Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG PICKY EATER MELALUI PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN : The Efforts to Increase Integrated Postal Service Cadres Knowledge about Picky Eater Through Providing Health Agustini, Ni Rai Sintya; Agustina, Komang Srititin Agustina; Utami DS, Ni Kadek Ayu Dwi
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v1i2.8

Abstract

Latar Belakang: Dua faktor yang mempengaruhi  gizi dan kesehatan anak adalah kurangnya asupan makanan dan kondisi kesehatan. Picky eater memiliki perilaku sangat pemilih dalam makanan dan tidak mendapatkan menu makanan yang seimbang seperti sayuran, nasi buah-buahan dan hanya menginginkan makanan yang manis saja. Kader kesehatan yang berasal dari elemen masyarakat terbukti mampu meningkatkan status kesehatan masyarakat. Tujuan: Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait picky eater sebagai indikator dalam penentuan status gizi balita. Metode: Metode berbasis Participatory Learning and Action (PLA). Populasi dalam penyuluhan ini adalah  semua kader posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kuta Utara berjumlah 35 orang. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan kader posyandu sebelum diberikan pendidikan kesehatan mengenai picky eater adalah 8.5. Setelah diberikan pendidikan kesehatan nilai rata-rata postest menjadi 19.0, dengan nilai maksimal 21. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan kader posyandu mengenai picky eater. Kesimpulan: Mempersiapkan kader posyandu agar memiliki pengetahuan dan pemahaman terkait picky eater dan cara mengatasinya ketika menemukan kasus tersebut.
The Role of Cultural Values in Feeding Practices among Children with Stunting in Jembrana Regency: A Qualitative Approach Agustina, Komang Srititin; Kesumawati, Ketut Anom Sri
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 4 (2025): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.64515

Abstract

Introduction: Stunting remains a public health problem in Jembrana Regency, Bali. Despite a decline in prevalence, persistent cases suggest that cultural and nutritional factors influence feeding practices. This study aimed to explore cultural meanings and practices shaping feeding behaviors among children with stunting. Methods:  This study employed a qualitative approach with an ethnographic design. The subjects of this study were 10 mothers or caregivers of children aged 12 - 59 months with stunting, residing in Jembrana Regency, and one healthcare worker was selected using a purposive sampling technique. Data were collected through an in-depth interview guide, an observation sheet, documentation, and field notes. The collected data were then analyzed using a thematic analysis approach. Data validity was ensured through triangulation, peer debriefing, and member checking.          Results: The study identified four main themes that reflect how cultural values shape feeding behaviors in children with stunting. These themes include: (1) Snacks as substitutes that reduce appetite for main meals; (2) Normalization of small body size; (3) Flexibility expressed as "as long as the child wants to eat"; and (4) Collective caregiving culture (allomothering). Conclusion: Stunting in Jembrana is influenced by cultural values and family dynamics, so effective interventions must be culturally sensitive and target snack habits, parental misconceptions, dietary diversity, and caregiving coordination, including the role of grandmothers, to reduce stunting risk. Providing culturally sensitive nutrition education involving extended family and child caregivers is necessary in nursing.
EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI: TINJAUAN LITERATUR: The Effectiveness of Oxytocin Massage on Breast Milk Production: A Literature Review Ds, Ni Kadek Dwi Utami; Agustina, Komang Srititin; Agustini, Ni Rai Sintya; Kesumawati, Ketut Anom Sri
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.30

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang merangsang pembentukan ASI, dan oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran (let-down reflex). Stres, kelelahan, serta kurangnya stimulasi dapat menghambat sekresi oksitosin, sehingga mengurangi kelancaran ASI. Tujuan : Untuk menganalisis dan merangkum bukti ilmiah mengenai efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil: Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan produksi maupun kelancaran ASI pada ibu menyusui. Kesimpulan: Meskipun ditemukan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu menyusui masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain randomized controlled trial dan jumlah sampel lebih besar untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas pijat oksitosin dalam mendukung laktasi.
Pengaruh Terapi Bekam terhadap Penurunan Skala Nyeri Low Back Pain pada Petani Kakao Ni Rai Sintya Agustini; Komang Srititin Agustina; Ni Kadek Ayu Dwi Utami; Firman Abdurahman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.601

