Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Daya tangguh siswa SMA di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Faradillah Firdaus; Asmulyani Asri
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2018, No 7: PROSIDING 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.994 KB)

Abstract

Adversity Quotient (AQ) is size or standard used todetermine the level of someone’s ability in cope with andsurvive against life’s problems and challenges. The ability toface all the difficulties is a process to build a personaldevelopment and potency, as well as to achieve goals.Adversity Quotient is intelligence possessed someone inovercoming difficulties and able to survive. AdversityQuotient is intelligence that arises because of pressure,difficulty and suffering. Stoltz argued that there are threeforms that can be translated from the Adversity Quotient as ameasurement of adversity intelligence, which is a conceptualframework in conducting the formulation to understand andimprove success. It is a measure for knowing individualsresponse patterns against difficulties and challenges, and theseries of skills that can be used in order to achieve a betterresponse in dealing with problems.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Santriwati Madrasah Aliyah Putri Pondok Pesantren DDI Mangkoso Kabupaten Barru Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Kurniati Zainuddin; Muhrajan Piara; Faradillah Firdaus; Nurfitriany Fakhri; M. Ahkam
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.659 KB) | DOI: 10.35580/inovasi.v2i1.34168

Abstract

Abstrak. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melakukan transfer of knowledge kepada mitra dalam hal ini santriwati berupa pengetahuan tentang keterampilan komunikasi interpersonal. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Putri Pondok Pesantren DDI Mangkoso Kampus III Putri Bulu’ Lampang, Kabupaten Barru sebanyak sekitar 50 santriwati. Metode yang digunakan adalah brain storming, penyampaian materi dengan merode ceramah, diskusi dan sharing pengalaman, dan games yang disajikan pada awal materi dan di bagian akhir materi. Hasil dari kegiatan ini adalah terserapnya materi tentang komunikasi interpersonal oleh peserta (mitra), yang dapat digunakan dalam komunikasi mereka sehari-hari.  Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, santriwati, pondok pesantren.
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK BERHADAPAN HUKUM (ABH) DI BALAI REHABILITASI SOSIAL ANAK MEMERLUKAN PERLINDUNGAN KHUSUS (BRSAMPK) TODDOPULI MAKASSAR Faradillah Firdaus; Tri Sulastri; Irdianti Irdianti; Perdana Kusuma; Adelin Ifdhalia Marham
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JIPkM)
Publisher : STIE Trisna Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.434 KB) | DOI: 10.47232/jipkm.v2i2.177

Abstract

Peningkatan interaksi sosial sangat penting untuk mengembalikan atau menyiapkan anak dalam meningkatkan kemampuannya untuk melakukan interaksi sosial atau menyiapkan mereka kembali ke masyarakat. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar terhadap Anak Berhadapan Hukum (ABH), masih banyak yang tidak dapat membaca dan menulis. Hal itu menyebabkan terhambatnya interaksi sosial pada anak terhadap lingkungan sekitar. Peneliti melakukan latihan tulis menulis dan membaca sebagai langkah utama upaya peningkatan interaksi sosial pada Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar. Partisipan dalam penelitian ini yaitu Anak Berhadapan Hukum (ABH) sebanyak empat orang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif ini digunakan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Kata kunci: Interaksi sosial, anak berhadapan hukum
Resiliensi Pada Laki-Laki Dewasa Pasca Putus Cinta Risky Indah Aska; Asniar Khumas; Faradillah Firdaus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 5: Agustus 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i5.646

Abstract

Hubungan pacaran dapat berakhir pada perpisahan karena terdapat konflik atau kondisi salah satu pasangan ingin berpisah. Individu yang mempunyai keseriusan dalam hubungan pacaran atau komitmen akan mengalami dampak bagi kesehatan mental dan fisik ketika mengalami kondisi putus cinta. Kondisi terpuruk yang dialami oleh individu yang mengalami putus cinta dapat diatasi dengan cara resiliensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran resiliensi yang dilakukan oleh laki-laki dewasa pasca putus cinta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini sebanyak tiga orang laki-laki yang memenuhi kriteria berusia 20-40 tahun, dengan kondisi pernah mengalami keterpurukan akibat putus cinta. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan responden melalui wawancara secara langsung dan dokumentasi rekaman wawancara yang diselenggarakan di kota Makassar. Hasil penelitian yang didapatkan, yaitu ketiga responden pernah mengalami kondisi terpuruk akibat putus cinta namun mampu bangkit dari kondisi terpuruknya. Dari tujuh aspek resiliensi yang diteliti hasilnya ketujuh aspek positif, yang diantaranya aspek regulasi emosi, pengendalian dorongan, analisis penyebab, efikasi diri, realisitis dan optimis, empati serta keterjangkauan. Penelitian ini menjadi bahan intropeksi diri responden agar mengenali proses resiliensi pasca putus cinta yang dilalui dan memberikan informasi tambahan kepada masyarakat umum bahwa resiliensi merupakan cara untuk bangkit dari keterpurukannya.
Gambaran Komitmen Pernikahan pada Suami yang Melakukan Kekerasan dalam Rumah Tangga Nur Shofiyah Jafni; Asniar Khumas; Faradillah Firdaus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1809

