Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementasi Program Kesehatan Kerja di PT. X yang Bergerak pada Industri Manufaktur Fansa Oginata; Garuda Surya Kencana Wijaya Agung; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kesehatan kerja di PT. X berdasarkan kesesuaiannya dengan prinsip kesehatan kerja dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan program kesehatan kerja yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Program promotif dilakukan melalui penyampaian informasi kesehatan kerja menggunakan poster, banner, website internal, serta kegiatan senam pagi untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya kesehatan kerja. Program preventif dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan awal, berkala, dan khusus, penggunaan alat pelindung diri, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, serta penyediaan fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan. Selain itu, perusahaan menyediakan pelayanan kesehatan kerja yang didukung tenaga kesehatan dan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk upaya kuratif. Dalam aspek rehabilitatif, perusahaan telah menerapkan program Return to Work (RTW) bagi pekerja yang mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan kerja. Secara keseluruhan, implementasi program kesehatan kerja di PT. X telah berjalan dengan baik dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Evaluasi Pemerataan Implementasi Program Kesehatan Kerja pada Pekerja Outsourcing di PT Dutagaruda Piranti Prima Ridho Eka Satrio; Aflah Naufal Wajdi Putra Vieko; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.844

Abstract

Pekerja Outsourcing memiliki karakteristik penempatan kerja yang beragam sehingga berpotensi mengalami perbedaan akses terhadap program kesehatan kerja yang disediakan perusahaan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi perusahaan penyedia jasa tenaga kerja untuk memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan kesehatan kerja yang setara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemerataan implementasi program kesehatan kerja pada pekerja Outsourcing di PT Dutagaruda Piranti Prima serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Departemen Health, Safety, and Environment (HSE), serta dokumentasi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan program kesehatan kerja yang meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Program Medical Check Up (MCU), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Return To Work (RTW) dapat diakses oleh seluruh pekerja Outsourcing tanpa membedakan lokasi penempatan kerja. Namun, program seperti donor darah dan olahraga rutin serta kegiatan pengukuran lingkungan kerja masih lebih terfokus pada kantor pusat sehingga pemerataan implementasinya belum optimal.
Analisis Potensi Penyakit Akibat Kerja dan Upaya Pengendaliannya Berdasarkan Dokumen HIRARC pada Proses Produksi Filter F1 Spin On di PT X Anya Farras Putri Gunawan; Gerald Sadrakh Simanungkalit; Nadhira Sabila Pramesty; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.846

Abstract

Potensi penyakit akibat kerja pada proses produksi filter F1 Spin On di PT X dianalisis berdasarkan dokumen Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya kesehatan kerja dan upaya pengendaliannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen HIRARC perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 dari 39 aktivitas kerja berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja akibat paparan bahan kimia dan agen fisik selama proses produksi. Potensi penyakit akibat kerja yang teridentifikasi meliputi gangguan saluran pernafasan, iritasi kulit, dan gangguan mata. Gangguan saluran pernafasan menjadi potensi penyakit akibat kerja yang paling dominan, ditemukan pada 91,7% aktivitas akibat paparan uap adhesive, plastisol, resin, cat, tinta Inkjet, dan bahan kimia pretreatment. Seluruh aktivitas berada pada tingkat risiko Low (L) dengan nilai risiko awal R = 4 yang menurun menjadi R = 1–2 setelah penerapan pengendalian engineering, administratif, dan alat pelindung diri. Penerapan metode HIRARC secara sistematis dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi potensi penyakit akibat kerja dan menentukan pengendalian yang tepat untuk meminimalkan paparan bahaya kesehatan kerja di industri manufaktur.
Health Talk Sebagai Upaya Promotif Kesehatan Bagi Pekerja Di PT XYZ Putri Nurul Aini Jannatin Rahman; Della Fitrah Oktaviana; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.853

