Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DALAM PEMBUATAN SERTIFIKAT HAK MILIK ATAS TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN DELI SERDANG Manurung, Maria Pratiwi; Sihombing, R. Sally Marisa
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 2 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i2.15874

Abstract

Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang mempunyai peranan penting dalam memberikan pelayanan yang memadai kepada pemerintah kota di bidang pertanahan khususnya dalam pembuatan sertifikat tanah. Namun masih banyak kendala untuk melengkapi sertifikat tanah ini di Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang. Ada anggapan negatif di kalangan warga Kabupaten Deli Serdang seperti prosedur pengisian berkas yang panjang dan rumit, adanya calo.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis Kualitas Pelayanan Dalam Pembuatan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk menganalisis kualitas pelayanan dalam pembuatan tanah penulis menggunakan teori dari Zeithaml, dkk (1990) yang mencakup lima indikator: bukti fisik, kehandalan, responsivitas, jaminan, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator bukti fisik dan kehandalan sudah berjalan dengan baik, namun indikator responsivitas dan jaminan belum memadai akibat kurangnya responsivitas dan penundaan proses sertifikat. Dimensi empati juga menunjukkan pelayanan yang belum optimal dengan adanya petugas yang tidak ramah. Kata Kunci : Kualitas pelayanan, Pembuatan Sertifikat Hak Milik atas Tanah
ANALISIS STRATEGI PERUSAHAAN UMUM DAERAH (PUD) PASAR KOTA MEDAN DALAM MEWUJUDKAN KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN DI PASAR TRADISIONAL SEI SIKAMBING Sinaga, Melani Br; Sihombing, R. Sally Marisa
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 1 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i1.17616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan dalam mewujudkan kebersihan dan ketertiban di pasar tradisional Sei Sikambing. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan informasi bagi pemerintah daerah agar mampu mengelola pasar tradisional serta mengoptimalkan penerimaan retribusi pasar melalui kenyamanan dan keamanan di lingkungan pasar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis kualitatif. Dengan informan penelitian: Kepala Cabang II PUD Pasar Kota Medan, Kepala Bagian Penertiban, Kebersihan, Perawatan Pasar, Kepala Urusan Umum Pasar, Kepala Pasar Sei Sikambing, Pedagang dan Pembeli. Sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan dalam mewujudkan kebersihan dan ketertiban Pasar Sei Sikambing belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari indikator analisis SWOT yaitu Weakness atau kelemahan dan Threats atau hambatan. Indikator kelemahan dapat dilihat belum adanya lahan parkir yang tertata rapi dan luas, adanya beberapa sarana dan prasarana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan, responsivitas masih kurang optimal karena segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh pedagang belum sepenuhnya dapat diatasi. Selain itu, Perusahaan Umum Daerah Pasar Kota Medan mendapat sejumlah hambatan dalam mewujudkan kebersihan dan ketertiban pasar yaitu pelaksanaan tugas masing-masing pemegang wewenang pengelola pasar masih belum maksimal dan kurangnya kesadaran pedagang dalam pengelolaan sampah dagangan
Implementasi Program Bantuan Sosial Tunai (BST) Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Terkelin, Paul Linanta; Sihombing, R. Sally Marisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kelurahan mangga Kecamatan Medan Tuntungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen terkait pelaksanaan Bantuan Sosial Tunai. Infoman peneliti terdiri dari kepala Kelurahan mangga, Masyarakat penerima bantuan Sosial Tunai dan Staff Dinas sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan sudah berjalan dengan baik atau sesuai dengan indikator keberhasilan implementasi kebijakan yang digunakan, yakni komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap pelaksana, serta struktur birokrasi. Komunikasi dalam pemberian bantuan sudah jelas berdasarkan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 54/HUK/2020, sumber daya manusia (SDM) di Kelurahan Mangga sudah bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi di program Bantuan Sosial Tunai (BST), disposisi yang diberikan kepada Lurah Mangga terhadap petugas sudah berjalan dengan baik.
Studi Evaluasi Kinerja Program “Normalisasi & Gotong Royong Sungai Deli” Di Kota Medan Safitri, Rafidah Kurnia; Sihombing, R. Sally Marisa
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.14002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja program “Normalisasi & Gotong Royong Sungai Deli” menggunakan pendekatan CSE, CSE-UCLA oleh Alkin M.C. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model CSE, CSE-UCLA menekankan komponen System Assessment, Program Planning, Program Implementation, Program Improvement, dan Program Certification. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program Normalisasi & Gotong Royong Sungai Deli menghasilkan realisasi kerja yang signifikan, namun belum mampu menjadi upaya pengendalian banjir bagi Sungai Deli di Kota Medan. Dari 5 komponen CSE, CSE-UCLA, difokuskan menjadi 3 komponen yakni System Assessment yang berkaitan dengan visi, misi dan tujuan program, komponen Program Planning berkaitan dengan persiapan program, serta Program Implementation sebagai komponen utama yang difokuskan terkait dampak dari tebas tebang pada program ini. Hal ini karena kegiatan tebas tebang dalam program Normalisasi & Gotong Royong Sungai Deli mempercepat limpasan air sungai ke pemukiman masyarakat.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) PADA MASYARAKAT KURANG MAMPU DI DESA TEBING TANJUNG SELAMAT KECAMATAN PADANG TUALANG KABUPATEN LANGKAT Ramadani, Ramadani; Sihombing, R. Sally Marisa
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i1.13705

