Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Pengaruh Konsentrasi Natrium Hidroksida terhadap Sifat Mekanik Biokomposit Berpenguat Serat Sisal Kusmiran, Amirin; Desiasni, Rita
Jurnal Fisika Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v10i2.25462

Abstract

The mechanical properties of natural fibers are continuous development as the alternatively synthetic fibers because of the natural fibers are non-corrosive, lightweight, and environmental advantages. However, these fibers have poor interfacial adhesion properties as the fibers if used as bio-composite material. This problem can be solved by the surface modification method by the sodium hydroxide treatment used to improve the mechanical properties. A sodium hydroxide concentration which it used at 0 wt%, 5 wt%, 10 wt%, and 15 wt% and the sisal fibers were soaked in that a concentration for 2 hours. Furthermore, the bio-composite fabrication is conducted by hand lay-up technique which is using both sisals as the fibers and epoxy resin as the matrix. The tensile test RTG-1250 results show that the maximum mechanical properties, such as strains, Young's modulus, and elongation, was obtained at sodium hydroxide 5 wt% than others where the values of these mechanical properties were 25.334 MPa, 16.111 GPa, and 1.572%, respectively. The morphological evaluation carried out using a scanning electron microscope showed that the alkali sodium hydroxide treatment was improved interfacial adhesion between fiber and matrix. Finally, sodium hydroxide alkali treatment of more than 5% can be able to sisal fiber cracks so that the mechanical properties of bio-composite can decrease continuously.
PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIYAH BERDASARKAN INFORMASI PREDIKSI CUACA DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUN Suryah Rahmah; Kusmiran, Amirin; Chotban, Sippah
HISABUNA: Jurnal Ilmu Falak Vol 5 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hisabuna.v5i1.46792

Abstract

Menentukan masuknya awal bulan Kamariyah yang berpatokan pada peredaran bulan mengelilingi bumi memiliki metode tersendiri. Metode khusus seiring dengan perkembangan zaman yang digunakan dalam menentukan awal bulan Kamariyah, yakni Rukyatul Hilal dan Hisab Astronomi. Metode Hisab dengan perhitungannya, dan Rukyatul Hilal dengan pembuktiannya secara ilmiah dari data Hisab. Namun, kesemuanya itu tidak lepas dari inti penentuan awal bulan Kamariyah, yakni ketampakan hilal. Hal ini sangat bergantung dengan kondisi cuaca terkait dengan keberhasilan pengamatan. Hilal tidak dapat teramati dengan jelas ketika keadaan langit tertutup awan gelap (mendung) atau bahkan hujan. Penelitian ini meneliti penentuan prediksi cuaca yang berpatokan pada peluang curah hujan untuk melihat peluang ketampakan hilal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang menggunakan data cuaca dan data hilal tahun sebelumnya sebagai patokan perbandingan. Penelitian ini diolah dengan memproyeksikan data-data kondisi curah hujan yang diperoleh sebagai data kuantitatif dan akan digunakan sebagai data pengujian untuk melakukan prediksi, dan hasil proyeksi data tersebut sebagai deskripsi hasil penelitian dari data prediksi yang diperoleh menggunakan metode jaringan syaraf tiruan (JST) pada perangkat lunak MatLab. Tujuannya, agar memudahkan memahami penetapan penentuan awal bulan Kamariyah berdasarkan pada hasil prediksi cuaca. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan kondisi cuaca dengan ketampakan hilal dari hasil prediksi curah hujan sebagai faktor yang mempengaruhi ketampakan hilal. Terbukti pada bulan Januari – Maret 2024 berdasarkan hasil prediksi cuaca yang dilakukan, intensitas curah hujan cukup tinggi, sehingga penentuan awal bulan Kamariyah untuk bulan Rajab 1445 H (Januari 2024 M) dari data Hisab, hilal telah wujud, namun secara Rukyat, hilal tidak tampak dikarenakan kondisi cuaca berdasarkan data hasil rukyat yang diperoleh dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Penelitian ini berimplikasi pada prediksi cuaca dalam penentuan awal bulan Kamariyah beserta faktor penghalangnya terkait keberhasilan pengamatan, untuk melihat kemungkinan terlihatnya hilal.
Analisis Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik ResistivitasKonfigurasi Schlumberger di Desa Buntu Sarong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang Munafri, Yusuf; Kusmiran, Amirin; Rahmaniah, Rahmaniah; L, Muh. Said; Rizal, Andi Syam
Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology
Publisher : Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/

