Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Serbaguna di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor Wiranda Intan Suri; Beata Ratnawati; Emil Wahdi; Yudith Vega Paramitadevi; Andini Tribuana Tunggadewi; Luvy Dellarosa; Dimas Ardi Prasetya; Miesriany Hidiya; Septian Fauzi Dwi Saputra; Nurul Jannah
Lebah Vol. 19 No. 3 (2026): January: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i3.488

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah menjadi isu yang muncul di masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor. Salah satu permasalahan yang ditemukan adalah pengelolaan minyak jelantah yang belum optimal. Sebagian besar masyarakat masih membuang minyak jelantah ke saluran pembuangan air, akibatnya saluran pembuangan air dapat tersumbat dan lingkungan menjadi tercemar. Banyak masyarakat belum mengetahui dampak negatif dari tidak mengolah sampah seperti minyak jelantah. Sehingga diperlukan kegiatan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat mengenai pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat seperti sabun cuci serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk sabun cuci piring dan pembersih noda serbaguna pada pakaian, kain, lap pel, dan serbet. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami dampak negatif dari membuang minyak jelantah ke saluran pembuangan air dan juga mampu mempraktikkan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun secara mandiri di rumah masing-masing secara berkelanjutan. Peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah dapat berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah rumah tangga yang belum terkelola dan dapat menghasilkan produk sabun cuci sebagai pembersih yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan ini berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat untuk memproduksi dan memasarkan sabun cuci serbaguna secara mandiri. Selain dapat meningkatkan peluang dalam peningkatan pendapatan bagi masyarakat, kegiatan ini juga dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular, dimana sampah diolah menjadi produk bernilai guna
Ecological assessment of different electrokinetic remediation strategies: a pilot scale study Paramitadevi, Yudith Vega; Ratnawati, Beata; Effendy, Agus Jatnika; Hidayat, Syarif; Budihardjo, Mochamad Arief; Ramadan, Bimastyaji Surya; Prasetya, Dimas Ardi; Budiharto, Ivone Wulandari
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.102.4119

Abstract

The electrokinetic remediation method can function as a primary or secondary technology and can be applied in conjunction with other physical and biological methods, such as soil washing, phytoremediation, and bioremediation. Environmental impacts arising from the electrokinetic remediation process can be determined using life cycle assessment analysis (LCA) or other tools. This study compared the conventional electrokinetic remediation strategy with two hybrid strategies: electrokinetic-phytoremediation (EKR-Phyto) and electrokinetic-bioremediation (EKR-Bio). The environmental performance of the three strategies is then tested through LCA analysis. The database used was The Ecoinvent, and the freeware software used during the inventory stage was OpenLCA. The impact assessment stage was used in the Recipe I (2016) midpoints, Available Water Remaining (AWARE) midpoint, Intergovernmental Panel Climate Change (IPCC) midpoint (2003), UNEP Society of Environmental Toxicology (USEtox) midpoint, and cumulative energy demand midpoint. The significance of the analysis results was not obtained for the GWP parameter but for the freshwater eutrophication parameter. Among the three strategies, the EKR-Phyto strategy showed the highest significance in eutrophication but the lowest significance in land change. Substitution of chemical fertilizers into natural fertilizers in the EKR-Phyto strategy can be an opportunity for environmental sustainability. The highest impact for ecological analysis of the three strategies was EKR-Phyto in terms of GWP, the sum of primary energy, Acidification Potential (AP), and Photochemical Ozone Creation Potential (POCP).