Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RANCANGAN SMART LIGHTING DENGAN SENSOR CAHAYA DAN GERAK: PENGUJIAN DESAIN DI RUMAH TINGGAL Apriyanto, Joni; Irianto, Chairul Gagarin; Ariman, Ariman; Yamin, Muhammad Ikrar
JUTECH : Journal Education and Technology Vol 5, No 2 (2024): JUTECH DESEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jutech.v5i2.3989

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang vital dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu penggunaannya adalah untuk penerangan listrik, yang saat ini umumnya masih menggunakan sistem manual. Penerangan yang dinyalakan dan dimatikan secara manual oleh manusia berpotensi menimbulkan pemborosan listrik akibat kelalaian, dimana lampu sering kali dibiarkan menyala meski tidak ada aktivitas. Solusi dari permasalahan ini adalah sistem penerangan otomatis atau smart lighting. Penerapan smart lighting harus disesuaikan dengan kondisi ruangan; ruangan outdoor dan indoor memiliki pemicu nyala atau mati lampu yang berbeda. Dalam penelitian ini, dirancang dan dibuat prototipe smart lighting untuk kawasan perumahan di Bekasi, Indonesia. Sistem ini menggunakan kombinasi sensor cahaya untuk area outdoor dan sensor gerak untuk area indoor. Hal baru yang diusulkan adalah penggunaan kombinasi sensor cahaya dan sensor gerak untuk ruangan yang juga memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penerangan. Hasil pengujian prototipe menunjukkan bahwa lampu dapat dikontrol secara otomatis dengan sensor, sesuai dengan kondisi yang ditentukan.
PENGUATAN NILAI SOSIAL DALAM KELOMPOK TEMAN SEBAYA DI PONPES HIDAYATULLAH KOTA GORONTALO Rahmatiah, Rahmatiah; Ngiu, Zulaecha; Apriyanto, Joni Apriyanto; Latare, Zainudin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25289

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan tema "Penguatan Nilai Sosial dalam Kelompok Teman Sebaya di Ponpes Hidayatullah Kota Gorontalo" bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial, pemberdayaan kelompok, hubungan sosial, perilaku positif, dan kesadaran agama di kalangan anggota kelompok teman sebaya. Metode yang digunakan melibatkan tahapan persiapan yang mencakup identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pengumpulan sumber daya, pengembangan materi dan metode, serta koordinasi dengan pihak terkait. Tahapan pelaksanaan kegiatan melibatkan pendahuluan, pendampingan, penerapan materi, pengembangan keterampilan, evaluasi, pembinaan karakter, pembinaan hubungan, penggunaan metode kreatif, pelaporan, dan penutup. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran sosial, pemberdayaan kelompok, perubahan positif dalam perilaku, dan peningkatan kesadaran agama di kalangan anggota kelompok teman sebaya. Program ini menggambarkan penguatan nilai sosial melalui pembinaan empati, keterlibatan sosial, pengembangan keterampilan komunikasi efektif, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik dan interaktif mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif, memperkuat hubungan antar-santri, dan memberikan kontribusi positif pada karakter serta nilai sosial di Ponpes Hidayatullah Kota Gorontalo. Program ini memberikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan sosial di lembaga serupa.
PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA BAGI PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI FENOMENA SUICIDE IN CHILDREN AND ADOLESCENTS DI SMPN 3 SATAP KABILA BONE, KABUPATEN BONE BOLANGO Ngiu, Zulaecha; Rahmatiah, Rahmatiah; Latare, Zainudin; Apriyanto, Joni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25291

