Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENINGKATAN MINAT BACA MELALUI PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR DI DESA CISAUK, TANGERANG -, Wijayanti, S.H.; -, Efendi; -, Warmiyati, M.M.T.
Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya
Publisher : DRPM Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.189 KB)

Abstract

Belum banyak sekolah dasar yang beruntung mempunyai perpustakaan. Kendatipun sudah ada,perpustakaan belum ditangani secara profesional karena guru belum pernah mendapatkan pendidikan danpelatihan mengelola perpustakaan dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkantiga SDN di Kecamatan Cisauk dan menghasilkan luaran berupa tersedia sarana perpustakaan di SDNKedokan, adanya modul pengelolaan perpustakaan, publikasi kepada masyarakat melalui promosi, danadanya peningkatan minat baca siswa. Dari hasil kuesioner, FGD, dan wawancara diketahui terdapatpeningkatan pengetahuan dan pemahaman guru dan siswa tentang pengelolaan perpustakaan setelahmengikuti pelatihan. Tumbuh motivasi guru dan siswa untuk memanfaatkan koleksi meskipun koleksiyang ada belum dapat dipinjam atau dibawa pulang. Kendala yang masih dihadapi adalah gurusebagai koordinator dan siswa sebagai duta perpustakaan masih belum dapat sepenuhnya menanganiperpustakaan karena waktunya tersita untuk belajar-mengajar dan tidak ada anggaran khusus untukmembiayai petugas perpustakaan. Meskipun demikian, perlu ada kerja sama antara kepala sekolah,guru, dan siswa agar minat baca yang tinggi, yang diperlihatkan setelah adanya perpustakaan, dapatditingkatkan sehingga membudayakan membaca sejak usia dini dapat tercapai dan perpustakaan dapatdimanfaatkan semaksimal mungkin untuk proses pembelajaran.Kata kunci: perpustakaan, sekolah dasar, minat baca, pelatihan, sumber daya manusia
Soft Skill Competencies, Hard Skill Competencies, and Intention to Become Enterpreneur of Vocational Graduates Dwi Riyanti, Benedicta Prihatin; Sandroto, Christine Winstinindah; Warmiyati D.W, M. Tri
INTERNATIONAL RESEARCH JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 9, No 2 (2016): August - November 2016
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.724 KB)

Abstract

PEMAHAMAN TENTANG SOSIALISASI GENDER PADA SISWA SMA DI JAKARTA Warmiyati, Maria Tri; Wijayanti, Sri Hapsari; Darmoyo, Syarief
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1718

Abstract

Peran agen sosialisasi terlihat memiliki hubungan pada internalisasi nilai gendernya. Sosialisasi gender dibantu oleh peran agen sosialisasi antara lain melalui keluarga, sekolah, teman bermain, budaya agama, budaya etnisitas, dan budaya institusi komunitas. Di sekolah, remaja menginternalisasi nilai feminitas dan maskulinitas dalam hal prestasi, bagi perempuan dapat terjadi konflik feminitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman siswa SMA di Jakarta terhadap sosialisasi gender pada baik laki-laki maupun perempuan dari pengetahuan, persepsi diri, preferensi, dan perilaku dalam mengekspresikan gendernya. Penelitian dilakukan pada 221 sampel dari enam SMA di lima wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan, persepsi diri, preferensi, dan perilaku laki-laki dan perempuan dari kelompok sosial-ekonomi menengah bawah dan menengah atas dalam mengekspresikan gendernya sesuai dengan sosialisai gender yang berlaku di masyarakat. Laki-laki lebih memilih dekat dengan figur kekasih dibandingkan teman, sedangkan perempuan lebih memilih dekat dengan figur teman dibandingkan figur kekasih. 
Pendidikan Anti Korupsi sebagai Tindakan Preventif Perilaku Koruptif Dhevy Setya Wibawa; Murniati Agustian; M Tri Warmiyati
Muqoddima Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi Vol 2 No 1 (2021): MUQODDIMA Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi
Publisher : Laboratorium Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/MJPRS.002.01.01

Abstract

Corruption has already become a part of culture in the society. Corruption happens in both government and private sector; the most concerning thing is the involvement of the head of institutions which supposed to be a role model for young generation. There are a lot of things have been done to decrease our corruption cases from law perspective, unfortunately a preventive attempt from education perspective has not much been applied. Anti-corruption education is a preventive effort to build self-awareness and integrity against corruptive behavior. The research objective was to obtain an overview of whether anti-corruption education could develop students’ sensitivity and concern for corruption issues. The research method used is action research through collective self-reflection which is integrated with the student-centered learning approach carried out in groups and is achieved through reflective critical action of group members as individuals whose learning outcomes are measured. There were 25 university students from 7 faculties participated in this research. The findings showed that students were able to identify corrupt actions based on personal and group experiences. Participants were also able to identify the impact of time corrupt behavior on individuals and institutions. In the reflection stage, participants reveal the values of integrity such as honesty, responsibility and consistency between attitudes and behavior, as well as religious values which believed to be a fortress against corrupt actions. The action research is followed up by making an action plan to become a person with an integrity and in managing anti-corruption student organizations.
PENINGKATAN MINAT BACA MELALUI PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR DI DESA CISAUK, TANGERANG Wijayanti, S.H. -; Efendi -; Warmiyati, M.M.T. -
Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.189 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v1i2.8204