Abstract

Kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam menjaga produktivitas dan kesejahteraan pekerja, khususnya pada sektor manufaktur yang memiliki berbagai faktor risiko kesehatan. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah melalui program edukasi kesehatan bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program Health Talk sebagai upaya promotif kesehatan di PT XYZ. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan personel Health, Safety, and Environment (HSE), dokter, dan perawat perusahaan, serta didukung dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Health Talk dilaksanakan secara terjadwal setiap tiga bulan dengan materi yang ditentukan berdasarkan hasil Medical Check-Up (MCU) dan data kunjungan pekerja ke klinik perusahaan. Program ini melibatkan tenaga kesehatan profesional dari fasilitas kesehatan mitra dan disampaikan melalui ceramah interaktif serta sesi diskusi. Pelaksanaan Health Talk berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap kesehatan serta mendukung pembentukan budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Dengan demikian, Health Talk merupakan salah satu upaya promotif yang relevan dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan pekerja di PT XYZ.
Evaluasi Pajanan Debu dan Gas Iritan terhadap Keluhan Pernafasan Pekerja pada Proses Produksi Biji Plastik Adam Ramadhan Sutria; Muhammad Faiz Yazid; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pajanan debu dan gas iritan terhadap keluhan pernafasan pekerja pada proses produksi biji plastik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data penelitian terdiri atas data kuantitatif sekunder dari laporan uji lingkungan kerja tahun 2023 serta data kualitatif primer melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kadar total debu pada pagi, siang, dan malam hari masing-masing sebesar 39 µg/m³, 85 µg/m³, dan 16 µg/m³. Parameter CO, NO₂, SO₂, CO₂, O₂, dan Pb juga masih berada di bawah nilai pembanding dalam laporan. Meskipun demikian, hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pekerja masih mengalami keluhan pernafasan dan iritasi, seperti batuk, batuk berdahak, sesak nafas, tenggorokan kering, hidung perih, mata perih, pusing, dan mual saat berada di area produksi. Keluhan tersebut didukung oleh beberapa faktor lapangan, yaitu debu yang terlihat di area kerja, bau menyengat saat mesin aktif, durasi kerja sekitar 12 jam per shift, penggunaan masker yang belum konsisten, ventilasi yang perlu dievaluasi, kebiasaan merokok, dan belum adanya pemeriksaan paru khusus. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi ventilasi lokal, pembersihan debu secara rutin dengan metode basah atau vakum, penyediaan respirator yang sesuai, pelatihan dan pengawasan penggunaan APD, pengukuran lanjutan terhadap VOC atau plastic fume, serta pemeriksaan kesehatan paru secara berkala.
Evaluasi Program Promotif Dan Preventif Kesehatan Kerja Di Perusahaan Manufaktur Di Karawang Hasbi Rijalul; Jessica Manalu; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.855

Abstract

Kesehatan kerja merupakan salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif melalui pelaksanaan program promotif dan preventif kesehatan kerja. Evaluasi terhadap implementasi program kesehatan kerja diperlukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program promotif dan preventif kesehatan kerja di Perusahaan X melalui kegiatan health talk, promosi kesehatan melalui media poster, serta penilaian postur kerja dan beban kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada dokter perusahaan serta divisi Environment, Health, and Safety (EHS), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program health talk telah dilaksanakan secara rutin, namun penyampaian edukasi kesehatan belum menjangkau seluruh pekerja secara merata. Program promosi kesehatan melalui media poster telah dilaksanakan, tetapi pembaruan media poster belum dilakukan secara konsisten sesuai tema kesehatan terkini. Selain itu, penilaian postur kerja dan beban kerja telah dilakukan sebagai bagian dari program preventif, namun hasil penilaian tersebut belum ditindaklanjuti secara optimal dalam bentuk pengendalian risiko ergonomi. Oleh karena itu, implementasi program promotif dan preventif kesehatan kerja di Perusahaan X telah berjalan, namun masih memerlukan peningkatan terutama dalam aspek pemerataan edukasi kesehatan, pembaruan media promosi kesehatan, serta tindak lanjut terhadap hasil penilaian risiko ergonomi agar pelaksanaan program kesehatan kerja dapat berjalan lebih optimal dan efektif.
Analisis Kesesuaian Program Promotif Dan Preventif Kesehatan Kerja Di PT X Terhadap Regulasi Yang Berlaku Cholifiya Salsabila; Nasywa Dwi Fathiyyah; Nur Syifa Calista; Nico Linggi Pomangsangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.857