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila bagi peserta didik dalam menghadapi fenomena Suicide in Children and Adolescents di SMPN 3 Satap Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Metode pelaksanaan dilakukan secara offline, dengan tahap persiapan melibatkan observasi, identifikasi kebutuhan, dan pembentukan tim pelaksana. Survei awal dan pengumpulan data sekunder digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesadaran dan kebutuhan terkait perilaku niat bunuh diri di kalangan siswa. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman nilai-nilai Pancasila, terutama dalam aspek gotong royong dan musyawarah mufakat. Pemahaman ini memberikan landasan yang kuat bagi peserta didik dalam mengatasi tantangan mental dan sosial, mengurangi risiko fenomena suicide, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Keberhasilan ini mencerminkan peran penting pendekatan berbasis nilai-nilai Pancasila dalam membentuk karakter dan keberdayaan peserta didik. Kesimpulanya, pengabdian ini tidak hanya menciptakan perubahan positif dalam pemahaman dan perilaku peserta didik, tetapi juga mendorong perluasan dan kelangsungan inisiatif untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila di kalangan pendidikan. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil dalam pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan, dengan harapan akan memberikan dampak yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kehidupan peserta didik.
SOCIO-ECONOMIC STUDY OF CORN FARMERS IN LIMEHE BARAT VILLAGE, TABONGO DISTRICT, GORONTALO REGENCY Wantu, Febriyanti; Apriyanto, Joni; Arrazaq, Naufal Raffi; Tasnur, Irvan
Satmata: Journal of Historical Education Studies Vol. 3 No. 3 (2026): January: Satmata: Journal of Historical Education Studies
Publisher : CV. Fahr Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61677/satmata.v3i3.656

Abstract

This study aims to describe the socio-economic conditions of corn farmers in Limehe Barat Village, Tabongo Sub-district, Gorontalo Regency. Using a qualitative approach, the research explores the experiences, challenges, and strategies of farmers in navigating the dynamics of corn farming. The findings reveal that farmers face various issues, such as weather dependency, price fluctuations, limited access to training, and weak institutions such as farmer cooperatives. Despite these challenges, farmers maintain strong work ethics, rely on family-based collective labor, and uphold traditional farming practices passed down through generations. Farming activities involve close family cooperation, including contributions from women and children, reflecting a deeply rooted traditional work system. The lack of technical support and agricultural extension has hindered productivity, with many farmers still relying on conventional methods. This study highlights the need for institutional strengthening, continuous training, and policies that are more supportive of small-scale farmers. The findings are expected to serve as a reference for designing empowerment strategies based on the real needs of rural farmers.
Contesting Colonial Hegemony: Education, Authority, and Resistance in Gorontalo in the Early 20th Century Apriyanto, Joni; Rochwulaningsih, Yety; Sulistiyono, Singgih Tri; Rinardi, Haryono
Jurnal Sejarah Citra Lekha Vol 10, No 2 (2025): Sejarah Sosial-Budaya, Identitas, dan Resistensi
Publisher : Department of History, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jscl.v10i2.74730

Abstract

This study analyzes the dynamics of educational transformation from a traditional, religion-based system to modern colonial education in Gorontalo in the early twentieth century. The study focuses on the introduction of modern educational models by the Dutch East Indies colonial government and examines how these policies triggered resistance among local elites. Colonial educational transformation affected not only institutional structures but also generated epistemological conflicts, shifts in the authority of knowledge, and broader socio-cultural tensions within Gorontalo society. This study employs a historical method with a qualitative-analytical approach based on colonial archival sources and local materials. The findings show that colonial education was perceived as a hegemonic instrument aimed at producing indigenous bureaucratic elites loyal to colonial interests, while simultaneously threatening the continuity of religious authority, customary values, and the socio-political position of local elites. In this study, local elites primarily refer to religious elites, ulama, religious teachers, and Sufi order leaders, as well as hybrid actors who combined religious authority with administrative roles. Resistance was not expressed through passive rejection but through organized cultural and institutional strategies. From the early twentieth century onward, particularly with the establishment of madrasahs and halaqah in Limboto and Kota Barat in 1923, religious elites pioneered alternative Islamic educational institutions that emphasized Qur’anic studies, Arabic grammar (nahwu–ṣarf), and Islamic history. These institutions were strengthened by broader Islamic intellectual networks linking Gorontalo with Minangkabau and Java. Colonial archival sources also indicate widespread refusal by religious families to enroll their children in government schools.