Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KEHALUSAN ABU TERBANG (ABU SEKAM PADI) TERHADAP FLEKSIBELITAS DAN DURABILITAS AC-WC NR Farlin Rosyad; Agung Rahmatullah
Rang Teknik Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Januari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v7i1.4725

Abstract

Roads are an important and main foundation in moving the wheels of the public and territorial economy, considering their significant and main ability to support the appropriation of labor and products as well as the versatility of the population. Roads enable everyone to get services such as education, health care and employment. Asphalt What was used in this research was SIR 20 rubber asphalt (Standard Indonesian Rubber) which came from PT MBS (Modified Bitumen Sumatra). This research was carried out with the aim of finding out how much influence the fineness of rice husk ash as a fine material substitute has on the AC-WCNR coated asphalt concrete mixture in terms of durability and flexibility. And to find out what the optimum mixture value of rice husk ash is as a substitute for fine material in the AC-WCnr asphalt mixture. The percentage of Au content of rice husk used in research II is 3 variations 4%, 6%, 8%, and to use 4 zones, zone 0, zone 1, zone 2, zone 3 as a substitute for fine material mixed with AC-WC NR and test specimens normal without a mixture of rice husk ash. This research tested using the Marshall test method by reviewing the effect of rice husk ash on flexibility and durability. Based on the Marshall parameter test results in terms of zone variations and the percentage of substitution content for rice husk ash, the flow value can be concluded that the optimum value for using rice husk ash content in zone 2 is 4% variation, namely 3.74mm, and in zone 2, 8% variation has decreased by 3.50 mmm. The durability value of the mixture is seen from variations in the substitution level of rice husk ash, namely that the optimum variation in substitution for rice husk ash occurs in the 4% zone 2 variation, namely 96%.Keywords: Rice Husk Ash, Rubber Asphalt, AC-WC NR, Durability and Flexibility
Pemanfaatan Air Hujan dengan Menggunakan Sistem Rain Water Harvesting (RWH) di Desa Purwosari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin untuk Kebutuhan Sehari-hari Alif Asfairul Arifin; Farlin Rosyad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1615

Abstract

Ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan di banyak wilayah, termasuk Desa Purwosari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Kondisi ini mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis teknologi sederhana melalui penerapan sistem Rain Water Harvesting (RWH). Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan air hujan sebagai alternatif sumber air bersih bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah. Program ini mencakup beberapa tahapan, mulai dari survei dan perencanaan teknis, pemasangan sistem RWH sederhana, hingga edukasi masyarakat terkait pemeliharaan alat. Sistem yang dibangun terdiri dari talang air, filter awal, pipa pengalir, dan tangki penampung berkapasitas 1.200 liter, menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapat. Hasilnya menunjukkan bahwa air hujan yang ditampung cukup layak untuk digunakan dalam kegiatan domestik seperti mencuci dan mandi. Selain memberikan solusi praktis atas krisis air bersih, program ini juga mendorong kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan biaya yang relatif rendah dan manfaat yang nyata, sistem RWH ini berpotensi besar untuk direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari strategi konservasi air berkelanjutan.
Analisis Dan Metode Pelaksanaan Pemasangan Tembok Penahan Segmental - Mse Wall Pada Pembangunan F.O Gelumbang Yani Octa Piyanti; Farlin Rosyad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6400

