Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kesepian Lansia di Kelurahan Bedoro, Sambungmacan, Sragen: Analysis of Factors Affecting Elderly Loneliness in Bedoro Village, Sambungmacan, Sragen Tri Susilowati Susilowati; Eska Dwi Prajayanti Prajayanti; Asita Rohmah Mutnawasitoh Mutnawasitoh
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4113

Abstract

Latar belakang: World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2015 - 2050 penduduk yabg berusia 60 tahun ke atas mengalami meningkat dari 12% menjadi 22%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pada tahun 2010 penduduk lansia meningkat dari 18 juta jiwa (7,6%) menjadi 27 juta jiwa (10%) pada tahun 2020. Penuaan tidak hanya berhubungan dengan perubahan fisik / biologis. Tahap ini juga berhubungan dengan perubahan dalam kehidupan seseorang. Salah satu problema psikologis yang sering terjadi pada lansia yaitu adanya kesepian. Tujuan: untuk melihat faktor yang paling berpengaruh pada kesepian lansia. Metode: Rancangan penelitian ini adalah penelitian analitik. Penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia di Kelurahan Bedoro sebanyak 1.329 orang. Sampel adalah 10% dari total populasi yaitu sebanyak 133 lansia. Analisis fackor yang paling berhubungan dengan menggunakan uji regresi logistic. Hasil: Semua variable mempunyai nila signifikansi di atas 0,05. Tidak ada korelasi antara Usia, jenis kelamin, kondisi psikologis dan spiritualitas dengan kesepian lansia. Nilai Odd rasio terbesar adalah kondisi psikologis, mempunyai pengaruh lebih banyak 4,079 kali terhadap kesepian lansia. Kesimpulan: Tidak ada korelasi antara Usia, jenis kelamin, kondisi psikologis dan spiritualitas dengan kesepian lansia. Kondisi psikologis mempunyai pengaruh lebih banyak 4,079 kali terhadap kesepian lansia.
EDUKASI DAN DEMONSTRASI BALANCE EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DAN PENGETAHUAN LANSIA DI DUSUN DAWUNG Fika Putri Rofifah; Helmi Nugraheni; Izah Putri Arisanti; Karunia Febriani HariPutranti; Dewa Sakti Mustika Asa; Salma Lailly Vairasary; Irma Yunita; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): April : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/qegz6488

Abstract

With increasing age, changes occur in the muscles, bones, and joints, leading to a decline in strength, elasticity, and flexibility. These conditions result in reduced balance ability and an increased risk of falls among older adults. Limited knowledge regarding balance disorders and insufficient community-based education remain challenges in preventing fall risks. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of older adults through education and demonstration of balance exercises in Dusun Dawung. The methods included health education on balance disorders, their causes, impacts, and management, followed by direct practice of balance exercises. The results showed an improvement in participants’ understanding, from 61% with low understanding, 29% moderate understanding, and 10% good understanding to 6% low understanding, 13% moderate understanding, and 81% good understanding after the intervention. Participants were also able to perform the exercises independently in a proper and correct manner. This activity was effective in enhancing knowledge and balance ability among older adults and has the potential to reduce the risk of falls.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI MYOFASCIAL RELEASE DAN SEATED NECK STRETCH TERHADAP PENURUNAN NYERI OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PELAJAR Dina Dwinanda; Dita Mirawati; Alinda Nur Ramadhani; Asita Rohmah Mutnawasitoh
Physio Journal Vol. 6 No. 1 (2026): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phy.jou.v6i1.2174

Abstract

Latar Belakang: Pelajar sering mengalami nyeri otot upper trapezius akibat posisi belajar statis dan tidak ergonomis, yang dapat menyebabkan berbagai masalah seperti perubahan postur tubuh, penurunan rentang gerak (ROM), penurunan kekuatan otot, dan gangguan kemampuan fungsional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi Myofascial release dan Seated Neck Stretch terhadap penurunan nyeri otot upper trapezius pada pelajar. Metode: Penelitian ini berjenis quasi-eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Total 36 pelajar dengan nyeri ringan-sedang pada otot upper trapezius dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa kombinasi myofascial release dan seated neck stretch dilakukan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi p<0.001, yang menunjukkan bahwa kombinasi myofascial release dan seated neck stretch berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri otot upper trapezius. Kesimpulan: Kombinasi myofascial release dan seated neck stretch efektif mengurangi nyeri otot upper trapezius.