Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kasus Gangguan Clumsiness Anak Kelompok A di TK Children Centre Brawijaya Smart School : Case Study of Clumsiness Disorder of Group A Children at Children's Centre Kindergarten Brawijaya Smart School Wilda Isna Kartika; Febry Maghfirah
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.4.2.2023.51794

Abstract

There are still many parents who don't know that a child's fine and gross motor skills need to be trained and developed all the time through various daily activities. The aim of this research is to determine the characteristics of clumsiness, how to handle clumsiness, and the obstacles experienced by teachers in dealing with clumsiness. The results of a preliminary study on children Group A at Children Centre Brawijaya Smart School, there were children who appeared to have difficulty carrying out fine motor activities, for example, writing, drawing, or self-help activities, for example, dressing, buttoning shirts or trousers. This research used a qualitative approach. The type of research used is case study research. The subject of this research was a child with the initials DF who studied at the Children Center Brawijaya Smart School. The data collected techniques used were observation, interviews, and documentation. This research used data analysis techniques with an interactive model according to Miles and Huberman which consists of four stages, data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The research showed that children still need help carrying out these activities. The teacher's method of handling provides motivation and opportunities for children to try. The obstacles experienced by teachers in overcoming them are that children often say "don't want to" or "can't" and children sometimes cry. It is hoped that future research will be able to create game tools to deal with children who experience clumsiness disorders.   ABSTRAK Banyak orang tua yang belum mengetahui bahwa keterampilan motorik halus dan kasar seorang anak perlu untuk dilatih dan dikembangkan setiap saat melalui berbagai aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik clumsiness, cara penanganan clumsiness dan hambatan yang dialami guru dalam menangani clumsiness. Hasil studi pendahuluan pada anak Kelompok A di TK Children Centre Brawijaya Smart School, terdapat anak tampak kesulitan melakukan kegiatan motorik halus, misalnya menulis, menggambar atau kegiatan menolong diri, contohnya berpakaian, mengancingkan baju atau celana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah  seorang anak berinisial DF yang sekolah di Children Centre Brawijaya Smart School UB. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan model interaktif menurut Miles dan Huberman yang terdiri atas empat tahapan, yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa anak masih perlu dibantu saat melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Cara penanganan yang dilakukan guru yaitu memberi motivasi dan kesempatan kepada anak untuk mencoba. Hambatan yang dialami guru untuk mengatasinya yaitu anak sering mengatakan “tidak mau” atau “tidak bisa” dan anak terkadang menangis. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menciptakan alat permainan dalam mengatasi anak yang mengalami gangguan clumsiness.
Pelatihan Pemberdayaan Sumber Daya Alam Hutan Kalimantan dalam Pembuatan APE Bagi Pendidik PAUD di Kota Samarinda Wilda Isna Kartika; Heny Djoehaeni; Febry Maghfirah; Adharina Dian Pertiwi; Ayu Aprilia Pangestu Putri; Malpaleni Satriana; Hasbi Sjamsir; Evie Palenewen; Tri Wahyuningsih; Fachrul Rozie
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i4.969

Abstract

Pemberdayaan sumber daya alam dapat menghasilkan beragam alat permainan edukatif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini untuk melatih pendidik PAUD di kota Samarinda dalam pemberdayaan sumber daya alam hutan kalimantan menjadi APE. Kegiatan PkM ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahap to know, to understand, to plan, to act, dan to change. Pelaksana kegiatan adalah Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia dan Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Peserta kegiatan adalah 116 pendidik PAUD di kota Samarinda. Kegiatan PkM ini menghasilkan sembilan APE berbahan dasar sumber daya alam Kalimantan yang dapat menstimulasi berbagai kemampuan anak, diantaranya kemampuan matematika, literasi, motorik, dan pemecahan masalah. Kegiatan PkM selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sumber daya alam Kalimantan lainnya utuk menstimulasi perkembangan anak.
Stimulasi Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Drumband Khusnul Afifah; Febry Maghfirah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1562

Abstract

Kepercayaan diri pada anak usia 5-6 tahun merupakan aspek sosial-emosional krusial yang mendukung kesiapan belajar dan interaksi sosial, sehingga memerlukan stimulasi yang terencana melalui aktivitas bermakna. Penelitian inibertujuan mendeskripsikan proses stimulasi yang terencana melalui aktivitas bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses stimulasi kepercayaan diri anak melalui kegiatan ekstrakulikuler drumband di TK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek anak usia 5-6 tahun, pelatih drumband, dan guru pendamping; data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan drumband yang direncanakan dan dilaksanakan secara partisipatif mampu meningkatkan keberanian melakukan aktivitas, kemampuan mengungkapkan perasaan, serta kemampuan bersosialisasi anak. Temuan ini mengimplikasikan bahwa drumband dapat menjadi alternatif kegiatan ekstrakulikuler efektif dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
Stimulasi Daya Ingat Anak Usia 6 Tahun melalui Pembelajaran Video Animasi Diya Fatihah Zahra; Febry Maghfirah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8116

Abstract

Daya ingat merupakan keterampilan kognitif yang berkembang dalam proses penyimpanan informasi melalui stimulus visual maupun auditori sehingga informasi tersebut dapat digunakan kembali ketika perlu. Video animasi memiliki desain yang menarik secara visual serta membantu anak menyimpan informasi cukup lama di dalam daya ingat mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stimulasi daya ingat anak usia enam tahun melalui pembelajaran video animasi yang berfokus pada memori jangka pendek. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas anak berusia enam tahun berinisial AR serta pengasuhnya yang berinisial BM. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahwa video animasi mampu menstimulasi daya ingat anak usia enam tahun dalam indikator encoding, storage, dan retrieval. Dengan demikian, video animasi dapat diintegrasikan secara sistematis dalam praktik pembelajaran PAUD sebagai strategi stimulasi memori jangka pendek anak.