Abstract

Belum banyak sekolah dasar yang beruntung mempunyai perpustakaan. Kendatipun sudah ada,perpustakaan belum ditangani secara profesional karena guru belum pernah mendapatkan pendidikan danpelatihan mengelola perpustakaan dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkantiga SDN di Kecamatan Cisauk dan menghasilkan luaran berupa tersedia sarana perpustakaan di SDNKedokan, adanya modul pengelolaan perpustakaan, publikasi kepada masyarakat melalui promosi, danadanya peningkatan minat baca siswa. Dari hasil kuesioner, FGD, dan wawancara diketahui terdapatpeningkatan pengetahuan dan pemahaman guru dan siswa tentang pengelolaan perpustakaan setelahmengikuti pelatihan. Tumbuh motivasi guru dan siswa untuk memanfaatkan koleksi meskipun koleksiyang ada belum dapat dipinjam atau dibawa pulang. Kendala yang masih dihadapi adalah gurusebagai koordinator dan siswa sebagai duta perpustakaan masih belum dapat sepenuhnya menanganiperpustakaan karena waktunya tersita untuk belajar-mengajar dan tidak ada anggaran khusus untukmembiayai petugas perpustakaan. Meskipun demikian, perlu ada kerja sama antara kepala sekolah,guru, dan siswa agar minat baca yang tinggi, yang diperlihatkan setelah adanya perpustakaan, dapatditingkatkan sehingga membudayakan membaca sejak usia dini dapat tercapai dan perpustakaan dapatdimanfaatkan semaksimal mungkin untuk proses pembelajaran.Kata kunci: perpustakaan, sekolah dasar, minat baca, pelatihan, sumber daya manusia
Soft Skill Competencies, Hard Skill Competencies, and Intention to Become Enterpreneur of Vocational Graduates Benedicta Prihatin Dwi Riyanti; Christine Winstinindah Sandroto; M. Tri Warmiyati D.W
INTERNATIONAL RESEARCH JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 9, No 2 (2016): August - November 2016
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.9.2.1161

Abstract

MEMUTUS RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MELALUI SOSIALISASI RELASI GENDER HARMONI PADA SISWA SMAN 8 JAKARTA Syarief Darmoyo; Maria Tri Warmiyati; Sri Hapsari Wijayanti
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.06 KB) | DOI: 10.53834/mdn.v4i2.505

Abstract

Abstract The National Commission on Violence Against Women (Komnas Perempuan) notes that the level of  violence against women has been so massive throughout 2017. The violence mostly occurs in the private sphere and is in the form of physical violence, sexual violence and courtship violence, and is mostly carried out by the closest victims namely boyfriend. Violence against women can occur because of the imbalance of power in gender relations. To break the chain of violence against women, this training aims to foster awareness about the values of gender equality in gender harmony relations among students of SMAN 8 Jakarta. This training uses an active student learning approach that requires participants to actively participate in the learning process. For this reason, various learning methods were chosen, among others: the lecture method, question and answer, group discussion, and watching together the film LOVE (Story of Violence in Dating). The training participants consisted of 170 class X students of SMAN 8 Jakarta. To evaluate the effectiveness of training, this training uses qualitative data collection methods namely observation and interviews, and thematic analysis is used as a data analysis technique. Evaluation results indicate that this training is effective. This can be seen from the increasing insight and awareness of students about the values of gender equality as they view women as having the same position as men in family and society, seeing gender is not God's nature, can recognize forms of violence: physical violence, psychological, sexual, and economic, and being negative about violence in courtship. 
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG MEMILIH UNTUK TIDAK MEMILIKI ANAK Devita Komala; Maria Tri Warmiyati D.W.
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.13536.2022

