Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ASUH CERDAS: Pemberdayaan Keluarga untuk Tumbuh Kembang Anak Optimal di Dusun 2 Desa Mekarwangi Sinaga, Yakobus; Rofiasari, Linda; Yusita, Intan; Fauziah, Diah Adni; Suherdin; Valiani, Cici
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/69m80s69

Abstract

Program pengabdian masyarakat “ASUH CERDAS” dilaksanakan di Dusun 2 Desa Mekarwangi sebagai respons terhadap tingginya risiko stunting dan rendahnya literasi gizi di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan keluarga agar mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, khususnya melalui edukasi tentang gizi seimbang dan sistem dukungan pemberian ASI. Dengan pendekatan partisipatif, program ini melibatkan tokoh masyarakat, kader posyandu, dan lembaga lokal sebagai mitra dalam memperkuat peran keluarga sebagai agen utama dalam pengasuhan anak. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan yang mencakup materi tentang gizi ibu hamil dan menyusui serta pentingnya support system dalam pemberian ASI eksklusif. Metode ceramah, pretest-posttest, dan demonstrasi masak digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil dan menyusui, dengan nilai rata-rata posttest lebih tinggi dibanding pretest (p=0,004). Ini membuktikan efektivitas pendekatan edukatif yang interaktif dan berbasis kebutuhan lokal. Program ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang untuk membangun ketahanan keluarga dan kualitas hidup anak secara berkelanjutan. Kendala seperti kurangnya fasilitas untuk anak selama penyuluhan menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan. Secara keseluruhan, ASUH CERDAS menjadi model pemberdayaan keluarga yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa, sejalan dengan upaya nasional dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
“Dismenore Bukan Hambatan” Aksi Inovasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Untuk Mengurangi Nyeri Dismenorea Pada Remaja Putri Rofiasari, Linda; Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Yusita, Intan; Valiani, Cici; Fauziah, Diah Adni; Suherdin, Suherdin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qssk4972

Abstract

Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang paling sering dialami remaja putri dengan prevalensi mencapai 64,25% di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap produktivitas akademik, menyebabkan absensi sekolah dan penurunan konsentrasi belajar, namun tingkat pengetahuan remaja tentang penanganan dismenore masih rendah dengan 8 dari 10 remaja putri tidak mengetahui cara penanganan yang tepat. Program "Dismenore bukan Hambatan" bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam memahami serta melakukan upaya pengurangan nyeri dismenore secara mandiri, aman, dan efektif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Mekar Arum dengan 42 peserta melalui tiga tahapan: (1) pre-test, pemaparan materi oleh pakar, dan pembentukan grup konseling; (2) demonstrasi praktik penanganan non-farmakologis termasuk pembuatan minuman JESOMA, kompres hangat, massage, dan pemeriksaan hemoglobin; (3) layanan konseling berkelanjutan dan post-test dengan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari pretest (Mean=17,24; SD=1,61) ke posttest (Mean=18,14; SD=1,76) dengan Z=-3,07, p=0,002, dan effect size r=0,47 (kategori medium). Program edukasi kesehatan reproduksi dengan pendekatan terstruktur, demonstrasi praktik, dan konseling berkelanjutan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang dismenore dan penanganannya, sehingga memberdayakan mereka untuk mengelola dismenore secara mandiri dan tidak menjadikannya hambatan dalam aktivitas akademik.
Analisis tingkat partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis di puskesmas Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Fauziah, Diah Adni; Lolan, Yosef Pandai; Apriliani, Fitri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1965

