Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PROMINE

KAJIAN KERUSAKAN LINGKUNGAN FISIK AKIBAT PENAMBANGAN PASIR DAN BATU DI KECAMATAN TEMPEL KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Agung Dwi Sutrisno
PROMINE Vol 2 No 2 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.521 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i2.79

Abstract

Penambangan pasir dan batu (sirtu) di tiga desa di Kecamatan Tempel semakin marak pasca meletusnya Gunung Merapi pada 2010 yang lalu. Selain berdampak positif bagi masyarakat, penambangan juga berdampak pada rusaknya lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerusakan fisik akibat penambangan sirtu di Desa Pondokrejo, Lumbungrejo, dan Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman dan merumuskan strategi untuk meminimalisasikan kerusakan fisik akibat penambangan tersebut. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan dan survey. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan cara pembobotan dan skoring lalu dikualitatifkan. Setiap parameter diberi bobot sesuai dengan standar kerusakan lingkungan yang ditetapkan oleh Gubernur DIY dalam SK No 63 tahun 2003 tentang baku mutu kerusakan lingkungan akibat penambangan batuan. Setiap bobot dijumlahkan, lalu dijumlah dan dibuat range untuk menentukan apakah lokasi tersebut rusak ringan, sedang atau berat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan akibat penambangan sirtu di Desa Pondokrejo, Lumbungrejo, dan Merdikorejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman adalah rusak ringan untuk penambangan di sungai dengan skor rata-rata 10,8. Sedangkan untuk penambangan di tegalan terkategori rusak sedang dengan skor rata-rata 29,5.
Analisis Kerusakan Lingkungan Fisik Akibat Penambangan Pasir Dan Batu Di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Agung Dwi Sutrisno
PROMINE Vol 4 No 1 (2016): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.043 KB) | DOI: 10.33019/promine.v4i1.102

Abstract

Sand and stone mining Sleman increasingly prevalent after the eruption of Mount Merapi in 2010. Theaim of this study is 1) assess the factors causing physical damage caused by mining of sand andstones in Sleman; 2) analyze the extent of the damage. This research approach uses direct fieldobservation method and survey. Data taken at 16 sites in four districts, each taken two samples of themine site that is in the moor and two samples of the mine site is located on a river. Quantitativeanalysis is done by means of weighting and scoring and qualitatively. Each parameter is weighted inaccordance with the standards set by the environmental damage in the DIY Governor Decree No. 63of 2003. The factors known to cause damage through interviews and questionnaires administration.As a result, the damage caused by mining in the area were severely damaged moor categorized. Asfor mining on the river slightly damaged. Factors that influence the damage is lack of socialization.