Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Calorific Value of Several Types of Wood Through Proximate Analysis and Chemical Components Approach Fauzan Fahrussiam; Dini Lestari; Rima Vera Ningsih
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.4416

Abstract

The most potential biomass to be developed with a high lignocellulose content is wood.  Calorific value estimation based on the results of biomass analysis such as the proximate test can be used as an alternative to predict the calorific value accurately, quickly, and economically. Therefore, in this study, it is important to measure the calorific value simply using the proximate method with an analytical approach to the chemical content of the raw material. This study used three species of wood consisting of jabon (Anthocephalus cadamba Miq), ulin (Eusideroxylon zwageri), and api- api (Apicennia sp.). This study's chemical components that eximined in this study consist of extractive, holoselulose, and lignin content. The proximate analysis consists of volatile matter content, ash content, fixed carbon, and calorific value. The results show that ulin wood has the highest calorific value (20.13 MJ/kg), then api-api wood and last jabon wood. The high amount of calorific value is contributed by the high value of lignin, extractive, and fixed carbon.
Fortification of Bioadhesive with Phenol Formaldehyde: Caracteristics and its Application for Afrika Laminated Wood Dini Lestari; Rima Vera Ningsih; Fauzan Fahrussiam; Sofia Mustamu
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i2.4857

Abstract

Nowadays, there is growing interested in development of environmentally friendly and nontoxic wood adhesives. The objective of this research was to determined the characteristics of starch, tannin, and cowhide adhesives by adding phenol formaldehyde as a fortifier. The quality of its bonding properties for afrika laminated wood was also investigated.  Determination of characterization of bioadhesive was conducted based on SNI 06-4567-1998. The quality of bonding properties for laminated wood was conducted based on SNI 06-6049-1991 and all parameters values compare to JAS 1152-2007. Based on the research characteristic of bioadhesive values for visualization tes, viscosity tes fullfill SNI 06-4567-1998 requirement. For pH, solid content, and glatination time not all sampel fullfill requirement values. All parameters of physical properties of all of sample afrika laminated wood meet the JSA 1152-2007 requirement. For Afrika laminated wood made from starch and tannin adhesive have good value for delamination test. Moreover, for shear strength parameter test not fullfill JSA 1152-2007 requirement. All of sampel have only for interior purposes.
Pengaplikasian Metode Finishing Ramah Lingkungan Yakisugi pada UMKM Pengolahan Kayu Desa Perina Fauzan Fahrussiam; Nurul Chaerani; Dini Lestari; Musdi; Hasyyati Shabrina; Andrie Ridzki Prasetyo; Rima Vera Ningsih
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.91

Abstract

Kegiatan finishing pada produk kayu menjadi faktor penting dalam rangkaian proses pengerjaannya. Selain untuk peningkatan stabilitas dan perlindungan, finishing juga dilakukan untuk meningkatakan nilai estetika. Namun demikian, kandungan bahan finishing dalam cat masih didominasi dari bahan berbasis kimia yang tidak baik untuk kesehatan maupun lingkungan. Selain itu, produk kayu yang telah difinishing menggunakan bahan kimia masih bisa diserang oleh organisme perusak dan mengalami pelapukan saat pemaparan di luar ruangan. Maka dari itu, melalui kegiatan pengabdian ini ditawarkan solusi peningkatan mutu kayu menggunakan metode yang sudah sejak lama digunakan di Jepang dalam pengawetan kayu yaitu metode yakisugi. Proses finishing yang dilakukan pada UMKM pengerjaan kayu di Desa Perina masih tergolong konvesional sehingga kualitas yang dihasilkan pun tidak maksimal, ditambah lagi dengan kualitas bahan baku yang tidak terlalu baik. Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menawarkan alternatif baru dalam peningkatan mutu kayu menggunakan metode yakisugi yang tidak hanya menghasilkan produk kayu bernilai estetika tinggi, namun ramah terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian yang telah dilakukan memberikan warna baru dalam proses finishing dibandingkan metode yang umumnya digunakan. Kegiatan ini juga membuka ide-ide baru dalam menciptakan produk perkayuan yang unik, estetik dan ramah lingkungan.
Analisis Pengaruh Jenis Papan, Berat Labur Perekat Dan Interaksinya Terhadap Sifat Fisika Dan Mekanika Papan Laminasi: Analysis Of The Influence Of Board Type, Adhesive Labor Weight And Its Interactions On The Physical And Mechanical Properties Of Laminate Boards Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari; Ni Putu Ety Lismaya Dewi
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4976

