Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : mining science and technology journal

Studi Teknis Kegiatan Pengeboran Nikel Laterit pada PT Rista Anugerah Resources di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Rizkal Rizkal; Rizki Kumalasari; Rina Rembah
Mining Science And Technology Journal Vol 4 No 1 (2025): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v4i1.933

Abstract

Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah bijih nikel. Pembentukan nikel laterit dimulai dengan proses pelapukan batuan ultrabasa, khususnya batuan harzburgit. Dalam Penelitian ini berfokus pada tahapan pengeboran eksplorasi nikel laterit di PT. Rista Anugerah Resources, yang terletak di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tahapan pengeboran, kecepatan, efektivitas dan produktivitas yang dicapai selama proses kegiatan eksplorasi pengeboran. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif, yang melibatkan observasi dan pengumpulan data dari lima titik pengeboran (G33013, G33014, G33015, G33113, dan G33114) serta melakukan analisis hasil perhitungan produktivitas pengeboran. Data yang dikumpulkan meliputi waktu pengeboran, kedalaman pengeboran dan waktu standby. Proses pengeboran melibatkan beberapa tahapan teknis yang meliputi; penentuan titik pengeboran, pemindahan peralatan, pengeboran, penempatan core dalam core box, deskripsi sampel, pemindahan sampel ke kantong, dan pemasangan patok. Hasil penelitian dari 5 titik bor menunjukkan kecepatan pengeboran rata-rata 3,630 m/jam, efektivitas 69,40%, dan produktivitas 2,481 m/jam di seluruh titik pengeboran. Temuan tersebut menyoroti dampak kondisi tanah dan keterampilan operator terhadap kinerja pengeboran, dengan variasi kecepatan dan efektivitas yang diamati di antara lokasi pengeboran yang berbeda.
Analisis Perencanaan Biaya Penambangan Nikel Laterit pada PT. Riota Jaya Lestari Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Elma Finata; Hasriyanti Hasriyanti; Isramyano Yatjong; Sahrul Poalahi Salu; Arif Arif; Rizki Kumalasari
Mining Science And Technology Journal Vol 5 No 1 (2026): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan nikel laterit merupakan salah satu kegiatan pertambangan yang memerlukan biaya perencanaan yang tepat untuk mencapai efisiensi dan efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan biaya penambangan nikel laterit pada PT. Riota jaya lestari di pit sakura dengan fokus pada penentuan jumlah alat gali muat dan angkut yang dibutuhkan dan biaya yang diperlukan untuk kegiatan pengupasan overburden (OB) dan ore. Jumlah alat gali muat dan angkut dapat dihitung berdasarkan produktivitas alat berat dan target produksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan kebutuhan alat gali muat dan angkut berdasarkan parameter – parameter teknis dan ekonomis dari desain tambang yang telah disusun oleh tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kegiatan pengupasan overburden menggunakan alat gali muat excavator sumitomo SH350 LHD dan bijih menggunakan alat gali muat excavator sumitomo SH210 kemudian untuk pengangkutan menggunakan Dump truck Howo 371. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa, total cadangan bijih sebesar 362.320 dengan target produksi bijih yaitu 50.000 ton/bulan. Jumlah alat gali muat yang dibutuhkan dalam kegiatan pengupasan overburden sebanyak 1 unit dengan kemampuan produksi 88.403,92 Ton/bulan dan untuk memuat sebanyak 1 unit dengan kemampuan produksi 87.381,00 Ton/bulan, serta untuk mengangkut sebanyak 4 unit dengan kemampuan produksi 86.257,85 Ton/bulan. Kemudian untuk kegiatan mendapatkan bijih sebanyak 1 unit alat dengan kemampuan produksi 57.918,28 Ton/bulan, pada kegiatan memuat bijih sebanyak 1 unit dengan kemampuan produksi 57.745,92 Ton/bulan dan untuk mengangkut sebanyak 20 unit dengan kemampuan produksi 57.577,98 Ton/bulan. Kombinasi alat tersebut menunjukkan tingkat keserasian kerja yang baik sehingga mampu meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan produktivitas operasi penambangan. Total biaya dari bulan Januari - Agustus untuk kegiatan pengupasan overburden sebesar Rp.7.181.216.000 dan untuk bijih sebesar Rp.5.503.344.000. Total biaya keseluruhan yang harus dikeluarkan yaitu sebesar $792.785.00 atau setara dengan Rp.12.684.560.000 miliar. Untuk biaya penambangan per ton sebesar $2.19. Biaya tersebut menunjukkan kondisi biaya yang relatif efisien.
Kajian Teknis Penanganan Moisture Content Nikel Laterit di Stockyard pada Jetty Babarina PT. Ceria Nugraha Indotama Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Lilis Lilis; Nurfasiha Nurfasiha; Hasriyanti Hasriyanti; Arif Arif; Rizki Kumalasari; Isram Yano Yatjong
Mining Science And Technology Journal Vol 5 No 1 (2026): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v5i1.1507

Abstract

PT. Ceria Nugraha Indotama merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan yang berlokasi di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Moisture content adalah nilai berat air terkandung dalam contoh bijih nikel dengan berat kering bijih nikel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penanganan kadar air (moisture content) pada tumpukan bijih nikel laterit di area stockyard Jetty Babarina PT. Ceria Nugraha Indotama, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui observasi lapangan, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, serta analisis data moisture content. Sampel diambil sebanyak 20 yang terdiri atas 10 sampel pada tumpukan sebelum dilakukan penanganan dan 10 sampel pada tumpukan setelah dilakukan penanganan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar moisture content rata-rata pada tumpukan sebelum dilakukan penanganan sebesar 44,67%, sedangkan pada tumpukan setelah dilakukan penanganan sebesar 31,07%, sehingga terdapat penurunan sebesar 13,60%, adapun standar moisture content pada PT. Ceria Nugraha Indotama 35%. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan kadar air pada bijih nikel di stockyard antara lain kondisi cuaca (curah hujan tinggi), kondisi lantai stockpile yang cekung dan berlumpur, serta sistem drainase yang kurang optimal. Upaya penanganan dilakukan melalui penerapan treatment berupa buka-tutup terpal, pemadatan tumpukan, Perlapisan dasar/lantai stockpile, dan proses pengeringan (drying). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan treatment tersebut efektif dalam menurunkan kadar air pada bijih nikel laterit di area stockyard, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas bijih yang dikirim ke smelter.