Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Differences in the Effects of Strengthening on Bosu and Activity-Based Exercises on Hallux Valgus Pain Pratiwi, Agesti Setiya; Ramadhani, Alinda Nur; Mutnawasitoh, Asita Rohmah; Mirawati, Dita
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 7 No. 1 (2026): Next-Gen Movement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v7i1.12865

Abstract

Introduction: Hallux valgus is a deformity of the first toe characterized by outward bending due to a valgus position at the metatarsophalangeal joint. This deformity can cause pain and interfere with daily activities, especially among working women. To determine the difference in the effects of Strengthening on bosu and Activity-Based Exercises on reducing pain caused by hallux valgus in working women in Bulakrejo Village. Methods: This study used a quasi-experimental two-group with a pre-test and post-test design. The sample consisted of 50 subjects divided into two intervention groups with randomization. Pain was measured using the Visual Analog and Numeric Rating Scale (VANRS). Both interventions were conducted for four weeks, three times per week. Data were analyzed using the Wilcoxon test to examine the effect of each intervention and the Mann-Whitney test to compare differences between groups. Results: Strengthening on bosu significantly reduced pain (p=0.001; CI=95%) and activity-based exercise also significantly reduced pain (p=0.001; CI=95%) in working woman with hallux valgus. However, there was a significant difference between the groups (p=0.014), with a greater effect on strengthening on bosu. Conclusion: Both methods are effective in reducing pain, but there is a difference in impact between the two, strengthening on bosu has more effect than activity-based exercise.
Pengaruh Straight Leg Raise Exercise dan Clamshell Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pada Lansia Ferina, Ferina Agustin Darmastuti; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Dita Mirawati; Alinda Nur Ramadhani
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/x0r52566

Abstract

Latar belakang: Proses menua salah satu kehidupan dimana hilangnya secara perlahan  kemampuan jaringan tubuh untuk mempertahankan struktur dan fungsi normal yang dialami setiap  manusia. Intervensi latihan seperti straight leg raise exercise dan clamshell exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah. Tujuan Penelitian ini untuk  mengetahui pengatuh straight leg exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan kekuatan otot  ekstremitas bawah pada lansia. Metod : Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy  experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest, yang artinya dimana  dilakukan pengukuran sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di  Posyandu Lansia Desa Tanjung, Sukoharjo. Sebanyak 35 subjek memenuhi kriteria dan  menyelesaikan penelitian. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi  menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi berupa latihan Straight Leg Raise dan  Clamshell. Hasil: Hasil uji Wilcoxon test menunjukkan nilai p Value = 0.000(<0.005) sehingga  terdapat pengaruh Straight leg raise exercise dan clamshell exercise terhadap peningkatan  kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia. Kesimpulan: Straight leg raise exercise dan  clamshell exercise dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia.
Pengaruh Body Weight Squat Dan Calf Raises Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Otot Tungkai Pada Lansia Reza, Mohamad Reza Oktaviano; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/z08n1v47

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia  mengalami perubahan fisiologis dan morfologis salah satunya pada system muskuloskeletal  khususnya otot. Pada perubahan fisiologis yang terjadi adalah penurunan kekuatan otot dan  penurunan massa otot. Penurunan kekuatan otot dapat menimbulkan penurunan kemampuan  fungsional pada lansia karena kekuatan otot mempengaruhi hampir semua aktivitas sehari-hari.  Latihan Body Weight Squat dan Calf Raises menyebabkan beberapa aktivitas pada otot tungkai  bawah meningkat secara signifikan sehingga kemampuan fungsional otot akan meningkat.Tujuan:  Untuk mengetahui pengaruh pemberian Body Weight Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode  penelitian quasi eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test yang  melibatkan 30 anggota Posyandu Lansia Senja Bahagia Lima Belas Jebres, Surakarta. Hasil: Uji  Wilcoxon menunjukkan p value=0.000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh latihan Body Weight  Squat dan Calf Raises terhadap peningkatan kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia  Kesimpulan: latihan Body Weight Squat dan Calf Raises berpengaruh terhadap peningkatan  kemampuan fungsional otot tungkai pada lansia
Pengaruh Short Foot Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia Rezza Stya Tri Anjasmoro, Rezza; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Indonesian Journal of Sport Physical Therapy (IJSPT) Vol. 2 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Jurusan Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20344/fjkb8y93

