Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN PRODUK PANDAN DURI MELALUI QUADRUPLE HELIX DI KABUPATEN KUBU RAYA Kiki Fatmala; Nurliza Nurliza; Marisi Aritonang
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 39, No 2 (2022): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v39i2.7368

Abstract

Kerajinan pandan duri merupakan produk kerajinan tradisional masyarakat. Namun, kerajinan pandan duri menghadapi tantangan pemasaran, keterbatasan desain, minimnya pengetahuan, terbatasnya informasi, teknologi pengelolaan sumber bahan baku, dan informasi pasar. karena keterbatasan tingkat pendidikan, keterbatasan pengembangan produk dan inovasi. Tujuan penelitian mengintegrasi peran pemerintah, akademisi, bisnis, dan masyarakat  dalam industri kreatif melalui pendekatan Quadruple Helix, menggunakan survey, dianalisis dengan Multidimensional Scalling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah, Akademisi, Bisnis, dan masyarakat secara bersama-sama sudah berperan optimal dalam pengembangan produk industri kreatif. Namun, Terdapat atribut sensitif dihasilkan oleh Leverage attributes. Sehingga perlu melakukan perbaikan pada bagian peraturan pemerintah dalam melindungi produsen, menerapkan konsep manajemen pada produsen, serta mengkhususkan dana untuk modal industri kreatif.
PELATIHAN PEMILIHAN DAN LABEL KEMASAN PADA PRODUK TERASI UDANG REBON KELOMPOK WANITA NELAYAN Nurliza Nurliza
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3262

Abstract

Udang rebon (Mysis sp.) adalah salah satu hasil perikanan yang sangat diandalkan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terutama pada musim togok, yaitu bulan Februari-Mei. Hasil tangkapan kelompok nelayan dapat mencapai 0,5-1 ton/hari, kecuali musim hujan. Namun, tangkapan menjadi cepat membusuk akibat infrastruktur untuk mengawetkan hasil tangkapan sangat terbatas. Salah satu upaya menaikkan nilai jual dan daya simpannya, maka udang rebon dioleh menjadi terasi oleh kelompok wanita nelayan. Proses pembuatan terasi tersebut masih sangat sederhana karena menggunakan kemasan kertas koran, daun atau plastik biasa sehingga menurunkan mutu produk serta lazim dijual dalam bentuk kering di pasar tradisional di wilayah sekitar. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pedagang untuk mengambil nilai tambahnya dengan penggunaan kemasan yang lebih baik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelatihan pada kelompok wanita nelayan agar memiliki pengetahuan dan praktek terkait pemilihan dan label kemasan yang lebih menarik dan aman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 18 orang wanita nelayan di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas dengan analisis deskriptif, dan distribusi frekwensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian pengetahuan adalah tinggi dan cukup, tetapi masih ada kesenjangan dengan keterampilannya terutama terkait persyaratan kemasan. Oleh sebab itu, keseriusan dan kemauan untuk memperoleh informasi terkait kebutuhan dan keinginan konsumen, pemasaran dan promosi melalui pameran dan kerjasama stakeholders’ serta dukungan dan peran serta pemerintah daerah melalui pembinaan, penyuluhan, pelatihan, kemudahan akses modal, bantuan alat pengawetan hasil tangkapan serta perbaikan infrastrukur sangat diperlukan untuk mendorong berkembangnya usaha secara berkelanjutan
Pelatihan Pemasaran Digital Usaha Rumah Tangga dengan Penguatan Brand Story Melalui Instagram Nurliza Nurliza
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.6047

