Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN OBAT SISWA TK. KARTIKA VI-1 PERSIT JAYAPURA MELALUI KREASI MEDICINE PUZZLE BOOK Gunawan, Elsye; D. Pratiwi, Rani; Dewi, Krisna; Tahamata, Yefani; N. Kurnia, Indah; Surbakti, Kevin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1650-1657

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat terutama anak-anak terkait kesehatan dan penggunaan obat, maka dibutuhkan edukasi tentang kesehatan dan informasi tentang penggunaan obat, sehingga dampak dari penyalahgunaan obat pada masyarakat dapat dicegah. Apoteker sebagai tenaga kefarmasian diharapkan ikut terlibat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan memberikan informasi tentang penggunaan obat yang benar, melalui kegiatan edukasi lewat suatu permainan puzzle. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian anak terhadap kesehatan dan meningkatkan pengetahuan penggunaan obat yang dibuat dalam bentuk medicine puzzle book, serta meningkatkan kemampuan sensomotorik siswa. Kelompok sasaran pengabdian ini adalah siswa TK. Kartika VI-1 Persit, Jl. Diponegoro No. 10, Gurabesi, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura. Tahapan kegiatan sebagai berikut: 1). Sosialisasi program pengabdian kepada siswa-siswi. 2).  Pemberian edukasi tentang kesehatan dan pengetahuan obat, dengan praktik langsung disertai pemberian informasi tentang obat secara sederhana (cara minum obat, cerdas mengenal obat, cerdas mengkonsumsi obat) sesuai medicine puzzle yang dimainkan oleh siswa. Kegiatan ini diikuti oleh 76 siswa-siswi TK. Kartika VI-1 Persit. Hasil penilaian kemampuan siswa didapatkan persentase 85,53% siswa bisa menyusun puzzle dengan urutan sesuai, 92,10% siswa bisa memilih potongan puzzle sesuai dengan potongan sebelumnya, 90,79% siswa bisa menata pola yang sesuai dengan contoh yang ada, 90,79% siswa bisa menyesuaikan pilihan bentuk susunan puzzle yang dicontohkan, 76,32% siswa bisa cepat dalam menentukan susunan puzzle, 76,32% siswa bisa menyampaikan sisi edukasi kesehatan dan penggunaan obat yang ada di puzzle seperti yang sudah disampaikan sebelumnya. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan siswa terkait obat dan kepedulian kesehatan diri, meningkatnya kemampuan sensomotorik siswa dan meningkatnya kemampuan konsentrasi belajar siswa.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat terhadap Kosmetika yang Aman di Majelis Taklim Al-Jihad, Argapura, Kota Jayapura Bakri, Nur Fadilah; Lingga, Irene S.; Dewi, Krisna
Jurnal IPMAS Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.2.2.2022.255

Abstract

Kosmetika telah menjadi salah satu kebutuhan primer wanita untuk saat ini. Karena kosmetika digunakan secara rutin maka perlu diperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam kosmetika tersebut, agar yang menggunakan kosmetika terhindar dari bahaya atau efek samping dari bahan-bahan berbahaya yang terdapat didalam kosmetika. Pengabdian ini dilakukan kepada ibu-ibu majelis taklim Al Jihad, Argapura, Kota Jayapura sebanyak 25 orang. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada ibu-ibu majelis taklim tentang bahaya penggunaan kosmetika secara sembarangan dan memberikan informasi mengenai bahan-bahan berbahaya yang terdapat dalam kosmetika. Peningkatan pengetahuan peserta diukur melalui jawaban pada kuisioner yang dibagikan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pemberian materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait bahaya penggunaan kosmetika secara sembarangan dan bahan-bahan berbahaya pada kosmetika. Selain itu peserta juga telah mengetahui cara mengecek produk yang telah memiliki nomor ijin edar BPOM. Ibu-Ibu majelis taklim juga berkomitmen menjadi agen edukasi kepada masyarakat di lingkungan sekitar terkait dengan penggunaan kosmetika yang aman. Temuan penilitian ini adalah masih banyak masyarakat yang belum bisa memilih kosmetika secara aman. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang bahan-bahan berbahaya yang terdapat dalam kosmetika dan ciri-ciri kosmetika yang aman.