Abstract

Abstrak Program promotif dan preventif kesehatan kerja merupakan bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan pekerja serta mencegah terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. Pelaksanaan program tersebut perlu disesuaikan dengan regulasi yang berlaku agar perlindungan tenaga kerja dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian program promotif dan preventif kesehatan kerja di PT X terhadap regulasi yang berlaku. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan membandingkan pelaksanaan program di perusahaan dengan ketentuan yang tercantum dalam peraturan terkait kesehatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT X telah melaksanakan berbagai program promotif, seperti safety talk, health talk, safety induction, seminar K3, penyebaran informasi kesehatan, program gizi kerja, dan kegiatan olahraga pekerja. Selain itu, perusahaan juga menerapkan program preventif melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko, pemeriksaan kesehatan berkala, pengukuran lingkungan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta audit sistem manajemen K3. Secara umum, sebagian besar program telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, masih diperlukan peningkatan pada beberapa aspek, seperti dokumentasi program dan konsistensi pelaksanaan kegiatan tertentu. Temuan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Abstract Promotive and preventive occupational health programs play an important role in maintaining workers’ health and preventing occupational diseases and workplace accidents. The implementation of these programs should comply with applicable regulations to ensure optimal worker protection. This study aimed to analyze the conformity of promotive and preventive occupational health programs at PT X with existing regulations. A descriptive qualitative approach was employed using observation, interviews, documentation, and literature review as data collection methods. Data were analyzed by comparing the implementation of occupational health programs with relevant regulatory requirements. The results showed that PT X had implemented various promotive programs, including safety talks, health talks, safety induction, occupational health seminars, health information dissemination, nutrition programs, and workplace exercise activities. Preventive measures were also carried out through hazard identification and risk assessment, periodic medical examinations, workplace environmental monitoring, personal protective equipment (PPE) use, and occupational safety and health management system audits. Overall, most programs were found to be in accordance with applicable regulations. However, improvements are still needed in several aspects, particularly program documentation and the consistency of certain activities. These findings indicate the company’s commitment to creating a healthy, safe, and productive work environment.
Analisis Kesenjangan Kualitas Lingkungan Kerja dan Temuan Klinis Respirasi Pekerja Fabrikasi Logam: Studi pada PT XYZ Nofitri Meiliza; Davedine Amara Keisya; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.861

Abstract

Industri fabrikasi logam memiliki risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan perNafasan akibat paparan debu partikulat dan asap pengelasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara hasil pengukuran kualitas udara lingkungan kerja dan temuan klinis respirasi pekerja di PT XYZ. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari hasil pemantauan lingkungan kerja Semester 2 Tahun 2024 dan Semester 1 Tahun 2025 serta data Medical Check-Up (MCU) pekerja. Data yang dianalisis meliputi pengukuran kualitas udara, spirometri, foto toraks, riwayat pajanan, dan keluhan respirasi. Hasil menunjukkan seluruh parameter kualitas udara berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB), termasuk debu partikulat sebesar 1,03 mg/m³ pada Semester 1 Tahun 2025. Namun demikian, pemeriksaan kesehatan masih menemukan 20 pekerja (16,0%) mengalami gangguan fungsi paru restriktif serta enam temuan radiologis paru yang terdiri atas empat infiltrat paru dan dua fibroinfiltrat berkonfluens. Temuan tersebut mengindikasikan adanya dampak pajanan kronis yang tidak sepenuhnya tercermin dalam hasil pemantauan lingkungan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap standar kualitas udara belum menjamin perlindungan kesehatan respirasi pekerja, sehingga diperlukan pengendalian bahaya yang lebih komprehensif serta pemantauan kesehatan berkala.
Analisis Implementasi Program Return To Work (RTW) Berbasis Fit Grade Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 Di PT XYZ S. Gohantua Sinaga; Nico Linggi Pomangsangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.866

Abstract

Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja merupakan tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas pekerja serta keberlangsungan operasional industri kimia. Program Return to Work (RTW) menjadi salah satu upaya strategis untuk mendukung reintegrasi pekerja pascakecelakaan atau penyakit akibat kerja ke lingkungan kerja secara aman dan produktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program RTW berbasis Fit Grade di PT XYZ Indonesia Site Merak, mengevaluasi kesesuaiannya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja, serta menyusun model konseptual RTW yang dapat diterapkan pada industri kimia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi daring bersama tim Environment, Health, and Safety (EHS) PT XYZ Indonesia pada April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program RTW telah diimplementasikan secara sistematis melalui enam tahapan yang didukung oleh dokumen Letter of Recommendation dan Fit Grade Standard. Sistem Fit Grade mengelompokkan pekerja ke dalam empat kategori, yaitu Fit to Work, Fit for Limited Duties, Temporary Unfit, dan Unfit to Work, sebagai dasar penentuan kelayakan kerja dan penyesuaian tugas. Implementasi program secara substantif telah selaras dengan prinsip yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019, meskipun koordinasi formal dengan BPJS Ketenagakerjaan belum terdokumentasi secara eksplisit. Kendala utama yang ditemukan adalah subjektivitas pekerja dalam menilai kondisi kesehatannya. Penelitian ini menghasilkan model konseptual RTW berbasis Fit Grade yang berpotensi menjadi acuan pengembangan program RTW pada industri kimia di Indonesia.
Analisis Risiko Paparan Kebisingan terhadap Keluhan Pendengaran pada Pekerja Industri Semen di PT X Natasya Alika Ramadhina; Shalwa Amanda Wicaksono; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.867