Abstract

Konstruksi infrastruktur di Indonesia menghadapi tantangan geoteknik seperti tanah lunak dan beban lalu lintas berat, sehingga memerlukan sistem penahan tanah andal seperti tembok MSE. Penelitian ini menganalisis pemasangan MSE wall pada proyek Fly Over Gelumbang untuk mengidentifikasi material/peralatan, metode pelaksanaan, dan kepatuhan standar teknis. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpul dari populasi tim proyek (>50 orang) melalui purposive sampling 10-15 informan kunci termasuk manajer dan pekerja lapangan. Instrumen meliputi kamera, buku catatan, perekam audio, dan dokumen proyek, dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan triangulasi sesuai SNI 8460:2017. Hasil menunjukkan pelaksanaan sistematis dengan mini pile pracetak, lean concrete, levelling pad bertulang, blok modular (K-350), geogrid, geotekstil, drainase PVC, dan granular backfill dipadatkan hingga ≥95% menggunakan vibratory roller dan uji sandcone, sepenuhnya sesuai SNI serta standar internasional (EN ISO, BS). Simpulan menyatakan proses menjamin keamanan dan mutu struktur, memberikan panduan praktis meski tanpa monitoring jangka panjang.
ANALISIS DAN METODE PELAKSANAAN PADA ABUTMEN FLAY OVER GELUMBANG MUARA ENIM Mayang Sari; Farlin Rosyad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6405

Abstract

Peningkatan kemacetan lalu lintas di persimpangan Gelumbang-Muara Enim, Sumatera Selatan, memerlukan pembangunan flyover, di mana pelaksanaan abutment menghadapi tantangan kondisi tanah lunak dan pengendalian mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode konstruksi abutment, termasuk alat, material, pengendalian mutu, dan K3. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian melibatkan purposive sampling 15 informan kunci dari 8-10 pekerja proyek selama 60 hari di lokasi PT Ricky Kencana Sukses Mandiri. Instrumen terdiri dari observasi langsung, wawancara semi-struktural, dokumentasi foto, dan catatan lapangan, dianalisis melalui triangulasi sumber, analisis tematik, dan member checking. Hasil menunjukkan pelaksanaan sistematis melalui pembesian tulangan (D19-150 hingga D29-150), bekisting plywood, dan pengecoran bertahap beton ready-mix Fc' 30 MPa dengan truck mixer dan vibrator, didukung manajemen HSE melalui toolbox meeting dan rambu keselamatan. Kesimpulannya, metode tersebut menjamin kestabilan struktur dan minimisasi risiko, dengan rekomendasi integrasi HSE yang lebih ketat untuk proyek serupa.
Pelaksanaan Pekerjaan Beton Fs 45 Pada Proyek Preservasi Jalan Ruas Letjen Harun Sohar (Plg) / Bts. Kab. Banyuasin – Tj. Api-Api Agustriananda Agustriananda; Farlin Rosyad
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11058

Abstract

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan luas areal tanam dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan persawahan. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang meliputi aspek klimatologi, kualitas udara, kualitas air, karakteristik tanah, hidrologi, vegetasi, dan fauna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan serta mengevaluasi tingkat kelayakan lokasi rencana kegiatan Cetak Sawah Rakyat di Kecamatan Belitang II, Madang Suku I, dan Madang Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan evaluasi lingkungan terpadu. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan, pengambilan sampel lingkungan, studi literatur, analisis laboratorium, serta pengolahan data spasial menggunakan teknik overlay. Parameter yang dianalisis meliputi kondisi iklim, kualitas udara ambien, kualitas air permukaan, karakteristik fisik dan kimia tanah, kondisi hidrologi, serta keberadaan vegetasi dan fauna pada wilayah studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki kondisi topografi relatif datar, ketersediaan sumber daya air yang cukup, serta karakteristik lingkungan yang secara umum mendukung pengembangan lahan sawah. Kualitas udara dan kualitas air masih berada dalam batas baku mutu yang berlaku, sedangkan kondisi tanah menunjukkan tingkat keasaman yang memerlukan pengelolaan dan perbaikan tertentu untuk meningkatkan produktivitas lahan. Keberadaan vegetasi dan fauna lokal menunjukkan bahwa kawasan masih memiliki fungsi ekologis yang perlu dipertahankan melalui penerapan pengelolaan lingkungan yang tepat. Analisis spasial menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi rencana pengembangan memiliki tingkat kesesuaian yang baik untuk kegiatan budidaya padi. Dengan demikian, lokasi penelitian dinilai layak untuk mendukung program Cetak Sawah Rakyat dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan dan mitigasi terhadap faktor pembatas yang ditemukan guna menjamin keberlanjutan pengembangan lahan pertanian.
Pelaksanaan Preservasi Ac - Wc Pada Ruas Jalan Letjen. Harun Sohar (Palembang) – Bts. Kota Palembang / Bts. Kab. Banyuasin – Tj. Api – Api Cantika Permata Suri; Farlin Rosyad
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.11059

