Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Kelurahan Ngesrep Shofwatun Amaliyah
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v5i1.4815

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak usia dini melalui pola asuh, keteladanan, dan pembiasaan perilaku positif di lingkungan keluarga. Namun, berbagai tantangan pengasuhan pada era digital menuntut peningkatan pemahaman orang tua mengenai strategi pendidikan karakter yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menerapkan pendidikan karakter pada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan pada 20 April 2026 di Balai Kelurahan Ngesrep dengan melibatkan 32 ibu yang memiliki anak usia dini. Metode yang digunakan berupa psikoedukasi parenting melalui ceramah dan diskusi interaktif dengan materi pendidikan karakter, pola asuh positif, komunikasi efektif orang tua-anak, serta pembiasaan karakter di rumah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test melalui Google Form. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 61,5 menjadi 78,3 atau meningkat sebesar 16,8 poin. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan pemahaman yang lebih baik mengenai peran keluarga dalam pembentukan karakter anak. Kegiatan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi parenting efektif dalam memperkuat kapasitas orang tua untuk mendukung pendidikan karakter anak usia dini.
HUBUNGAN HOMESICKNESS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA RANTAU DI KOTA SEMARANG Amalia Dwi Rahmi; Shofwatun Amaliyah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13003

Abstract

The difficulties of sociocultural adaptation and geographic separation from primary family support systems during the transition to college are the background to this research. These operational issues trigger profound emotional distress, culture shock, and increased mental vulnerability among newcomers. The main focus of this scientific study is to analyze and empirically test the relationship between homesickness and anxiety levels among out-of-town students in Semarang City. The steps of this quantitative research pathway with a correlational design were operated through sampling using a non-probability sampling method. The primary data collection procedure involved 106 active respondents via an online questionnaire using the Utrecht Homesickness Scale and Generalized Anxiety Disorder-7 instruments. The quantitative data were statistically analyzed using a Pearson correlation test. The empirical results revealed a positive and significant relationship between the two variables with a correlation coefficient r of 0.545 and a significance value p of 0.000. These findings indicate that the higher the level of homesickness experienced by students, the greater the intensity of their psychological anxiety. The main conclusion confirms that homesickness acts as a crucial indicator factor in determining emotional stability. It is recommended that students from other countries and academic institutions draft adaptive coping strategies to reduce the accumulation of negative mental tension on an ongoing basis. ABSTRAK Kesulitan proses adaptasi sosiokultural serta keterpisahan geografis dari sistem dukungan utama keluarga pada masa transisi perkuliahan melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu distres emosional mendalam, fenomena culture shock, dan peningkatan kerentanan mental pada kalangan pendatang baru. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah membedah dan menguji secara empiris hubungan antara homesickness dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa rantau di Kota Semarang. Langkah-langkah jalur riset kuantitatif dengan desain korelasional ini dioperasikan melalui penarikan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Prosedur pengumpulan data primer melibatkan 106 responden aktif via kuesioner daring menggunakan instrumen Utrecht Homesickness Scale dan Generalized Anxiety Disorder-7. Data kuantitatif dianalisis statistik lewat uji korelasi Pearson. Hasil penelitian secara empiris menyingkap adanya hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel dengan nilai koefisien korelasi r sebesar 0,545 serta nilai signifikansi p sebesar 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kerinduan rumah yang dialami mahasiswa, maka semakin meningkat pula intensitas kecemasan psikologisnya. Simpulan utama menegaskan bahwa homesickness bertindak sebagai salah satu faktor indikator krusial penentu stabilitas emosi. Mahasiswa perantau serta institusi akademik direkomendasikan menyusun draf strategi pengondisian koping adaptif guna mereduksi akumulasi ketegangan pikiran negatif secara berkelanjutan.    
Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Diseminasi Website PSS-10 Sebagai Media Skrining Berbasis Digital Puspita Puji Rahayu; Shofwatun Amaliyah; Margaretha Sri Wahyuningrum; Dody Indra Sumantiawan
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i3.10973

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun literasi kesehatan mental dan pemanfaatan media skrining stres berbasis digital masih rendah. Berdasarkan need assessment, sebagian besar masyarakat belum mengenal Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) maupun Website PSS-10 sebagai media skrining stres. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental melalui diseminasi Website PSS-10 di Booth BRIDA pada Jateng Fair 2026 dengan sasaran masyarakat umum. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif dengan desain one-group pre-test–post-test yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik skrining mandiri, pendampingan interpretasi hasil, dan evaluasi terhadap 80 peserta. Hasil menunjukkan rata-rata pengetahuan meningkat dari 58,6 menjadi 87,9, disertai peningkatan pemahaman mengenai PSS-10, penggunaan website, interpretasi hasil, dan tindak lanjut skrining. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta umpan balik peserta untuk menilai peningkatan pengetahuan, kemudahan penggunaan website, dan kebermanfaatan program sebagai dasar pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.
Penguatan Karakter Positif dan Keterampilan Interpersonal melalui Outbound Edukatif di SMK PL Tarcisius Semarang Shofwatun Amaliyah; Menik Tetha Agustina; Puspita Puji Rahayu; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Margaretha Sri Wahyuningrum
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i2.1446

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan interpersonal yang berperan dalam keberhasilan akademik maupun kehidupan sosial. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi sosial menuntut adanya upaya yang lebih inovatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab pada peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter positif dan keterampilan interpersonal siswa melalui pelaksanaan outbound edukatif pada kegiatan class meeting di SMK PL Tarcisius Semarang. Kegiatan diikuti oleh 54 siswa kelas XI dan dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Metode yang digunakan meliputi ice breaking, permainan kelompok (team building), simulasi pemecahan masalah, refleksi, dan diskusi kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter positif, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat secara aktif dan antusias dalam setiap sesi outbound. Melalui berbagai aktivitas yang diberikan, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan bekerja sama dalam tim, keterampilan komunikasi interpersonal, keberanian mengemukakan pendapat, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu meningkatkan motivasi, kebersamaan, dan hubungan sosial antarsiswa. Dengan demikian, outbound edukatif dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam mendukung penguatan karakter positif dan pengembangan keterampilan interpersonal peserta didik di lingkungan sekolah.