simplicity in students through the Bugis Ininnawa Sabbarae folk song. The strengthening of character education through bugis folk songs is thought to be relevant to the phenomenon of hyper reality life. Ininnawa sabbarae is a Bugis folk song as a local cultural heritage that is usually sung by parents for the cultivation of character in their children. The implementation method is training and introduction of Bugis folk songs through the stages of planning, implementing, observing, and evaluating. The target of this training activity is teachers and students with 20 students involved. The results of the activity showed about the presentation of the increase in students' knowledge about the characters contained in the Bugis Ininnaawa Sabbarae folk song.  There was also a 60% increase in the ability of students to understand the character of patience, good character and simple character.  Students experienced a 100% increase in interest in knowing their folk songs after understanding the character content in the song Ininnawa Sabbarae. Based on the answers from the results of the return after conducting training on the introduction of song character content in the Bugis area with the singing method, there was an increase in character understanding, and students felt very satisfied
KETERAMPILAN MENULIS FOLKLOR DENGAN MODEL MENYIMAK CERITA Muliadi Muliadi; Kasma F. Amin
JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.088 KB) | DOI: 10.55883/jipam.v2i1.42

Abstract

This folkloric story writing skill aims to strengthen students' character education by instilling the value of national character contained in local regional stories. Another goal is to preserve oral stories as a wealth of the nation's local culture. The method of implementation is training and introduction to oral stories. This activity consists of several stages, namely planning, implementation. and evaluation. The first stage is to plan activities by compiling material that will be used in training. The second stage is the implementation which consists of activities to make a pre-test to find out students' understanding of local stories in their area before students are treated to oral stories. Furthermore, the activity of listening to stories and writing. The third stage is to evaluate the students' ability to write storylines and read back in front of the class. This activity involved 20 students and a teacher Indonesian as many as two people. The results of the activity showed about: 1) a reminder of students' understanding of the story title, characters, and local storylines of their area. 2) improving students' ability to write folklore plots. 3) after listening and writing skills training there is an increase in students' appeal to know more about their regional stories. 4) strengthening students' character education through folklore in their area has proven to have a significant improvement after several cycles of providing story material
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X MIPA SMA NEGERI 12 MAKASSAR Nurfadia; Kasma F Amin; Umar Mansyur
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.1166

Abstract

Application of the Numbered Head Together Type Cooperative Learning Model to Increase Student Learning Activeness in Indonesian Language Learning Class X MIPA SMA Negeri 12 Makassar The research aims to determine the process and results of applying active speaking students in class X MIPA SMA Negeri 12 Makassar and to find out the results of increasing students' speaking activeness class X MIPA 4 SMA Negeri 12 Makassar uses the Numbered Head Together cooperative learning model. This research is a classroom action research, there are two cycles in its implementation. Each cycle has four stages, namely planning, implementing, observing and reflecting. The subjects of this study were 25 students of class X MIPA 4 SMA Negeri 12 Makassar. Data collection is done by test. In the planning stages of cycle I and cycle II, the learning implementation is the same, the difference is in the learning steps. If the learning steps carried out in cycle I are not optimal or have an effect on the achievement of learning outcomes, then cycle II student achievement is better or said to be complete with the learning outcomes achieved after the application of the cooperative learning model shows the results that in cycle I completeness is 70% and in cycle II completely classical by 89% of students who are active in speaking. The conclusion from the results of this study is that the Numbered Head Together learning model can increase student learning activity in Indonesian language class X MIPA 4 SMA Negeri 12 Makassar.
STRATEGI RADIO MAROS FM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DAN INFORMASI DALAM MEMPROMISIKAN DESTINASI PARIWISATA NURUL PRATIWI; Abd Majid; Kasma F Amin
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v1i4.34

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan strategi radio Maros FM dalam memperomosikan detinasi pariwisata . Adapun pokok masalah yang diambil peneliti yaitu Bagaimana Karakteristik dan Strategi Radio Maros FM dalam mempromosikan destinasi pariwisata Kabupaten Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun sumber data primer dan sekunder yang dimana data primer adalah sumber data yang diperoleh secara langsung menggunakan metode observasi dan wawancara, dan teknik pengumpulan data sampling kuota. Hasil penelitian menjelaskan bahwa karakateristik Radio Maros FM, dalam Program siarannya berfariasi berdasarkan segmentasi pendengar yakni berita, budaya dan promosi,daerah, pendidikan,hiburan siaran religi dan iklan layanan masyarakat Spot iklannya menggunakan bahasa ibu serat dialek kentala bugis maros. Strategi dalam mempromosikan destinasi parawisata yaitu melalui program siaran Pesona Maros, siaran iklan layanan masyarakat, media sosial youtube, facebook dan instagram serta streaming