Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Differences in the Effects of Strengthening on Bosu and Activity-Based Exercises on Hallux Valgus Pain Pratiwi, Agesti Setiya; Ramadhani, Alinda Nur; Mutnawasitoh, Asita Rohmah; Mirawati, Dita
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 7 No. 1 (2026): Next-Gen Movement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v7i1.12865

Abstract

Introduction: Hallux valgus is a deformity of the first toe characterized by outward bending due to a valgus position at the metatarsophalangeal joint. This deformity can cause pain and interfere with daily activities, especially among working women. To determine the difference in the effects of Strengthening on bosu and Activity-Based Exercises on reducing pain caused by hallux valgus in working women in Bulakrejo Village. Methods: This study used a quasi-experimental two-group with a pre-test and post-test design. The sample consisted of 50 subjects divided into two intervention groups with randomization. Pain was measured using the Visual Analog and Numeric Rating Scale (VANRS). Both interventions were conducted for four weeks, three times per week. Data were analyzed using the Wilcoxon test to examine the effect of each intervention and the Mann-Whitney test to compare differences between groups. Results: Strengthening on bosu significantly reduced pain (p=0.001; CI=95%) and activity-based exercise also significantly reduced pain (p=0.001; CI=95%) in working woman with hallux valgus. However, there was a significant difference between the groups (p=0.014), with a greater effect on strengthening on bosu. Conclusion: Both methods are effective in reducing pain, but there is a difference in impact between the two, strengthening on bosu has more effect than activity-based exercise.
Pengaruh Straight Leg Raise Exercise dan Clamshell Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Lansia Ferina, Ferina Agustin Darmastuti; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Dita Mirawati; Alinda Nur Ramadhani
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/x0r52566

Abstract

Latar belakang: Proses menua salah satu kehidupan dimana hilangnya secara perlahan  kemampuan jaringan tubuh untuk mempertahankan struktur dan fungsi normal yang dialami setiap  manusia. Intervensi latihan seperti straight leg raise exercise dan clamshell exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah. Tujuan Penelitian ini untuk  mengetahui pengatuh straight leg exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan kekuatan otot  ekstremitas bawah pada lansia. Metod : Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy  experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest, yang artinya dimana  dilakukan pengukuran sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di  Posyandu Lansia Desa Tanjung, Sukoharjo. Sebanyak 35 subjek memenuhi kriteria dan  menyelesaikan penelitian. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi  menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi berupa latihan Straight Leg Raise dan  Clamshell. Hasil: Hasil uji Wilcoxon test menunjukkan nilai p Value = 0.000(<0.005) sehingga  terdapat pengaruh Straight leg raise exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan  kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia. Kesimpulan: Straight leg raise exercise dan  clamshell exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia.
Pengaruh Body Weight Squat Dan Calf Raises Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Otot Tungkai Pada Lansia Reza, Mohamad Reza Oktaviano; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z08n1v47

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia  mengalami perubahan fisiologis dan morfologis salah satunya pada system muskuloskeletal  khususnya otot. Pada perubahan fisiologis yang terjadi adalah penurunan kekuatan otot dan  penurunan massa otot. Penurunan kekuatan otot dapat menimbulkan penurunan kemampuan  fungsional pada lansia karena kekuatan otot mempengaruhi hampir semua aktivitas sehari-hari.  Latihan Body Weight Squat dan Calf Raises menyebabkan beberapa aktivitas pada otot tungkai  bawah meningkat secara signifikan sehingga kemampuan fungsional otot akan meningkat.Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pemberian Body Weight Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode  penelitian quasi eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test yang  melibatkan 30 anggota Posyandu Lansia Senja Bahagia Lima Belas Jebres, Surakarta. Hasil: Uji  Wilcoxon menunjukkan p value=0.000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh latihan Body Weight  Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia  Kesimpulan: latihan Body Weight Squat dan Calf Raises berpengaruh terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia
Pengaruh Short Foot Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/fjkb8y93

Abstract

Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh manusia mengalami penurunan, khususnya pada lansia. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh pada saat ditempatkan di berbagai posisi Short foot excercise adalah latihan sensorik motorik yang mengaktifkan otot intrinsik kaki yang secara aktif membentuk lengkung longitudinal dan lengkunghorizontal.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Menur, RT 03/RW 21 Gulon, Jebres, Surakarta. Populasi penelitian berjumlah 60 lansia, dengan total 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Uji Wilcoxon test  menunjukkan nilai p Value= 0.000(<0.005) yang berarti bahwa pemberian Short foot exercise mempengaruhi peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Short foot exercise berpengaruh meningkatan keseimbangan dinamis pada lansia.      
Effectiveness of Static and Dynamic Weight Shift Balance Strategies in Improving Postural Balance Function in the Elderly Mutnawasitoh, Asita Rohmah; Mirawati, Dita; Susilowati , Tri
Gaster Vol 24 No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v24i1.2172

Abstract

Introduction: Aging is a process in the elderly, characterized by changes in body balance, which can impact the risk of falls Objective: . This study aims to determine the effectiveness of static and dynamic weight-shift balance strategies as a development of low-coast management exercise to improve balance function Method: This is a quantitative study with a quasi-experimental design. This study used a pre-test, post-test, two-group design, with purposive sampling Result: Data were analyzed using an independent sample t-test. The results showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference in effectiveness between balance scores before and after exercise in group 1, with a mean of 10.12 and group 2, with a mean of 9.05 Conclusion: Dynamic weight-shift balance strategies are more effective in improving balance in the elderly than static weight-shift balance strategies.