Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM PENUMBUH RAMBUT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (Apium Graveolens L.) PADA KELINCI JANTAN WIDYANINGSIH, LINDA; RATNA YUNIAR, CINTHYA; ARIFIANTO, NASRUHAN
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/1nppcv94

Abstract

Sediaan penumbuh rambut digunakan untuk menstimulus pertumbuhan rambut yang digunakan dengan cara dioleskan pada kulit kepala. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai penumbuh rambut adalah seledri. Seledri mengandung natrium, vitamin A dan B, kalsium dan zat besi yang mempunyai kemampuan untuk menyuburkan rambut. Zat kimia di dalam seledri yaitu Apigenin yang berperan dalam stimulasi penumbuh rambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah daun seledri mempunyai aktivitas sebagai penumbuh rambut. Metode yang digunakan untuk penelitian ini meliputi : penyiapan bahan, ekstraksi bahan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, formulasi sediaan krim dengan tiga varian konsentrasi yaitu 6 gr, 9 gr dan 12 gr dalam sediaan 30 gr, selanjutnya pengujian aktivitas pertumbuhan rambut menggunakan 3 hewan uji kelinci dengan mengukur panjang pertumbuhan rambut pada kelinci pada minggu ke-1, minggu ke-4 dan minggu ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun seledri dapat menumbuhkan rambut. Aktivitas sediaan krim penumbuh rambut yang baik ditunjukkan oleh sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak etanol daun seledri 12 gr.
Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo Arifianto, Nasruhan; Yuniar, Cinthya Ratna; Kusmaningrum, Farida; Elzami, Anastasya Aninda
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24453

Abstract

Tingkat kepuasan pasien sangat penting bagi suatu pusat kesehatan, selain hal tersebut mengarah pada loyalitas pasien, namun juga berpengaruh pada hasil klinis yang lebih baik dan kepatuhan pasien. Kepuasan pasien sendiri juga bisa digambarkan dengan ukuran seberapa senang pasien dengan perawatan kesehatan yang mereka alami. Dalam kata lain, pusat kesehatan perlu memenuhi harapan pasien serta memberikan pengalaman sehat secara medis. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain, aspek kehandalan, aspek ketaggapan, aspek jaminan, aspek empati dan aspek berwujud. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif  dengan metode purposive sampling.Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 responden yaitu pasien poli anak rawat jalan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepuasan. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga atau pendamping dari pasien poli anak. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kehandalan memperoleh presentase sebesar 75,76% dengan kategori puas, dimensi ketanggapan memperoleh presentase sebesar 74,88% dengan kategori puas, dimensi jaminan memperoleh presentase sebesar 81,28% dengan kategori sangat puas, dimensi empati memperoleh presentase sebesar 80% dengan kategori puas, dimensi berwujud memperoleh presentase 73,14% dengan kategori puas. Presentase tertinggi yaitu pada dimensi jaminan dan terendah dari dimensi berwujud. Berdasarkan hasil penelitian tentang Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD dr. Hardjono Ponorogo menunjukkan bahwa presentase kepuasan secara keseluruhan didapatkan nilai (77,01%) dan responden dinyatakan “Puas’’.
Evaluasi Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Keamanan Obat Pasca Penarikan Obat Sediaan Sirup Yuniar, Cinthya Ratna; Arifianto, Nasruhan; Qonita, Eka Wanda; Aziz, Yaya Sulthon
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i1.2

Abstract

Kasus gagal ginjal akut anak yang terjadi pada Oktober 2022, disinyalir karena adanya cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) dalam sediaan sirup. Pemerintah mengambil tindakan penarikan ijin edar obat sediaan sirup selama masa penyelidikan. Akibat himbauan tersebut timbul perubahan perilaku dan sikap masyarakat terhadap kepercayaan keamanan obat sirup anak terutama yang mengandung parasetamol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan sediaan sirup anak yang mengandung parasetamol pasca penarikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan data kualitatif dengan instrumen angket dan wawancara tertulis. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Madigondo Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling yang menggunakan rumus Yamane dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat di Desa Madigondo Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan terhadap obat sirup anak yang mengandung parasetamol pasca penarikan obat sirup tinggi sebanyak 86 responden (86%) dengan rata-rata presentase tanggapan responden 79,4% dan sebanyak 14 responden (14%) dengan rata-rata presentase tanggapan responden 67,7% tergolong pada kategori sedang.
PENYULUHAN TATA CARA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BENAR BAGI GURU SDS MUTIARA HATI PONOROGO Nur Maa'aidah, Ulfa; Andari, Susilowati; Arifianto, Nasruhan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.20906