Abstract

A study has been conducted to determine the distribution of groundwater potential below the surface using the Schlumberger configuration resistivity geoelectrical method in Buntu Sarong Village, Masalle District, Enrekang Regency. The way the Schlumberger configuration works is to adjust the distance between the electrodes, where the distance between the constant voltage electrodes and the distance between the current electrodes change sequentially. This study was carried out in stages at three points. At sounding point 1, the groundwater potential is in the third layer with a resistivity value of 11.2 Ωm. This layer indicates the possibility of clay that has the potential to act as a water retainer or has a good water storage capacity. Meanwhile, at sounding point 2, the groundwater potential is in the third layer (14.4 Ωm) which indicates the presence of clay or fresh groundwater and at sounding point 3, there is a possibility of water potential in the second layer (2.28 Ωm) which indicates the presence of clay or fine sediment that is very saturated with water.
PEMETAAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BARRU MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN PARAMETER DAN INARISK BNPB L, Muh. Said; Syam, Dwi Nurfajriana; Wahyuni, Ayusari; Kusmiran, Amirin
Jurnal Geosaintek Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam tanah longsor umumnya terjadi di wilayah yang memiliki sisi (bidang) kemiringan seperti bukit, pegunungan, dan wilayah lereng. Kabupaten Barru merupakan salah satu daerah yang rawan akan risiko longsor karena kondisi topografi yang berbukit-bukit dan berada di daerah pegunungan dengan kondisi tanah yang cukup rentan terhadap terjadinya tanah longsor. Penelitian ini bertujuan memetakan risiko longsor menggunakan metode pembobotan parameter dan Inarisk BNPB dan menganalisis daerah yang memiliki tingkat risiko longsor serta membandingkan kedua metode tersebut. Parameter yang digunakan dalam metode pertama adalah pembobotan parameter yaitu kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan geologi berdasarkan data informasi BAPPEDA Kabupaten Barru tahun 2021 dan data curah hujan dari BMKG wilayah Maros Sulawesi Selatan (2017-2021). Metode kedua adalah inarisk BNPB menggunakan data spasial melalui website Inarisk BNPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah di Kabupaten Barru dikategorikan sebagai daerah dengan kondisi tanah longsor agak rawan pada daerah perbukitan dan pegunungan, sedangkan pada bagian dataran rendah sedikit rawan. Sebaran risiko longsor daerah berdasarkan metode pembobotan parameter diklasifikasikan tiga kelas, yaitu tinggi: 2.335,64 ha tersebar di Kecamatan Pujananting, Tanete Riaja, dan Mallusetasi; sedang: 114.696,43 ha tersebar di seluruh Kabupaten Barru; dan rendah: 726,56 ha tersebar di Soppeng Riaja dan Balusu. Metode ini lebih akurat dalam merepresentasikan kondisi daerah rawan longsor dibandingkan metode Inarisk BNPB. Berdasarkan hasil penelitian, maka pemerintah setempat dapat melakukan strategi kebijakan dalam menangani daerah yang teridentifikasi rawan longsor dan pihak masyarakat lebih peduli terhadap upaya penanggulangan rawan bencana.
Exploring The Influence of Electrode Material on Electrical Impedance Spectroscopy: A Comparative Analysis Ahmad Zarkasi; Mohammad Asrul; Kholis Nurhanafi; Rahmawati Munir; Amirin Kusmiran; Kormil Saputra
Frontier Advances in Applied Science and Engineering Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Tinta Emas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/faase.v2i2.279