Abstract

Program Bantuan Pangan Non Tunai merupakan program bantuan sosial yang diberikan kepada kelompok masyarakat miskin dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kualitas pangan melalui pemberian bahan pangan dengan gizi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui dan mendeskripsikan evaluasi program bantuan pangan non tunai pada masyarakat yang kurang mampu di Desa Tebing Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Tebing Tanjung Selamat masih belum efektif karena tidak sesuainya antara hasil yang dicapai dengan tujuan program yang telah ditentukan. Kedua, perubahan mekanisme penyaluran melalui uang tunai maka waktu yang dibutuhkan, tenaga yang dikeluarkan dan biaya operasional yang diperlukan menjadi lebih hemat dan lebih sedikit. Ketiga, masyarakat puas dan senang dengan mekanisme saat ini. Keempat, Program Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Tebing Tanjung Selamat sudah merata dan adil dibagikan pada kelompok penerima manfaat tanpa dibeda-bedakan. Kelima, responsivitas Program Bantuan Pangan Non Tunai belum optimal karena proses pengajuan nama baru membutuhkan waktu yang lama. Keenam, pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Tebing Tanjung Selamat masih belum tepat sasaran karena masih didapati keluarga penerima manfaat diluar kategori miskin masih mendapatkan bantuan.
REKAYASA SOSIAL EKONOMI: PENINGKATAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL Judijanto, Loso; Heryadi, D. Yadi; Sihombing, R. Sally Marisa; Gusti, Yenni Kurnia; Semmawi, Ramli
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24226

Abstract

Artikel ini menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal, terutama dalam kerangka sosial-ekonomi. Keterlibatan ini menjadi elemen kunci yang memperkuat ondasi ekonomi di tingkat lokal. Dengan partisipasi yang aktif, masyarakat mampu memengaruhi kebijakan, memperluas peluang ekonomi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tulisan tersebut merangkum beragam strategi, seperti pemberdayaan komunitas, kolaborasi sektor swasta dan publik, dan peningkatan akses terhadap sumber daya. Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal telah menjadi sorotan penting dalam studi pembangunan ekonomi. Keterlibatan ini tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, melainkan juga memperkuat kerangka sosial di dalam komunitas. Namun, tantangan seperti kesenjangan informasi perlu diatasi dengan penyesuaian kebijakan yang tepat serta pemanfaatan teknologi yang sesuai. Pemberdayaan perempuan juga terbukti memiliki peran vital dalam memperkaya ekonomi lokal dan memperkuat jaringan sosial di komunitas. Keseluruhan, keterlibatan masyarakat bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memperkuat interaksi sosial dan mendorong terciptanya ekonomi inklusif di tingkat lokal.
POLICY EVALUATION OF THE EFFECTIVENESS, EFFICIENCY, AND RESPONSIVENESS OF CHILD PROTECTION Febrina Larasati; R Sally Marisa Sihombing
Jurnal Kebijakan Publik Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v16i1.8734

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness, efficiency and responsiveness of Qanun No. 11/2008 on Child Protection in Central Aceh District. This Qanun was created to provide comprehensive protection for children from various forms of violence and exploitation. However, data shows that cases of violence against children are still high, so an in-depth evaluation of this policy is needed. This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, observation, and analysis of related documents. Informants consisted of government officials, professionals, and communities directly involved in the implementation of child protection policies. The policy analysis in the study used Thomas R. Dye's policy evaluation model which includes four main indicators, namely effectiveness, efficiency, responsiveness, and equality. The results show that the implementation of the Qanun still faces various obstacles. From the effectiveness aspect, the policy has not fully reduced the number of violence against children due to weak socialization and law enforcement. From the efficiency aspect, the limited budget and number of professionals are the main obstacles in optimizing child protection services. In terms of responsiveness, delays in handling case reports still occur due to suboptimal coordination between agencies and the lack of digital-based reporting mechanisms.
COMMUNITY ENGAGEMENT IN THE BALIGE PEOPLE'S MARKET REVITALIZATION PROGRAM Murti Ningrum Siahaan; R. Sally Marisa Sihombing
Jurnal Kebijakan Publik Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v16i1.8700

