Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

BERGIZI BERKAH (PEMBERDAYAAN GIZI BERBASIS SEKOLAH): SEBUAH PROGRAM PEER MODELLING, REWARD DAN REPEATED Zenderi Wardani; Novidiyanto Novidiyanto; Ade Devriany; Ori Pertami Enardi; Sutyawan Sutyawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15140

Abstract

ABSTRAKKonsumsi sayur dan buah pada remaja dan anak-anak kurang dari rekomendasi yang dianjurkan karena salah satunya adalah neofobia terhadap kelompok bahan makanan tersebut. Anak sekolah dasar sebagai mitra pengabdian ini merupakan kelompok yang juga tidak terlepas dari masalah tersebut, padahal manfaat sayur dan buah bagi imunitas sangat penting terutama setelah masa pandemi . Tujuan gagasan program pengabdian ini adalah mengurangi  neofobia dan meningkatkan kesukaan terhadap sayur dan buah antara kelompok anak-anak sasaran. Metode pengabdian ini menggunakan strategi peer modeling, reward dan repeated. Tahapan peer-modeling dilakukan dengan cara mendongeng, repeat (paparan) dengan cara memberikan hidangan sayur dan buah, dan reward dengan cara memberikan hadiah. Tahapan tersebut dilakukan selama lima hari berturut-turut. Sasaran kegiatan adalah anak sekolah dasar usia 7-9 tahun di SD Negeri 21 Pangkalpinang sebanyak 17 orang dan SD Negeri 4 Pangkalan Baru sebanyak 21 orang. Tahapan peer modelling dengan cara mendongeng berhasil mengurangi neofobia sasaran di SDN 21 Pangkalpinang (52,9%), dibandingkan sasaran di SDN 04 Pangkalan Baru (55,0%). Tahapan repeated menempatkan sayur urap (75,7%) dan pisang (75,7%)  sebagai hidangan yang paling disukai. Peningkatan kesukaan akan hidangan terjadi dengan presentase anak yang mendapatkan reward sebesar 27,1%. Program pemberdayaan ini mempunyai potensi untuk direplikasi di lokasi berbeda dengan penyesuaian rentang waktu program dan integrasi dengan program kantin sekolah. Kata kunci: pemberdayaan gizi; konsumsi; sayur; buah. ABSTRACTConsumption of vegetables and fruit in adolescents and children is less than the recommended recommendations because one of them is neophobia towards these food groups. Elementary school children as service partners are a group that is also inseparable from this problem, even though the benefits of vegetables and fruit for immunity are significant, especially after the pandemic. This service program aimed to reduce neophobia and increase the target children's preference for vegetables and fruit. This dedication method uses peer modelling, reward and repeated strategies. The peer-modelling stage is carried out by storytelling, repeat (exposure) by giving vegetable and fruit dishes, and rewards by giving gifts. These stages were carried out for five consecutive days. The target of the activity is elementary school children aged 7-9 years at SD Negeri 21 Pangkalpinang with a total of 17 people and SD Negeri 4 Pangkalan Baru with 21 people. The peer modelling stage using storytelling reduced the neophobia of the target at SDN 21 Pangkalpinang (52.9%) compared to the target at SDN 04 Pangkalan Baru (55.0%). The repeated stages placed the urap vegetables (75.7%) and bananas (75.7%) as the preferred dishes. The preference for the dish increased with the percentage of children who received a reward of 27.1%. This empowerment program has the potential to be replicated in different locations by adjusting the program timeframe and integrating it with the school canteen program. Keywords: nutrition empowerment; consumption; vegetable; fruit.
Analisis Kandungan Zat Gizi dan Daya Terima Bakso Tusuk Ikan Kembung dengan Penambahan Sayur Bayam Sebagai Alternatif Snack Untuk Anak Sekolah Dasar Destriana, Anindita Hanifa; Sutyawan, Sutyawan
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.833