Abstract

Electrodes play a crucial role in impedance measurements using the EIS method. This study undertook a comparative analysis of impedance measurement outcomes using aluminum, iron, stainless steel, copper, and tin electrodes with mineral water and distilled water as the measurement objects. The impedance Bode plots for mineral water and distilled water showed similar trends across all electrodes, while the phase difference trends varied. In this experiment, copper electrodes emerge as the preferred choice due to their consistently low impedance, particularly at higher frequencies, and their stable phase difference patterns. Additionally, copper electrodes showed superior stability up to 25 kHz, while tin electrodes remained stable up to 50 kHz, albeit valid only from a frequency of 100 Hz. The varying impedance and phase difference in mineral water measurements align with the Warburg impedance circuit, due to the presence of more complex capacitive and inductive elements. Furthermore, measurements with distilled water showed a uniform Bode plot pattern of both impedance and phase difference across all electrodes, making the Randles circuit approach the most appropriate choice in this case. Overall, all electrode types exhibited distinct characteristics.
Pemodelan 2D sistem akuifer menggunakan metode geolistrik di Desa Lembangloe Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa Rahmaniah, Rahmaniah; Kusmiran, Amirin; Lanto, Muh. Said
Teknosains Vol 17 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v17i2.35950

Abstract

Akuifer merupakan lapisan yang dapat menyimpan dan mengalirkan air. Jumlah ketersediaan air tanah dipengaruhi oleh jenis akuifer yang ada di bawah permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan lapisan air tanah (akuifer) bawah permukaan di Desa Lembangloe Kecamatan Biring Bulu Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dan pengukuran geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger. Jumlah lintasan digunakan sebanyak tiga lintasan dengan ukuran masing-masing 210 meter. Penentuan titik koordinatnya menggunakan GPS yaitu lintasan satu pada titik 05˚32’30.5”S 119˚44’16.4”E, lintasan kedua 0532’38.8”S 119˚44’17.7”E, dan lintasan ketiga 05˚32’25.4”S 119˚44’10.7”E. Hasil penelitian diinterpretasikan bahwa pada lintasan pertama terdapat akuifer dangkal dan akuifer tertekan pada kedalaman 11,8-31,9 meter dengan rentang nilai resistivitasnya 0,449–0,08 Ωm, pada lintasan kedua terdapar akuifer dangkal dan akuifer tertekan pada kedalaman 2,50-39,6 meter dengan rentang nilai resistivitas 0,0622-3,39 Ωm, sedangkan pada lintasan ketiga didapatkan akuifer tertekan pada kedalaman 2,50-39,6 meter dengan rentang nilai resistivitas 0,187-4,15 Ωm. Jenis litologi batuan sedimen pada daerah tersebut diduga berupa batu lempung dan batuan beku berupa batu andesit dan tufa.
A GUI-BASED DATA ACQUISITION SYSTEM FOR EIT USING TWO CURRENT INJECTION METHODS Zarkasi, Ahmad; Hananda Putra, Muhammad Fauzan; Natalisanto, Adrianus Inu; Nurhanafi, Kholis; Hidayatullah, Muhammad; Kusmiran, Amirin; Nuraidha, Amalia C
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i3.356

Abstract

The current injection method played an essential role in the data quality of impedance measurement using the electrical impedance tomography (EIT) technique. Previous studies have largely utilized only a single current injection method with limited interface access, which restricts the effectiveness of EIT systems. In this paper, a graphical user interface (GUI)-based data acquisition system was designed to improve user interaction and optimize the control system. The system was equipped with multiple current injection methods, allowing researchers to choose which method to use in the measurement process. The designed hardware comprises a V-to-I converter circuit, multiplexer, electrodes, peak detector, and filter circuit. Testing results indicate that the V to I converter circuit has an average peak difference between voltage and current of 4.86% and an average error of 0.69% in the peak detector circuit. The multiplexer circuit switches quickly and consistently, while the filter circuit remains stable at the 50 kHz frequency used in this study. These results demonstrate that the designed circuits perform adequately and effectively, ensuring reliable and accurate measurements.  Additionally, the data acquisition software, presented as a GUI, effectively facilitates the selection of current injection methods and the display of boundary data simulation (BDS) on the object. This is demonstrated by the spatial inhomogeneity patterns visible through BDS in both the adjacent and opposite methods
Karakterisasi Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Berbahan Sabut Lontar dalam Aplikasi Papan Partikel Syamsuddin, Sahara; Kusmiran, Amirin; Fajar, Fajar; Apriliah, Risky
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v12i1.45597