Abstract

Nyeri punggung bawah atau biasa disebut Low Back Pain (LBP) menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami akibat aktivitas fisik yang sering atau berulang. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung bawah adalah bekam. Bekam termasuk pengobatan yang menggunakan gelas bertekanan negatif untuk mengeluarkan darah dari tubuh, salah satu gejala penyakit yang dapat dikurangi dengan bekam adalah low back pain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap penurunan skala nyeri low back pain pada petani kakao di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment design dengan rancangan pre-test-post test control group design. Metode pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling dengan sampel sebanyak 36 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen pengambilan data menggunakan VAS dan PSQI. Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji paired t-test.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi bekam terhadap pengaruh terapi bekam terhadap penurunan skala nyeri low back pain pada petani kakao di Kabupaten Jembrana. dengan nilai p- value 0,000 p < 0,05.
The Role of Social Media on Adolescent Behavior in Accessing Pornographic Content Ni Kadek Ayu Dwi Utami Ds; Komang Srititin Agustina; Ni Rai Sintya Agustini; Lina Darmayanti Bainuan
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v7i2.2569

Abstract

The development of the era followed by an increase in technological sophistication has resulted in easy access to information through various media including social media. Teenagers as one of the most active groups of people using technology are highly exposed to the influence of social media. This phenomenon has both positive and negative impacts on the behavior and mindset of adolescents, especially in accessing pornographic content. This study aims to look at the relationship between social media exposure and adolescent behavior in accessing pornographic content. This study used a cross-sectional analytic research approach with a total sample size of 76 samples. The sampling method used was probability proportional to size. The data source in this study is primary data obtained directly from adolescents through filling out questionnaires. Adolescents who easily access information media and have consumed pornography amounted to 48.7%, while adolescents who have difficulty accessing information media and have consumed pornography amounted to 83.8%, with a p value of 0.001. There is a relationship between information media access and pornography consumption. Despite the government's efforts to restrict pornographic content, this does not prevent teenagers from consuming pornographic content. They look for other alternatives in the form of media to access the content as stated by the teenagers in this study. Teenagers admitted that pornographic content is mostly accessed through websites, social media, whatsapp groups and telegrams. They access pornographic videos and photos more than pornographic stories/comics or porn games.
EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI: TINJAUAN LITERATUR: The Effectiveness of Oxytocin Massage on Breast Milk Production: A Literature Review Ni Kadek Dwi Utami Ds; Komang Srititin Agustina; Ni Rai Sintya Agustini; Ketut Anom Sri Kesumawati
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.30

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang merangsang pembentukan ASI, dan oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran (let-down reflex). Stres, kelelahan, serta kurangnya stimulasi dapat menghambat sekresi oksitosin, sehingga mengurangi kelancaran ASI. Tujuan : Untuk menganalisis dan merangkum bukti ilmiah mengenai efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil: Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan produksi maupun kelancaran ASI pada ibu menyusui. Kesimpulan: Meskipun ditemukan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi dan kelancaran ASI pada ibu menyusui masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain randomized controlled trial dan jumlah sampel lebih besar untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas pijat oksitosin dalam mendukung laktasi.
PENGARUH MASSAGE DEEP FRICTION DENGAN MINYAK PEPPERMINT TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT LEHER PADA PENENUN DI KABUPATEN JEMBRANA: The Effect of Deep Friction Massage with Peppermint Oil on Reducing Neck Muscle Pain in Weavers in Jembrana Regency Made Putri Tirta Yanti; Gede Arya Bagus Arisudhana; Komang Srititin Agustina
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.50

Abstract

Latar Belakang: Nyeri otot leher merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh penenun akibat posisi kerja statis dan tidak ergonomis yang berlangsung dalam waktu lama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian massage deep friction dengan minyak peppermint terhadap nyeri otot leher pada penenun. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitaif dengan metode Quasy Eksperimental dengan pendekatan Nonequivalent With Control Group. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 17 responden kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol. Alat pengumpulan data menggunakan numeric rating scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat signifikasi α=0,05.  Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai Z = -4,025 dengan p-value <0,001. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat nyeri otot leher sebelum dan sesudah pemberian massage deep friction dengan minyak peppermint pada penenun di Kabupaten Jembrana
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI MTS X DESA PENGAMBENGAN TAHUN 2024 Komang Srititin Agustina; Ni Kadek Ayu Dwi Utami Ds; Ni Rai Sintya Agustini
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 2 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i2.491