Abstract

Salah satu tugas perkembangan harus dijalankan individu adalah memilih teman hidup dan menikah. Dalam mempertahankan pernikahan, dibutuhkan komitmen. Berdasarkan yang terjadi tidak selamanya pernikahan berjalan lancar. Kasus paling menonjol dalam rumah tangga adalah kekerasan dilakukan oleh suami terhadap istrinya. Maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi, tidak sedikit pasangan suami istri memiliki keinginan untuk menghentikan kekerasan yang dilakukan, memperbaiki dan mempertahankan rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran komitmen pernikahan suami yang telah melakukan kekerasan terhadap istrinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami yang telah melakukan kekerasan terhadap istrinya dapat menghentikan kekerasan, memperbaiki dan mempertahankan kembali rumah tangganya karena memegang komitmen pernikahan. Ketiga subjek memiliki komitmen pernikahan berbeda-beda, dapat dilihat dari komponen komitmen personal, komitmen moral dan komitmen struktural. Komponen komitmen yang dimiliki ketiga subjek adalah komitmen moral, mengacu pada kewajiban moral yang dimana ketiga subjek bertahan karena memikirkan anak.
PENGENALAN KETERAMPILAN MENTAL KEPADA ATLET KOTA MAKASSAR Muflih Wahid Hamid; Nukhrawi Nawir; Faradillah Firdaus; Muhammad Rhesa; Arfandi Akkase
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2023): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i3.47222

Abstract

This activity aims to introduce and sharpen the knowledge of KONI Makassar athletes on mental skills that will play a very important role in the training and matches they will take part in. This activity departs from a needs analysis which is carried out using observation and interview methods to find out what things athletes need to improve in terms of psychological skills, it turns out that many athletes do not know in detail the mental skills needed to become successful athletes. The basic theory that is used as a reference in making psychoeducational materials is Jack Lesyck's nine mental skills for successful athletes. This theory is used because it is considered very holistic and comprehensive to help athletes have the mental skills that must exist in them to become successful athletes. Based on the results of the pre and post-test, it was concluded that the psychoeducation arranged by the research team provided knowledge and sharpened information about the mental skills possessed by athletes in Makassar City. Further research is expected that athletes will be given special assistance so that more mental exercises can be carried out by athletes
PKM MODAL PSIKOLOGIS UNTUK MENINGKATKAN STUDENT WELL-BEING PADA SISWA MAN 2 POLMAN SUL BAR M Ahkam Alwi; Ahmad Razak; Perdana Kusuma; Faradillah Firdaus; Ahmad Ridfah
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2024): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i2.62344

Abstract

Modal Psikologis merupakan kondisi perkembangan psikologis positif seseorang yang ditandai dengan memiliki keyakinan diri untuk bertahan dan mengupayakan usaha yang diperlukan untuk berhasil dalam tugas yang menantang. Ini juga mencakup membuat atribusi positif tentang pencapaian saat ini dan di masa depan, ketekunan dalam mencapai tujuan, kemampuan untuk mengubah jalur menuju tujuan (harapan), serta kemampuan untuk bertahan dan bahkan melebihi kendala menuju kesuksesan. Namun, masih banyak siswa yang belum mengembangkan modal psikologis secara optimal, yang mengakibatkan persepsi negatif terhadap lingkungan dan sekolah. Permasalahan ini berkaitan dengan rendahnya kesejahteraan siswa. Oleh karena itu, dengan dasar penjelasan tersebut telah melaksanakan program peningkatan modal psikologis pada siswa.Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa dan meningkatkan modal psikologis mereka. Dengan adanya program ini, siswa akan dapat mengembangkan sikap yang lebih positif terhadap diri sendiri, lingkungan, dan sekolah, serta mampu menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri dan tekun serta  kesejahteraan siswa dapat meningkat secara signifikan
PELATIHAN ECOPRINT UNTUK KELUARGA PENYANDANG DISABILITAS Kurniati Zainuddin; Haerani Nur; Faradillah Firdaus; Rohmah Rifani; Dian Novita Siswanti
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v1i2.47220

Abstract

People with disabilities can be trained to be productive with a number of skills, but training individuals with disabilities apparently requires more strenuous effort and takes longer. Therefore, parents or families can take a role in optimizing it. Batik is a product that has high selling value and is quite easy to make. Providing batik and ecoprint training to families with disabilities is an effort to empower families, and these skills can also be taught to families with disabilities.