Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Bidan dalam Penyediaan Layanan Kesehatan Primer di Daerah Terpencil Anindya Azzahra; Annisa Rose Maharani; Siska Tiyas Aprilia; Siti Robi’ah; Winnie Tunggal Mutika; Rini Damayanti
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): April-Juni, Ilmu Sosial dan IPA
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e1hwpq88

Abstract

Access to quality primary healthcare remains a major challenge in remote areas due to geographical, infrastructural, and human resource limitations. In such settings, midwives serve as key frontline providers bridging critical healthcare gaps. Objective: This study aims to systematically examine the roles, contributions, and challenges of midwives in delivering primary healthcare services in remote areas. Methods: A systematic literature review was conducted, analyzing 100 scholarly articles from databases such as PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, and others. Inclusion criteria included a focus on midwifery in remote areas and primary health service contexts. Results: Findings reveal that midwives contribute significantly to antenatal care, safe deliveries, postnatal and neonatal care, child immunization, nutrition, family planning, and community health promotion. Despite their vital role, they face significant barriers including geographic isolation, infrastructure deficits, workforce shortages, cultural resistance, and personal safety concerns. Adaptive strategies such as mobile technology use, self-funded training, and strong community-based approaches are essential for sustaining services. Conclusion: Midwives are strategic agents of change in delivering equitable primary health care in remote settings. Sustained support through policy, infrastructure, training, and protection is crucial to ensure their continued effectiveness.
Analisis Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin Di RSUD Cibinong Lisbet Natalia Simamora; Rini Damayanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1949

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian preeklampsia sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Cibinong tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Cibinong tahun 2024 sebanyak 413 orang. Sampel penelitian berjumlah 413 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia ibu (p-value = 0,022), riwayat preeklampsia (p-value = 0,000), riwayat hipertensi (p-value = 0,000), riwayat abortus (p-value = 0,007), dan status pekerjaan (p-value = 0,014) dengan kejadian preeklampsia. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara paritas (p-value =0,745), diabetes melitus (p-value = 0,531), kehamilan ganda (p-value = 0,379), dan tingkat pendidikan (p-value = 0,995) dengan kejadian preeklampsia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia ibu, riwayat preeklampsia, riwayat hipertensi, riwayat abortus, dan status pekerjaan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RSUD Cibinong. Oleh karena itu, identifikasi faktor risiko sejak masa kehamilan perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah terjadinya preeklampsia.