Abstract

Background: The free health check program is a government preventive measure to improve early detection of Non-Communicable Diseases (NCDs). However, community participation in this program varies, and research specifically examining factors influencing participation in the free health check program at the community health center level is limited. Purpose: To analyze the level of community participation in the free health check program at the community health center level. Method: This study used a cross-sectional design involving 100 respondents selected through stratified proportional random sampling. The instrument, a closed-ended questionnaire, was developed by the researcher and tested for validity (corrected item-total correlation > 0.30) and reliability (Cronbach's alpha: knowledge = 0.81; attitude = 0.86; social support = 0.79). Data analysis was performed using the chi-square test. Results: A total of 62% of respondents participated in the free health check program. There was no significant relationship between knowledge (p = 0.992) and attitude (p = 0.410) and community participation. Social support was significantly associated with participation (p = 0.034). Respondents who received social support were 2.43 times more likely to participate in the program than those without support (POR = 2.428; 95% CI: 1.062–5.552). Conclusion: Social support was the most important determinant of community participation in the CKG program, while knowledge and attitudes did not significantly influence it. This indicates that social dynamics play a more dominant role in shaping preventive health behaviors. Therefore, community health centers need to strengthen community involvement, increase family participation, and empower health cadres to increase participation in preventive health programs.   Keywords: Attitudes; Community Participation; Free Health Checks; Knowledge; Social Support.   Pendahuluan: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan upaya preventif pemerintah untuk meningkatkan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Namun, tingkat partisipasi masyarakat dalam program ini masih beragam dan penelitian yang secara spesifik mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keikutsertaan dalam program CKG di tingkat puskesmas masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis di puskesmas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui stratified proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup yang disusun sendiri oleh peneliti dan telah diuji validitas (corrected item-total correlation > 0.30) dan reliabilitas (cronbach’s alpha pengetahuan = 0.81; sikap = 0.86; dukungan sosial = 0.79). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 62% responden berpartisipasi dalam program CKG. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0.992) maupun sikap (p = 0.410) dengan partisipasi masyarakat. Dukungan sosial memiliki hubungan bermakna dengan keikutsertaan (p = 0.034), responden yang memperoleh dukungan sosial memiliki peluang 2.43 kali lebih besar untuk mengikuti program, dibandingkan yang tidak didukung (POR = 2.428; 95% CI: 1.062–5.552). Simpulan: Dukungan sosial merupakan faktor yang paling menentukan dalam partisipasi masyarakat pada program CKG, sementara pengetahuan dan sikap tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa, dinamika sosial memiliki peran yang lebih dominan dalam membentuk perilaku kesehatan preventif. Oleh karena itu, puskesmas perlu memperkuat keterlibatan masyarakat, meningkatkan peran serta keluarga, dan memberdayakan kader kesehatan untuk meningkatkan partisipasi dalam program kesehatan preventif   Kata Kunci: Cek Kesehatan Gratis; Dukungan Sosial; Partisipasi Masyarakat; Pengetahuan; Sikap.
Gamifikasi sebagai Sistem Pendekatan Kesehatan Kader Pemuda di Bojongsoang Kabupaten Bandung Fauziah, Diah Adni; Supriyatni Kartadarma; Ermilda , Ermilda; Fitri Apriliani; Mochamad Faisal Nugraha; Sylviana Nur Rahmawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1400

Abstract

Pendidikan yang baik dapat memahami kelompok sasaran yang akan diberikan pengetahuan sehingga dapat menunjang kesehatan yang setinggi-tingginya. Karang taruna sebagai organisasi terkecil di masyarakat saat ini hanya menjalankan fungsi sosial secara momental tanpa adanya kegiatan rutin. Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk memperluas manfaat keberadaan karang taruna hingga tercipta kemandirian kesehatan di lingkungannya. Kelompok sasaran yaitu anggota karang taruna aktif RW 13 Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung (10 orang). Kegiatan pengabdian berupa gamifikasi, yaitu menggabungkan beberapa permainan tradisional untuk memberikan pengetahuan berupa perencanaan dan evaluasi organisasi karang taruna, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i), motivasi berorganisasi, dan penambahan keterampilan skrining penyakit tidak menular (PTM). Hasil dari kegiatan yaitu gamifikasi Ular Tangga Super Sehat dan Keping Boy-Boy-an dapat meningkatkan pengetahuan karang taruna, antusiasme tinggi dalam sesi motivasi berorganisasi, dan adanya peningkatan keterampilan skrining PTM sebesar 50%. Pendekatan gamifikasi untuk kader pemuda khususnya karang taruna sangat baik dilakukan untuk kegiatan kesehatan maupun keorganisasian.