Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Informatics and Communication Technology (JICT)

Validasi Antena Offset Reflektor Dzul Rahman; Kamelia Quzwain; Nadia Media Rizka
Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : PPM Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52661/j_ict.v4i2.135

Abstract

Dalam sistem komunikasi seluler Fifth-Generation (5G) terdapat subjek teknik yang baru seperti millimeter wave, ukuran sel yang kecil, dan multibeam di stasiun pangkalan yang akan diperkenalkan terkait dengan teknologi gelombang radio. Antena offset reflektor dapat digunakan pada aplikasi millimeter wave karena mampu menghasilkan gain yang tinggi. Projek ini menjelaskan pembuatan antena offset dual-reflector dengan menggunakan teknik shaping. Model antena offset reflektor berhasil didesain dengan menggunakan pemograman MATLAB. Untuk memvalidasi program MATLAB tersebut, simulasi dengan menggunakan software FEKO juga telah dilakukan. Berdasarkan hasil simulasi FEKO, antena offset dual-reflector mampu menghasilkan gain sebesar 37.7 dBi. Ini membuktikan bahwa konsep shaping untuk offset reflektor serta program MATLAB di projek ini berjalan dengan baik dan benar.
Implementasi Struktur Array 8x2 Pada Antena Mikrostrip Yagi Kamelia Quzwain; Oki Ardiansyah; Viviana Rahmawati
Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Vol. 5 No. 1
Publisher : PPM Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52661/j_ict.v5i1.181

Abstract

Sebuah antena Microstrip Yagi Array (MYA) 8x2 untuk aplikasi Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) pada frekuensi 5,8 GHz disajikan dalam jurnal ini. Penelitian ini membahas tentang peningkatan gain untuk antena mikrostrip Yagi. Antena MYA 8x2 merupakan kombinasi dari konsep antena Yagi dan struktur array 8x2 untuk meningkatkan gain. Antena disimulasikan menggunakan perangkat lunak Computer Simulation Technology (CST). Berdasarkan hasil simulasi, gain yang didapat sebesar 19,74 dB serta return loss () yang didapat sebesar -26,18 dB pada frekuensi 5,8 GHz. Sedangkan hasil pengukuran menunjukkan gain yang didapat sebesar 18 dB dan sebesar -11,3 dB. Selain itu, directivity antena ini adalah 20,51 dB. Antena 8x2 MYA difabrikasi dengan menggunakan Roger 5880 yang memiliki substrat dielektrik () sebesar 2,2 dengan ketebalan (h) sebesar 0,787 mm. Oleh karena itu, Antena yang ringan dan directivity yang tinggi adalah kelebihan dari antena yang diusulkan pada penelitian ini. Hasil simulasi dan pengukuran akan ditampilkan dalam jurnal ini.
ANALISA ANTENA MIKROSTRIP DOUBLE SLIT PROXIMITY COUPLED DENGAN DAN TANPA DGS Fadilah, Diendila; Quzwain, Kamelia; Novfitri, Aisyah
Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : PPM Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52661/jict.v6i1.248

Abstract

Perkembangan teknologi sudah semakin maju dan terus meningkat terutama pada bidang industri telekomunikasi sehingga banyak digandrungi minat masyarakat dalam bidang industri telekomunikasi guna menghasilkan kecepatan dalam mengakses suatu internet. Sistem komunikasi troposcatter bit rate tinggi menjadi salah satu pokok penelitian terbaru dimana nilai bandwidth menjadi semakin bernilai tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk analisis sebuah antena mikrostrip dengan bentuk patch rectangular double slit menggunakan metode pencatuan proximity coupled dengan dan tanpa metode Defected ground structure (DGS) yang bekerja pada rentang frekuensi 4000-5000 MHz dan jenis substrat yang dipakai adalah Rogers 5880, proses perancangan ini dilakukan menggunakan software CST 2022. Antena ini sudah berhasil dirancang sesuai dengan karakteristik parameter, dengan mendapatkan nilai return loss tanpa DGS = -17.81 dB, nilai return loss dengan DGS = -16.48 dB, nilai bandwidth tanpa DGS = 382.009 MHz, nilai bandwidth dengan DGS = 119.449 MHz, nilai gain tanpa DGS = 5.622 dBi, dan nilai gain dengan DGS = 4.983 dBi. Perbedaan nilai yang dihasilkan pada masing-masing parameter dengan dan tanpa metode DGS terjadi karena adanya perubahan pada spesifikasi antena, dan dapat berhasil dirancangan sesuai dengan karakteristik antena karena penggunaan metode proximity coupled yang memang memiliki keunggulan untuk meningkatkan lebar pita bandwidth
Perhitungan dan Analisis Pengaruh Hujan Terhadap Perencanaan Pemasangan Jaringan Wireless Wilayah Tangerang RUSDIANSAH, MUHAMMAD; Quzwain, Kamelia; Novfitri, Aisyah; Nabila, Haifa
Journal of Informatics and Communication Technology (JICT) Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : PPM Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52661/jict.v6i1.275

Abstract

Dalam perencanaan pemasangan jaringan wireless, penting untuk mempertimbangkan pengaruh hujan untuk mencapai kualitas jaringan yang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan dan analisis pengaruh hujan terhadap perencanaan pemasangan jaringan wireless. Lokasi perhitungan dilakukan di wilayah tangerang. Data curah hujan berdasarkan badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) data berupa curah hujan harian. Simulasi perencanaan pemasangan jaringan wireless menggunakan UISP (Ubiquiti Internet Service Provider). Dari hasil analisis kondisi yang dilakukan pada proses simulasi kondisi pada client dengan objek penelitian yang didapat di tangerang. Dapat dilihat hampir semua client yang terhubung pada access point 1 mendekati nilai expected signal dapat di kategorikan sangat bagus. Hanya client 3 nilai rata-rata perhitungan memiliki perbedaan paling tinggi jika dilihat angka atenuasinya mencapai 1,79×10−3 dBm yang menyebabkan nilai rata-rata hasil perhitungan hubungan antara curah hujan terhadap kuat sinyal memiliki perbedaan paling jauh sebesar -0,75 dBm jika di bandingkan dengan nilai expected signal . sedangkan pada access point 2 hanya client 7 yang mendapatkan nilai rata-rata pengukuran dan perhitungan paling rendah di bandingkan client 6 dan 8 jika di lihat kembali dapat diketahui bahwa client 7 memiliki atenuasi yang sama dengan client 8 yaitu 1,38×10−3 dBm tetapi kualitas sinyal client 7 lebih rendah di bandingkan client 8, ini desababkan karena kondisi zona fresnel pada client 7 menyentuh penghalang pada jarak 0,5 meter sehingga mempengaruhi kualitas pancaran sinyal antara client ke access point pada koneksi jaringan wireless, ini menyebabkan perbedaan nilai kuat signal antara client 7 dan 8. Perbedaan nilai rata-rata hasil perhitungan sebesar -10,7514 dBm jika di bandingkan dengan nilai expected signal (-67 dBm). Dapat dilihat bahwa curah hujan sangat berpengaruh terhadap kuat sinyal dan kualitas jaringan, pada antena yang basah karena hujan yang menyebabkan atenuasi antena menjadi tinggi.