Abstract

Peneliti ingin melihat apakah akan terjadi peningkatan kekuatan setelah kayu sengon dan bambu dikombinasikan menjadi papan laminasi. Jenis bambu yang akan digunakan untuk dijadikan bambu laminasi dalam penelitian ini adalah bambu petung (Dendrocalamus asper.Backer). Bambu petung dipilih karena memiliki diameter yang dapat mencapai 20 cm dengan tebal dinding antara 1-3 cm sehingga cocok digunakan menjadi bambu laminasi (Wulandari et.al, 2022). Kayu sengon (Paraserianthes falcataria) memiliki berat jenisnya 0,33 termasuk berat jenis ringan (0,29- 0,56) dengan kelas kuat III-IV (Sari, 2011). Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh jenis papan laminasi kayu sengon dan kombinasi kayu sengon bambu petung, pengaruh berat labur dan interaksi jenis papan laminasi dan berat labur terhadap sifat fisika dan mekanika serta kelas kuat papan laminasi yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial denga 2 faktor dan 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Berat labur berpengaruh nyata terhadap kadar air, MoR dan tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan, pengembangang tebal, penyusutan tebal, MoE. Jenis papan laminasi berpengaruh nyata terhadap kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, penyusutan tebal. MoE dan tidak berpengaruh nyata terhadap MoR. Interaksi jenis papan laminasi dengan berat labur berpengaruh nyata terhadap kerapatan dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, pengembangan tebal, penyusutan tebal, MoE, MoR. Berdasarkan nilai sifat fisika dan mekanika maka papan laminasi jenis S1 (kombinasi sengon bambu petung) masuk kelas kuat III yang dapat digunakan untuk keperluan konstruksi-konstruksi berat terlindung dan papan laminasi jenis S2 (sengon) masuk kelas kuat IV dapat digunakan untuk keperluan konstruksi ringan yang terlindung.
PENINGKATAN KUALITAS FINISHING KAYU PINUS DAN SUNGKAI MENGGUNAKAN TEKNIK YAKISUGI fauzan fahrussiam; Andi Tri Lestari; Nurul Chaerani; Dini Lestari; Febriana Tri Wulandari; Rizki Adha Juniardi
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 13, No 2 (2023): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v13i2.73361

Abstract

The improvement of wood finishing quality extends beyond the application of paint; it also encompasses techniques such as heat modification. One prominent method currently employed for enhancing wood finishing quality is the yakisugi or shou sugi ban technique. This technique has regained popularity due to its ability to produce unique surface patterns and enhance the dimensional stability of wood. However, this technique has not been widely applied to commercial wood types in Indonesia. Therefore, this research aims to evaluate the burning quality and dimensional stability of pine and sungkai wood after the burning process. The research results indicate that the surface characteristics of burned pine and sungkai wood yield distinct and unique patterns. Color change tests reveal no significant difference between pine and sungkai woods, both exhibiting a clove brown hue. Surface characteristics post-burning show a decrease in paint adhesion with the prolonged burning process, inversely proportional to the contact angle values produced. Dimensional stability is measured by percentage volume expansion and anti-swelling efficiency. The yakisugi technique demonstrates the capability to enhance the dimensional stability values of sungkai and pine woods by a notable margin of 30-50%.  Subsequent research is crucial for observing the chemical changes occurring on the wood surface after burning. Keywords: dimensional stability, pine wood, sungkai wood, wood finishing, yakisugiAbstrakPeningkatan kualitas finishing kayu tidak hanya dalam bentuk proses pemberian cat, tapi juga bisa dalam bentuk teknik modifikasi panas. Salah satu jenis modifikasi panas yang saat ini banyak dilakukan terutama dalam hal peningkatan kualitas finishing kayu adalah metode yakisugi atau shou sugi ban. Teknik ini Kembali popular karena mampu menghasilkan corak permukaan kayu yang unik dan mampu meningkatkan nilai stabilitas dimensi kayu. Namun demikian, teknik ini masih belum banyak diaplikasikan untuk jenis-jenis kayu komersil Indonesia. Maka dari itu penelitian ini bermaksud mengevaluasi kualitas pembakaran dan nilai stabilitas dimensi setelah proses pembakaran pada kayu pinus dan sungkai.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik permukaan kayu pinus dan sungkai setelah pembakaran menghasilkan corak yang berbeda dan unik. Uji perubahan warna menunjukkan hasil yang tidak berbeda antara jenis kayu pinus dan sungkai yaitu clove brown. Karakteristik permukaan kayu setelah pembakaran menunjukkan nilai daya lekat cat yang semakin rendah seiring bertambah lamanya proses pembakaran dan berbanding terbalik dengan nilai sudut kontak yang dihasilkan. Nilai stabilitas dimensi ditunjukkan dengan parameter persentase pengembangan volume dan anti swelling efficiency. Teknik yakisugi mampu meningkatkan nilai kestabilan dimensi kayu sungkai dan pinus sebesar 30-50%. Penelitian selanjutnya penting dilakukan pengamatan pada perubahan yang terjadi secara kimia pada permukaan kayu setelah pembakaran. Kata kunci: finishing kayu, pinus, sungkai, stabilitas dimensi, yakisugi
PEMANFAATAN LIMBAH GERGAJIAN KAYU CEPAT TUMBUH MENJADI PRODUK KONTRUKSI BALOK-I fauzan fahrussiam; Dini Lestari; Rima Vera Ningsih
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 13, No 1 (2023): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v13i1.64972