Abstract

Pemilihan antibiotika yang tepat harus mempertimbangkan  sensitivitas bakteri terhadap antibiotika, keadaan tubuh hospes, serta biaya pengobatan. Pada praktek keseharian, tidak mungkin dilakukan identifikasi bakteri yang berkembang sebelum dilakukan pemilihan antibiotika. Pemilihan antibiotika didasarkan pada perkiraan kuman penyebab infeksi dan pola kepekaan. Kepatuhan mengkonsusmsi antibiotika bertujuan memperkecil resiko efek samping, juga mencegah terjadinya resistensi. Resistensi adalah kondisi dimana bakteri kebal terhadap antibiotika tertentu. Untuk itu diperlukan antibiotika baru atau yang memiliki potensi lebih tinggi. Resistensi ini adalah masalah utama yang harus diminimalisir atau dihindari. Resistensi muncul karena penggunaan Antibiotika yang salah dan penyalahgunaannya. Perlunya penyuluhan kepada guru sebagai pendidik dalam limgkungan masyarakat dan perlunya memberikan wawasan yang lebih dalam pada tenaga pendidik. Perlu mengetahui seberapa besar pemahaman guru tentang penggunaan antibiotik, serta menambhakan pemahaman tersebut sehingga akan meingkatkan pengetahuan pada peseta didiknya.
Edukasi Terhadap Santri Tentang Penggunaan Obat Topikal Terapi Scabies di Pondok Pesantren KH. Syamsuddin Durisawo Ponorogo Arifianto , Nasruhan; Rakhmawati, Erna Agung; Ardiyanti, Alvina Putri; Yuniar, Cinthya Ratna; Hamdayani, Tatik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3528

Abstract

Penyakit skabies merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di pondok pesantren. Rendahnya pengetahuan santri mengenai cara penggunaan obat topikal yang benar sering menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan pengobatan yang efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri putri mengenai penggunaan obat topikal untuk skabies. Edukasi dilakukan melalui metode presentasi kepada 100 santri putri kelas XI MA. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan desain pretest-posttest dengan kuesioner. Peningkatan pengetahuan dianalisis menggunakan uji N-Gain. Kegiatan ini berhasil meningkatkan secara signifikan pengetahuan santri tentang penggunaan obat topikal skabies. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat drastis dari 53,7% (sebelum) menjadi 93,1% (sesudah) edukasi. Hasil uji N-Gain sebesar 0,8832 menempatkan peningkatan pengetahuan pada kategori tinggi. Metode presentasi dinilai sangat efektif (efektivitas >76%) dalam meningkatkan pemahaman santri. Edukasi menggunakan metode presentasi sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman santri putri tentang penggunaan obat topikal untuk skabies. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung kesehatan dan kualitas hidup santri di lingkungan pesantren. Education on the Use of Topical Scabies Medication for Students at the KH. Syamsuddin Islamic Boarding School in Ponorogo  Scabies is a common health problem in Islamic boarding schools. Students' low knowledge regarding how to use topical medications correctly often becomes an obstacle in effective prevention and treatment efforts. This service activity aims to increase female students' knowledge regarding the use of topical medicine for scabies. Education was carried out through presentation methods to 100 female students in class XI MA. The effectiveness of the activity was measured using a pretest-posttest design with a questionnaire. Increased knowledge was analyzed using the N-Gain test. This activity succeeded in significantly increasing students' knowledge about the use of topical scabies medication. The average knowledge score increased drastically from 53.7% (before) to 93.1% (after) education. The N-Gain test result of 0.8832 places the increase in knowledge in the high category. The presentation method is considered very effective (effectiveness >76%) in increasing students' understanding. Education using the presentation method is very effective in increasing female students' understanding of the use of topical medication for scabies. This activity is recommended to be implemented on an ongoing basis to support the health and quality of life of students in the Islamic boarding school environment.
LEVEL OF COMPLIANCE WITH THE USE OF ANTI-TUBERCULOSIS DRUGS IN ADULT PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS AT THE OUTPATIENT PULMONARY POLYCLINIC OF DR. HARJONO S PONOROGO Nasruhan Arifianto; Susilowati Andari; Riza Mazidu; Nabila Sri Andhini
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2770

