Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Makna Simbolik Seni Wayang Golek: (Studi Kasus: Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Jawa Barat) Fauzi, Ahmad Rizky; Santi Nur Febrianti
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6810

Abstract

Wayang golek is a fine art and performing art with a very deep meaning, with the symbols displayed both in the wayang’s architecture and the storyline presented. Wayang art is a cultural performance and a symbol of Indonesian cultural identity. However, this art faces great challenges from changes in modern lifestyles and people’s interests. Based on this background, the author is interested in studying and understanding: (1) the development of wayang golek (2) the architecture of wayang golek and the symbolic meaning contained therein, and (3) conservation efforts through technological media. In Sukadana, the art of wayang has existed for a long time; many puppeteers come from the Sukadana District and are famous in other areas. There were around ten puppeteers in the 70s to 90s, but now, in Sukadana District, there are only three active puppeteers. Gadgets and social media are the main reasons for the decline in public interest, especially the younger generation, in the art of Wayang Golek. The research was conducted in Sukadana District, Ciamis Regency, West Java Province, Indonesia. The research uses a qualitative descriptive type. Data collection techniquesare conducted through observation, interviews, and document study. In this research, researchers used primary and secondary data sources. Primary data sources were obtained from observations and interviews. Meanwhile, secondary data sources were obtained from supporting documents in the form of photos and research reports on the same research subject
Naskah Carita Sajarah Désa Bunter: Kajian Filologis, Fungsi dan Nilai Fauzi, Ahmad Rizky; Aditya, Iwang Rusniawan; Erisman, Gunari Putra
Manuskripta Vol 14 No 1 (2024): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v14i1.12

Abstract

The Carita Sajarah Désa Bunter manuscript is a manuscript in Bunter Village, Sukadana District, Ciamis Regency, West Java Province which was completed in 1960, telling the history of the Bunter Village area since the beginning of the 19th century. This article aims to find out the contents of the manuscript, the function of the manuscript and the values ​​contained therein which can be a guide to life now and in the future. This research uses a qualitative and philological approach. Editing the manuscript is carried out using the standard edition method. The results of the research show that the Carita Sajarah Désa Bunter manuscript is a Latin script with Suwandi spelling/Republican spelling, containing the history of the Bunter area starting from the wilderness and then the arrival of people until it became a village. This manuscript is still functional and is often read at village birthday events. The values ​​contained in it are moral values, leadership values, mutual cooperation, humility, religious values ​​and knowledge based on local wisdom. === Naskah Carita Sajarah Désa Bunter adalah naskah yang berada di Desa Bunter Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat yang selesai ditulis tahun 1960, menceritakan sejarah di wilayah Desa Bunter sejak awal abad ke-19. Naskah ini belum terpublikasi dan terkaji secara mendalam sehingga menarik minat penulis. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui isi naskah, fungsi naskah dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya yang dapat menjadi pedoman hidup di masa sekarang dan masa nanti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode penelitian yang digunakan adalah bersifat filologis. Dalam mengedisi naskah dilakukan dengan menggunakan metode edisi standar. Hasil penelitian menunjukan naskah Carita Sajarah Désa Bunter berupa naskah beraksara latin berejaan Suwandi/ Ejaan Republik, berisi tentang sejarah wilayah Bunter mulai dari hutan belantara lalu berdatangan orang hingga menjadi sebuah desa. Naskah tersebut sampai saat ini masih berfungsi dan sering dibacakan dalam acara ulang tahun desa. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya ialah nilai moral, nilai kepemimpinan, gotong royong, rendah hati, nilai religius hingga pengetahuan berbasis kearifan lokal.
Nilai Kearifan Lokal Dalam Kopi Godog Khas Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 2 (2025): Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol. 20 No. 2
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.2.25-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kopi godog khas Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Kopi godog bukan hanya sekadar minuman, melainkan juga simbol budaya dan identitas masyarakat setempat yang memiliki sejarah panjang. Minuman ini sering disajikan dalam berbagai acara sosial, menciptakan momen kebersamaan di antara anggota komunitas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi godog memuat berbagai nilai kearifan lokal, seperti nilai kebersamaan, tradisi, dan penghormatan terhadap alam. Proses pembuatan kopi godog melibatkan partisipasi komunitas, di mana setiap anggota memiliki peran dalam menjaga tradisi ini. Ritual penyajian kopi godog juga mencerminkan rasa syukur dan penghargaan terhadap sumber daya alam yang digunakan. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa keberadaan kopi godog dapat memperkuat ikatan sosial antarwarga, serta menjadi sarana untuk mentransmisikan pengetahuan dan nilai-nilai dari generasi ke generasi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pelestarian budaya lokal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kopi godog tidak hanya menjadi konsumsi, tetapi juga sebagai medium untuk memperkuat identitas dan solidaritas komunitas.