Abstract

Kebisingan menjadi salah satu bahaya fisik yang kerap dijumpai di lingkungan kerja industri semen, khususnya pada area produksi yang mengoperasikan mesin berkapasitas besar secara kontinu. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko paparan kebisingan terhadap keluhan pendengaran pada pekerja industri semen di PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional dengan desain cross-sectional dan penilaian risiko menggunakan metode HIRADC. Sebanyak 30 pekerja area produksi dilibatkan sebagai sampel. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sementara data sekunder bersumber dari hasil pengukuran kebisingan Plant 5 periode 2023–2025. Analisis dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengukuran, sejumlah divisi tercatat memiliki intensitas kebisingan yang melampaui Nilai Ambang Batas 85 dBA/8 jam, antara lain Finish mill, Kiln Production, Electric, Raw mill, Coal Mill, dan Packing. Hasil kuesioner mengungkapkan bahwa 46,7% pekerja mengeluhkan telinga berdenging, 43,3% mengalami penurunan kemampuan mendengar setelah shift kerja, dan 23,3% tidak menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengendalian teknis, pemeriksaan audiometri secara rutin, dan peningkatan kedisiplinan pemakaian alat pelindung telinga perlu diperkuat di PT X.
Co-Authors Abrar Sajidan Firzatullah Adam Ramadhan Sutria Adinda Putri Santoso Aflah Naufal Wajdi Putra Vieko Ahmad, Eka Fitriani Alda Armelia Putri Alleysa Safina Najmia Amelia Agustina Anjani Janitra Satyaningtias Anjani Keyla Mahari Annisa Auliya Cahya Anya Farras Putri Gunawan Ardenta Talitha Yafi Angelo Aryadi, Valyaty Frisa Asoka Dharma Sanjaya Azra Hanifah Amalia Cholifiya Salsabila Dadan Erwandi Davedine Amara Keisya Della Fitrah Oktaviana Dina Aulia Dizza Armelia Faa’izah Arsyi Osci Hm Fansa Oginata Farhan Muzakki Fazha Radistya Gibran Garuda Surya Kencana Wijaya Agung Gerald Sadrakh Simanungkalit Gilang Jatnika Ginanjar Aulia Nugroho Gita Preety Ronatio Tampubolon Golda Irene Triana Hasbi Rijalul Hazrelia Anindya Hasibuan Hilman Bayu Wardana Ida Umarul Mufidah Inosensia Adolina Situmorang Jessica Manalu Karina Putri Maharani Kayyisa Aufa Zhafira Keishabrina Fatiya Madu Azzahra Kesya Ratu Janna Keyza Bunga Adelia Laila Kamila Malik, Anis Rohmana Mufidah, Ida Umarul Muhamad Bagas Anggoro Putro Muhammad Daffa Parahita Muhammad Faiz Yazid Muhammad Faqih Akram Wira Atmaja Nadhira Sabila Pramesty Nadia Najwa Zhafira Nasution, Muhammad Islam Nasywa Dwi Fathiyyah Nasywa Dzatul Ulya Natasya Alika Ramadhina Nofitri Meiliza Nur Sya'bani Ziyadatul Khair Nur Syakilah Putri Aulia Nur Syifa Calista Putri Handayani Putri Nurul Aini Jannatin Rahman Ratu Nurhalimah Nasution Ria Kezia Ridho Eka Satrio Rojak, Octovianus Bin S. Gohantua Sinaga Shafa Mutamayyizah Shalwa Amanda Wicaksono Sheila Aldri Ananda