Perdana Kusuma
Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK BERHADAPAN HUKUM (ABH) DI BALAI REHABILITASI SOSIAL ANAK MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS (BRSAMPK) TODDOPULI MAKASSAR Faradillah Firdaus; Tri Sulastri; Irdianti Irdianti; Perdana Kusuma; Adelin Ifdhalia Marham
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JIPkM)
Publisher : STIE Trisna Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.434 KB) | DOI: 10.47232/jipkm.v2i2.177

Abstract

Peningkatan interaksi sosial sangat penting untuk mengembalikan atau menyiapkan anak dalam meningkatkan kemampuannya untuk melakukan interaksi sosial atau menyiapkan mereka kembali ke masyarakat. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar terhadap Anak Berhadapan Hukum (ABH), masih banyak yang tidak dapat membaca dan menulis. Hal itu menyebabkan terhambatnya interaksi sosial pada anak terhadap lingkungan sekitar. Peneliti melakukan latihan tulis menulis dan membaca sebagai langkah utama upaya peningkatan interaksi sosial pada Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar. Partisipan dalam penelitian ini yaitu Anak Berhadapan Hukum (ABH) sebanyak empat orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif ini digunakan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Kata kunci: Interaksi sosial, anak berhadapan hukum
Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Merokok Pada Siswa SMP “X” Makassar Izazi Husna Jufri; Kurniati Zainuddin; Perdana Kusuma
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2392

Abstract

Perilaku merokok merupakan kebiasaan remaja yang telah banyak terjadi, padahal perilaku merokok merupakan kebiasaan yang dapat memberikan dampak yang buruk bagi remaja. Perilaku merokok pada remaja rentan karena adanya pengaruh dari lingkungan sebagai faktor eksternal dan dari dalam diri individu itu sendiri sebagai faktor internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya dan kontrol diri terhadap perilaku merokok pada siswa SMP “X” Makassar. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 304 siswa aktif SMP “X” Makassar yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert dan skala guttman. Analisis data menggunakan uji analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan kontrol diri terhadap perilaku merokok dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 atau Fhitung 98,520 > Ftabel 3,02 yang artinya terdapat pengaruh konformitas teman sebaya dan kontrol diri yang secara simultan terhadap perilaku merokok, terdapat pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku merokok dengan nilai signifikansi 001 < 0,05 dan terdapat pengaruh kontrol diri terhadap perilaku merokok dengan nilai signifikansi 0,019 < 0,05. Implikasi penelitian ini adalah konformitas teman sebaya dan kontrol diri yang dapat digunakan sebagai model intervensi untuk mengurangi peningkatan perilaku merokok pada siswa.
PKM MODAL PSIKOLOGIS UNTUK MENINGKATKAN STUDENT WELL-BEING PADA SISWA MAN 2 POLMAN SUL BAR M Ahkam Alwi; Ahmad Razak; Perdana Kusuma; Faradillah Firdaus; Ahmad Ridfah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.62344

Abstract

Modal Psikologis merupakan kondisi perkembangan psikologis positif seseorang yang ditandai dengan memiliki keyakinan diri untuk bertahan dan mengupayakan usaha yang diperlukan untuk berhasil dalam tugas yang menantang. Ini juga mencakup membuat atribusi positif tentang pencapaian saat ini dan di masa depan, ketekunan dalam mencapai tujuan, kemampuan untuk mengubah jalur menuju tujuan (harapan), serta kemampuan untuk bertahan dan bahkan melebihi kendala menuju kesuksesan. Namun, masih banyak siswa yang belum mengembangkan modal psikologis secara optimal, yang mengakibatkan persepsi negatif terhadap lingkungan dan sekolah. Permasalahan ini berkaitan dengan rendahnya kesejahteraan siswa. Oleh karena itu, dengan dasar penjelasan tersebut telah melaksanakan program peningkatan modal psikologis pada siswa.Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa dan meningkatkan modal psikologis mereka. Dengan adanya program ini, siswa akan dapat mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap diri sendiri, lingkungan, dan sekolah, serta mampu menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri dan tekun serta  kesejahteraan siswa dapat meningkat secara signifikan
Peningkatan Keterampilan Sosial dan Motivasi Berprestasi Siswa Melalui Aktivitas Interaktif Basti Tetteng; Perdana Kusuma; Roselina Dwi Hormansyah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.78245

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan sosial dan motivasi berprestasi siswa SMP Muhammadiyah Unismuh Makassar melalui pendekatan edukatif yang partisipatif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan remaja. Program dilaksanakan melalui kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi kelompok terstruktur, dan role play yang memungkinkan siswa mengalami langsung berbagai situasi sosial yang menuntut kemampuan komunikasi, empati, dan kolaborasi. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai pentingnya keterampilan sosial, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk mempraktikkannya dalam konteks yang aman dan menyenangkan..Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada beberapa aspek penting. Siswa tampak lebih antusias dalam mengikuti sesi, menunjukkan keberanian untuk menyampaikan pendapat, serta lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman sebaya maupun fasilitator. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok juga meningkat, terlihat dari cara mereka membagi tugas, menyelesaikan tantangan, serta menghargai kontribusi anggota lain. Selain itu, role play yang diberikan membantu menumbuhkan sikap empatik, di mana siswa mulai mampu memahami perspektif orang lain dan merespons dengan lebih positif.Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan keterampilan sosial merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, peningkatan motivasi belajar, dan pencapaian prestasi akademik. Model edukasi sosial-interaktif seperti ini diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah sebagai bagian dari strategi pengembangan kompetensi sosial-emosional siswa. Dengan demikian, sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif, inklusif, dan mendorong tumbuhnya generasi yang adaptif dan berdaya saing.