Abstract

Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, fungsi tubuh manusia mengalami penurunan, khususnya pada lansia. Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh pada saat ditempatkan di berbagai posisi Short foot excercise adalah latihan sensorik motorik yang mengaktifkan otot intrinsik kaki yang secara aktif membentuk lengkung longitudinal dan lengkunghorizontal.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan rancangan penelitian one grup pretest and posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Menur, RT 03/RW 21 Gulon, Jebres, Surakarta. Populasi penelitian berjumlah 60 lansia, dengan total 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Uji Wilcoxon test  menunjukkan nilai p Value= 0.000(<0.005) yang berarti bahwa pemberian Short foot exercise mempengaruhi peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Kesimpulan: Short foot exercise berpengaruh meningkatan keseimbangan dinamis pada lansia.      
Perbedaan Pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Lansia Ajeng Suko Handayani; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya angka harapan hidup menyebabkan jumlah lansia semakin bertambah, yang membuat mereka lebih rentan mengalami perubahan fisiologis, khususnya pada otot dan sistem muskuloskeletal, sehingga berdampak pada keseimbangan tubuh. Gangguan keseimbangan ini dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko jatuh. Aktivitas fisik seperti Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise berpotensi memperbaiki keseimbangan dinamis melalui penguatan otot dan stimulasi proprioseptor. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, menggunakan rancangan two group test design dengan pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Lansia Dewi Ratih, Ngadirejo, Sukoharjo, dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengukuran keseimbangan dilakukan menggunakan Time Up and Go Test. Hasil: Analisis perbedaan pengaruh menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0,011 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh antara Ergo Care Heel Raise Exercise dan Step Marching Exercise dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia.
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Terjadinya Sarcopenia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Ngrau Desa Tanjungsari Hidayu Adi Prana; Asita Rohmah Mutnawasitoh; Alinda Nur Ramadhani; Dita Mirawati
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berkurangnya massa dan kekuatan otot, yang berkontribusi pada meningkatnya risiko sarcopenia pada lanjut usia. Kondisi ini berdampak pada penurunan kemampuan fisik, mobilitas, serta kualitas hidup. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan dan stabilitas otot, sementara kurangnya aktivitas dapat mempercepat hilangnya massa otot dan memperparah sarcopenia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross sectional dilakukan di Posyandu Lansia Ngrau, Desa Tanjungsari, dengan jumlah responden 51 orang. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner PASE (Physical Activity Scale for Elderly), sedangkan risiko sarcopenia dinilai dengan kuesioner SARC-F (Strength, Assistance in walking, Rise from a chair, Climb stairs, and Falls). Hasil: Analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p<0,05). Uji chi square untuk mengetahui odds ratio juga menghasilkan nilai 0,002 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan risiko terjadinya sarcopenia pada lansia.
EDUKASI DAN DEMONSTRASI BALANCE EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DAN PENGETAHUAN LANSIA DI DUSUN DAWUNG Fika Putri Rofifah; Helmi Nugraheni; Izah Putri Arisanti; Karunia Febriani HariPutranti; Dewa Sakti Mustika Asa; Salma Lailly Vairasary; Irma Yunita; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/qegz6488

Abstract

With increasing age, changes occur in the muscles, bones, and joints, leading to a decline in strength, elasticity, and flexibility. These conditions result in reduced balance ability and an increased risk of falls among older adults. Limited knowledge regarding balance disorders and insufficient community-based education remain challenges in preventing fall risks. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of older adults through education and demonstration of balance exercises in Dusun Dawung. The methods included health education on balance disorders, their causes, impacts, and management, followed by direct practice of balance exercises. The results showed an improvement in participants’ understanding, from 61% with low understanding, 29% moderate understanding, and 10% good understanding to 6% low understanding, 13% moderate understanding, and 81% good understanding after the intervention. Participants were also able to perform the exercises independently in a proper and correct manner. This activity was effective in enhancing knowledge and balance ability among older adults and has the potential to reduce the risk of falls.
PROGRAM PENERAPAN LIGABEL (LANSIA JAGA BALANCE) TAHAP EXERCISE TRAINING PADA KADER POSYANDU LANSIA PUCANG SAWIT DI SURAKARTA Asita Rohmah Mutnawasitoh; Dita Mirawati; Tri Susilowati
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v10i1.2153

Abstract

Elderly people go through a degenerative process that causes a decline in neuromusculoskeletal and vestibular function, resulting in balance disorders that increase the risk of falls. The Elderly Maintain Balance program is a Community Service Program (PKM) program implemented at the Senja Bahagia Pucang Sawit Integrated Health Post (Posyandu), Surakarta. The purpose of this activity is to improve the knowledge and balance of the elderly, as well as compliance with exercise. Evaluation of the activity was carried out by measuring the knowledge of the elderly using a questionnaire. Data analysis using the Wilcoxon test to determine the increase in balance, as well as compliance with exercise using a questionnaire, the results of which will then be described. The results of the community service activity showed that knowledge increased to 47.56%, there was an increase in balance with a p-value of 0.035, and there was compliance in carrying out exercises with a percentage of 87.93%. The community service activity was said to be successful in increasing knowledge, balance, and compliance in carrying out balancing exercises in the elderly in the Pucang Sawit area, Surakarta. This program can be used as an example for other areas in an effort to improve the welfare of the elderly through a holistic approach that actively involves the community.