Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Stress Akademik Sebagai Mediator Hubungan Antara Regulasi Emosi dan Problematic Internet Use pada Siswa SMP A'yunin Akrimni Darojat; Wisjnu Martani
Acta Psychologia Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v4i1.60610

Abstract

Problematic internet use merupakan penggunaan internet secara berlebihan dan telah sampai pada tahap mengganggu aspek kehidupan individu seperti sosial, psikologis, pencapaian akademik maupun pekerjaan, yang disebabkan oleh ketidakmampuan individu dalam mengendalikan dorongan perasaaan atau perilaku untuk mengakses internet. Terdapat faktor personal dan lingkungan yang memengaruhi problematic internet use. Pada lingkup pendidikan, stres akademik dan regulasi emosi dapat menjadi faktor yang memengaruhi problematic internet use. Tujuan dari penelitian ini adalah memeriksa apakah stress akademik dapat memedasi peran regulasi emosi dan problematic internet use. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP berusia 13-15 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan tiga skala sebagai alat ukurnya, yaitu skala Perilaku Problematic internet use, Skala Stres Akademik, dan Skala Regulasi Emosi. Analisis yang digunakan adalah analisis jalur melalui PROCESS (Hayes, 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berperan dalam memediasi hubungan antara regulasi emosi dan problematic internet use secara parsial. Hal ini mengimplikasikan bahwa stres akademik perlu dipertimbangkan untuk mengatasi perilaku problematic internet use pada siswa dan pengelolaan emosi diperlukan untuk menghadapi perilaku berinternet yang bermasalah.
Peran Dukungan Sosial Keluarga dalam Proses Penerimaan Diri pada Remaja Korban Kekerasan Seksual Amalia, Fiqih; Darojat, A’yunin Akrimni
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v2i2.15269

Abstract

Throughout 2022 cases of sexual violence against minors that occurred in Indonesia were reported as many as 16,444 cases and still growing (https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan). Sexual violence is a crime that is very heinous, immoral, despicable, and violates norms where the victims are women, both adults and minors. Sexual violence against children has an emotional and physical impact on the victim. Emotionally, children as victims of sexual violence experience stress, depression, mental shock, feelings of guilt and self-blame, fear of relating to others, nightmares, and insomnia. This prompted researchers to conduct research related to the role of family social support on self-acceptance in adolescent victims of sexual violence, with the aim of obtaining an overview of the forms of social support provided by families in the process of self-acceptance to adolescent victims of sexual abuse. This research was conducted using a qualitative method with a case study approach. As for the data collection, researchers used structured interviews through instruments that have been provided by researchers with the aim of knowing the form of support provided by the family. With data sources, namely 3 teenage victims of sexual harassment, 1 mother of a teenage victim of sexual harassment, grandparents of one of the victims of sexual harassment and a cousin of one of the victims of sexual harassment.
Pengembangan Aplikasi Pengisian dan Skoring Self-Reporting Questionnaire (SRQ) 29 Berbasis Windows untuk Skrining Kesehatan Mental di Rumah Tahanan Yogyakarta Widyastuti, Tria; Pambudi, Briyan; Setiawati, Farida Agus; Darojat, A'yunin Akrimni; Pratiwi, Ika Wahyu; Rochmani, Kumala Windya; Utomo, Rizqy Cahyo
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i1.5258

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu penting sehingga skrining untuk mendeteksi gangguan psikologis perlu dilakukan. Self-reporting questionnaire (SRQ) 29 merupakan skrining kesehatan mental yang banyak digunakan di Indonesia, salah satunya di Rumah Tahanan (Rutan) Yogyakarta. Namun karena kurangnya tenaga ahli, hasil pengisian SRQ 29 di Rutan Yogyakarta kurang ditindaklanjuti. Tujuan dari pengabdian yaitu untuk mengembangkan aplikasi pengisian dan skoring SRQ 29 sehingga mempermudah tindak lanjut hasil skrining mental yang telah ada. Metode yang digunakan meliputi: (1) pengembangan aplikasi; (2) validasi ahli dengan penghitungan indeks Aiken; (3) sosialiasi dan praktik aplikasi; dan (4) implementasi pada penghuni rutan. Bukti validitas berdasar konten tes berdasar validasi ahlli memiliki indeks Aiken’s V yang tinggi. Dari aspek tampilan, pengoperasian, kebermanfaatan, dan penyajian hasil aplikasi dinilai sudah sangat baik. Berdasarkan implementasi pada penghuni rutan ditemukan sebanyak 82,61% penghuni rutan terindikasi cemas/depresi, gangguan psikotik, dan gangguan pasca trauma. Aplikasi pengisian dan skoring SRQ 29 berbasis Windows dapat digunakan untuk skrining kesehatan mental melalui komputer dan dapat melakukan skoring serta pelaporan otomatis. Implementasi pada poopulasi yang lebih beragam perlu dilakukan untuk pengembangan mendatang.
Psikoedukasi untuk Mengurangi Kecemasan pada Tahanan di Rutan Kelas Iia Yogyakarta: Penelitian Ika Wahyu Pratiwi; A’yunin Akrimni Darojat; Kumala Windya Rochmani; Farida Agus Setiawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2039

Abstract

This study aims to address anxiety among inmates at Yogyakarta Class IIA Detention Center by providing psychoeducation on anxiety management. The main issue identified was the lack of knowledge about how to cope with anxiety caused by waiting for legal sentencing, separation from family, and negative thoughts. The intervention involved interviews, observations, mental health screenings, and the implementation of psychoeducational activities and practical anxiety management techniques. Twenty-three male inmates participated, with anxiety levels screened using the DASS-211 tool. Results showed significant improvement in both anxiety understanding and management. Before the intervention, 100% of the participants experienced severe anxiety. Post-intervention, 26% reached normal levels, while those with very high anxiety levels decreased to 52%. The study concludes that ongoing support for anxiety management is essential and suggests further programs to enhance the inmates' psychological well-being.