Abstract

Latar belakang: Pola makan anak usia sekolah dasar yang cenderung suka jajanan dan kurangnya konsumsi sayur. Bakso tusuk ikan kembung dengan penambahan sayur bayam merupakan salah satu alternatif jajanan untuk meningkatkan konsumsi sayur dan pemenuhan gizi pada anak usia sekolah dasar.Tujuan: Menganalisis daya terima dan kandungan gizi pada produk bakso ikan kembung penambahan sayur bayam.Metode: Metode eksperimen pada studi ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap dengan mengembangkan 5 formula. Masing-masing formula memiliki perbandingan komposisi ikan kembung dan sayur bayam yaitu F1(100:0), F2(90:10), F3(80:20), F4(70:30), dan F5(60:40). Daya terima diperoleh dari uji organoleptik. Data kandungan zat gizi pada formula terpilih diperoleh berdasarkan uji laboratorium.Hasil: Penambahan sayur bayam pada bakso tusuk ikan kembung berpengaruh nyata (p<0.05) pada seluruh atribut organoleptik kecuali tekstur. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa F3 paling disukai. Kandungan zat gizi pada 1 porsi formula bakso terpilih F3 yaitu energi 24.2 kkal, protein 2.4 g, karbohidrat 3.7 g, kalsium 8.8 mg, dan zat besi 0.6 mg.Kesimpulan: Bakso tusuk ikan kembung sayur bayam pada F3 memiliki daya terima yang paling baik. Selain itu kandungan protein, kalsium, dan besi pada F3 dapat membantu pemenuhan kecukupan zat gizi anak usia sekolah dasar.
Daya Terima, Kadar Lemak Dan Asam Folat Nugget Hati Ayam Dengan Kombinasi Jamur Sawit Sebagai Alternatif Pangan Olahan Untuk Balita Sari, Endah Mayang; Sutyawan, Sutyawan; Enardi, Ori Pertami; Destriana, Anindita Hanifa
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 2 (2024): JKP DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v12i2.980

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian Pengembangan Panduan Gizi Seimbang berbasis Pangan Lokal (PGS-PL) bagi anak balita di Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat. Hasil analisis LP Optifood menunjukkan bahwa asupan zat gizi bermasalah pada balita adalah asupan lemak dan asam folat. Pembuatan nugget hati ayam merupakan suatu inovasi yang memiliki keunggulan gizi bagi pertumbuhan, dan harga yang terjangkau. Untuk meningkatkan nilai zat gizi, nugget hati ayam ditambahkan jamur sawit yang merupakan salah satu pangan lokal di Kecamatan Simpang Teritip.Tujuan: Menganalisis perbedaan daya terima, kadar lemak dan asam folat nugget hati ayam dengan kombinasi jamur sawit sebagai pangan olahan untuk balita.Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan tiga kali pengulangan. Sampel penelitian nugget daging ayam dengan penambahan hati ayam dan jamur sawit. Rasio daging ayam ras, hati ayam, dan jamur sawit P1(10:7,5:3); P2(10:5:2); P3(10:2.5:1). Daya terima diperoleh dari uji organoleptik. Analisis statistik menggunakan uji statistik non parametrik Kruskal-Wallis. Kadar lemak dan asam folat diuji secara laboratorium.Hasil: Tidak ada perbedaan yang signifikan daya terima nugget hati ayam dengan kombinasi jamur sawit.Namun secara keseluruhan daya terima formula 3 lebih tinggi dibandingkan formula 1 dan formula 2. Kadar lemak dan kadar asam folat nugget hati ayam dengan kombinasi jamur sawit sebagai pangan olahan untuk balita lebih tinggi pada formula 3 dibandingkan formula 1 dan 2.Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan daya terima, kadar lemak, dan kadar asam folat nugget hati ayam dengan kombinasi jamur sawit sebagai pangan olahan untuk balita 
Daya Terima Donat Kentang Dengan Penambahan Tepung Cangkang Telur Ayam Sagita, Rada; Sari, Endah Mayang; Sutyawan, Sutyawan
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1977

Abstract

Meningkatnya konsumsi telur di Indonesia mengakibatkan limah cangkang telur yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Cangkang telur diketahui mengandung 97% kalsium. Salah satu cara agar masyarakat dapat memanfaatkan cangkang telur adalah dengan cara melakukan penambahan cangkang telur yang telah dihaluskan ke dalam makanan yaitu donat kentang. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui daya terima donat kentang dengan penambahan tepung cangkang telur ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan melakukan penambahan tepung cangkang telur ayam pada donat kentang sebanyak 0 g, 10 g, 15 g dan 20 g kemudian dilakukan uji Organoleptik pada 30 panelis terlatih. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif mengunakan uji Kruskal Wallis. Didapatkan nilai p (p-value) sebesar 0,000 yang artinya terdapat pengaruh antara penambahan tepung cangkang telur dengan daya terima rasa, warna, aroma, tekstur, dan keseluruhan donat kentang pada setiap formulasi. Formulasi dengan nilai rata-rata daya terima tertinggi adalah dengan penambahan sebanyak 10 g. 
Karakteristik Kimia dan Aktifitas Antioksidan Teh Hijau Tayu dari Provinsi Bangka Belitung dan Teh Hijau Komersial Novidiyanto, Novidiyanto; Sutyawan, Sutyawan
JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v2i1.1268