Abstract

The revitalization of the people's market is one of the programs of the trade policy with the aim that the people's market can be more optimal, the negative perception of the people's market disappears and empowers the people's market community so that the people's market is able to fulfill its strategic functions. However, the implementation of market revitalization in Balige has not been able to create such a market. This shows that there are obstacles in community engagement so that the development results are colored by conflicts that are rejected by community groups, especially traders. This study aims to describe in detail community engagement in the revitalization of the Balige people's market. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Data collection was carried out by interview, observation, and documentation techniques. The data was obtained and analyzed qualitatively with the community engagement theory approach proposed by Vargas (2014) including genuine community involvement: building community strength, building trust, horizontal relationships and empowerment through co-leadership and participatory processes. The results of the study show the dimension of genuine community involvement: building community strength has not used a bottom-up approach with policies that only utilize land assets and balerong cultural heritage. Building trust between the government and traders and among traders has not been achieved with a commitment to involve traders only by carrying out six socialization sessions and two hearings and a lack of intervention to meet the needs of traders. Horizontal relations have not been implemented because a cooperative culture has not been formed due to mistrust and mutual relations that are also not carried out. Empowerment of traders is not carried out where traders are not involved in the participatory process in decision-making and in important task forces. Community Engagement has not been optimally implemented as a decision-making strategy in the Balige people's market revitalization program.
PELAYANAN PUBLIK PEMBUATAN SURAT IJIN MENGEMUDI (SIM C) Hannah Selly Melinda Sagala; R. Sally Marisa Sihombing
Jurnal Kebijakan Publik Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v15i3.8521

Abstract

Pelayanan publik dapat dikatakan efektif apabila masyarakat mendapatkan kemudahan pelayanan dengan menerap-kan prosedur yang singkat, cepat, tepat dan memuaskan. Keberhasilan meningkatkan pelayanan publik dapat ditentukan dengan melihat kemampuan pemerintah dalam menjalankan proses penyelenggaraan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis Pelayanan Publik dalam Pembuatan SIM C di Kantor Satlantas Polres Batubara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengum-pulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan teori Fitzsimons dengan indikator Tangibel, Reability, Responsiviness, Assurance dan Emphaty. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa pelayanan publik dalam pembuatan SIM C di Kantor Satlantas Polres Batubara masih belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik. Masih terdapat beberapa kekurangan pemberian pelayanan yang dilakukan oleh petugas. Adapun indikator yang belum terlaksana dengan baik meliputi: Pertama, tahapan proses pembuatan SIM C yang tidak dilaksanakan dengan baik seperti ujian teori yang tidak selalu dilaksanakan. Kedua, biaya administrasi SIM C yang masih tidak sesuai dengan biaya administrasi yang telah di tetapkan. Selain itu berbagai faktor penghambat seperti jumlah petugas yang bekerja tidak mencukupi serta sarana dan prasana petugas didalam meberikan pelayanan masih kurang sehingga menyebabkan pelayanan yang diberikan masih belum memuaskan. Oleh karena itu perlu dilakukan pembenahan demi meningkatkan pela-yanan yang akan diberikan ke masyarakat.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BANGUNAN GEDUNG (SIMBG) DALAM PELAYANAN PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG (PBG) KABUPATEN DELI SERDANG Hasibuan, Atikah Suri; Sihombing, R. Sally Marisa
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3 (2025): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v12i3.21401

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung dalam pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung di Kabupaten Deli Serdang. Sistem tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan perizinan bangunan secara daring serta mendorong transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pelayanan publik. Implementasi sistem masih menghadapi kendala terkait keterbatasan pemahaman masyarakat dan minimnya sosialisasi dari pemerintah daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data berfokus pada tiga elemen keberhasilan implementasi program, yaitu dukungan, kapasitas, dan nilai publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan pemerintah baru terealisasi pada tingkat regulasi nasional melalui peraturan pemerintah, sedangkan regulasi turunan di daerah belum tersedia sehingga koordinasi antarinstansi belum optimal. Kapasitas pelaksanaan masih terbatas pada aspek sarana, prasarana, sumber daya manusia, dan anggaran. Nilai publik belum sepenuhnya tercapai karena pelayanan tidak merata, sosialisasi belum menjangkau seluruh wilayah, dan fasilitas pendukung masih terbatas. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung di Kabupaten Deli Serdang belum optimal sehingga diperlukan peningkatan fasilitas, penguatan sumber daya, serta sosialisasi yang lebih luas untuk mendukung keberhasilan sistem. Kata Kunci : E-Government, Layanan Publik, Perizinan Bangunan, Sistem Informasi. ABSTRACT This study evaluates the implementation of the Building Management Information System in the building permit approval service in Deli Serdang Regency. The system was designed to improve access to online licensing while fostering transparency, accountability, and efficiency in public services. Its implementation, however, still faces challenges, particularly limited public understanding and insufficient public outreach by local government. A descriptive qualitative approach was applied with data collected through interviews, observations, documentation, and literature review. Data analysis focused on three elements of implementation success: support, capacity, and public value. The findings reveal that government support is limited to national regulations, with no implementing regulations at the regional level, resulting in weak interagency coordination. Capacity remains constrained by inadequate facilities, infrastructure, human resources, and budget. Public value has yet to be fully achieved since services are uneven, outreach is limited, and support ing facilities are insufficient. The study concludes that the system’s implementation is not yet optimal, requiring enhanced institutional capacity, better facilities, and wider public outreach to ensure effective outcomes.Keywords : Building Permit, E-Government, Information System, Public Service.