Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan sampah rumah tangga berbasis pengelolaan bank sampah di sekolah Abdul Rahim; Ibrahim Ibrahim; Nur Indah Mansyur
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2020): April 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.495 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i1.881

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aims to provide education about household waste utilization through waste banks in schools. The method used in this community service activity is training and mentoring on how to use waste and manage waste through a waste banks. The results of this activity show: (1) increasing students' insights about household waste utilization by composting and liquid fertilizer training; (2) students and schools get experience on waste bank management; (3) through the management of a waste banks, transactions that occur reach Rp.2,231,030 in SMP Negeri 2, and Rp. 138,000 at SDN 08 Tarakan. The evaluation of this activity is based on the number of customers and the value of the transaction. So the model of managing a waste banks in junior high schools can be applied, but it is not recommended for primary schools in Tarakan City. Keyword: Waste, School, waste banks. ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pemanfaatan sampah rumah tangga melalui bank sampah di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yakni pelatihan dan pendampingan bagaimana pemanfaatan sampah dan pengelolaan sampah melalui bank sampah. Hasil kegiatan ini menunjukkan: (1) meningkatnya wawasan siswa tentang pemanfaatan sampah rumah tangga dengan pelatihan kompos dan pupuk cair; (2) siswa dan pihak sekolah mendapatkan pengalaman tentang pengelolaan bank sampah; (3) melalui pengelolaan bank sampah, transaksi yang terjadi mencapai Rp 2.231.030 di SMP Negeri 2, dan Rp. 138.000 di SDN 08 Tarakan. Evaluasi kegiatan ini berdasarkan jumlah nasabah dan nilai transaksi. Jadi model pengelolaan bank sampah di SMP dapat diterapkan, namun tidak direkomensasikan untuk sekolah dasar di Kota Tarakan. Kata Kunci: Sampah, Sekolah, Bank Sampah.
Potensi Bahan Tambahan pada Pestisida Nabati Daun Pepaya Terhadap Hama dan Kerusakan Daun Kangkung Cabut (Ipomoea reptans Poir): Additive Effects of Papaya Leaf Botanical Pesticides on Pest Control and Leaf Protection in Upland Water Spinach (Ipomoea reptans Poir) Chairiyah, Nurul; Ipun, Ipun; Dwi Santoso; Nur Indah Mansyur; Nurmaisah, Nurmaisah; Muh. Adiwena; Saat Egra; Muttaqien, Muttaqien
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.6987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan bawang putih, serai, dan daun sirsak dalam formulasi pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya terhadap penurunan jumlah hama dan kerusakan daun pada tanaman kangkung cabut (Ipomoea reptans Poir). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima taraf perlakuan dan lima ulangan, sehingga terdapat 25 satuan percobaan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol); P1 (daun pepaya); P2 (daun pepaya + bawang putih), P3 (daun pepaya + serai), dan P4 (daun pepaya + daun sirsak). Pestisida nabati diformulasikan melalui proses penghalusan bahan aktif dalam 300 mL air, diikuti inkubasi selama tiga hari, penyaringan, dan pengenceran hingga 1 liter. Penanaman kangkung cabut dilakukan pada bedengan berukuran 1 × 1 meter dengan perlakuan budidaya standar, meliputi penyiraman, penyiangan, dan pemupukan dasar. Pestisida nabati diaplikasikan dengan metode penyemprotan sebanyak dua kali, yaitu pada minggu ketiga dan keempat setelah tanam, pada sore hari. Parameter yang diamati meliputi persentase penurunan jumlah hama serta kerusakan daun. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pengaruh aplikasi pestisida nabati terhadap populasi hama dan tingkat kerusakan tanaman kangkung. Perlakuan paling optimal diperoleh dari kombinasi daun pepaya dan serai (P3), yang mampu menurunkan jumlah hama hingga 87,5% dan dapat menekan kerusakan daun dibandingkan perlakuan lainnya. Masih ditemukan tanda-tanda serangan berupa bercak cokelat dan bekas gigitan pada beberapa perlakuan, yang menunjukkan bahwa efektivitas pestisida nabati turut dipengaruhi oleh stabilitas senyawa aktif yang digunakan. This study aimed to evaluate the effectiveness of adding garlic, lemongrass, and soursop leaves to a plant-based pesticide formulation using papaya leaves as the main ingredient in reducing pest populations and leaf damage in upland water spinach (Ipomoea reptans Poir). The research was conducted through a field experiment using a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of five treatments and five replications, resulting in 25 experimental units. The treatments included P0 (control), P1 (papaya leaves), P2 (papaya leaves + garlic), P3 (papaya leaves + lemongrass), and P4 (papaya leaves + soursop leaves). The botanical pesticide was formulated by blending the active ingredients with 300 mL of water, followed by incubation for three days, filtration, and dilution to a final volume of 1 liter. Upland water spinach was cultivated on plots measuring 1 × 1 meters using standard cultivation practices, including watering, weeding, and base fertilization. The pesticide was applied twice by spraying, in the third and fourth weeks after planting, during the late afternoon. Observed parameters included the percentage reduction in pest numbers and leaf damage. The most effective treatment was P3 (papaya leaves + lemongrass), which reduced pest populations by 87.5% and significantly suppressed leaf damage compared to other treatments. However, signs of pest activity such as brown spots and bite marks were still observed in some treatments, indicating that the effectiveness of the botanical pesticide was also influenced by the stability of the active compounds used.
Optimalisasi Pengelolaan Pekarangan Berbasis Pelatihan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga pada KWT Dahlia di Kelurahan Juata Permai Nurul Chairiyah; Nur Indah Mansyur; Titik Ismandari; Eko Hary Pudjiwati; Siti Zahara; Muh. Adiwena; Nurjannah; Andi; Syamsir
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2951

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia dalam pengelolaan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di Kelurahan Juata Permai, Kota Tarakan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan budidaya hortikultura, khususnya pada pembibitan, penyiapan media tanam, dan pemanfaatan teknologi lahan sempit. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset dan kebutuhan, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik (learning by doing), pendampingan dosen dan mahasiswa, serta evaluasi partisipatif. Kegiatan difokuskan pada budidaya sayuran hortikultura melalui sistem hidroponik dan media polybag. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi anggota KWT, dengan rata-rata skor pengetahuan dan keterampilan meningkat dari sekitar 40% menjadi 80%. Selain peningkatan kapasitas teknis, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan partisipasi kelompok dalam pemanfaatan pekarangan secara produktif. Program ini berkontribusi pada penguatan kemandirian pangan keluarga serta pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan pertanian pekarangan berkelanjutan di wilayah perkotaan. Abstract: This community service program aimed to enhance the capacity of the Dahlia Women Farmers Group (KWT) in managing home gardens to support household food security in Juata Permai Subdistrict, Tarakan City. The main problems faced by the group included limited knowledge and technical skills in horticultural cultivation, particularly in seedling preparation, growing media management, and the application of small-scale cultivation technologies. The program was implemented using an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through stages of asset and needs identification, counseling, hands-on training (learning by doing), mentoring involving lecturers and students, and participatory evaluation. Activities focused on horticultural crop cultivation using hydroponic systems and polybag media. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ competencies, with average knowledge and skill scores increasing from approximately 40% before the program to 80% after the intervention. In addition to technical capacity building, the program also enhanced participants’ motivation, self-confidence, and group participation in utilizing home gardens productively. Overall, this activity contributed to strengthening household food independence and empowering women through sustainable urban home garden management.