Abstract

Latar Belakang: Teh hijau tayu kering merupakan produk olahan pucuk daun teh segar yang berasal dari tanaman teh yang ditanam pada dataran rendah di Desa Ketap Provinsi Bangka Belitung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar air, kadar abu, kadar serat teh hijau tayu (HT) dibandingkan dengan teh hijau komersial merk B (HB) dan teh hijau komersial merk C (HC). Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental di laboratorium. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh hijau tayu kering, teh hijau komersial merk B dan C mengandung kadar air masing-masing sebesar 9,15%, 8,78%, dan 6,81%; kadar abu total masing-masing sebesar 5,42%, 5,75% dan 5,37%; kadar serat masing-masing sebesar 1,11%, 0,05% dan 0,03%, dan aktifitas antioksidan masing-masing sebesar 443,26 ppm AEAC, 439,93 ppm AEAC, 440,67 ppm AEAC. Simpulan: Nilai kadar abu total dan kadar serat teh hijau tayu kering, teh hijau kering komersial merk B dan C yang ada dipasaran telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia tentang teh hijau (SNI No.1902:2016) kecuali kadar airnya yang masih tinggi. Aktifitas antioksidan air seduhan teh hijau tayu lebih tinggi dibandingkan dengan aktifitas antioksidan air seduhan teh hijau komersial merk B dan C.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN KADAR POLIFENOL KOMBUCHA TEH HIJAU TAYU (Camellia sinensis L.) DENGAN VARIASI JENIS GULA Sutyawan; Emmy Kardinasari; Endah Mayang Sari; Karina Dwi Handin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/5gcdgp78

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang mengandung berbagai komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Teh hijau tayu (Camellia sinensis L.) berpotensi dikembangkan menjadi produk kombucha dengan pemanfaatan berbagai jenis gula sebagai sumber karbon bagi khamir dan bakteri selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kimia dan kadar polifenol kombucha teh hijau tayu yang dibuat dengan variasi jenis gula. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan tiga perlakuan berdasarkan jenis gula, yaitu gula kelapa (KTGK), gula aren (KTGA), dan gula tebu (KTGT). Parameter yang dianalisis meliputi keasaman total, pH, kadar tanin, total mikroba (Total Plate Count), dan kadar polifenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombucha dengan gula aren (KTGA) memiliki kadar polifenol tertinggi (1469,7 mg/L), keasaman total (0,7), kadar tanin (1443 mg/kg), dan total mikroba (8.300 koloni/mL). Nilai pH terendah diperoleh pada perlakuan gula tebu (3,2), sedangkan pH tertinggi terdapat pada perlakuan gula kelapa (4,0). Berdasarkan kandungan polifenol dan karakteristik kimia lainnya, kombucha teh hijau tayu dengan gula aren memiliki potensi antioksidan tertinggi. 
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PRODUK MAKANAN TINGGI PROTEIN (SOSIS TEMPE IKAN BILIS) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Sutyawan, Sutyawan; Devriany, Ade; Febrianti, Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan protein pada ibu menyusui sangat penting dalam menentukan kualitas ASI yang nantinya akan dikonsumsi bayi dalam upaya pencegahan stunting. Sosis tempe ikan bilis merupakan salah satu cemilan yang dikembangkan untuk menambah asupan protein pada ibu menyusui. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pembuatan produk sosis tempe ikan bilis pada ibu menyusui di Desa Tanjung Gunung dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua tahap yaitu penyampaian materi dan demo masak yang melibatkan 50 orang yang terdiri dari ibu hamil dan ibu menyusui. Kegiatan penyampaian materi menerapkan metode ceramah dan tanya jawab menggunakan indikator skor pre dan post test. Sementara kegiatan demo masak menerapkan metode praktik langsung menggunakan indikator tingkat kesukaan produk dan persentase peserta yang bisa membuat produk. Hasil pengabdian berupa adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dari skor pre test dan post test (p-value<0.05). Tingkat kesukaan produk sosis hasil praktik memiliki skor rata-rata dari 3.5 hingga 3.7. Setelah dilakukan pendampingan, keterampilan peserta dalam mengolah produk masuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata lebih dari tiga. Adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan tingkat kesukaan produk sosis diharapkan masyarakat dapat membuat secara mandiri di rumah sebagai camilan untuk dikonsumsi khususnya pada ibu menyusui.Kata Kunci: ikan bilis, pangan lokal, sosis, stunting, tempe.