Yusuf, Kadar M
Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Nilai Pendidikan dalam Dialog Nabi Nuh dengan Anaknya Arifah Elwahdiyah; M. Ridwan Hasbi; Kadar M. Yusuf
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam dialog antara Nabi Nuh ‘alaihissalām dengan anaknya sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an surat Hūd ayat 42–43. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam dialog tersebut, serta menjelaskan relevansinya terhadap konsep pendidikan Islam masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research), yaitu dengan menelaah berbagai sumber pustaka seperti kitab tafsir, buku pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang berkaitan dengan kisah Nabi Nuh. Hasil kajian menunjukkan bahwa dialog antara Nabi Nuh dan anaknya memuat empat nilai utama pendidikan Islam, yaitu: (1) nilai tauhid, yang menegaskan keyakinan bahwa keselamatan hanya berasal dari Allah Swt, (2) nilai kasih sayang, yang tampak dalam kelembutan Nabi Nuh saat mengajak anaknya, (3) nilai tanggung jawab orang tua, yang menunjukkan kewajiban mendidik anak dalam keimanan, dan (4) nilai kebebasan serta tanggung jawab individu, yang mengajarkan pentingnya kesadaran moral dalam setiap pilihan hidup. Dengan demikian, kisah Nabi Nuh dan anaknya memberikan pelajaran berharga bagi dunia pendidikan modern, bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari aspek intelektual, tetapi juga dari pembinaan iman, akhlak, dan tanggung jawab spiritual peserta didik.
KONSEP DAN URGENSI INTEGRASI SAINS DAN ISLAM THE CONCEPT AND URGENCY OF INTEGRATION OF SCIENCE AND ISLAM Missy Mairista; Kadar M Yusuf
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1851

Abstract

Integrasi sains dan Islam merupakan upaya menyatukan pengetahuan empiris dengan nilai-nilai wahyu dalam suatu kerangka keilmuan yang holistik dan tidak terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar integrasi, istilah-istilah semakna, serta urgensi penerapannya dalam konteks keilmuan dan pendidikan Islam modern. Secara teoretis, integrasi dipahami sebagai proses penyelarasan dan perpaduan antara disiplin ilmu agar tercipta hubungan yang koheren dan saling melengkapi. Dalam perspektif Islam, integrasi menegaskan kembali prinsip unity of knowledge yang memandang bahwa seluruh ilmu berasal dari satu sumber kebenaran, yaitu Allah SWT. Pembahasan ini juga menyoroti urgensi integrasi dalam mengatasi dikotomi ilmu yang memisahkan antara sains dan agama, sekaligus menegaskan pentingnya nilai-nilai Islam sebagai pedoman etis dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun paradigma pendidikan yang holistik, mendorong perkembangan sains yang beretika, serta memberikan arah spiritual dan moral bagi inovasi ilmiah. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam tidak hanya memiliki landasan filosofis yang kuat, tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan peradaban modern dan mewujudkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.
INTEGRASI SAINS DAN ISLAM DIMULAI DARI INTEGRASI PEMIKIRAN (Peran Manusia, Kehidupan Sementara, dan Alam sebagai Objek Kajian) Firdaus Jimmy Pasaribu; Kadar M. Yusuf
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1860

Abstract

Perkembangan sains dan teknologi memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia, namun sering kali berjalan terpisah dari nilai-nilai agama dan moral. Dalam perspektif Islam, sains dan agama bukanlah dua entitas yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dan terintegrasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi sains dan Islam dengan menitikberatkan pada integrasi pemikiran serta rumusan masalah yang mencakup peran manusia, hakikat kehidupan yang bersifat sementara dan harus dipertanggungjawabkan, serta hubungan manusia dengan alam sebagai objek kajian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan tema integrasi ilmu dan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral dalam mengembangkan dan memanfaatkan sains. Kesadaran akan kehidupan dunia yang sementara mendorong sikap ilmiah yang etis dan bertanggung jawab, sementara alam dipahami sebagai ayat-ayat kauniyah yang harus dikaji dan dijaga keseimbangannya. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun peradaban yang maju, beretika, dan berkelanjutan.
INTEGRASI SAINS DAN ISLAM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Anusirwan Hamidi Harahap; Kadar M. Yusuf
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1861

Abstract

Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi merupakan upaya strategis untuk membangun pemahaman ilmu pengetahuan yang utuh serta menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Pembelajaran biologi tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep dan keterampilan ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah Swt. melalui kajian terhadap fenomena alam dan makhluk hidup. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, dan implementasi integrasi sains dan Islam dalam pelajaran biologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam dapat dilakukan melalui pengaitan materi biologi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, penguatan nilai tauhid, serta penanaman sikap ilmiah yang selaras dengan akhlak mulia. Integrasi ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep biologi, penguatan karakter religius, serta pembentukan sikap spiritual peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis integrasi sains dan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
INTEGRASI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH Rozi Siregar; Kadar M. Yusuf
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 : Edisi Desember 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v1i2.1894

Abstract

Pendidikan Islam telah menjadi bagian integral dari budaya dan identitas umat Islam di seluruh dunia. Begitu juga dalam pembelajaran Akidah merupakan aspek penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM). Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini Adalah penelitian Pustaka Library Research pada pembelajaran Akidah dengan menggunakan pengintegrasian antara Sains dan Islam objek penelitian “Penciptaan Manusia”. Proses penciptaan manusia dan kejadian biologisnya telah menjadi pembahasan yang penting. Terutama setelah adanyanya teori penciptaan manusia yang dikemukakan oleh Darwin yang masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini. Bahwasanya teori evolusi Darwin merupakan teori yang salah dalam pandangan Islam. Dalam proses penciptaan manusia Allah S.W.T sudah menjelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun (12-14) dan surah As-Sajdah ( 7-9). Dengan demikian, paling tidak ada tiga tujuan pembelajaran penciptaan manusia. Pertama, menguasai pengetahuan tentang proses penciptaan manusia. Kedua, terbentuk rasa kagum dan takjub kepada Allah yang telah merancang dan menetapkan sistem repro-duksi manusia yang begitu unik dan indah. Ketiga, tertanam kepercayaan yang kokoh dalam jiwa atau hati bahwasanya manusia diciptakan oleh Allah.