Abstract

Pandangan masyarakat Indonesia melihat adanya kehadiran anak dalam sebuah pernikahan merupakan hal yang penting. Hal ini membuat pilihan pasangan suami istri yang memilih untuk tidak memiliki anak (voluntary childless) dianggap negatif. Meskipun begitu masih ada pasangan suami istri yang memilih untuk tidak memiliki anak dibuktikan terlihat dari munculnya komunitas-komunitas childfree di Indonesia. Karena keputusan untuk memiliki anak adalah keputusan antara suami dan istri maka peneliti ingin menelusuri bagaimana proses pengambilan keputusan yang terjadi pada pasangan suami istri yang memutuskan untuk tidak memiliki anak tersebut. Proses pengambilan keputusan pada pasangan voluntary childless oleh Lee & Zvonkovic merupakan proses diadik yang dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap agreement, acceptance, dan closing the door dengan dua faktor pendorong dalam prosesnya yaitu faktor importance of the relationship dan strength of the conviction. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif naratif dengan mewawancarai tiga pasangan suami istri voluntary childless dan di analisa dengan metode analisa tematik serta validitas dilakukan dengan triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang memutuskan untuk memilih tidak memiliki anak berproses dari tahap agrrement sampai ke tahap acceptance. Masing-masing pasangan memiliki proses pengambilan keputusan dengan durasi waktu yang berbeda-beda. Pada proses pengambilan keputusan tersebut, ketiga pasangan mengalami revisitation dan reaffirmation, mengandai (musings) serta harus menghadapi desakan dan tekanan sosial untuk memiliki anak dari lingkungan. Proses pengambilan keputusan tersebut didorong oleh dua faktor yaitu faktor pentingya hubungan pernikahan pasangan (importance of the relationship) dan faktor kuatnya keyakinan untuk voluntary childless (strength of the conviction).
Gambaran Self-Compassion pada Pasien Kanker Dewasa Muda dan Dewasa Madya Gandapriatna, Winsen; Maria Tri Warmiyati
MANASA Vol. 12 No. 2 (2023): Desember, 2023
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/manasa.v12i2.4802

Abstract

Memperoleh diagnosis kanker pada usia dewasa merupakan suatu perjuangan bertahan hidup yang berat dan penuh tantangan. Pasalnya, orang dewasa yang terdiagnosis kanker mempunyai stresor ganda berupa penyelesaian isu psikososial dan kanker itu sendiri. Pada dewasa muda, kanker menghambat aspek psikososial yang penting seperti pekerjaan dan pendidikan. Pada dewasa madya, kanker menghambat sikap penerimaan terhadap keadaan kesehatan yang mulai menurun. Perubahan yang disebabkan kanker menimbulkan permasalahan psikologis seperti depresi, cemas, dan stres. Self-compassion dapat menjadi faktor protektif bagi pasien kanker. Komponen self-kindness membantu pasien menghadapi tantangan psikososial dan keterbatasan yang disebabkan kanker, komponen common humanity membantu menjauhkan pasien dari perasaan isolasi, dan komponen mindfulness membantu mengurangi perasaan cemas dan depresi. Tujuan penelitian yaitu menggambarkan self-compassion pada pasien kanker dewasa muda dan dewasa madya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan terhadap pasien kanker berusia 20–60 tahun dan dipilih dengan metode convenience sampling. Sebanyak dua orang dewasa muda dan satu orang dewasa madya menyatakan kesediaan untuk menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara daring dan hasilnya dianalisis dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion diekspresikan melalui beberapa cara. Self-kindness ditunjukkan dengan memberikan pesan-pesan positif kepada diri dan tetap berusaha membuat diri senang, common humanity ditunjukkan dengan menyadari adanya pasien kanker lain dan memandang kondisi hidup dari perspektif yang lebih luas, dan mindfulness ditunjukkan dengan melakukan berbagai strategi koping untuk menghindari ruminasi.
Pendidikan Anti Korupsi sebagai Tindakan Preventif Perilaku Koruptif Wibawa, Dhevy Setya; Agustian, Murniati; Warmiyati, M Tri
Muqoddima: Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi Vol 2 No 1 (2021): Muqoddima Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi
Publisher : Laboratorium Sosiologi, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/MJPRS.002.01.01

Abstract

Corruption has already become a part of culture in the society. Corruption happens in both government and private sector; the most concerning thing is the involvement of the head of institutions which supposed to be a role model for young generation. There are a lot of things have been done to decrease our corruption cases from law perspective, unfortunately a preventive attempt from education perspective has not much been applied. Anti-corruption education is a preventive effort to build self-awareness and integrity against corruptive behavior. The research objective was to obtain an overview of whether anti-corruption education could develop students’ sensitivity and concern for corruption issues. The research method used is action research through collective self-reflection which is integrated with the student-centered learning approach carried out in groups and is achieved through reflective critical action of group members as individuals whose learning outcomes are measured. There were 25 university students from 7 faculties participated in this research. The findings showed that students were able to identify corrupt actions based on personal and group experiences. Participants were also able to identify the impact of time corrupt behavior on individuals and institutions. In the reflection stage, participants reveal the values of integrity such as honesty, responsibility and consistency between attitudes and behavior, as well as religious values which believed to be a fortress against corrupt actions. The action research is followed up by making an action plan to become a person with an integrity and in managing anti-corruption student organizations.