Abstract

Wood composite product variation was highly increased and the quality also became improved rapidly since the methods to improve the composite products became more sophisticated. This condition escalated the demand for fast-growing species of wood as raw material. The increased production from fast-growing species of wood also increased the waste generated from the production. The objective of this study was to increase the utilization of sawmill waste as materials for i-beam production for construction purposes. The waste from sengon and pulai wood was converted into the flange and web components with a 3 cm in width and height variation of 1.5, 3, and 5 cm. The flange and web were adhered with isocyanate (hardener 10% NH4Cl) with glue-spread weight 200 g/m2 and then nailed with a 7” nail on each flange surface every 20 cm. The density of the i-beam produced was higher than the control wood but not directly correlated with wood mechanical properties (MOE & MOR). The mechanical properties of the i-beam produced were still relatively lower than the solid control wood. To achieve higher mechanical properties, the flange width should be reduced and the assembling design between the flange and the web should be improved further.Keywords: fast-growing wood species, i-beam, sawmill waste. AbstrakProduk komposit dari hasil pengembangan teknologi peningkatan mutu semakin bervariasi dengan karakteristik yang lebih baik dari bahan bakunya. Kondisi ini mengakibatkan permintaan terhadap jenis kayu cepat tumbuh semakin tinggi. Peningkatan produksi dari jenis kayu cepat tumbuh tentunya juga akan menghasilkan limbah pengolahan yang semakin tinggi. Salah satu limbah yang paling besar dari segi volume dan berat adalah sebetan sisa penggergajian. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah gergajian lebih luas menjadi produk konstruksi balok-I. limbah sebetan kayu sengon dan pulai dibentuk menjadi komponen flange dan bagian web dengan lebar 3 cm dengan variasi tinggi sebesar 1.5 cm, 3 cm, dan 5 cm. Proses penyambungan bagian flange dan web direkatkan dengan isosianat (hardener NH4Cl 10%) dengan berat labur 200 gr/m2 kemudian pemberian paku berkuran 7” pada masing-masing permukaan flange setiap jarak 20 cm. Kerapatan balok-I yang dihasilkan lebih tinggi daripada kayu kontrol namun tidak berbanding lurus dengan kekuatan. Nilai MOE dan MOR balok I kayu sengon dan pulai rata-rata sebesar 24241 kg/m2 dan 29210 kg/m2. Sementara nilai MOR rata-rata sebesar 144 kg/m2 untuk balok I kayu sengon dan 108 kg/m2 untuk balok I kayu pulai. Sifat mekanis kayu utuh / kontrol masih lebih tinggi dibandingkan dengan sifat mekanis balok-I yang dihasilkan. Untuk mendapatkan nilai kekuatan yang lebih tinggi, pada pembuatan balok-I selanjutnya disarankan untuk mengurangi lebar komponen flange dan mengoptimalkan desain sambungan antara komponen flange dan web.Kata kunci: Kayu Cepat Tumbuh, Balok-I, Limbah Gergajian  
ANALISIS SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN LAMINASI KOMBINASI KAYU SENGON BAMBU PETUNG DAN KEMIRI BAMBU PETUNG Febriana Tri Wulandari; Radjali Amin; Dini Lestari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11109