Abstract

Pekerjaan preservasi jalan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi pelayanan jalan agar tetap memenuhi standar kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Salah satu metode preservasi yang umum digunakan adalah pelapisan ulang menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis permukaan perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pekerjaan preservasi lapis AC-WC pada proyek pemeliharaan jalan serta mengidentifikasi peralatan utama yang digunakan dalam setiap tahapan pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui kegiatan magang lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, wawancara dengan pelaksana proyek, serta studi dokumen teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan. Tahapan pekerjaan yang diamati meliputi pengupasan lapisan perkerasan lama menggunakan Cold Milling Machine (CMM), pembersihan permukaan, penyemprotan tack coat, penghamparan campuran AC-WC menggunakan Asphalt Finisher, serta proses pemadatan menggunakan Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller (PTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan preservasi AC-WC telah dilakukan sesuai tahapan teknis yang berlaku dengan dukungan alat berat yang bekerja secara terintegrasi. Cold Milling Machine berperan dalam menghasilkan permukaan perkerasan yang siap dilapisi kembali, Asphalt Finisher menghasilkan hamparan yang seragam, sedangkan Tandem Roller dan Pneumatic Tire Roller berfungsi mencapai tingkat kepadatan yang disyaratkan. Selain itu, pengendalian suhu campuran aspal, jumlah lintasan pemadatan, dan koordinasi antaralat menjadi faktor penting dalam menjaga mutu hasil pekerjaan. Secara keseluruhan, pelaksanaan preservasi AC-WC mampu meningkatkan kualitas permukaan jalan dan mendukung tercapainya umur layanan perkerasan yang lebih optimal apabila dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan prosedur kerja yang ditetapkan.
Analisis Kelayakan Struktur dan Tingkat Kepuasan Penerima Program BSPS di Kota Pariaman (Studi Kasus Nagari Naras dan Sikapak Barat) Tarmizi Nazir; Farlin Rosyad; Ely Mulyati
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2026): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v18i1.7745

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai penunjang kualitas hidup dan simbol kesejahteraan sosial. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hadir sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni melalui mekanisme stimulan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kota Pariaman, khususnya Nagari Naras dan Sikapak Barat, menjadi salah satu lokasi penerima program ini pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan struktur rumah hasil program BSPS serta menilai tingkat kepuasan masyarakat penerima bantuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 40 penerima manfaat dan 4 Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Instrumen penelitian mencakup aspek kelayakan struktur bangunan, efektivitas program, dan utilitas dasar rumah. Data dianalisis dengan tabulasi, perhitungan persentase, serta interpretasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen struktur bangunan (pondasi, sloof, kolom, balok, dan rangka atap) telah memenuhi standar teknis dengan capaian 100%. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap efektivitas program juga sangat tinggi, dengan persentase 100% karena tepat sasaran dan sesuai petunjuk teknis. Namun, pada aspek utilitas rumah, capaian rata-rata hanya 91,43%. Beberapa indikator masih belum terpenuhi sepenuhnya, terutama akses listrik (70%), fasilitas sanitasi (80%), dan akses air bersih (90%). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun program telah berhasil dari sisi struktur dan pelaksanaan, masih terdapat kekurangan pada pemenuhan utilitas dasar. Kesimpulannya, Program BSPS di Kota Pariaman terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat dari sisi struktur dan kepuasan penerima, namun belum sepenuhnya memenuhi kriteria rumah layak huni. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya peningkatan dukungan infrastruktur dasar, khususnya jaringan listrik, sanitasi, dan akses air bersih, agar manfaat program lebih optimal dan berkelanjutan.