Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of Burning Time on the Yield and Quality of Liquid Smoke from Sengon Wood Waste (Falcataria moluccana) Muhamad Indra Nurzaman; Andi Tri Lestari; Dini Lestari
Wood Research Journal Vol 16, No 1 (2025): WOOD RESEARCH JOURNAL
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/wrj.2025.16.1.21-27

Abstract

This study aims to determine the effect of burning time on the yield and quality of liquid smoke produced from sengon wood waste (Falcataria moluccana). The research method employed was an experimental design with a completely randomized design (CRD), consisting of three pyrolysis time treatments: 90 minutes, 120 minutes, and 150 minutes, each with three replicates. The parameters observed included yield, color, floating material, pH, phenol content, acetic acid content, and specific gravity. The results showed that the duration of combustion had a significant effect on the yield and acetic acid content of the liquid smoke, but no significant effect on pH, phenol content, and specific gravity. The highest yield was obtained at a combustion time of 150 minutes, with an average value of 23.07%, while the lowest yield was obtained at 90 minutes, with an average value of 15.90%. The pH value of the liquid smoke ranged from 3.07 to 3.16 and was classified as quality category II based on SNI 8985:2021. The phenol content exceeded the standard limit, while the acetic acid content and specific gravity mostly met the requirements of quality category II.
Peningkatan Ketahanan Rumah Subsidi melalui Deteksi Dini Serangan Rayap dan Pengawetan Kayu di Perumahan Melanesia, Lombok Barat Fauzan Fahrussiam; Andrie Ridzki Prasetyo; Nurul Chaerani; Hassyati Shabrina; Dini Lestari; Rima Vera Ningsih; Niechi Valentino; Eka Nurminda Dewi Mandalika
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v7i1.244

Abstract

Keterbatasan mutu material pada perumahan subsidi, khususnya komponen kayu yang berdekatan dengan tanah, menyebabkan kerentanan terhadap serangan rayap yang dapat mempercepat kerusakan bangunan dan menurunkan usia pakai rumah. Kondisi ini menimbulkan urgensi perlunya upaya pencegahan dan pengendalian rayap yang efektif, aman, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Perumahan Melanesia, Desa Bagik Polak, dalam mendeteksi dini serangan rayap serta menerapkan metode pengendalian rayap berbasis IPTEKS melalui sistem baiting (pengumpanan) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan deteksi dini, identifikasi jenis rayap, dan penerapan teknologi sistem baiting pada titik-titik rawan di sekitar bangunan. Sistem baiting diterapkan sebagai teknologi tepat guna yang memanfaatkan perilaku sosial rayap untuk menekan populasi koloni tanpa merusak struktur bangunan. Kegiatan pengabdian telah mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan serangan rayap, terpasangnya sistem baiting sebagai model pengendalian rayap pada perumahan subsidi, tersusunnya panduan praktis pengendalian rayap berbasis IPTEKS, serta rekomendasi teknis untuk peningkatan keawetan komponen kayu bangunan secara berkelanjutan.
Analisis Kelayakan Limbah Serbuk Kayu dan Tempurung Kelapa sebagai Bahan Baku Briket Arang Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.29268

Abstract

Briket arang merupakan energi alternatif dengan pengaplikasian teknologi tepat guna dengan memanfaatkan limbah bahan berlignoselulosa seperti kayu maupun sisa pertanian seperti tempurung kelapa, sekam padi, dan serbuk gergaji kayu. Teknologi sederhana pada proses pembuatan briket menjadikan produk ini mudah diproduksi oleh kalangan masyarakat pada tingkat pedesaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan baku biomassa selain kayu telah banyak dikombinasikan dengan berbagai limbah pertanian untuk mendapatkan nilai kalor yang optimum Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisis briket arang tempurung kelapa dan limbah serbuk kayu serta menentukan standar mutu berdasarkan SNI 01-6235-2000. Salah satu bahan baku limbah pertanian yang memiliki nilai kalor yang tinggi adalah tempurung kelapa. Nilai kalor yang tinggi pada tempurung kelapa kemudian dikombinasikan dengan berbagai bahan lain agar menghasilkan briket dengan nilai kalor tinggi dan efisien. Selain tempurung kelapa, penggunaan limbah serbuk kayu juga ternyata mampu memberikan nilai kalor yang cukup tinggi dengan kadar air yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisis briket arang tempurung kelapa dan limbah serbuk kayu serta menentukan standar mutu berdasarkan SNI 01-6235-2000. Metode yang digunakan dalam penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan dua perlakuan jenis bahan baku serta tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisis maka briket arang tempurung kelapa telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 sementara briket arang serbuk kayu hanya pengujian kadar air dan kadar zat terikat yang memenuhi standar. Hasil uji analisis keragaman pada menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap nilai kadar abu, kadar zat terbang, karbon zat terikat dan nilai kalor tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Limbah tempurung kelapa layak dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang karena berdasarkan hasil pengujian sifat fisis briket arang telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000.
KARAKTERISTIK BIOFISIK DAN SOSIAL EKONOMI MODEL AGROFORESTRI DI KHDTK SENARU SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN BERKELANJUTAN Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 2 (2026): Jurnal Agroteksos Agustus 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i2.1441

Abstract

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memiliki fungsi strategis sebagai penyangga Taman Nasional Gunung Rinjani dan pusat kegiatan penelitian, pendidikan, serta konservasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik biofisik dan sosial-ekonomi sebagai dasar perencanaan pengelolaan agroforestri berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah review literatur sistematis terhadap sumber-sumber ilmiah dan laporan terkait sejarah pengelolaan, pola tanam, kondisi tanah, dan kesejahteraan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem agroforestri di KHDTK Senaru memadukan tanaman kehutanan (sengon, mahoni), tanaman pertanian (jagung, kedelai), komoditas bernilai ekonomi tinggi (kopi, kakao, gaharu, buah-buahan), serta integrasi peternakan. Pola ini meningkatkan pendapatan rumah tangga, memperkuat kelembagaan lokal, dan menjaga fungsi ekologis seperti konservasi tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, dan mitigasi perubahan iklim. Analisis SWOT mengungkapkan kekuatan berupa keanekaragaman hayati tinggi, dukungan institusi, dan kearifan lokal; kelemahan meliputi keterbatasan infrastruktur dan kapasitas manajerial; peluang dari dukungan kebijakan, potensi ekowisata, dan kemitraan riset; serta ancaman dari konversi lahan ilegal, degradasi lingkungan, dan konflik pemanfaatan lahan. Kondisi tanah di kawasan ini umumnya subur dengan kandungan bahan organik tinggi, namun pH rendah dan fosfor terbatas memerlukan intervensi pengelolaan. Strategi yang direkomendasikan meliputi konservasi sumber daya alam, pengembangan agroforestri adaptif, pemberdayaan masyarakat, penguatan infrastruktur, dan tata kelola kolaboratif. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan KHDTK Senaru sebagai model percontohan pengelolaan hutan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial-budaya.