Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS MATA PELAJARAN PPKN SEBAGAI SARANA INTERNALISASI LITERASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI SMA ISLAM AL FALAH JAMBI Ikhsan Hidayat; Melisa; Dona Sariani
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8668

Abstract

PPKn memberikan sarana sebagai salah satu internalisasi pendidikan politik untuk membentuk siswa/i menjadi melek terhadap politik. PPKn juga membentuk siswa/i menjadi warga negara yang baik dan cerdas, yaitu sebagai warga negara yang mengetahui mengenai hak, kewajiban, tanggung jawab serta kedudukan politiknya ditengah demokrasi. Dari hasil observasi siswa/i kelas XII SMA Islam Al-Falah Jambi, yang pada praktiknya adalah merupakan pemilih pemula belum memahami pendidikan politik dengan baik.  Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui peran mata pelajaran PPKn sebagai sarana internalisasi literasi politik pemilih pemula di SMA Islam Al Falah Jambi. Berdasarkan hasil penelitan menggunakan indikator literasi politik Madhok dengan empat indikator, yaitu (1) kesadaran akan pentingnya aktivitas politik, (2) kemampuan membuat opini tentang proses politik, (3) mengetahui kebijakan pemerintah, (4) ikut serta aktif dalam politik bahwa peran mata pelajaran PPKn sebagai sarana internalisasi literasi politik pemilih pemula di SMA Islam Al Falah Jambi kurang optimal dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran jarang dikaitkan langsung dengan pengalaman nyata siswa dalam kehidupan bermasyarakat, mata pelajaran PPKn sebagai internalisasi literasi politik tentang pengetahuan konsep politik dan demokrasi cukup baik, tetapi untuk beropini proses politik, pengetahuan tentang kebijakan pemerintah dan partisipasi politik masih kurang untuk itu diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan dialogis agar literasi politik pemilih pemula dapat terbangun secara optimal melalui mata pelajaran PPKn.    Kata Kunci: Mata Pelajaran PPKN, Literasi Politik, Pemilih Pemula  
EVALUASI PERUBAHAN KURIKULUM 2013 KE KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PRAKTIK PEMBELAJARAN PPKN DI SEKOLAH SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI Sitanggang, Putri; Heri Usmanto; Dona Sariani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47420

Abstract

The curriculum change from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum is one of the government's efforts to improve the quality of education in Indonesia. This study aims to assess these changes in the learning practices of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) at SMA Negeri 1 Muaro Jambi. This curriculum change impacts the role of teachers, learning strategies, and student engagement in the learning process. This study used a qualitative approach with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of PPKn teachers, the vice principal for curriculum, and students. Data analysis was conducted descriptively qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that, from a contextual perspective, the implementation of the Independent Curriculum is in line with the needs of 21st-century learning. From an input perspective, teacher readiness and facilities still need to be improved. In terms of process, learning has become more flexible and student-focused, although there are still problems in developing open modules. Meanwhile, in terms of product, there has been an increase in student participation and critical thinking skills. Thus, the curriculum changes have a positive impact on PPKn learning, but there is still a need for improvement in its implementation.