Abstract

Bamboo has various advantages such as relatively cheap price, fast growing, physical and mechanical properties comparable to wood, and suitable for application with existing processing technologies. A combination of wood and bamboo laminated boards is an attractive choice in wood and bamboo processing. Previous studies have shown that testing of physical and mechanical properties has been carried out on laminated boards made from wood or bamboo only. Information regarding laminated boards with a combination of wood and non-timber is still very limited. Laminate boards are made from a combination of sengon-petung bamboo and kemiri-petung wood. The selection of sengon and candlenut wood as raw materials because they have a light specific gravity of 0.4 and 0.33-0. Wood with a light to medium density is very suitable for use as a raw material for laminated boards due to easier penetration of the adhesive onto the wood surface. The aim of this study was to investigate the effect of a combination of petung bamboo sengon wood and petung bamboo candlenut wood on the physical and mechanical properties of laminated boards. The method used was an experimental method with a non-factorial design with 2 treatments and 3 replications. The combined type treatment had no significant effect on the density, thickness expansion, thickness shrinkage and MoR tests, while the MoE and moisture content tests had a significant effect. Testing the physical and mechanical properties, the laminated board combination of candlenut wood and petung bamboo (J2) has a higher value than the combination of sengon wood and petung bamboo (J1). Based on the test results, the combination of the combination of kemiri wood, bamboo petung and sengon wood, bamboo petung is included in the strength class III which can be used for protected heavy construction purposesBambu memiliki berbagai kelebihan seperti harga yang relative murah, cepat tumbuh, memiliki sifat fisika dan mekanika sebanding dengan kayu, dan cocok diaplikasikan dengan teknologi pengolahan yang telah ada. Papan laminasi kombinasi dari kayu dan bambu menjadi pilihan yang menarik dalam pengolahan kayu dan bambu. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengujian sifat fisika dan mekanika telah dilakukan pada papan laminasi berbahan baku kayu atau atau bambu saja.  Informasi mengenai papan laminasi dengan kombinasi kayu dan non kayu masih sangat terbatas. Papan laminasi dibuat dari kombinasi kayu sengon-bambu petung dan kayu kemiri-bambu petung. Pemilihan kayu sengon dan kemiri sebagai bahan baku karena memiliki berat jenis ringan yaitu 0,4 dan 0,33-0. Kayu dengan berat jenis ringan sampai sedang sangat cocok digunakan sebagai bahan baku papan laminasi terkait penetrasi perekat lebih mudah ke permukaan kayu.  Penelitian bertujuan untuk pengaruh kombinasi kayu sengon bambu petung dan kayu kemiri bambu petung  terhadap sifat fisika dan mekanika papan laminasi.  Metode yang digunakan metode eksperimen dengan rancangan non faktorial dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan jenis kombinasi berpengaruh tidak nyata pada pengujian kerapatan, pengembangan tebal, penyusutan tebal dan MoR sedangkan pada pengujian MoE dan kadar air berpengaruh nyata. Pengujian sifat fisika dan mekanika maka papan laminasi kombinasi kayu kemiri dan bambu petung (J2) memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan papan laminasi kombinasi kayu sengon dan bambu petung (J1). Berdasarkan hasil pengujian papan laminasi kombinasi kayu kemiri bambu petung dan kayu sengon bambu petung masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan konstruksi berat yang terlindungi.
COMMUNICATION SKILLS: MENINGKATKAN KEBERANIAN DAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA MELALUI PELATIHAN PUBLIC SPEAKING Nurul Chaerani; Hasyyati Shabrina; Dini Lestari; Fauzan Fahrussiam; Andrie Ridzki Prasetyo; Musdi Musdi
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1230

Abstract

The 4.0 revolution bring major challenges to higher education institutions in preparing curriculum relevant to demands from business, industrial, and other work-related area, to produce competent graduates. Student competencies that the working world wanted were not only hard skills but also soft skills such as adequate communication skills and public speaking skills. Nowadays, a big portion of the student body lack in confidence and courage to take part in discussion or has limited presentation skill, especially in the Forestry program University of Mataram. This problem needs to be addressed and resolved with institutional help by holding public speaking training for the students. This training was purposed to increase the courage, confidence, and skill of the students to be able to speak in front of the audience. The training processes started with a coordination process between the committee and the board of the study program, training day, and Evaluation from the participants. The participants of this training were students in the Forestry program University of Mataram from various years, and the trainers were from Fresh Radio Lombok. The training course began with a sharing session from the source person to motivate the participants and continued with a lecture about the basics of public speaking, a practice session on how to create catchy phrases for concluding occasions, sharing tips and tricks in public speaking, and ended with evaluations. The results of this training showed that this training was successful in increasing the motivation of the participants in order to elevate their ability in public speaking. The evaluation from the participants showed that the participants felt very satisfied, and rated the training process and the materials shared were very good.
Sifat Fisika Mekanika Papan Laminasi Kombinasi Kayu Sengon Bambu Petung dan Kayu Rajumas Bambu Petung: Physical Properties of Laminated Board Combination of Petung Bamboo Sengon Wood and Petung Bamboo Rajumas Wood Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari; Radjali Amin
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 2 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i2.5871