Abstract

Brand story melalui Instagram untuk produk makanan oleh usaha rumah tangga hanya terbatas pada social media mentions, social media likes, comments, testimoni konsumen, dan endorsement oleh selebgram. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pelatihan pemasaran digital usaha rumah tangga dengan penguatan brand story melalui Instagram, pada Chef Gui di Kota  Pontianak, Kalimantan Barat. Metode pengabdian yaitu sosialisasi dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan tingkat ketercapaian pengetahuan yang tinggi, tetapi kesenjangan praktik adalah tinggi terkait direct website traffic dan branded search volume/traffic dalam brand awareness and recognition; social shares dan click-through rates dalam engagement and sentiment; customer retention rates, dan Net Promoter Score dalam customer loyalty; conversion rates, dan revenue growth dalam conversion and sales.
Pelatihan Online Marketing Pada Pelaku UMKM Olahan Makanan Pamela Pamela; Nurliza Nurliza
Journal of Community Development Vol. 5 No. 1 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i1.194

Abstract

Online marketing is a set of tools and methodologies used to promote products and services over the internet. Online marketing includes broader marketing elements than traditional business marketing because of the extra channels and marketing mechanisms available on the internet. Online marketing is also known as marketing using the internet, web-based marketing, and digital marketing. Community service activities aim to increase the number of research outputs and community service per lecturer, which have succeeded in gaining international recognition or been implemented by the community (IKU 5). The solution for improving processed food MSMEs related to online marketing is carried out using counseling and demonstration (Practice) methods. Marketing management regarding online marketing in question is knowledge about online marketing, techniques for managing grammar in online marketing, and online marketing evaluation techniques. This activity includes counseling and technical guidance packaged in the form of online marketing knowledge and skills. The number of participants who will take part in the training is 10 people at UMKM Chef Gui in Pontianak. The stages of implementing Community Service consist of planning, field observation, preparation, implementation of training, evaluation and monitoring, reporting and dissemination of the results of Community Service Activities. Conclusion: The community service activities carried out went well. Chef Gui's Food Processed MSME employees received increased knowledge (75 percent) regarding online marketing for Community Service.
PENYULUHAN MENGENAI LITERASI KEUANGAN PADA IKATAN MAHASISWA TERENTANG Pamela Pamela; Nurliza Nurliza
Jurnal Pengabdian Bukit Pengharapan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengarapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/jurdian.v6i1.1166

Abstract

Economic growth is supported by the community's level of financial literacy. A well-literate society is more easily able to understand and comprehend the intricacies of the financial services sector, which ultimately will optimally utilize financial products and services to improve welfare and protect themselves from potential losses due to crime in the financial sector. Individuals, including students, are required to have adequate financial literacy to be able to participate in the financial sector and have access to financial services. The purpose of community service activities is to educate the Terentang Student Association in financial literacy and support government efforts to increase the capacity of the Terentang Student Association. Financial literacy outreach activities carried out in collaboration with the Terentang Student Association have proven effective in improving participants' financial understanding, behavior, and attitudes.
Pelatihan Peningkatan Sifat Individu Pendukung Kompetensi Petani Jagung Mandiri Nurliza Nurliza
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v5i1.13687

Abstract

TRAINING FOR IMPROVING PERSONAL TRAITS TO SUPPORT COMPETENCY OF CORN SMALHOLDERS. Corn smallholders frequently confront challenges in controlling and making appropriate farming decisions. They had low competence of farm management, smallholders intuitively emphasize the input cost aspect that causes high risk. The purpose of community service is conscientiousness, motivation, flexibility, positivity, and problem-solving of individual traits are increased using quantitative descriptive through counseling and practice for 20 corn smallholders of the "Sumber Lestari" farmer group in Rasau Jaya Village, Kubu Raya Regency, West Kalimantan as a corn integrated center area to accelerate the development of agribusiness-oriented agriculture. The findings revealed that corn smallholders had a high level of awareness and motivation. However, weather and disease concerns, as well as swings in the selling prices of products and production inputs, had reduced their flexibility, positivism, and problem-solving abilities. Personal traits are hopefully minimize the gaps between knowledge and skills. The role of local government is needed for sustainable monitoring, coaching, counseling and training, and disseminating research results that are responsive to changes in new innovations with a combination of visible and audible methods, as well as public meetings.