Abstract

This research used the natural fiber of the Palmyra fruits for composite particle manufacturing, and the physical and mechanical properties were studied on these composite particles. Raw material manufacturing uses the hand lay-up technique with a uniform volume fraction and random fiber in the composite. The presentations of the ratio composition of both fibers of palmyra fruits and epoxy resin are 75:25 for sample A, 70:30 for sample B, 65:35 for sample C, 60:40 for sample D, and 55:45 for sample E. This research shows that densities of the sample A to sample E are in range 0.47 g/cm3 to 0.60 g/cm3, and a sample A has the highest development thickness, with 72.61%, and the lowest is in sample C, with 33.11 %. Water content testing shows that samples A, B, C, and E have range 2.75 % to 7.52 %, and sample D is 17.30 %. For modulus of rapture (MOR), sample A has higher MOR than sample B, C, D, and E. Whereas sample D has lower MOR than the other samples. Sample C has the highest value for modulus of elasticity (MOE), 5526.47 kg/cm2. This sample's high modulus of elasticity correlates with the percentage of thickness development where the percentage of thickness development of sample C is lowest at 33.11%. The analysis results with AND or OR logic show that samples A, B, and D does not match SNI 03-2105-2006 standards while C and E samples match with SNI 03-2105-2006 standards. Thus, the three samples are not recommended for development. While C and E samples can be developed into particle board by reducing moisture content and improving elasticity properties.
Desain Alat Identifikasi Tipe Oli Berdasarkan Nilai Intensitas Cahaya Menggunakan Sensor Light Dependent Resistor Berbasis Mikrokontroler Zarkasi, Ahmad; Kusmiran, Amirin; Putri, Erlinda Ratnasari
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.4.518-524.2021

Abstract

Oli memiliki kompatibilitas yang berbeda-beda pada suatu unit alat berat dan dapat mempengaruhi performa mesin. Oleh karena itu, alat identifikasi tipe oli telah dikembangkan pada penelitian ini dengan menggunakan sensor light dependent resistor (LDR). Oli yang dijadikan objek pengujian bermerek Caltex dengan tipe SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 60, dan SAE 90 dengan nilai viskositas berturut-turut yakni 6,0 cSt, 11,7 cSt, 13,7 cSt, 14,2 cSt, dan 25,5 cSt. Pengujian dilakukan dengan menempatkan sampel oli di antara sumber cahaya dan sensor LDR. Intensitas cahaya yang diterima oleh sensor sangat dipengaruhi oleh kecerahan warna sampel oli yang digunakan. Nilai analog dari sensor selanjutnya diakuisisi oleh mikrokontroler Arduino Nano untuk diproses lebih lanjut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat yang dirancang sudah bekerja dengan baik dan mampu mengenali tipe oli dengan tingkat akurasi sebesar 96,7 %. 
ANALISIS MOMEN TENSOR KEJADIAN GEMPABUMI DI KEPULAUAN SELAYAR : STUDI KASUS 14 DESEMBER 2021 Minarti, Minarti; Utami, Fatia Arta; Ilham, Rahmaniah; Kusmiran, Amirin; Karnaen, Muh.; Priadi, Ramadhan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34199

Abstract

Kompleksitas tatanan geologi di Sulawesi sangat mempengaruhi aktivitas seismik yang dapat mengakibatkan gempabumi. Salah satunya gempabumi dangkal dengan magnitude 7.3 SR di laut Flores yang terjadi pada tanggal 14 Desember 2021 yang berdampak fatal hingga Kepulauan Selayar. Untuk mengetahui penyebab terjadinya gempabumi tersebut perlu dilakukan analisis tensor momen untuk mengidentifikasi jenis dan pola pergerakan sesar pemicunya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, berupa data waveform gempa susulan dari gempa utama yang terjadi di laut Flores. Data yang diperoleh merupakan data gelombang tiga komponen yang dianalisis menggunakan software ISOLA-GUI. Proses pengolahan data dilakukan dengan proses inversi waveform untuk menganalisis nilai momen tensor dan mengidentifikasi pola pergerakan bidang patahan/sesar. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai tensor momen yang diperoleh yaitu Mxx = 1.47 exp 28, Myy = 6.99 exp 28, Mzz = -8.46 exp 28, Mxy = -0.02 exp 28, Mxz = -2.76 exp 28, dan Myz = 1.46 exp 28, yang mengindikasikan pola bidang sesar mendatar mengiri (left lateral strike-slip) yang digambarkan dalam beachball diagram.