Abstract

Pemanfaatan potongan-potongan kayu dan bambu cepat tumbuh dapat mengurangi tekanan terhadap hutan alam dan mendukung keberlanjutan bahan baku. Penggunaan potongan kayu dan bambu bisa dijadikan perpaduan yang bisa dikembangkan untuk memproduksi papan lamniasi. Jenis kayu yang digunakan dan dipadukan dengan bambu untuk memproduksi papan laminasi yaitu kayu rajumas dan kayu sengon. Kayu rajumas dan kayu sengon merupakan dua jenis kayu dengan berat jenis dan kekuatan yang rendah. Kayu dengan sifat tersebut sangat potensial untuk dijadikan produk papan karena ini akan memungkinkan perekat untuk meresap dengan baik ke permukaan kayu sehingga membentuk ikatan yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat fisika dan mekanika dari papan laminasi yang terbuat dari perpaduan kayu dan bambu (kayu sengon-bambu petung dan kayu rajumas-bambu petung). Rancangan penelitian menggunakan rancangan non faktorial dengan dua perlakuan kombinasi papan laminasi dan tiga kali ulangan. Berdasarkan standar JAS 234-2007 maka nilai pengujian sifat fisika J2 dan J1 telah memenuhi standar kecuali pada pengujian penyusutan tebal. Pengujian sifat mekanika MoE belum memenuhi standar JAS 234-2007 dan pengujian MoR hanya J2 yang memenuhi standar sementara J1 belum memenuhi standar. Nilai sifat fisika dan mekanika papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung (J2) lebih tinggi dibandingkan dengan kombinsi kayu sengon bambu petung (J1) kecuali pada pengujian pengembangan tebal. Kombinasi papan laminasi tidak berpengaruh nyata terhadap Sifat fisika dan mekanika kecuali pada pengujian MoE. Berdasarkan kelas kuat kayu maka papan laminasi kombinasi kayu rajumas bambu petung dan papan laminasi kombinasi kayu sengon bambu petung masuk dalam masuk dalam kelas kuat III yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kontruksi dalam ruangan (interior).
Peningkatan Keterampilan Anggota PKK Desa Perina melalui Pelatihan Pembuatan Cairan Eco-Enzyme dan Sabun Cuci Berbasis Eco-Enzyme Nurul Chaerani; Hasyyati Shabrina; Dini Lestari; Rima Vera Ningsih; Fauzan Fahrussiam
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v4i2.2316

Abstract

Volume sampah yang tinggi menjadi masalah yang belum terselesaikan oleh masyarakat di Desa Perina Kabupaten Lombok Tengah. Kabupaten Lombok Tengah merupakan daerah penghasil sampah terbanyak ke-2 di NTB, dengan 97% tidak dikelola dan 12% masuk ke TPA. Mayoritas sampah yang ada merupakan sampah rumah tangga, dengan proporsi terbanyak yaitu sampah organik yang menimbulkan masalah lingkungan seperti bau tidak sedap dan penyakit. Sampah organik dapat diolah menjadi eco-enzyme sebagai bahan campuran sabun untuk mengurangi penggunaan surfaktan sintetis. Hingga saat ini, belum banyak sabun cair yang menggunakan kombinasi eco-enzyme dan metil ester sulfonat (MES), terutama di Lombok. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan keterampilan anggota PKK Desa Perina dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme untuk menurunkan volume sampah rumah tangga, serta memberikan pelatihan pembuatan sabun cair berbahan eco-enzyme yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 01 September 2024 di Desa Perina Lombok Tengah yang dihadiri oleh 15 orang anggota PKK. Pelatihan diawali dengan pembukaan, penyampaian materi terkait pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, pelatihan pembuatan eco-enzyme dan sabun cair berbasis eco-enzyme, evaluasi terhadap kegiatan pengabdian, dan penutupan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta pada semua aspek penilaian berada dalam kategori baik hingga sangat baik dengan persentase lebih dari 50%.