Abstract

Background: Tuberculosis is an infectious disease that causes health disorders and is the leading cause of death worldwide. Adherence to medication is a very important indicator of the successful recovery of tuberculosis patients for 6-9 months where patients have to take medication non-stop. Non-compliance of TB patients causes low patient recovery, high mortality rate, increased recurrence, and more fatal is the occurrence of (immunity) of germ resistance to standard treatment. This study has a formulation of the problem of how the level of compliance with the use of anti-tuberculosis drugs in adult pulmonary TB patients at Dr. Harjono Ponorogo Hospital. Methods: This research is a qualitative descriptive research with a survey method. The instrument used to collect data by providing a closed statement on a questionnaire sheet that has been tested for valdiance and reliability. The research was conducted at the Outpatient Pulmonary Poly of the Dr. Harjono Ponorogo Regional General Hospital in April 2024. The sample in this study was taken from patients who were undergoing advanced phase pulmonary TB treatment at least 4 months after treatment, were over 17 years old, and were willing to be respondents. The sample amounted to 22 respondents with a sampling technique using the purposive sampling technique. The data obtained were analyzed using univariate analysis., Results: Result of the study showed that good compliance amounted to 16 patients (72.7%), moderate compliance amounted to 5 patients (22.7%) and less than 1 patient (4.5%). Conclusion: It was concluded that the compliance rate for the use of anti-tuberculosis drugs at Dr. Harjono Ponorogo Hospital had good compliance of 72.7%.
Sedative Effectiveness of Essential Oils of Red Rose Flower (Rosa Damascena) and White Jasmine Flower (Jasminum Sambac) on Male Mice (Musculus) by Olfactory Aromatherapy Nasruhan Arifianto; Cinthya Ratna Yuniar; Cikra Ikhda Nur H.,S; Arifah Yusrina; Fitria Nur Hidayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.773

Abstract

Insomia is a condition in which a person cannot sleep, often wakes up and has difficulty falling back asleep. Aromatherapy will provide a sense of calm when inhaled. Red rose and white jasmine aromatherapy contains linalool and geraniol substances that are beneficial for overcoming sleep disorders. The purpose of this study was to examine the sedative effects of red rose and white jasmine essential oils on mice. This study used an experimental method tested on male mice to test the sedative effect of red rose (Rosa damascena) and white jasmine (Jasminum sambac) oils on mice (Mus musculus) by means of aromatherapy (by inhalation) using the volume of red rose (Rosa damascena) and white jasmine (Jasminum sambac) essential oils for 4 hours with a stratified volume of 5 ml in 300 ml of solution,  10 ml in 300 ml of solution and 15 ml in 300 ml of solution. The data obtained from the results of the sedative effectiveness test of red rose oil on mice were statistically analyzed with the ANOVA one-way test. The results of the ANOVA oneway test showed that red rose essential oil and white jasmine had a sedative effect on mice at a level of 5 ml in 300 ml of solution and at a level of 10 ml in 300 ml of diffuser water solution while white jasmine essential oil volume of 15 ml in 300 ml of diffuser water with ANOVA test results of 0.000 < 0.05 with a positive control value of 43.33 minutes, negative control 13.00 minutes, 5ml oil 21.00 minutes, oil 10 ml 37.50 minutes, and 15 ml oil 67.67 minutes