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Masa transisi seringkali menghadapkan individu yang bersangkutan pada situasi yang membingungkan. Hal ini dapat menimbulkan konflik dalam diri remaja yang sering menimbulkan banyak tingkah laku yang aneh, canggung, dan kalau tidak dikontrol akan menimbulkan kenakalan pada remaja salah satunya berupa risiko perilaku seksual berisiko. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian analitik cross-sectional untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap seksual pranikah di MTS X Desa Pengambengan. Jumlah sampel penelitian adalah 80 yang didapat dengan metode purposive samplingHasil: Sebagian besar responden (60%) berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar responden (52,5%) berusia 16 tahun. Sebagain  besar pengetahuan responden mengenai kesehatan reproduksi remaja termasuk dalam kategori baik yaitu 53,8%. Sikap responden terhadap seksual pranikah sebagian besar menunjukkan sikap yang positif yaitu sebanyak 52,5%. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p-value 0,000 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seksual pranikah. Simpulan: Pengetahuan yang baik tentang seksualitas dan pranikah penting bagi remaja dalam membuat keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab terkait dengan perilaku seksual mereka.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Pada Ny. ”S” G1P0000, Kehamilan Trimester Iii, Persalinan, Nifas, Neonatus Dan Keluarga Berencana Dengan Underweight Di PMB “I. GST. N. MD DWI IRAWATI, SST” Aulia Ajeng Agustina; Poppy Wijayanti; Komang Srititin Agustina
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.367

Abstract

Asuhan kebidanan secara Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana (KB). Pendekatan ini bertujuan untuk memantau kondisi ibu dan bayi secara menyeluruh, mendeteksi komplikasi sejak dini, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. "S" dengan status gizi underweight (IMT pra hamil 18,2 kg/m²) di TPMB I. GST. N. MD. Dwi Irawati, SST Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi menggunakan Buku KIA. Seluruh hasil asuhan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan dilakukan tiga kali kunjungan antenatal pada trimester III. Meskipun ibu memiliki status gizi underweight, kondisi ibu dan janin tetap baik, pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan, dan tidak ditemukan komplikasi. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada tanggal 8 Mei 2026. Bayi lahir pukul 09.51 WITA dengan berat badan 3.500 gram, panjang badan 50 cm, dan APGAR Score 8–9. Episiotomi dilakukan atas indikasi perineum kaku sehingga terjadi laserasi perineum derajat II dan telah dilakukan penjahitan. Masa nifas dipantau melalui empat kali kunjungan dengan hasil involusi uterus sesuai, kontraksi uterus baik, perubahan lochea normal, luka perineum sembuh tanpa tanda infeksi, serta produksi ASI lancar. Asuhan neonatus dilakukan melalui tiga kali kunjungan. Bayi mampu menyusu dengan baik, tanda vital dalam batas normal, tidak ditemukan ikterus maupun tanda bahaya, telah mendapatkan IMD, profilaksis mata, vitamin K1, imunisasi Hepatitis B dosis lahir (HB-0), dan imunisasi BCG sesuai jadwal. Berat badan bayi meningkat menjadi 3.650 gram pada akhir pemantauan. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu diberikan konseling mengenai pilihan kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui dan memutuskan menjadi akseptor baru KB kondom. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan secara Continuity of Care, kehamilan, persalinan, masa nifas, neonatus, dan pelayanan KB pada Ny. "S" berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Asuhan yang diberikan secara berkesinambungan membantu menjaga kesehatan ibu dan bayi serta mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan penggunaan kontrasepsi yang sesuai
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Pada Ny. “A. Y” G1P0000 Kehamilan Trimester III Dengan Kek + Underweight, Persalinan, Nifas, Neonatus Dan Keluarga Berencana Di TPMB Nur Happy Yuliana Husin A.Md.Keb Intan Jayanti; Komang Srititin Agustina; Ketut Anom Sri Kesumawati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 2 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i2.368

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) pada Ny. A.Y di PMB Nur Happy Yuliana Husin, A.Md.Keb. tahun 2026 dilakukan secara berkesinambungan menggunakan manajemen kebidanan dan dokumentasi SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan tiga kali, dengan keluhan nyeri perut bawah dan pengeluaran cairan yang telah dievaluasi, sementara hasil pemeriksaan tetap normal. Persalinan pada 09 April 2026 berlangsung spontan selama 6 jam 18 menit, dengan bayi laki-laki lahir sehat, BB 3.000 gram dan PB 48 cm. Kunjungan nifas (KF I–IV) dan neonatal (KN I–III) berlangsung normal, ASI lancar, serta berat badan bayi meningkat. Pada pelayanan KB, ibu mendapatkan konseling dan memilih KB suntik 3 bulan. Secara keseluruhan, kondisi ibu dan bayi baik tanpa komplikasi, sehingga diharapkan ibu dapat menerapkan edukasi yang diberikan untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi.